
Sakit sekali Zoya mendengar jika putrinya sudah menikah dengan pria dewasa seperti Aaron. Ia tau jika Aaron suka bergonta ganti wanita. Dan sekarang dia menjebak putrinya Almira yang tak tau apa-apa. Bukankah dulu dia menginginkan nya, apa dia ingin membalaskan sakit hatinya karna ia yang menolaknya.
"Apa tujuanmu tuan,?"
Inilah kenapa David tak mengatakan pada istrinya jika Aaron menikahi Almira. Ia tak ingin melihat Zoya yang kecewa. Pasti Zoya juga sama dengan nya sangat kecewa dan marah terhadap Aaron.
"Aku mencintai nya."
Aaron menjawab mantap, tak ada keraguan dalam hati kecilnya jika ia akan goyah dengan wanita yang di inginkan nya dulu, dan dia adalah ibu dari wanita yang berada di depan nya.
"Maafkan aku jika menikahinya tanpa ijin. Aku tau jika ayah mertua pasti tak akan mengijinkan bukan."
Zoya tak percaya dengan alasan konyol Aaron yang tak masuk akal itu. Sedangkan David menyalak tajam pada pria brengsek, Aaron.
"Kau..."
"Dav..."
Sinta menggelengkan kepalanya, ia mendekat pada Almira dan mengulurkan tangannya. Almira sendiri langsung memeluk tubuh ringkih Omanya. Ia masih shock jika ia menjadi seorang istri. Ia sendiri tak tau sejak kapan menjadi istri. Apalagi saat mendengar sendiri jika pria yang memeluknya tadi yang menikahinya tanpa restu.
"Bisakah kita bicarakan dengan kepala dingin, kasihan Almira."
Semua mata mengarah pada Almira yang pucat pasi. Aaron sendiri juga merasa bersalah pada istrinya. Ia tau jika Almira terguncang dengan pengakuannya.
*
Brakk..Prang.....
Queen membanting semua alat make-up miliknya. Sampai di rumah mewahnya ia berjalan ke arah kamar nya dan membanting semua barang miliknya. Termasuk juga sketsa disain yang di gambar nya ia robek dan remas sampai menjadi bola dan membuangnya.
"Kau mengecewakan aku Aaron, apa kurangnya aku padamu. Apa wanita itu jauh lebih cantik dan pintar dari ku, hingga kau membuang ku begitu saja."
Queen menangis segukan di kamar miliknya, ia terduduk di lantai dan meraung di sana.
Seorang pembantu rumah Omanya dan asistennya mendekati kamar Queen. Dari luar pintu mereka bisa mendengar jika Queen membanting semua barang miliknya.
"Tidak, Aaron harus menikahiku, aku sudah menyerahkan semuanya pada Aaron."
David....
Queen mengusap pipinya yang tak berhenti mengalir. Bukankah tadi David yang mengatakan tak mengijinkan putrinya menikah dengan Aaron. Itu artinya David mempunyai putri, siapa.?
Queen memang tak tau tentang David yang mempunyai anak tiri. Dia dulu tak terlalu berharap pada David dan tak terlalu tau tentang David yang menikah dengan Zoya. Yang ia tau David menikah dengan Zoya dan dia adalah janda punya anak. Tak tau jika anak Zoya seorang perempuan dan sekarang menjadi istri Aaron. Tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan wajah asisten nya.
Clek...
"Nona,..." Queen menatap asisten nya itu.
"Dira, aku tak bisa mengikuti fashion show kali ini."
Dira menatap tak percaya pada Queen, bukankah ini adalah impian Queen, dia akan menunjukan pada teman teman kuliahnya di Indonesia jika dia sudah sukses dan mendunia.
Dert....Dert...
"Nona, tuan Dirga menelpon anda."
Dira mengatakan pada Queen lirih, ia tak ingin menjadi sasaran kemarahan Queen. Ia juga sangat menyayangkan jika Queen membatalkan fashion show nya kali ini.
