
(Bisakah di skip yang bocil, yang tanggung boleh belajarš¤£)
,Awas looding,
Aaron menatap tajam pada karyawan Zoya. Ia melangkah pergi meninggalkan ruang meeting bersama Nathan yang mengikuti nya. Mana mau dia satu ruangan dengan wanita wanita itu. Aaron tau salah satu karyawan Zoya dari tadi memandangnya tak berkedip.
Aaron bukan pria bodoh, ia lebih peka terhadap lawan jenisnya. Tak mudah mendapatkan tubuhnya yang mahal. Kecuali ia sendiri yang mencari dan membayar nya.
Aaron melangkah dengan tubuh tegapnya keluar dari gedung tertinggi di kota A. Pria dengan tinggi badan seratus sembilan puluh centi meter itu melangkah lebar. Mata tajamnya melirik pada seluruh karyawan Zoya. Iya tersenyum tipis, bagaimana mungkin di saat ia di puja oleh banyak nya wanita. Zoya justru sama sekali tak tertarik padanya. Padahal Aaron berharap Zoya akan menatapnya dan meliriknya. Entah kenapa semenjak pertama kalinya bertemu dengan Zoya, dadanya berdetak lebih kencang. Ia pikir dulu ia sakit, ternyata semua itu karna Zoya. Wanita cantik berkerudung itulah penyebabnya. Ia sendiri tak mengerti kenapa ia ingin memiliki wanita bersuami itu. AZZOYA, ia ingin mendapatkan wanita itu, apapun caranya.
*
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam salam, Bunda..." Kedua putra kembarnya berlari ke arahnya.
"Kakak belum pulang, dek?"
"Belum..."
Arhas dan Asraf mengikuti langkah ibunya. Sambil berceloteh, ia mengatakan bagaimana saat di sekolah nya. Zoya mengangguk dan tersenyum lebar, ia mengecup pipi keduanya.
"Kenapa lama sekali."
David mendengus saat melihat istrinya baru saja datang. Ia melirik pada jam dinding yang menggantung. Zoya terlambat lima belas menit. Akibat lumpuh dan berdiam diri di rumah nya. David semakin overprotektif pada istrinya.
Tentu saja karna dirinya yang cacat, ia takut orang lain akan mengambil Zoya dari nya. Ketakutan itu memang kerap kali menghantuinya. Apalagi, semenjak Rey mengatakan jika Zoya pernah bertemu dengan pria bernama Aaron. David semakin tak bisa mengontrol ketakutan nya. Selama ini Zoya tak pernah berinteraksi dengan lawan jenis. Dan sekarang pria itu justru datang kembali di utus oleh ayahnya Malik. David menyesal dulu pernah menjalin kerja sama dengan Malik Kenan.
Zoya tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat masam. Ia menghampiri nya mengulurkan tangannya, mencium telapak tangan nya.
" Kenapa cemberut,?"
"Dari mana?"
Cup..."Jangan marah, tak ada yang akan mengambilku darimu."
David menatap tajam pada wanita cantik di depannya ini yang tertawa. Apa Zoya tak tau bagaimana perasaannya saat mengetahui jika ada pria lain menginginkan istrinya.
Apalagi pria itu masih brondong, jelas saja ia ketar ketir di rumah. Selain ia yang cacat, ia juga kalah saing dengan yang masih muda. Jelas saja, Aaron jauh lebih tampan darinya dan muda.
Sekali lagi David mengutuk Aaron. Apa dia tak melihat jika Zoya jauh lebih tua darinya. Kenapa juga harus menginginkan wanita yang lebih tua.
"Benar benar kurang ajar." Gumamnya lirih.
"Ayo kita makan mas, Zoya lapar." Zoya menggandeng tangan suaminya menuju ke arah meja makan.
"Gak sayang, mas sudah makan."
Zoya mengerutkan keningnya mendengar jawaban David. Sejak kapan David makan tanpa menunggu nya.
"Iya bunda Daddy sudah makan bareng Arhas sama adek." Saudara mengangguk mengiyakan, tak mengalihkan dari mobil mobilan di tangan nya.
"Ya udah bunda yang makan sendiri kalau begitu."
Zoya melangkah menuju meja makan. David sendiri naik ke kamar miliknya. Setelah makan Zoya kembali lagi ke ruang keluarga, mengerutkan keningnya tak mendapati David di ruang keluarga.
"Sayang Daddy di mana.?"
"Kamar." Zoya melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi nya. Pikiran nya melayang menerka suaminya yang tak biasa nya.
"Apa mas David marah?"
Clek...
Zoya mengerutkan keningnya mendapati David yang memakai setelan formal berwarna hitam.
"Mas mau kemana,?"
Zoya bertambah bingung dengan sikap suaminya. Dia seperti wanita yang sedang datang bulan, selalu ketus.
