Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 7


"Kau.."


Aaron menatap tak percaya pada pria di depannya ini. Dan lagi bukankah dia lumpuh dan belum berjalan normal. Lalu apa yang ia lihat hari ini.


David tersenyum sinis pada Aaron. Padahal Ia mengumpat saat melihat wajah Aaron, pria ini memang benar benar sangat tampan. Wajahnya yang khas timur tengah, dan masih muda tentu membuat David sedikit iri. Bagaimana mungkin pria tampan dan muda seperti nya mencintai istrinya yang lebih tua darinya.


"Selamat malam tuan Aaron, maaf jika saya datang terlambat. Ku pikir istri ku masih di sini, ternyata dia sudah pulang."


David berjalan masuk dan mendudukkan dirinya di kursi, di mana Zoya yang terduduk sebelumnya.


Aaron sendiri menatap tak percaya pada David. Pria ini tak cacat, ia pikir pria ini terbaring di ranjang dan hanya duduk di kursi roda. Ya hanya itu yang ia tau dari Nathan.


" Nathan sialan.." Gumamnya dalam hati.


Melihat wajah shock Aaron David tersenyum miring, ia menatap Aaron tak berkedip dengan wajah menyebalkan menurut Aaron.


"Selamat malam tuan David, senang bisa bertemu anda. Ini adalah pertemuan pertama kita. Bagaimana anda mengetahui nama saya dan mengenali wajah saya tuan. Apa wajah saya yang terkenal tampan, hingga anda akan tersaingi.?"


David menipiskan bibirnya, tak lama kemudian seorang pelayan datang membawa dua botol wine termahal di dunia. Aaron menatap tak percaya pada David, yang membuka botol itu dan menuangkannya di dalam gelas.


" Aaron Kenan Galaxy, pemimpin mafia Italia, Silia Cosa bukankah kau menamakan klan mu seperti itu."


Tangan Aaron terkepal erat mendengar penuturan David. Dari mana David tau jika dia adalah pimpinan Silia Cosa.


"Rupanya anda sangat pintar mencari informasi tuan. Saya tak menyangka, anda bisa menyembunyikan kehebatan anda dari orang lain, apalagi dengan keluarga anda sendiri."


David lagi lagi tersenyum, ia menuangkan kembali botol minuman nya pada gelas yang kosong. Lalu memberikannya pada Aaron.


Aaron sendiri tak menyangka David akan meminum minuman haram ini. Bukankah benar, jika muslim ini adalah haram. Apalagi saat melihat Zoya. Tak urung tangan nya terulur menerima gelas dari David.


"Jangan terlalu di pikirkan tuan, aku bisa menyesuaikan diri ku. Dimana saya bisa meminum dan tidak."


David menatap datar pada Aaron. Jika kakinya normal, ia yakin akan menendang pria brengsek di depannya ini.


Aaron menipiskan bibirnya, mendengar penuturan David.


"Jangan pernah membayangkan dan berfantasi pada istri ku. Kau sangat menjijikkan," Tutur nya kemudian, menatap Aaron remeh.


Wajah Aaron merah padam mendengar David menghinanya. Ia menatap David penuh permusuhan.


"Ingatlah tuan, selama kesempatan itu ada, kenapa tidak. Jika Zoya mencintai anda dan tak ingin berpaling, kenapa anda harus merasa takut. Dan jika Zoya sendiri yang berbalik menoleh ke arah ku, siapa yang akan menolak wanita cantik seperti Zoya."


Brakkk....Prang...


David menendang meja di depannya hingga hancur berantakan. Dua botol minuman keras paling mahal jatuh ke lantai dan pecah.


Aaron tersenyum tipis menatap David yang merah padam.


"Istri ku tak akan tertarik dengan pria seperti mu. Coba saja, aku tak akan membiarkan pria lain merebut istri ku."


*


Zoya melangkah masuk ke dalam rumah mewah David. Ia berbelok ke arah kamar putrinya Almira. Mengelus kepalanya sayang, menatap intens wajah yang sangat mirip dengan almarhum suaminya Rangga.


Ia tersenyum tipis, bagaimana mungkin ia bisa melupakan Rangga, wajah nya saja sama persis dengan putri semata wayangnya.


"Tak terasa putri kita sudah sepuluh tahun mas, semoga kau juga bahagia di sana, seperti kami di sini. Sekali lagi, tak ada yang bisa aku katakan selain rasa terima kasih ku padamu. Kau memberiku putri yang sangat cantik."


Cup.. Zoya membenarkan selimut putri nya, lalu keluar dari kamar Almira dan berbelok ke kamar putranya.


Clekk....


"Kenapa sangat berantakan, kalian benar benar."


Ia mengambil mainan kedua putra kembarnya Arhas dan Asraf. Mereka berdua memang sangat aktif. Tak heran kakak nya selalu mengadu padanya jika mereka sangat nakal.


"Kalian awas ya nakal lagi, huh..."


