
David mengerjapkan matanya mendengar suara tangis seseorang. Ia menoleh ke arah sumber suara, dan benar istrinya yang sedang menangis.
"Sayang..."
Zoya mendongak menatap wajah David yang baru saja terbangun. Tatapan penuh luka dari matanya melihat suaminya masih terbaring di atas ranjang dan tubuh itu masih polos.
Sepuluh menit yang lalu ia sadar dari pingsannya. Saat sadar matahari sudah meninggi, ia ingat semalam ada yang memukul kepalanya. Tak lama kemudian ia menoleh ke arah ranjang. Hanya ada David di sana, wanita yang semalam bercinta dengan suaminya sudah tak ada di sana.
Zoya tak bisa membendung air matanya. Saat itu juga ia menangis, mengingat suaminya bercinta dengan wanita lain di ranjang. Tepat di depan matanya sendiri. Ia mendengar suara ******* dan erangan keduanya yang bersaut sautan. Sebelum kesadarannya hilang bersama dengan tangisnya.
"Sayang..."
David mengerutkan keningnya mendapati Zoya di lantai dingin yang masih menggunakan gaun pengantin nya. Dan lagi istrinya menangis.
Tak lama ia mendudukkan tubuhnya dan memijit kepalanya yang pusing. Ia mengerutkan keningnya mendapati dirinya tak memakai baju. Lalu membuka selimut yang menutupi dirinya.
Deg....
Dada David berdetak kencang melihat tubuh polosnya sendiri. Ia lalu menoleh ke arah istrinya, meminta jawaban, kenapa dirinya tak memakai selembar kain. Dan Zoya hanya mematung dengan mata yang sembab.
Tidak mungkin....
David memejamkan matanya, mendengar tangis Zoya yang semakin pilu, itu sangat menyakitkan untuknya.
"Sayang...."
Tes....
David yakin ia baru saja menyakiti Zoya. Terlihat Zoya masih memakai gaun pengantin nya. Berbanding terbalik dengan tubuh polosnya yang penuh dengan tanda merah dan rasa lengket.
"Mas, apa ini yang di maksud dengan pesta pernikahan." Zoya terkekeh menangisi nasibnya sendiri. Terlalu sakit melihat dengan mata kepala nya sendiri, suaminya bercinta dengan wanita lain. Tak lama kemudian ia mengusap pipinya yang basah.
"Apa ini yang kau bilang kejutan untuk ku mas. Melihat suami bercinta dengan wanita lain. Kenapa kau lakukan itu David.?"
Zoya berteriak ke arah David, meluapkan emosi nya. Ia lalu berdiri dan keluar dari kamar dengan perasaan yang hancur. Malam pesta pernikahan yang paling menyakitkan baginya.
Sedangkan David menjambak rambut nya sendiri. Yang ia ingat semalam ia menarik Zoya ke dalam kamar. Dan ia tak tau lagi setelah nya. Tak lama kemudian ia bangkit dan mengambil pakaian yang berhamburan di lantai. Ia harus mengatakan pada Zoya, jika semalam ia tak mengingat apa apa.
"Tidak sayang, kau salah paham.?"
David memakai bajunya asal. Ia akan menjelaskan pada Zoya. Ia tak tau apa maksud Zoya. Melihat suami bercinta dengan wanita lain.
David mengusap wajahnya yang basah. Zoya pasti kecewa dengan nya. Terlihat dari tatapan matanya yang terluka tadi. Apakah Zoya semalam menyaksikan ia bercinta dengan wanita lain. Tapi dengan siapa? kenapa ia sama sekali tak ingat sedikit pun.
" Tidak mungkin, aku bercinta dengan wanita lain."
*
Zoya berjalan lunglai menuju kamarnya. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan bunda dan putri nya.
"Nona sudah pulang..."
Pembantu berusia lebih dari empat puluh tahun mengagetkan nya. Ia bingung mendapati istri tuan mudanya datang sendiri. Apalagi dia masih mengenakan gaun pengantin.
"Iya bibi, bunda dan Al kemana.?"
"Nyonya membawa nona kecil ke butik nona."
Zoya mengangguk mengiyakan lalu ia berjalan menuju kamar nya.
Sementara pembantu itu masih bingung, melihat mata nonanya sembab. Ia masih berdiri melihat punggung kecil Zoya. Gaun itu sangat indah di tubuh sang majikan. Tapi kenapa sepertinya gaun itu sangat kusut.
