
(Masih berlanjut, beri VOTE dan hadiah dulu Mak🤧🤧)
*
Aaron melepaskan miliknya di pada milik wanita yang tergolek di atas meja.
"Kau sangat seksi.."
Wanita yang masih tergeletak itu menatap wajah Aaron. Ia mengulurkan tangannya menggapai benda yang membuatnya menjerit tadi.
"Apa anda menginginkan lagi.."
Ia mengelus milik Aaron yang masih lengket. Sementara Aaron sendiri memejamkan matanya, merasakan geli, saat benda tumpul milik nya di elus kembali.
"Jika kau bisa membuatnya mengeras lagi, kau bisa memasukinya. Aku yakin dia akan membuatmu menjerit lagi.!"
Aaron mendudukkan dirinya di atas sofa, ia membiarkan wanita cantik itu yang bekerja.
Sebagai wanita malam tentu saja ini adalah hal yang biasa. Menyenangkan pelanggan adalah hal yang wajib. Ia mengelus milik Aaron yang lengket.
Lalu mengulum benda tumpul itu, mencoba merangsangnya kembali agar mengeras.
"Milik anda sangat besar tuan."
Aaron tertawa terbahak mendengar wanita itu memujinya. Pikiran nya melayang mengingat kejadian tadi. Pasti David yang mencegah Zoya kembali ke perusahaan, ia yakin itu.
"Brengsek.." Gumamnya dalam hati.
Ya benda tumpul milik nya yang berukuran besar adalah kebanggaan nya. Ia yakin Zoya juga akan tertarik dengan miliknya. Siapa yang tak tertarik dengan miliknya yang berukuran lebih. Semua wanita memuji kejantanan nya yang berukuran beda. Tapi sialnya, ia di hianati oleh istrinya sendiri. Wanita laknat itu memang tak tau di untung. Menjebaknya dengan tubuh moleknya yang proporsional dan seksi. Merayunya dengan kata kata cinta, hingga ia melabuhkan hati padanya. Mencintai dengan sepenuh hati, lalu menikahinya. Siapa sangka sebulan menikah ia di kejutkan dengan perselingkuhan istrinya dan pria yang menjadi rekan bisnisnya. Mereka berdua berencana menggulingkannya dan mengambil harta nya.
Saat itu, ia menyusul nya di lokasi syuting. Dan tak sengaja melihatnya keluar bersama dengan pria lain. Ia mengikuti langkah istrinya dan pria yang di yakini adalah rekan bisnisnya. Mereka berdua menuju hotel dan memesan kamar. Dari situ ia mendengar jika mereka berdua memanfaatkan nya. Ia juga mendengar ternyata bukan dia yang mengambil keperawanan istrinya, melainkan selingkuhan nya. Pria yang sedang bergerak di atas tubuh polosnyalah yang mengambilnya. Ia meradang, mendobrak pintu kamar yang tak terkunci. Tanpa basa basi ia menembak mati keduanya. Tak ada rasa sesal telah membunuh kedua nya. Hanya ada sesal kenapa ia mencintai wanita ****** dan menikahinya.
Aahhh
Aaron mendesah saat benda tumpul itu masuk pada milik sang wanita. Apalagi wanita itu bergerak naik turun dengan sensual di atas tubuh nya.
Mata Aaron terbuka, ia pikir bagaimana jika miliknya masuk pada milik Zoya. Ia pasti akan menyukai wajah Zoya yang sangat seksi. Mendesah bersama di atas ranjang. Ia yakin tak akan melepaskan Zoya sampai pagi. Tapi sayang nya wanita yang bergerak naik turun di atas tubuh nya bukanlah Zoya, melainkan wanita ****** yang ia sewa. Entah dari mana Nathan menemukan wanita seksi dan molek di atas tubuhnya.
"Kau memang ****** nona,"
Wanita cantik itu tak menggubris ucapan Aaron. Ia bergerak naik turun dengan ritme sedang. Sedangkan Aaron sendiri menatap wajah sensual di depannya. Membayangkan bagaimana jika wajah cantik itu adalah Zoya. Pasti itu akan lebih nikmat bercinta dengan wanita yang di cintai nya.
Aaron menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya terhadap Zoya. Jika Zoya mengetahui dia memikirkan dirinya, pasti wanita itu tak akan terima.
Setengah jam berlalu dan Aaron menyudahi permainan mereka. Ia melemparkan lembar uang di saku jasnya pada wanita yang membenarkan baju nya.
"Keluar segera dari sini."
Aaron berdiri dengan kaki tak terbalut celana. Ia masuk ke dalam kamar lalu berjalan ke arah kamar mandi. Membuka jas dan kemeja nya yang masih melekat di tubuh atas nya. Menyalakan shower, mendinginkan kepalanya yang tak berhenti memikirkan wanita bersuami.
"Aaron jangan gila, wanita itu akan mencincang mu jika tau dia kau jadikan fantasi liar mu."
Hahhh..
Ia mendesah lirih, andai saja Zoya wanita single. Ia pasti akan menjadikannya ratu di istana megah nya. Sayang sekali wanita itu milik orang lain. Tapi apa salahnya jika ia ingin memilikinya.