"Mulai sekarang aku akan ikut ke perusahaan."
Zoya masih menatapnya diam, apa suaminya tau jika Aaron yang datang dan bukan tuan Malik. Tak lama kemudian Zoya tersenyum lebar, ia mendekat pada suaminya yang cemberut.
Tau jika suami nya cemburu pada Aaron, Zoya melepas kancing jas dan kemeja yang menempel di tubuh suaminya. Ia lalu membuangnya asal. Tak lupa, celana bahan suaminya juga tak luput Zoya lepas. Menatap David dengan senyum menggoda ia melepaskan jilbab dan pakaian nya sendiri.
Mata David tak berkedip menatap Zoya melepaskan kain yang menutupi tubuh nya yang mulus. Nafasnya memburu hanya dengan menatap tubuh polos istrinya. Dia mendekat ke arah nya.
"Sayang..."
Nafas David semakin tak terkendali saat Zoya memegang kejantanan nya. Apalagi tangan lentik itu sesekali mengurut milik nya.
Zoya tersenyum, sudah hampir tiga tahun ia yang akan bekerja keras menggoda suami nya. Semenjak David pulang ke rumah, dan tubuhnya sedikit membaik. Zoya memberikan nafkah pada suaminya. Ia tau, David pasti akan berkecil hati karena dia yang tak sempurna. Tapi Zoya tak akan berpaling dari suaminya meski dalam keadaaan apapun. Cinta Zoya bukan memandang tubuh David yang sempurna. Itu sebabnya ia ingin suaminya merasa istimewa meski ia sakit. Ia akan memberikan David kebutuhan biologisnya.
Tadinya ia sendiri juga bingung, bagaimana memberikan nafkah pada suaminya yang terbaring di atas ranjang. Tapi kemudian, ia membuang rasa malu nya. Tak ingin David kecewa, ia mencoba menjadi murahan di atas ranjang. Menggoda sang suami agar miliknya kembali seperti pria normal pada umumnya.
Ya semenjak sakit dan sembuh dari koma. David menjadi pria pendiam. Tentu saja, terbaring koma selama setahun banyak saraf yang melemah, salah satunya berimbas pada kejantanan nya. Ya Zoya lah yang setia merayu milik David. Itulah kenapa David dulu meminta Bisma menikahinya. Dia berkecil hati dengan tubuh nya yang tak sempurna. Berkat kegigihan Zoya, milik David semakin hari semakin bereaksi.
Hingga David pulih sepenuhnya, Zoya masih saja yang selalu menggoda suami nya. Entah kenapa Zoya sendiri tak punya rasa malu.
"Ah... Zoya..."
Tubuh David hampir saja limbung ke belakang. Di bawah sana Zoya memainkan miliknya menggunakan lidahnya. Matanya terpejam merasakan sensasi panas yang menjalar ke seluruh tubuh nya. Zoya benar benar luar biasa. Wanita yang dulu hanya pasrah dan hanya bisa mendesah di bawah kungkungan nya. Kini berbalik, Zoya yang aktif membuatnya tak bisa berkutik di bawah kendali Zoya.
AZZOYA, wanita kalem di luar nyatanya sangat liar di ranjang bersama David.
"Sayang.."
Lagi lagi David menggeram saat miliknya semakin mengeras. Tau jika suami nya menginginkan lebih. Zoya mendorong tubuh David perlahan di atas ranjang.
Ia lalu merangkak naik, di atas tubuh suaminya. Bibirnya yang basah bergerilya ke sana kemari dengan jari lentik yang tak berpindah dari benda tumpul milik suaminya.
Tubuh David semakin menegang dan panas dingin. Bibirnya meracau saat Zoya menyatukan di bawah sana.
Suara ******* keduanya memenuhi kamar pribadi suami istri yang sedang bergelut di atas ranjang.
Zoya semakin hari semakin aktif memanjakan suaminya. Tubuhnya yang ramping dan berisi memudahkan nya bergerak naik turun di atas tubuh polos suaminya.
Mereka berdua tak perduli, dengan waktu yang masih tengah hari. Untung saja kamar mereka kedap suara, sehingga suara mereka tak terdengar dari luar.
Zoya sudah melupakan janjinya pada Aaron. Menyenangkan suami nya itu lebih penting. Padahal, jika Aaron membatalkan kerja sama nya juga, Zoya yang akan kelimpungan.
Tinggal kan jejak like dan komen š VOTE dan hadiah nya juga dungš
Sambil nunggu up mampir di karya otor yang lainnya.
my CEO Love sudah tamat. tinggalkan jejak lagi di sana ya bunda.
Itu novel pertama aku, jadi bab pertama sampai sepuluh sedikit acakadul 𤣠Tapi di jamin ke sononya susah Mufonš¤£
Janda dua kali.
komedi putar di sana Makš
Minta dukungan ya bundaš