Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 86


Rania tetap menyalahkan Zoya, Rania menganggap Zoya lah penyebabnya dia seperti ini. Zoya yang melemparkan suaminya padanya. Hingga David membencinya, semua itu karena Zoya. Zoya yang harus bertanggung jawab.


Sinta menatap tak percaya pada Rania. Kenapa harus menyalahkan Zoya.


"Rania, kenapa kau menyalahkan aku. Bukankah kau yang merebut Rangga dari ku. Dan lagi, kau juga sudah tau jika Rangga punya istri. Lalu, kenapa kau menyalahkan aku yang melempar suamiku padamu nona. Mana ada seorang istri yang mau melemparkan suaminya pada wanita lain."


Sinta menatap wajah Zoya, sepanjang menjadi menantunya, ini adalah kali pertama Zoya bicara panjang. Sementara Rania mengepalkan tangannya, ia tetap menyalahkan Zoya.


"Rania tante mohon, jangan membuat keributan di sini. Maafkan David yang bertindak jauh. Tapi jangan seperti ini."


"Tante aku tidak tau lagi, kumohon. Biarkan David menikahi ku, David tak perlu menyentuhku. Jika bukan David, siapa lagi. Bukankah jika David juga menyentuh ku, aku juga tak bisa punya anak. Dan hanya Zoya yang bisa memberikan keturunan."


Tangan Zoya terkepal erat mendengar Rania mengatakan jika David harus menyentuh nya. Tak lama ia bangun dan menampar wajah Rania.


Plakk...


Sinta shock melihat Zoya menampar Rania. Apalagi Rania, ia memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras Zoya.


"Maaf nona, kenapa kau selalu ingin mengambil suami saya. Anda pikir, suami saya barang yang harus di bagi dan di gilir. David hanya suami saya, dan tidak akan pernah menikah dengan anda nona. Kalau pun anda kehilangan rahim anda, bukankah itu pertanda suami saya tak ingin mempunyai anak dengan wanita murahan."


Rania mengepalkan tangannya, mendengar Zoya menghina nya. Sedangkan kan Sinta menganga mendengar penuturan Zoya. Menantunya ini kenapa jadi liar seperti ini.


Rania tak terima, dirinya di hina dan di tampar Zoya. Iya hendak menampar Zoya, dan membalasnya.


"Jangan berani menyentuh wajahku nona, jika kau tak ingin suami ku memotong lagi tangan mu."


Sinta tambah shock, mendengar penuturan Zoya. Apalagi Rania, wajahnya pucat pasi, mendengar ancaman Zoya.


" Sebaiknya anda pulang nona, sebelum suami saya pulang."


Zoya menatapnya datar, sudah cukup baginya di permainkan oleh Rania. Wanita ini selalu akan merebut suami nya. Tidak kali ini, ia pikir Rania datang kemari mengatakan jika ia hamil. Jika dia hamil, tentu saja mau tidak mau Zoya juga mengizinkan suaminya menikahi nya. Dan lagi jika rahimnya tak ada, kenapa harus dirinya yang di salahkan.


"Kau, beraninya mengusir ku. Kau bukan tuan rumah di sini Zoya."


Rania menatap sinis wajah Zoya. Sedangkan Zoya diam, ia meremas gaun syar'i nya mendengar ucapan Rania.


"Rania.."


Mereka bertiga kaget mendengar bentakan keras David. Apalagi Rania, jelas saja dia takut. Tubuhnya bergetar, ia beringsut dan menunduk takut.


Tap.. Tap..


Bunyi sepatu pantofel David seakan ingin mencabut paksa nyawa nya. Tidak, David harus menikahi ku. Dia sudah membuatku menderita.


"Dav .."


David menatap tajam wajah Rania. Rupanya wanita itu tak jera, apa ia harus membunuhnya.


"Aku ingin kau bertanggung jawab padaku Dav. Kau sudah membuatku cacat seumur hidup. Siapa yang mau menikahi wanita mandul seperti ku."