Queen mengusap pipinya yang basah dengan kasar. Ia mengambil ponsel Dira dan menempelkan di telinganya.
"Ya Dad..."
Dirga mengerutkan keningnya mendengar jawaban Queen yang serak.
"Ada apa sayang..?" Tak ada jawaban dari bibir Queen, hanya Isak tangis yang terdengar di telinga Dirga dan istrinya. Tak lama kemudian Queen berkata sambil terisak dan itu membuat Dirga dan Cristi kaget bukan main.
"Maaf kan Queen yang mengecewakan daddy dan mommy. Queen tak bisa mengikuti fashion show kali ini dad. Tubuh Queen merasa tak enak, Queen tak fokus dengan disain nya."
"Kau sakit Queen,"
Terlihat Cristi menghawatirkan putri satu satunya. Apalagi mendengar jika Queen membatalkan ikut ajang fashion show di Indonesia. Bukankah itu adalah impian nya jauh jauh hari. Dia ingin teman temannya mengetahui kemampuan nya sekarang yang sudah mendunia. Lalu kenapa tiba-tiba saja dia membatalkan nya begitu saja. Bukankah persiapan nya juga sudah sejak lama.
"Maaf mom," Jawab Queen, ia tak bisa menyembunyikan tangisnya kali ini saat mendengar suara ibunya.
"Ada apa, katakan pada daddy dan mommy Queen.?"
Baik Dirga maupun Cristi gelisah dan mencemaskan putri nya.
"Aaron, dia menikah dengan wanita lain dad,"
"Apa..'
Dirga tak percaya dengan apa yang di dengarnya, bagaimana mungkin Aaron menikah dengan orang lain. Bukankah mereka baik baik saja kemarin. Bahkan saat Queen ke Venesia saja Aaron juga menelponya.
Tak lama kemudian Queen menutup ponselnya dan memberikannya pada asisten nya. Sedangkan pelayan dan Dira menatap iba pada Queen. Dira tau jika Queen sangat tergila-gila pada Aaron. Sudah sejak tiga tahun lalu Queen selalu saja membanggakan Aaron kekasihnya, saat bertemu dan berkumpul dengan teman temannya.
*
"Dav.."
"Jangan membelanya mom, dia yang ingin merebut Zoya dari ku dan sekarang dia ingin Almira menjadi istrinya, pergi dari sini brengsek."
Sinta shock mendengar penuturan David, benarkah apa yang di dengarnya. Pria ini dulu ingin merebut Zoya dan sekarang menikahi Almira.
"Apa benar yang di katakan putraku tuan?"
Aaron menghembuskan nafasnya perlahan, ia melirik ke arah Zoya dan Almira bergantian. Dan itu terlihat oleh David, terang saja David marah dan emosi. Dan Almira, menatap pria yang katanya menjadi suami nya. Benarkah dia dulu ingin merebut ibunya dari Daddy nya.
"Ya... Tapi aku mencintai Almira bukan Zoya."
Masih tak terima jika Aaron menyebut nama istrinya Zoya, David meradang.
"Sebaiknya kau pergi dari sini, kami tak pernah menerimamu di rumah ini, apalagi sebagai menantu rumah ini."
Aaron menipiskan bibir nya, ia menatap David datar.
"Sampai kapanpun aku tak akan pergi dari sini sebelum membawa istri ku bersamaku tuan. Almira istriku jadi aku yang berhak atas dirinya."
Aaron mengeraskan rahangnya, ia tak akan takut dengan David.
"Al akan ikut dengan suami Al."
Mereka semua shock mendengar keputusan Almira, apalagi David dan Zoya, mereka berdua tak percaya jika Almira mengakui Aaron sebagai suaminya.
"Jika Om benar suami Al, apa Om mau tinggal di sini bersama dengan bunda dan daddy. Hanya sebulan, setelah itu Al yang ikut dengan Om."
