
David memandang datar wajah sok cantik perempuan di depannya. Untuk apa wanita itu tiba tiba saja datang ke kantor nya.
Setelah kepergian Rey, Luna mendekati David. Berjalan berlenggak lenggok, sambil tangan kanannya mengibaskan rambut panjangnya. David berdecih melihat wanita asing datang tanpa di undang.
" Selangkah lagi kau melangkah, aku akan memanggil security kemari.?"
Rahang David mengeras, muak sekali melihat wanita liar seperti nya. Untuk apa wanita itu, datang kemari dan siapa dia?
Sementara Luna menghentikan langkahnya, mendengar David menggertak dirinya. Ia menipiskan bibir nya, dia harus bisa membuat Zoya kembali terpuruk. Ia tak rela, Zoya bahagia dengan pria yang lebih dari Rangga, kakaknya. Seketika Luna merubah raut wajahnya sendu.
"Maaf tuan, apa anda lupa dengan saya?"
David tak bergeming sedikitpun, ia bahkan tak perduli siapa dia?.
"Hik...hik...Saya adalah adik ipar Zoya. Dia sudah membuat saya dan kakak saya menderita. Zoya telah merebut harta almarhum kakak saya. Sebelum kakak saya meninggal, Zoya suka sekali berselingkuh, menghabiskan uang milik kakak saya. Itu sebabnya kakak saya mencari pelampiasan lainnya. Saat kakak saya sudah bisa melupakannya. Dia datang lagi dan mengaku jika anak dalam kandungannya adalah anak kakak saya."
David mengeraskan rahangnya, mendengar kalimat yang keluar begitu saja dari mulut sampah wanita di depannya. Ia masih ingin mendengar bagaimana Zoya di perlakukan oleh almarhum suaminya Rangga.
"Saya mohon, jangan terlalu percaya pada Zoya. Dia wanita yang licik dan penipu. Saya harap, anda tidak termakan dengan rayuan nya tuan."
"Benarkah Zoya seperti itu?"
"Ya tuan.."
"Terima kasih kau sudah mengingatkan ku nona!." David menatap wajah wanita di depannya datar.
"Nona apa kau tau, Zoya juga telah mengeruk keuntungan dari pernikahan ini. Dia memang wanita tak tau malu. Dia menjebak ku agar aku mau menikahinya. Aku sengaja menikah dengannya karna sakit hati ku padanya."
Luna tersenyum lebar, sudah pasti seorang David Aderson tak mungkin mau menikahi Zoya.
Sedangkan di depan pintu, Zoya meremas kotak makan siang yang di bawanya untuk David. Ia tak menyangka kedatangan nya kemari akan mendengar sendiri pengakuan David. Jadi dia menikahinya karena ingin membalaskan dendamnya pada nya. Lalu untuk apa David bahkan membawanya ke psikiater?.
Sebelum mereka menyadari kedatangan nya, Zoya berbalik dan pergi. Hatinya seperti di jatuhkan kembali oleh David. Sudah hampir seminggu lamanya, ia bahagia. Karna ia jarang mengingat bayang bayang penghianatan suaminya. Tapi David sepertinya memang sengaja ingin mengikatnya dengan pernikahan. Agar ia bebas menyakiti dan mengoyak harga dirinya kembali.
Zoya tak perduli, ia berjalan menunduk sambil sesekali menyeka air matanya yang mengalir begitu saja. Ia membawa lagi kotak makan yang ada di tangannya. Tak mungkin rasanya ia akan memberikan makan siang yang ia bawa untuk David. Ia tidak siap jika David akan menelontarkan kata kata hinaan untuk nya.
Brukk...
Tubuh Zoya menabrak seorang dan kotak makan di tangannya jatuh kelantai.
Nancy menatap benci wajah Zoya.
Plakk...
Untuk kedua kalinya Zoya mendapatkan tamparan keras dari Nancy. Tangannya menyentuh pipinya yang terasa panas. Entah kenapa wanita itu tiba tiba saja menamparnya hingga dua kali.
Cih...