Rania menangis, memohon agar David tak membuatnya menjadi wanita tak berguna. Ia sudah cacat, jelas hanya dia yang harus menikahinya.


"Kau pikir aku sudi mempunyai anak dari wanita murahan seperti mu. Apalagi harus menikahi mu nona, keluar dari rumahku."


"Dav.."


Rania menatap iba pada David, ia mendekat ke arahnya. Tapi David mendorong Rania hingga jatuh ke lantai dingin.


Dan Zoya hanya diam, ia juga tak ingin suami nya di rebut oleh wanita lain lagi. Ia juga marah dengan Rania yang menjebak suaminya di malam pernikahan mereka. Memaksa suaminya bercinta dengan nya. Sedangkan dia sengaja memukul kepalanya dari belakang.


"Dav, kau tak bisa seperti ini. Kenapa kau lakukan ini padaku. Asal kau tau, Zoya sengaja melemparkan suaminya agar menggodaku. Dan dia akan merebut mu dari ku, itulah tujuan sebenarnya."


Zoya berjalan mendekat dan tak lama kemudian.


Plak...


Untuk kedua kalinya Zoya menampar wajah Rania. Ia geram dari tadi Rania menyalahkannya. Dia yang berselingkuh dan merebut suami orang. Dia juga yang merasa terzolimi.


David shock melihat keberanian istrinya. Ia mengangkat sebelah alisnya, dan tersenyum tipis. Kucing Angora berubah jadi kucing liar.


"Kau..."


"Kenapa kau murahan sekali nona, pantas saja jika tak ada yang mau denganmu nona. Kau juga selalu ingin merebut milik orang lain."


David bersedekap di perutnya, ia sangat menyukai perubahan istrinya. Apalagi mata yang melotot tadi, benar benar lucu.


David terkikik geli membayangkan Zoya yang akan berubah jadi kucing liar. Bagaimana jika di ranjang juga lebih liar, pasti itu sangat indah.


"David.."


Sinta menatap tak percaya pada David. Dua wanita sedang bertengkar karna dirinya dan dia justru tersenyum. Apa dia bangga menjadi rebutan mereka.


David berjengit, ia menampilkan wajah datarnya lagi pada Rania. Tapi ada untungnya juga, ****** ini masuk ke rumah nya. Ia bisa melihat kucing Angora nya berubah jadi kucing liar.


"Dav, tidakkah kau berpikir apa yang aku katakan adalah benar. Zoya yang sudah merencanakan semuanya." Rania tetap saja, ingin David percaya padanya.


"Benarkah itu sayang...?"


Zoya menatap mata David, apa maksudnya.


"Itu bohong,"


"Kau dengar, istri ku bilang bohong. Sekarang keluar dari rumahku, atau aku akan menyeret mu langsung Rania. Dan ingat nona, apa yang istriku katakan. Jangan berani menyentuh nya jika tak ingin aku memotong tangan mu."


Rania shock mendengar nya, apalagi Zoya. Jadi suami nya dari tadi mendengar ia memaki Rania.


"Bawa dia keluar dari sini."


"Dav...." Rania menatap wajah David. David benar benar keterlaluan kepadanya. Tak lama kemudian ia berjalan pincang pergi meninggalkan rumah mewah David.


"Kenapa semua jadi seperti ini, brengsek.."


Sementara di dalam, David menatap wajah cantik istrinya. Dan Sinta hanya menggelengkan kepalanya, ia naik ke kamar atas. Melihat Almira yang tidur di kamarnya. Ia yakin David akan memanfaatkan Zoya.


Zoya yang di tatap David salah tingkah, ia menatap wajah David yang menatapnya datar.


"Mas,..."


"Sejak kapan, kau berani.."


"Itu..."


Ahkk.. "Mas David, turunkan aku." Zoya meronta di gendongan suaminya. Ia pikir David akan marah padanya. Dia justru membopong tubuh nya, naik ke atas di mana kamar mereka berada. Apalagi, banyak para pelayan yang melihat ke arah nya.


"Aku harus menghukum istri ku yang nakal ini."