
Aaron mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju tempat di mana Dirga menunggu David. Nathan sudah menghubungi nya, jika Dirga menunggu David di restoran mewah di kota A.
Tak sampai setengah jam, Aaron sudah berada di depan restoran. Tak jauh dari sana Nathan sudah menunggu nya.
Nathan langsung mendekat pada tuannya saat melihat mobil Aaron tiba. Ia menundukkan kepalanya saat Aaron turun dari mobil. Matanya melirik ke arah tuannya. Tak ada luka sedikitpun, itu artinya tuannya di sambut dengan mantan rivalnya.
"Diman dia.?."
"Di ruang VIP tuan."
Aaron melangkah menuju di ruang VIP, di ikuti oleh Nathan di belakangnya. Nathan sendiri tersenyum tipis dari belakang. Mungkin kah tuannya sudah berhasil masuk di rumah David dan menjadi menantu mantan rivalnya. Sama sekali tak ada luka di wajahnya.
"Aku tau kau mengejekku Nat," Serunya tanpa berhenti melangkah.
Sedangkan Nathan sendiri menunduk, Aaron memang pria yang penuh misteri.
Tak jauh dari sana, Bastian yang duduk bersama Qinan, tak sengaja melihat Aaron masuk ke dalam resto, bersama dengan pria di belakangnya. Ya ia masih mengingat pria dewasa itu lah yang mencium Almira waktu di halaman sekolah dan membawanya pergi. Ia tak mungkin salah mengira, pria itu memang yang mencium Almira dan membawanya pergi.
Tangan nya terkepal erat mengingat pria brengsek itu telah mencium bibir Almira. Sedangkan Qinan yang duduk bersama Bastian mengerutkan keningnya melihat wajah Bastian yang mengeras.
"Bas ada apa..?"
Qinan menoleh ke arah pandang mata sahabatnya. Ia menyipitkan matanya melihat dua punggung lebar pria dewasa yang berjalan masuk ke dalam. Siapa mereka dan kenapa Bastian tak mengalihkan pandangannya, apalagi melihat wajah Bastian yang mengeras.
Nathan membuka pintu VIP dimana Dirga menunggu David. Tak lama kemudian Aaron masuk kedalam dan menatap datar wajah Dirga.
Sedangkan Dirga sendiri shock melihat Aaron yang datang menemui nya bukannya David. Lalu di mana David, dan apa hubungannya Aaron dengan David. Dan dari mana Aaron tau jika ia ada di sini menunggu David?. Apa benar Aaron ada hubungannya dengan David.
Aaron mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia, sedangkan Nathan sendiri berdiri di samping tuannya.
"Maaf tuan Aaron, dari mana anda tau jika saya ada di sini.?"
Aaron menatap wajah Dirga, ia menghembuskan nafasnya perlahan melihat pria tua di hadapan nya.
"Apa yang ingin anda tanyakan pada tuan David, bertanyalah padaku tuan Dirga."
Wajah Dirga seketika menjadi datar, ia menatap Aaron penuh tanda tanya.
"Saya menunggu David tuan Aaron, tapi sepertinya memang semua ini ada hubungannya dengan anda." Tanya nya kemudian, tanpa mengalihkan pandangannya pada pria yang menjadi kekasih putrinya.
"Ya aku yang memaksa datang kemari pada ayah mertuaku."
Dirga melototkan matanya mendengar Aaron mengatakan ayah mertuanya. Itu artinya David mertua Aaron. Jadi benar Aaron sudah menikah dengan putri David, siapa.?
"Apa maksud anda tuan Aaron, apa yang di katakan putri ku benar, jika anda sudah menikah dengan putri David.?"
Dirga emosi, mendengar ucapan tanpa beban Aaron.
"Ya.."
Jawaban Aaron seketika membuat Dirga shock dan tak percaya.
"Aku sudah menikah dengan Almira, putri David. Dia adalah wanita yang sangat ku cintai. Aku mencintai nya jauh sebelum aku bertemu dengan Queen. Aku dan Queen tak memiliki hubungan apapun tuan. Aku tak mencintai putri anda, aku hanya mencintai istri ku Almira."
Jawaban panjang Aaron sudah mewakili pertanyaan Dirga. Ia tak menyangka jika Aaron mencintai wanita lain dan menikahi nya.
