
"****..."
David mengumpat saat senjata nya lepas dari tangan nya, akibat Nathan yang menembaknya. Sedangkan Aaron tersenyum miring melihat David yang mengumpatnya. Dan Rey kaget bukan main, ia mengumpat kedua pria di depannya ini.
"Kau tak bisa membawa istri ku tuan,"
David mengeratkan giginya emosi. Ia menatap Almira yang berada dalam pelukan Aaron. Masih belum terima jika Aaron menikahi Almira tanpa seijinnya dan Zoya tentunya.
Almira masih memejamkan matanya, ia tak berani membuka matanya dan melihat wajah mereka. Hanya telinga nya yang mendengar umpatan daddy nya. Tubuhnya semakin bergetar hebat mendengar suara tembakan nyaring di telinga nya. Aaron sendiri mengeratkan pelukannya pada nya.
Rasa takut yang luar bisa membuatnya tanpa sadar juga mengeratkan pelukannya pada Aaron.
Ia tak mencerna apa yang mereka bicarakan dan rebutkan. Yang ada hanya takut melihat mereka saling mengacungkan senjata api.
"Kau yakin menikah dengan putri ku, atau hanya bermimpi saja Aaron."
Aaron tersenyum lebar mendengar penuturan David. Dia pikir ia bodoh tak tau apa apa.
"Tentu saja aku tidak bodoh pada mertua."
Mendengar Aaron menyebutnya mertua seketika amarah nya kembali lagi.
"Brengsek.."
Bug.....
David menendang tangan Aaron dan merebut senjata miliknya. Aaron sendiri yang tak bisa melawan karna adanya Almira mengumpat dalam hati. Dengan kecepatan tangan nya, David mengarahkan senjata di tangan nya pada Aaron.
Nathan sendiri yang melihat nya mengepalkan tangannya.
"Jangan berani padaku Nathan. Atau peluru ini akan menebus kepala tuannya."
Rey menatap wajah Nathan yang mengeras, ia bingung. Ia pikir tak akan terjadi hal seperti ini. Tapi ternyata semua itu di luar dugaannya. Aaron tetap kekeh tak ingin melepaskan Almira. Apalagi saat mendengar jika mereka berdua sudah menikah. Tentu saja David murka mendengar nya. Apa yang terjadi saat ini benar benar tak ada dalam pikirannya. Mereka berdua meninggikan ego masing masing.
"Tak mudah membunuhku David Aderson."
Aaron menatap tajam pada David, ia tak takut sama sekali dengan nya. Ia yakin jika Almira sudah di tangan David, pria itu tak akan mengijinkan nya menemui Almira.
Tak lama kemudian, Aaron shock saat tubuh Almira lemas di pelukan nya. Ia menoleh dan menepuk pipi istrinya berkali-kali membangunkan nya.
"Al sayang.."
Sementara David sendiri melangkah mendekat pada Almira. Masih dengan senjata di tangan nya, ia menodongkan pada Aaron.
"Rey, bawa Al pulang."
Rey mengangguk dan berjalan meraih tubuh Almira yang pingsan. Ia tau jika Almira sangat ketakutan hingga akhirnya seperti ini. Kedua pria di depannya ini sama-sama mementingkan ego mereka sendiri, tak ada yang mau mengalah. Sedangkan Aaron menatap tajam pada Rey yang akan membawa Almira dari sisinya.
"Lepaskan putriku atau peluru mu sendiri yang akan menembus kepalamu Aaron."
Aaron mengeratkan giginya emosi, ia tak bisa membawa Almira. Sementara David mengacungkan senjata milik nya.
"Kau sudah mengusikku Aaron, jangan berharap kau bisa memiliki Almira. Aku tak akan membiarkan pria seperti mu menjadi bagian dari keluarga ku, camkan itu."
David melangkah pergi meninggalkan Aaron dan asistennya. Ia tak akan membiarkan pria brengsek itu menang dari nya. Baik Zoya maupun Almira, tak akan pernah membiarkan Aaron menyentuh salah satunya, apalagi memiliki nya. Jika dulu Aaron yang mengancamnya dan menghinanya cacat, tidak kali ini.
