Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 69


Nathan menutup bibirnya lagi mendengar umpatan untuk nya. Ia berpikir, Tak biasanya tuannya sakit apalagi muntah. Tak lama kemudian matanya melotot, mungkin saja tuannya keracunan. Bagaimana jika ada yang sengaja mencampurkan racun pada makanan dan minuman tuannya.


"Tuan anda makan apa pagi ini.?"


Aaron tak menjawab nya, bibir nya terasa sangat pahit dan tubuhnya juga lemas bukan main.


"Tuan apa ada yang ingin membunuh anda, bisa saja seseorang menaruh racun pada makanan anda tuan."


Aaron membuka matanya dan menoleh, menatap Nathan yang tak jauh dari nya. Benarkah ada yang ingin membunuhnya, tapi siapa? Ia bahkan tak makan sedikit pun sejak pagi, kecuali minum. Itu juga tenggorokan nya yang terasa sangat pahit.


"****..."


Aaron bangkit mengingat jika ia tadi meminum air di kamar nya. Ia keluar dari ruang pribadi nya dan melangkah lebar menuju kamarnya di lantai atas. Jangan sampai Almira juga meminum air di kamar nya.


Brakk...


"Sayang..."


Aaron langsung mengambil gelas di tangan istrinya. Dadanya berdetak lebih kencang, melihat istrinya hampir saja meminum air putih di kamar nya.


"Sayang, tidak apa-apa, kau belum meminum air nya sayang.?."


Almira sendiri bingung mendengar Aaron bertanya padanya, apalagi melihat mata suaminya berkaca kaca. Ia menggelengkan kepalanya, masih bingung melihat reaksi Aaron yang sangat berlebihan. Apalagi saat Aaron merebut gelas di tangan nya.


" Al belum minum Om."


Aaron bernafas lega mendengar nya, ia berjalan menuju kamar mandi dan membuang air di dalam gelas.


"Brengsek, jika aku menemukanmu, aku akan mengubur mu hidup hidup, sialan." Gumamnya dalam hati.


Almira mengikuti langkah suaminya, ia bingung kenapa suaminya membuang air yang akan di minumnya.


"Om ada apa..?"


"Tidak sayang, tadi Om liat ada kecoa nya di dalam."


Almira mengerutkan keningnya mendengar jawaban suaminya. Benarkah ada kecoa di mension suaminya.


"Tapi Al tidak pernah melihatnya Om,?"


"Ada sayang, dan Om sudah membunuh nya. Tapi Om lupa jika airnya kemasukan kecoa tadi pagi.?"


"Tapi Al haus Om,"


Tentu saja ia sangat haus, Almira baru saja menghabiskan banyak camilan tadi. Ia menyuruh pelayan membelikan Snack untuk nya.


Aaron menggangguk mendengar nya.


"Tunggu di sini Om ambil kan minum nya sayang.?"


"Ikut..."


Aaron mengajak istrinya pergi ke dapur, ia masih memikirkan siapa yang menaruh racun di dalam minumannya. Rahang nya mengeras mengingat jika ada seseorang yang berani berhianat padanya.


"Aku akan membunuhmu brengsek." Gumamnya dalam hati.


"Om, daddy mau datang kemari sama bunda."


Ucap Almira tiba-tiba, dan mengagetkan Aaron.


"Apa...?"


Almira berjengit mendengar suara keras suaminya. Ia menyipitkan matanya melihat Aaron yang sepertinya tak suka mendengar daddy dan bundanya datang kemari.


"Tidak sayang, bukan seperti itu,"


"Om hanya kaget sayang, kapan daddy menelpon Al.?"


Tak lama ia mendengus saat menyadari jika ia baru saja memanggil David daddy. Terdengar sangat menyebalkan untuk nya. Lagi pula untuk apa David mau datang kemari. Bukankah ia sudah mengatakan akan pergi berkunjung seminggu lagi. Dan pria sialan itu justru yang akan datang ke mension nya.


"Tadi..."


Aaron mengangguk mengerti, tak lama ia menggendong Almira. Ia tak tega melihat kaki Almira yang sangat kecil saat melangkah. Apalagi mengikuti langkahnya yang lebar.


"Om terlalu sering menggendong Al, Al bisa jalan sendiri."


"Selama Om ada, Om tidak akan membiarkan istri Om lelah berjalan."


Aaron menurunkan Almira di ruang tengah, ia mengerutkan keningnya mendapati banyak sekali camilan di atas meja.


Sejak kapan makanan seperti itu ada di Mension nya. Dan siapa yang memakannya.?


Aaron menatap pembungkus makanan ringan yang berserakan di karpet bulu. Ia melirik istrinya dan duduk di sofa dan langsung mengambil salah satu Snack lalu memakannya.


Apa ia terlalu lama di ruang kerja sehingga tak melihat istrinya yang menghabiskan makanan sebanyak itu.


Almira memainkan ponsel di tangan nya, ia mengambil ponsel di kamar nya setelah ia menghabiskan setengah Snack yang pelayan belikan untuk nya. Dan kebetulan daddy nya menelponya saat ia di kamar.


Aaron menatap Almira tak percaya, sejak kapan bibir mungil itu mengunyah makanan. Apalagi sudah banyak bungkus kosong yang berserakan. Ia yakin jika istri nya yang menghabiskannya.


"Sayang, siapa yang menghabiskan ini."


Tanya nya pada istrinya dan di balas mata tajam Almira.


"Om mau bilang Al rakus begitu.?"


Semburnya pada Aaron, Aaron sendiri kaget. Ia langsung menggelengkan kepalanya mendengar jawaban keras istri nya. Apalagi mata istrinya melotot tajam padanya.


Kenapa marah, bukankah ia hanya bertanya...


"Om bilang Al suruh gemuk, ya udah Al banyak makan."


Aaron mengangguk mengiyakan, ia tak mau bertanya lagi pada istrinya. Takut jika Almira akan marah padanya. Dan lagi sejak kapan gemuk makan makanan seperti itu. Ia melangkahkan menuju dapur, mengambil air minum untuk istrinya.


Tapi sebelum nya ia lebih dulu pergi ke ruang pribadinya.


"Bagaimana.?.." Tanya nya tanpa basa basi.


"Tidak ada yang mencurigakan tuan,"


Aaron mengerutkan keningnya mendengar jika tak ada yang mencurigakan, sedangkan pagi tadi ia hanya meminum air di dalam kamar nya.


"Periksa itu, apa benar ada racun di dalamnya."


Nathan mengangguk mengerti dan mengambil gelas di tangan Aaron. Kemudian berjalan keluar meninggalkan mension mewah Aaron.


"Aku tak akan membiarkan kau lolos begitu saja sialan."


Masih tak percaya jika ada seseorang di dalam mension yang berhianat padanya. Rupanya ada yang ingin bermain main dengan nya dengan cara meracuni nya.


Tak lama kemudian ia berjalan kearah dapur, ia tak ingin meninggalkan Almira sendiri mulai saat ini.


Sampai di sofa ruang tengah, ia terperangah melihat Snack yang sudah habis.


"Sayang.."


Aaron menggelengkan kepalanya melihat wajah istrinya. Ia tak akan bertanya lagi pada Almira. Ia hanya tak percaya saja jika Almira menghabiskan semua Snack di atas meja dalam waktu singkat.


"Apa istriku akan tumbuh semakin dewasa dan gemuk, kenapa banyak sekali makannya.?"