Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 21


Lain halnya dengan yang ada di pikiran David. David berpikir jika rekan bisnisnya sedang membicarakan hal yang menyangkut perusahaan.


Cemburu buta yang menguasai David telah menguasainya, sehingga ia tak fokus dengan topik pembicaraan mereka.


Queen memang sekolah di Indonesia, Sedangkan Daddy dan mommy nya ada di Singapura. Mengembangkan bisnis sang istri yang belum lama ini di luncurkan.


David melihat Zoya dan pria itu pergi meninggalkan kafe. David segera berdiri...


"Maaf tuan saya ada keperluan mendadak, permisi."


David segera mencari keberadaan Zoya dan putrinya. Ia melihat Zoya menaiki mobil Van hitam keluaran terbaru. David segera meninggalkan kafe dan mengikuti mobil yang membawa Zoya. David lupa jika Reymond masih berada di kafe.


Rey yang melihat tuannya bertanya tanya kenapa tuannya terburu buru. Rey lalu mencari taksi kembali ke kantor.


David mengikuti Zoya hingga sampai di kebun binatang. Sepertinya mereka berdua mengajak Almira memperkenalkan pada hewan hewan.


"Mas Bisma aku ke toilet dulu ya, sayang sama om Bisma dulu ya sayang."


"Ok..."


"Ya unda..."


Zoya meninggalkan mereka dan mencari toilet wanita. Dan tak lama ia menuntaskan inginnya.


Set...


"Ummm..."


Zoya berontak dan tubuhnya bergetar hebat, ia memukul mukul tangan pria yang membekap mulutnya.


"Aku akan melepaskan tapi jangan berteriak,"


Deg...


Dada Zoya bergemuruh, ia mengenali siapa pemilik suara ini. David Aderson,... Zoya yakin dia, dan untuk apa dia membawa nya kemari.


Zoya membalikkan tubuhnya menatap tajam pada pria yang dulunya sangat di bencinya. Tangannya saling meremas satu sama lain. Sungguh Zoya tak tau harus berbuat apa. Apa yang ingin pria itu lakukan padanya Zoya tidak tau.


"Anda mau apa tuan.."


Bibirnya bergetar menahan ketakutannya, meskipun dalam hati ia ingin melawan ketakutannya sendiri. Tapi saat bertatap langsung dengan David, keberanian Zoya hilang di telan ombak.


"Katakan siapa pria itu, dan apa hubungannya kau dengannya."


Zoya mendongak saat mendengar nada David. Ya Zoya ingat nada seperti inilah yang Zoya terima saat David setiap kali menghinanya, merendahkan nya bahkan menginjak harga dirinya.


Zoya dia lah pria yang sudah membuatmu menderita. Dialah pria yang menjadikan bibi Yen sakit dan akhirnya meninggal dunia.


Zoya sebisa mungkin melawan ketakutannya, ia tak ingin David lebih jauh lagi merundung nya. Zoya sudah hidup tenang di kota ini. Jangan sampai karna David lagi, Zoya terpuruk hati dan mentalnya.


Zoya tak ingin masalah yang ia sama sekali tak tau di limpahkan padanya yang pada akhirnya Almira lah yang akan menanggung akibatnya.


" Maaf tuan, antara saya dengan pria itu sama sekali bukan urusan anda. Jika pun ada, saya tidak harus menceritakan kepada orang lain. Assalamualaikum.."


"Zoy..."


Zoya tak menggubris David, ia segera pergi mencari keberadaan putrinya. Jangan sampai Zoya kembali melemah melihat pria itu.


Sementara di kafe Arion


"Dad... Bagaimana jika Queen menyukai pria itu Dad, apakah Daddy akan mendukung Queen."


Dirga menghembuskan nafasnya perlahan, ia tau siapa David. Pria itu sama sekali tak pernah terdengar berita nya terlibat dengan wanita. Selain dengan Rania Wilson tentunya, itupun semua orang tau, jika David dan Rania di jodohkan.