Jika sebelumnya Aaron tersenyum mendengar perkataan istri kecilnya, tapi tidak dengan kali ini. Almira memintanya tinggal bersama mereka. Bukan karna dia takut perasaannya kembali lagi tumbuh pada Zoya. Tapi takut rumah David lah yang akan hancur jika mereka tinggal bersama.
.
Promosi 😁 Janda dua kali 😁
"Sayang.."
Jul menarik tangan Via berharap istrinya tak marah padanya dan memaafkannya.
Sedangkan Rizka yang berdiri tak jauh dari mereka menatap nya tak percaya. Zain pria yang datar dan terkesan bringas saat di arena balap liar seketika menjadi kucing Angora. Tak hanya itu ia juga adalah saksi saat Zain tawuran dan bikin onar.
"Apa,.."
Via menyalak tajam pada suaminya, ia sudah gerah melihat suaminya yang entah kenapa membuatnya sakit hati. Apa dia mau membalas dendam, jika ia yang sengaja menikah dengan nya dulu.
Sial...
"Gak Via, Jul sama sekali tak mengenalnya. Jul tadi lapar dan dia ngajak Jul makan di sini. Ayolah Via, mas minta maaf."
Jul tak bisa jika Via marah padanya, ia tak perduli jika saat ini ia menjadi pusat perhatian banyak orang. Ia juga tak perduli jika dia di katakan lembek seperti tape. Yang penting Via masih bersamanya dan Via tak marah padanya. Tentu saja nasib singkong nya yang terancam, jika Via menceraikannya, mana mau dia jadi duda, belum juga sebulan menikah, lagi anget angetnya tanam singkong biar berbuah. Mana bisa berbuah jika lubangnya saja marah dan tak ada.
Via tak menggubris ucapan suaminya, ia menggandeng tangan Arka keluar dari kafe.
Wanita bar bar seperti Via memang tak punya rasa malu. Dia juga dulu yang melabrak mantan suaminya dan selingkuhan nya di lobi hotel. Apalagi sekarang yang hanya di kafe.
Sementara Jul mengikuti langkah Via dari belakang. Dia seperti anak itik kehujanan dan kehilangan induknya.
"Via.. Sayang.."
Tanpa aba-aba Jul membalikkan tubuh Via dan mencium bibir nya di dalam kafe. Tanpa rasa malu menjadi tontonan banyak orang. Dari pada Via marah dan menceraikan nya, lebih baik malu di depan umum. Jul gak mau, singkong Jul lembek terus. Apalagi kalau suruh pakai handbody, ogah.
Via melototkan matanya saat merasakan bibir Jul mendarat sempurna di bibir nya. Tak hanya itu Jul juga menyesap bibir bawah nya. Apa suaminya itu gila, menciumnya di depan banyak orang.
Rizka melototkan matanya melihat Zain bertindak gila mencium Via di depan umum. Apalagi Zain sangat bersemangat saat mencium Via. Matanya memerah menahan emosi, ia melirik ke arah pengunjung yang sebagian menatapnya remeh.
Sedangkan Arka yang berdiri di tengah tengah mereka berdua hanya acuh. Ia lalu duduk di kursi miliknya lagi yang tak jauh dari ia berdiri.
Lima menit berlalu, Jul baru melepaskan bibirnya dari bibir istrinya. Ia memejamkan matanya saat gejolak gairah nya memuncak. Benda tumpulnya yang anteng dan lembek berubah jadi tongkat bisbol. Berkedut minta di lepaskan, dari sarangnya.
"Via singkong Jul pengen,"
Via menatap tajam pada suaminya. Bisa bisanya milik suaminya berdiri saat di marah. Via melirik ke arah paha Jul dan benar saja dia mengembang sempurna.
"Via, bagaimana ini, sakit kedutan,?"
Jul meringis merasakan ngilu yang berkedut kedut di bawah sana. Akibat marah yang berujung kepergok menggandeng wanita lain, benda tumpul nya mengacung keras minta di lepaskan.
.
Yuk kepoin juga, jangan lupa tinggalin jejak like dan komen, tab fav, VOTE dan hadiah juga 🤗