Zoya melepaskan gaun indah yang membalut tubuhnya. Ia melepaskan begitu saja, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Mengguyur tubuh dan hatinya yang sakit.
"Semua sama..."
Zoya menangis segukan di dalam kamar mandi. Ia menumpahkan segala sesak yang menghimpit nya. Sakit yang Rangga tinggalkan tak sesakit melihat sendiri David bercinta dengan wanita lain. Apalagi di malam pesta pernikahan nya.
Apa ini memang sudah takdirnya, mempunyai suami yang selalu direbut wanita lain.
David mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Ia tak ingin Zoya pergi meninggalkan nya.
Brakk...
Pelayan berusia empat puluh tahun itu berjengit kaget lagi. Kali ini ia melihat tuan muda nya yang berpenampilan acak acakan. Sementara David tak perduli, ia berlari ke arah kamarnya di atas.
Clek...
David mengambil gaun yang teronggok di lantai begitu saja. Lagi lagi matanya memanas melihat gaun yang seharusnya terpajang indah sebagai kenangan pesta yang meriah. Teronggok begitu saja di lantai.
Zoya keluar dari kamar mandi, ia tak menoleh ke arah David. Yang berdiri memegang gaun mewah yang ia pakai semalam. Ia berlalu menuju lemari pakaian yang menyimpan bajunya selama ini.
"Zoya..."
" Mandilah, bersihkan dirimu. Tak baik menunda mandi setelah bercinta."
Deg....
David mematung mendengar nya. Jadi benar semalam ia telah melakukan kesalahan. Dan bercinta dengan wanita lain, bukan dengan istrinya. Zoya bersikap dingin padanya, apa benar ia bercinta dengan wanita lain di hadapan istrinya.
" Sayang..."
Zoya berbalik dan menatap datar wajah David. Ya mungkin sudah menjadi nasibnya seperti ini.
Sementara David sendiri merasakan sakit yang luar biasa. Ia menyakiti hati istrinya sendiri. Apa bedanya ia dengan Rangga yang brengsek. Sementara ia jauh lebih brengsek dari nya.
"Aku ke bawah dulu mas.."
David menatap nanar punggung kecil Zoya. Ia tau istrinya menghindari dirinya.
"Sudah pulang sayang.?"
"Iya bunda...." Zoya menjawab dengan tersenyum. Ia mengecup pipi putrinya, tak terasa air matanya mengalir lagi.
Sementara Sinta terkekeh, melihat Zoya yang tak menatap dirinya. Ya Sinta berpikir Zoya pasti malu, dengannya. Itu sebabnya ia tak menatap dirinya.
"Bunda pikir, kalian akan lama pulangnya.?"
Dan Zoya hanya tersenyum tipis menanggapinya. Ia menggendong Almira, menyembunyikan air matanya pada putrinya.
*
Sementara di kamar yang lainnya. Rania meringis menahan sakit yang luar biasa. Akibat percintaan panas nya semalam, kakinya sakit dan linu kembali. Ia juga tak menyangka akan sepanas ini bercinta. Ini percintaan yang paling brutal untuk nya. Ia tak di beri jeda sedikitpun, meski begitu ia sangat bahagia. Ia tak menyesal sedikitpun.
Ya wanita yang bercinta dengan David adalah Rania Wilson. Ia memang di undang oleh Sinta. Seminggu yang lalu Sinta sendiri yang memberi nya undangan pernikahan David dan Zoya. Tentu saja ia tak terima dengan semua itu. Ia nekat datang sendiri ke pesta pernikahan David dan Zoya tanpa orang tuanya. Mereka semua tak ada yang tau jika ia datang ke sana.
Apalagi Erick tak ada di rumah mewahnya. Orang tuanya pergi ke luar negri.
Baru seminggu yang lalu, dokter mengatakan jika ia bisa berjalan tanpa penyangga. Meski kadang linu menderanya. Ia nekat datang ke pesta pernikahan David. Ia melancarkan aksinya pada David. ia ingin Zoya hancur, ia tak terima dengan semua ini. Saat mengetahui ternyata Rangga adalah suami Zoya. Ia yakin itu semua di sengaja, itu sebabnya ia membalaskan sakit hatinya pada Zoya.