Zoya menggelengkan kepalanya, melihat mereka tidur.


Cup...Cup.."Jadilah anak pintar yang bisa melindungi kakak kalian."


Ia lalu berjalan ke kamarnya, sampai di kamar ia tak mendapati keberadaan suami nya.


"Mas David kemana?."


*


"Ya aku akui itu, bukankah anda sendiri juga sama."


David tertawa terbahak mendengar Aaron mengatakan nya. Pria muda ini ternyata diam diam tau latar belakangnya.


"Ya kau benar, dan Zoya memilih ku, dia mencintai ku. Sampai matipun aku tak akan membiarkan pria lain mengambil milik ku."


Dert...Dert...Tak lama kemudian David tersenyum miring, ia mengambil ponselnya yang bergetar di saku celananya.


"Istri ku menelpon ku tuan. Bolehkah aku mengangkatnya di depan anda.?" Senyum miring ia tunjukan padanya, dan tanpa menunggu jawaban, David menekan tombol hijau.


"Ya sayang.."


"Mas David di mana,?" Terdengar suara Zoya yang khawatir. Aaron sendiri mengepalkan tangannya. Jelas saja Aaron dapat mendengar dengan jelas, David melospeaker ponselnya.


"Maaf, mas keluar sebentar sayang." David menjawab tenang, seolah dia senang melihat wajah kecewa Aaron.


"Mas David dengan siapa? Biar Zoya menyusul mas."


"Sendiri sayang, jangan khawatir, sebentar lagi mas pulang, ya sudah mas tutup telponnya sayang."


Tut... David menatap wajah Aaron datar.


"Jadilah pria jantan yang sesungguhnya tuan Aaron. Aku takut kau akan kecewa dan menjadi bodoh. Pria seperti mu tak pantas di sebut pebinor. Jika kau memaksa aku tunggu permainanmu. Kita lihat, siapa yang akan menjadi pemenang sesungguhnya."


David keluar tanpa menunggu jawaban Aaron. Zoya pasti mencarinya di rumah, wanita itu pasti sangat menghawatirkan nya. Sudah cukup hari ini, semoga saja Aaron bisa melihat jika Zoya adalah miliknya. Dan lagi, mana mungkin ia akan diam saja saat pria lain menginginkan istrinya.


Aaron mengepalkan tangannya, matanya memerah saat mendengar dengan telinganya sendiri jika Zoya begitu menghawatirkan David. Apalagi David sendiri juga tau siapa dia. Dan lagi pria itu menantangnya.


"Brengsek.."


"Tuan,..."


Nathan datang dan menundukkan kepalanya. Dari luar ia bisa mendengar pembicaraan tuannya dan David.


Bug..Bug...


Nathan hanya pasrah menerima bogem mentah dari Aaron. Ia tau ia salah tak mencari tau lagi sebelumnya, jika David sudah bisa berjalan. Ia pikir David masih terbaring di atas ranjang dan kursi roda.


Aaron meninggalkan Nathan yang tersungkur di lantai dingin. Gara gara dia yang tak becus mencari informasi, David mempermalukan dirinya.


"Sialan.."


Aaron mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak perduli dengan Nathan yang tertinggal di Restauran.


Sampai di tempat tujuan ia memarkirkan mobilnya dan melemparkan kunci mobilnya pada penjaga.


Melangkah lebar dan tegap, wajah tak bersahabat ia tunjukan. Mengingat David yang menantangnya, seketika membuat dadanya memanas. Dan lagi Zoya terlihat sangat menghawatirkan suaminya.


Cih...


Ia berdecih membayangkan betapa percaya dirinya David, saat menemuinya. Pria tua itu memang sangat menyebalkan.


"Selamat malam tuan." Tak menjawab ia langsung masuk ke dalam. Terdengar suara musik yang memekakan telinga dan lampu kerlap kerlip ketika seseorang masuk ke dalam.


Aaron mendudukkan tubuhnya di sofa khusus tamu VIP. Mata tajamnya kesana kemari, mencari teman untuk malam ini.


Bibirnya sesekali mengumpat David. Pria itu sangat beruntung memiliki Zoya. Tak seperti dirinya yang di hianati oleh wanita. Itu sebabnya ia ingin wanita yang seperti Zoya.


.


Bocoran sedikit, jika ada yang tanya ko ini, ko itu 😁


Tadinya otor gak mau kasih bocoran, berhubung musim hujan dan banyak anu mau bocorin dikit.


Di sini otor mau menonjolkan si Aaron yang super tampan ya bunda. Jadi bukan David dan Zoya lagi yang menonjol, tapi si Aaron yang super tampan.🤭


Tadinya mau otor pisahin cerita nya, takutnya gak nyambung sama judul. Tapi berhubung konfliknya juga dengan David dan Zoya jadi otor gabung di sini.


Dan lagi kalau di pisahkan juga kayak gak anu gitu loh🤭🤭


Garing.


.