*
Queen tak fokus pada lembar gambar di depannya. Tinggal beberapa hari lagi dan ia masih belum menyelesaikan disain miliknya yang akan ia pamerkan di fashion show nanti. Ia melirik ke arah jarum jam yang sudah menunjukkan sepuluh malam. Ia mendesah lirih, ia juga tak menerima notif dari seseorang yang mencari keberadaan Aaron di kota A.
Ia lalu menutup kertas di depannya dan berjalan menuju tempat tidurnya. Tak lama kemudian ponselnya berdering, dengan cepat ia menyambar ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. Wajah kecewa terlihat jelas saat melihat jika bukan Aaron atau pun seseorang yang mencari keberadaan Aaron di kota ini. Melainkan ibunya yang menelponnya. Ia tau ibunya ingin menanyakan sampai sejauh apa persiapan nya.
"Ya ma..."
Di sebrang telpon Cristi mengerutkan keningnya mendengar suara putrinya. Apa Queen memiliki masalah dengan disain nya.
"Ada apa sayang, apa kau butuh bantuan mama."
"Gak ma, Queen hanya terlalu capek. Belakangan ini Queen lembur ma."
"Oh mama pikir kau ada masalah dengan kekasih mu sayang. Ya sudah semangat sayang, mama mendukungmu di sini."
"Ya.."
Tanpa menunggu reaksi ibunya di sebrang telpon, Queen lebih dulu menutup telponnya. Ia mengusap wajahnya gusar. Orang tua nya masih berharap jika ia dan Aaron akan bertunangan secepatnya. Mereka berdua memang sangat berharap Aaron akan menikahinya. Tapi bagaimana dengan Aaron sendiri yang kekeh tak ingin menikahinya. Dia hanya menganggap nya sebagai partner saja. Saling memuaskan satu sama lainnya.
"Aaron brengsek.."
Queen mengamuk, ia membuang bantal dan melemparkannya ke sembarang arah. Ia juga menarik kain seprei bermotif bunga dan membuangnya.
Queen menangis segukan, ia terduduk dan meringkuk di lantai dingin.
"Kau tak bisa meninggalkan ku Aaron."
Seru nya, hingga ia tertidur di lantai dingin bersama dengan air matanya yang tak berhenti mengalir. Queen berharap besok Aaron datang mencarinya dan memberikan kejutan untuk nya.
*
David membawa Almira ke rumah sakit, ia juga begitu menghawatirkan putrinya. Semarah apapun ia dengan Almira dia tetap menyayangi nya seperti putri nya sendiri.
Sementara Rey yang duduk di samping tuannya hanya menunduk. Ia tau David sangat menghawatirkan Almira, pria itu memang tak pernah membedakan anak anaknya. Jika di lihat, ia lebih menyayangi Almira dari pada kedua putranya. Ia sendiri yang menjadi saksi betapa sayangnya David pada Almira sejak dulu. Dari sejak gadis itu masih balita, sejak David menemukannya dan Zoya. Semua perhatian David memang terlihat. Hingga gadis kecil itu terlalu manja dan tak tau dunia luar. David tak pernah mengajarkan anak anaknya kekerasan dan selalu mendidik nya penuh kelembutan.
Entah kenapa tiba-tiba saja Aaron datang mengusik kebahagiaan tuannya. Ia sendiri masih tak percaya jika Aaron jauh jauh datang dari Venesia mengusik tuannya kembali. Nekat menikahi nona Almira tanpa persetujuan tuan dan nonanya.
"Cari tau apa Aaron sudah mendaftar kan pernikahan mereka atau belum. Jangan sampai dia sudah mendaftar kan pernikahan mereka. Aku tak mau tau Rey, batalkan apapun caranya."
David mengeraskan rahangnya, Aaron memang pria brengsek, sudah mengusik hidup nya sampai sejauh ini, hingga menikahi Almira tanpa seijinnya. Itu artinya tak hanya tau siapa ayah kandung Almira. Tapi bagaimana Aaron mengetahuinya. Ia yakin jika Aaron mengetahui siapa Almira, dan memang sudah mengincarnya dari dulu.
"Brengsek..."