"Lalu kenapa kau mempermainkan putriku, Queen sudah mengatakan semuanya, jika kau_"
"Maaf, Queen sendiri yang meminta, aku tak pernah meminta pada putrimu tuan."
Jawab Aaron tanpa di tutupi, ia tak perduli jika pria di depannya ini akan tersinggung dengan ucapannya.
Sedangkan wajah Dirga sendiri merah padam. Benarkah jika putri nya yang melemparkan tubuhnya pada Aaron.
"Tapi kau harus bertanggung jawab pada putriku tuan Aaron. Kau tak bisa mengabaikan Queen begitu saja. Kau sudah mengambil harta yang berharga seorang wanita tuan."
Dirga mengatakan dengan perasaan yang penuh kecewa. Ia tak bisa melihat putrinya menderita, apalagi Aaron sudah mengambil mahkota milik putrinya.
"Jangan menjadi pria brengsek tuan, kau sudah merusak putri ku. Setidaknya bertanggung jawablah sedikit, nikahi putriku Queen, aku akan memaafkan mu."
Aaron mengeraskan rahangnya mendengar permintaan Dirga.
"Maaf tuan sampai kapanpun aku tak akan pernah menikah Queen."
"Kau.."
Aaron bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Dirga seorang diri. Mana mungkin ia akan menduakan Almira. Apalagi dengan wanita yang bernama Queen, ia tak pernah bermimpi untuk menjadikan Queen sebagai istrinya. Apalagi harus menduakan Almira. Wanita pertama yang ia cintai, gadis belia yang sudah merebut hatinya saat masih anak-anak.
Bastian yang melihat Aaron keluar dari ruang VIP mengikuti nya. Sedangkan Aaron sendiri tersenyum miring. Aaron membelokkan kakinya di lorong sempit. Sementara Nathan sendiri ikut tersenyum melihat tuannya. Rupanya tuannya lebih peka darinya. Nathan berjalan ke depan, tanpa menoleh ke belakang, ia tak tau apa yang tuannya ingin lakukan pada anak itu.
Sementara Bastian sendiri mengerutkan keningnya saat tak mendapati pria dewasa yang bersama Almira. Hanya ada teman nya saja yang berjalan menjauh.
"Kau mencari ku anak kecil.?"
Bastian berjengit kaget, ia berbalik dan matanya melotot saat mendapati pria yang membawa Almira ada di belakangnya.
"Kau,"
Aaron tersenyum miring, ia baru mengingat jika anak ini yang dulu bersama Almira dan merangkulnya. Mengingat itu Aaron mendengus, tangan nya gatal ingin mendarat di wajah anak ingusan di depannya.
"Untuk apa kau mencari ku.?"
Bastian mengepalkan tangannya melihat wajah menyebalkan Aaron menurut nya.
"Apa hubungan mu dengan Almira? Aku akan memberitahukan pada Om David jika kau sudah melecehkan Almira tuan."
Aaron tersenyum miring, ia menepuk pundak Bastian dan berbisik pada telinga nya.
"Aku mencium istri ku,"
Aaron pergi meninggalkan Bastian, sedangkan Bastian sendiri shock mendengar nya. Ia berbalik menatap punggung lebar Aaron yang menjauh. Ia tak percaya jika Almira adalah istri pria dewasa itu. Sejak kapan Almira menikah dengan nya, apalagi sangat mustahil jika pria itu yang menjadi suami Almira.
"Aku tak percaya pada mu tuan, kau bermimpi terlalu tinggi. Almira tak akan mau menikah dengan pria dewasa seperti mu."
Nathan membuka pintu mobil tuannya, saat melihat tuannya keluar dari restoran.
"Apa kau sudah membawakan baju milikku Nat.?"
"Sudah tuan, ada di mobil."
Aaron mengangguk dan menyalakan mobilnya meninggalkan Nathan. Dan Nathan sendiri kembali lagi ke hotel tempatnya menginap. Entah kapan tuannya akan membawa nona Almira pulang ke Venesia. Rupanya tuannya ingin mendapatkan restu dari rivalnya. Nathan tersenyum tipis, ia membayangkan bagaimana tuannya yang satu atap dengan David.