"No_"
"Sudah ku bilang kau adalah wanita tak tau diri. Yang berani menjebak tuan David untuk menikahi mu?. Apa yang dia lihat dari wanita seperti mu?. Dan lagi, kau bahkan sangat kampungan nona. Membawakan makan siang. Kau berpikir tuan David adalah anak kecil....
Kenapa tuan David harus menikahi wanita seperti mu? Kau sama sekali tak pantas untuk nya?. Kau menjebak tuan David agar mau menikahi mu bukan.?."
"Maaf nona, saya tidak pernah menjebak atau pun memaksa tuan David untuk menikahi saya. Jika anda keberatan dengan pernikahan kami. Silahkan bilang pada tuan David agar menceraikan saya!".
Setelah mengatakan itu Zoya pergi meninggalkan Nancy. Air matanya mengalir begitu saja tanpa permisi. Ia bahkan tak perduli dengan tatapan mata para karyawan David yang melihatnya.
Sedangkan di ruang CEO. Dalam hati David berdecih dan mengumpat wanita di depannya.
" Ya tuan, Zoya tidak pandai merawat dirinya. Dia wanita yang tidak tau diri.....Dulu sebelum almarhum kakak saya meninggal. Dia ingin sekali menceraikan Zoya. Dia sudah muak melihat penampilan nya. Yang setiap hari, hanya memakai baju daster yang usang. Apalagi setelah dia melahirkan. Saya saja sebagai wanita merasa Zoya tak pantas untuk mendampingi kakak saya. Apalagi kakak saya yang setiap hari di suguhi pemandangan yang menyakiti matanya."
Dengan menggebu gebu, Luna menjelekkan Zoya di depan David. Sedangkan David mengepalkan tangannya di bawah meja. Dadanya naik turun menahan emosi yang menguasai nya. Ingin sekali ia merobek paksa bibir yang mengatai Zoya.
David tak sadar, niatnya yang ingin memancing Luna, agar ia mengatakan bagaimana Rangga memperlakukan Zoya. Justru niat hati inilah yang akan membuat Zoya semakin jauh. Tanpa sengaja Zoya mendengar kesalah pahaman ini.
Sedangkan David berpikir ia harus lebih mencintai wanita itu. Ternyata benar, Rangga yang sudah membuat Zoya terpuruk. Meski ia juga ikut andil dan sempat melampiaskan amarahnya pada Zoya.
"Bagaimana caranya seorang suami membiarkan istrinya memakai baju yang tak layak. Heh... Tentu saja karna uangnya untuk membeli, dan bersenang-senang bersama selingkuhan nya, bukan?
Bahkan kakak mu meninggal setelah bercinta dengan selingkuhannya. Kau pikir siapa yang tak tau diri.? Zoya atau kakak mu Rangga.?"
Mata David menyalah tajam pada Luna. Ia sungguh ingin membunuh wanita di depannya ini.
"Keluar dari sini nona!"
David menekan kata katanya. Luna masih berdiri di tempatnya. Ia shock mendengar David mengatakan jika kakak nya meninggal sehabis bercinta. Apa maksudnya? Apa tuan David tau sesuatu?.
"Kubilang keluar nona,"
Luna berjengit kaget mendengar bentakan keras David. Matanya menatap tak percaya pada pria di depannya.
"Tuan, saya tidak pernah berbohong. Wanita itu yang membuat kakak saya kecelakaan dan meninggal dunia. Jangan mau termakan dengan wajah polosnya. Zoya telah memfitnah kakak saya, agar dia bisa menjerat anda. Percaya justru Zoya yang telah berselingkuh!"
Bukannya keluar, Luna justru melangkah cepat dan memeluk paksa tubuh David. Sementara David yang shock langsung mendorong tubuh Luna agar menjauh dari nya. Tangan mencengkeram erat rahang Luna keras.
"Jangan berni beraninya kau menggodaku nona? Dan jangan tunjukkan lagi wajah buruk mu padaku."
David melepaskan kasar tangan nya. Lalu pergi ke kamar mandi mencuci tangan nya dengan air, tanpa perduli dengan wanita itu.
.
.