Aaron tersenyum misteri, ya dia akan merebut Zoya dari pria lumpuh itu. Ia yakin Zoya akan membuang David.
*
Zoya mengerjapkan matanya, tubuhnya terasa sangat lemas dan kaku, setelah percintaan panas nya dengan sang suami. Zoya tertidur, dan baru bangun satu jam kemudian. Ia menyingkirkan tangan David yang melingkar di perutnya. Ia juga menggeser tubuhnya dengan tubuh suaminya yang menempel padanya.
Matanya terbelalak saat mengingat
janjinya dengan Aaron.
"Mas bangun, bukankah kita akan kembali ke perusahaan."
David melingkarkan tangannya kembali, mengeratkan pelukannya pada istrinya. Ia tak perduli dengan semua yang Zoya katakan. Setelah Zoya memanjakannya, ia benar benar mengantuk.
Zoya mendengus, ia menyingkirkan tangan suaminya lagi. Kenapa ia bisa ketiduran, pasti Aaron menunggunya. Bagaimana jika Aaron benar benar akan membatalkan perjanjian nya. Tidak, ia akan meminta maaf pada pria itu.
"Semua ini gara gara mas David, awas saja kamu mas, jika Aaron sampai membatalkan perjanjiannya."
David membuka matanya saat Zoya menyingkirkan tangan nya. Ia juga mendudukan dirinya melihat Zoya yang mengambil pakaian yang berserakan di lantai. Dan pergi ke kamar mandi. lima belas menit, Zoya sudah kembali lagi dengan wajah segar. David sendiri yang masih di atas kasur dengan tubuh polos tak mengalihkan pandangannya pada wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi. Istrinya semakin dewasa. Tubuhnya juga semakin berisi. Apalagi wajahnya yang semakin cantik, tak terlihat ia sudah memiliki anak tiga. Pantas saja pria brengsek itu menginginkan istrinya.
"Mas, Zoya akan kembali lagi ke kantor."
David tak menjawab, ia hanya menghembuskan nafas nya perlahan.
"Mas sudah mengatakan pada Rey, kau tak akan kembali lagi ke kantor."
Dahi Zoya mengkerut, benarkah. Pantas saja dia membiarkannya tertidur, dan tak membangunkan nya.
Zoya beralih pada bantal yang berhamburan di lantai.
"Bunda...Bunda" Kedua putranya mengetuk pintu. David segera bangun dan melangkah ke kamar mandi dengan tubuh polosnya. Ia tersenyum lebar di depan cermin kamar mandi, melihat tubuhnya yang banyak sekali meninggalkan jejak karya istrinya.
Setelah melihat suaminya menghilang di kamar mandi, Zoya melangkah membuka pintu.
Clek...
"Bunda, di cari om Rey," Keduanya langsung berseru pada ibunya.
Ia menghembuskan nafasnya perlahan. Apa Aaron marah karna ia tak datang dan langsung membatalkan perjanjian mereka, hingga Rey datang mencari nya.
Zoya melangkah menuju ruang tamu, di sana Rey duduk dengan Almira yang baru pulang sekolah.
"Bunda gak ke kantor,"
Almira bertanya pada ibunya, ia heran bukankah ibu nya tadi berangkat bersama nya.
Zoya menggeleng, ia menyuruh putrinya berganti pakaian. Almira sendiri mengangguk dan pergi ke kamar miliknya di atas.
" Nona.."
"Apa pria itu langsung membatalkan nya Rey. Di mana dia menginap, aku harus bertemu dengannya. Dia tak bisa membatalkan begitu saja. Ayo Rey, antar aku menemuinya."
Zoya memberondong pertanyaan pada asisten nya ini. Sedangkan Rey masih duduk diam.
"Tidak nona, tuan Aron tidak membatalkan perjanjian nya. Tapi beliau marah dan pergi begitu saja. Dia juga meminta anda datang ke Restauran malam ini nona. Dia bilang jika anda menginginkan perjanjian ini berlanjut dia meminta anda datang."
Rey menunduk, ia sendiri tak tau apa yang harus ia lakukan. Pasti tuannya tidak akan setuju membiarkan Zoya pergi menemui Aaron makan malam.
Zoya diam, ia masih memikirkan pria itu. Untuk apa dia ngotot sekali ingin mengajaknya dinner. Apa pria itu punya tujuan tertentu.
"Jam berapa dan dimana tempatnya.?"
"Delicious Resto, nona,"
David memicingkan matanya mendengar Rey mengatakan jika Aaron akan mengajak Zoya makan malam. Tangan nya terkepal erat, ternyata Aaron sangat menginginkan istrinya.
"Kau pikir aku akan membiarkan mu, merebutnya dari ku. Aaron, aku memang cacat, tapi aku juga bisa mempertahankan milikku."
David berjalan, meninggalkan persembunyiannya. Ia berjalan ke kamarnya kembali. Mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.
Aaron, pemimpin mafia di Italia. Pria khas timur tengah itu adalah seorang mafia di Italia. Aaron memang menguasai sebagian besar kota Italia. Sudah delapan tahun Aaron menjadi pemimpin salah satu klan mafia di sana.
.
Jangan bosan ya bunda, beri dukungan VOTE dan hadiah. Jangan lupa sertakan like dan komen 😌
Hujannnn..
.