Yang mereka tau jika CEO dari perusahaan terbesar di kota A itulah pria dingin dan kaku. Dan baru beberapa tahun ini David memperkenalkan dirinya di publik jika dirinya nya lah pemimpin perusahaan terbesar di kota A.


Tentunya bersama dengan isu putusnya hubungan pertunangannya dengan Rania Wilson.Sebenarnya David tak pernah menampakkan dirinya. Yang Ia dengar David tak suka dengan keramaian apalagi yang di dengarnya langsung dari rekan bisnisnya yang lain jika David pria introvert.


"Fokus lah pada ujian mu dulu Queen, Daddy tidak tau. Yang Daddy tau David itu pria introvert. Baiklah Daddy akan kembali ke apartemen dulu."


Cup..


Dirga mengecup kening putri semata wayangnya. Dan pergi meninggalkan nya, kembali lagi ke apartemen.


*


"Unda, kata Afi di ana ayah Al... Ayah Al lama pulangnya."


Deg...


Inilah yang Zoya takutkan, apakah Zoya akan memberi tahukan jika ayah nya sudah meninggal dunia dan Rangga Yudistira namanya.. Lalu bagaimana jika warga setempat tau jika Rangga Yudistira suaminya yang menjadi trending topik tiga tahun lalu. Selama ini Zoya hanya memberikan jawaban jika dirinya janda yang di tinggal mati oleh suaminya. Tidak pernah memberi tahukan siapa nama almarhum suaminya. Zoya takut putri nya yang kena imbasnya.


Ya perselingkuhan Rangga dan artis Rania Wilson sudah lama mencuat. Saat David mengunggah video asusila Rania dan pria yang bersamanya. Saat itulah wartawan dan pencari berita gosip mencari tau siapa pria itu. Dan semua yang Zoya takutkan akhirnya terjadi, Rangga Yudistira, pria yang meninggal kecelakaan bersama Rania Wilson tentunya terkuak di depan publik.


Itu sebabnya Zoya sangat membenci David, pria yang selama ini ingin ia hindari. Tak puas kah David menghinanya dan merendahkannya. Sehingga David harus mengungguh video almarhum suaminya, yang akhirnya Zoya dan putrinya lah yang terkena imbasnya.


"Al punya ayah, dan ayah Al sudah di surga, menjadi bintang di langit kan Al tau jika ayahnya Al sudah jadi bintang."


Zoya membekap tubuh mungil putrinya, ia tidak boleh lemah demi Almira. Zoya memang tau jika suatu saat nanti tentunya mereka semua akan tau siap almarhum suaminya.


Mudah mudahan saat itu tiba Zoya sudah berada di titik paling kuat. Titik dimana pasti semua orang akan sama seperti David. Merendahkannya, menghina nya dan pasti akan menyerang mental nya. Tak bisa memuaskan suami, tak bisa berdandan sehingga suaminya memilih selingkuh.


David mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang mungkin di sukai balita. Ya saat ini ia sedang di toko yang menjual beraneka ragam boneka. David memilih salah satu dari boneka yang ada di etalase. Tapi ia bingung, bagaimana jika putri Zoya tak menyukainya.


"Tuan, boleh saya bantu..?"


Seorang wanita berpakaian seperti karyawan mendekat pada nya. David mengangguk saja, ia bahkan langsung mundur beberapa langkah dari wanita tersebut.


"Tuan, anaknya laki-laki apa perempuan, biar saya pilihkan sesuai dengan anaknya."


David tersenyum, ia bahkan membayangkan jika Almira menyebutnya Daddy.


"Tuan.."


" perempuan.."


Wanita itu mengangguk dan memilih salah satu boneka Teddy bear berwarna pink.


Menyadari itu David segera menyambar boneka itu dari tangan wanita yang membantunya.


"Terima kasih.."


Wanita itu melongo tak percaya, melihat pria yang kaku bahkan terkesan menyebalkan. Baru saja dirinya akan membuka mulutnya jika boneka itu mungkin saja cocok. David lebih dulu mengambilnya.


"Aneh.."