Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 40


Bastian dan juga Qinan shock mendengar nya. Jadi benar Almira sudah menikah, kapan?.


Sedangkan Almira menunduk di pelukan Aaron. Melihat kedua sahabatnya yang menatapnya seperti itu, tentu saja ia merasa bersalah pada keduanya.


Dan Aaron, melihat istri kecilnya menunduk hanya mendengus. Ia mundur dan mendudukkan dirinya di sofa begitupun dengan Almira. Sedangkan Bastian menatap Aaron yang tak melepaskan tangan nya dari pinggang Almira. Ia sangat kecewa pada Almira yang sudah menikah, apalagi dengan pria dewasa seperti Aaron. Tak pernah terpikirkan oleh nya jika Almira, gadis lugu dan pendiam akan menikah sedini mungkin. Dan gilanya dengan pria yang pantas menjadi daddy nya.


"Kau bohong Al,"


Aaron menatap sengit remaja yang duduk tak jauh dari nya. Dia pikir dia tak tau jika dia menyukai istrinya diam diam.


"Apa kau tuli jika istri ku sudah mengatakannya."


Aaron mengerat kan giginya emosi. Bastian masih saja menatap wajah istrinya dan tak mengalihkan pandangannya sedikit pun.


Dan Qinan sendiri, ia masih menatap wajah Aaron yang sangat tampan. Ia juga shock mendengar jika Almira sudah menikah. Dengan pria dewasa seperti Aaron. Pantas saja jika teman-teman nya mengatakan jika Almira menjadi Sugar Baby.


"Dia sangat tampan, Al beruntung mendapatkan nya."


Qinan bergumam dalam hati, masih menatap wajah tampan Aaron yang sangat tampan. Rahang tegas dan wajah seperti dewa Yunani itu sama sekali tak terlihat celah jeleknya. Semuanya bahkan lebih sempurna jika di tatap lebih dekat dan lama. Tentu saja siapa pun pasti tak akan menolak pesona pria dewasa seperti nya.


"Apa pria itu yang memaksa mu Al."


Almira menggeleng dan Aaron menatap tajam pada Bastian.


"Apa urusannya dengan mu, keluar."


"Om,"


Aaron mendengus melihat istrinya masih membela anak ingusan di depannya ini, jelas saja dia tak suka. Tak lama kemudian Aaron tersenyum jahat pada Bastian. Ia menarik tubuh kecil Almira agar merapat dengan nya.


Cup.... Cup...


Tanpa tau malu, Aaron mencium pipi Almira bertubi-tubi. Dan Bastian yang melihat Aaron yang mencium Almira, seketika dadanya bergemuruh hebat. Matanya memerah menahannya amarah yang luar biasa. Tentu saja ia merasa cemburu melihat Almira yang di cium oleh pria dewasa seperti Aaron.


Tak lama kemudian ia bangkit keluar dan Qinan yang melihat Bastian keluar pun ikut berdiri.


"Al, Qinan pulang dulu ya.."


Tanpa menunggu jawaban Almira Qinan berlari mengejar Bastian yang sudah lebih dulu keluar rumah David. Ia tak mau Bastian meninggalkan nya sendiri.


"Bas,..."


Nafas Qinan memburu saat berlari mengejar mobil Bastian, dan berdiri menghadang mobil Bastian yang melaju.


"Qi kamu gila ya."


Qinan tak menggubris, ia masuk ke dalam dan mendudukkan dirinya di samping Bastian. Sedangkan Bastian menatap Qinan datar, ia lalu melajukan mobilnya keluar dari rumah mewah David.


Sedangkan Aaron bibir nya tersenyum lebar melihat Bastian pergi. Mana mungkin dia akan mengijinkan istrinya di tatap lebih lama lagi oleh pria lain. Apalagi dia remaja yang dulu merangkul istrinya.


"Om, mereka marah,"


Aaron menoleh istrinya, ia menatap mata Almira yang berkaca kaca. Dan Aaron memeluk tubuh istrinya, mendudukkan tubuh kecilnya di pangkuannya.


"Mereka hanya kecewa, maafkan Om, nanti Om yang akan menjelaskan pada mereka."


Memeluk tubuh Almira yang terisak, menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya.


Dia memang sudah mengatakan pada David dan Zoya jika ia tak akan mempublikasikan pernikahan nya dengan Almira. Ia ingin Almira mengetahui terlebih dahulu jika cintanya hanya untuk Almira. Ia tak akan menggelar resepsi pernikahan dengan Almira jika Almira belum menerimanya sepenuhnya.


David dan Zoya pun hanya diam saja, meski kecewa pada Aaron tapi mereka sadar jika Almira belum dewasa sepenuhnya. Lagi pula David justru senang jika Aaron tak mempublikasikan pernikahan putrinya. Dia tak mau Almira tertekan dengan berita miring di luar sana.


"Maaf..."


Almira mendongak menatap wajah Aaron yang menatapnya penuh rasa bersalah.


Cup....


"Om, kita mau kemana.?"


Cup... Tak menjawab, tapi Aaron mencium bibir Almira sekilas, lalu mendudukkan Almira di samping kemudi.


*


Almira menautkan kedua alisnya saat mobil suaminya berhenti di depan mall terbesar di kota A.


Tak lama kemudian ia berjengit saat Aaron mengagetkannya di samping dan mengulurkan tangannya.


"Om mau apa kita datang kesini.?"


Aaron tak menjawab nya, ia menggandeng lembut tangan Almira masuk kedalam mall. Tak mendapat jawaban Almira mencebikkan bibirnya sambil mengikuti langkah Aaron. Dan Aaron yang melihat bibir istrinya mencebik langsung menyambarnya sekilas dengan bibir nya.


Tak perduli banyak orang yang melihat ke arah nya, Aaron melanjutkan langkahnya menggandeng tangan mungil Almira. Dia tak perduli jika mereka mengatakan pedofil. Dan Almira langsung menunduk malu, ia sama sekali tak menyangka jika Aaron akan menciumnya di depan umum.


Tak lama kemudian Almira mendongak menatap di sekeliling nya saat Aaron berhenti melangkah. Ia menautkan kedua alisnya saat sadar jika mereka berdua ada di toko perhiasan.


"Selamat pagi tuan, nona,"


Almira berjengit mendengar seseorang mengagetkannya. Ia berbalik dan mata besar nya menatap wajah seram Nathan, seketika ia beringsut. Dan Aaron menatap tajam pada Nathan yang membuat istrinya takut padanya, kemudian ia melingkarkan tangan nya pinggang Almira.


"Kau menakutinya Nat," Deliknya pada Nathan.


"Maaf tuan.." Almira mendongak melirik pada pria yang mengagetkannya, ia baru ingat jika pria ini teman suami nya.


"Dimana cincin nya.?"


Nathan menyodorkan kotak kecil pada tuannya, dan Aaron langsung mengambilnya dari tangan Nathan. Membuka kotak di tangan nya dan mengeluarkan isinya.


Aaron mengulurkan tangannya pada tangan Almira. Mengusap jari jari kecil istrinya, dan melingkar kan cincin di tangan nya pada jari mungil Almira.


Sedangkan Almira menatap jari tangan nya yang melingkar sebuah cincin bertahtakan berlian. Ia mendongak menatap Aaron yang memakaikan cincin di tangan nya. Ia tau ini cincin apa, terlihat satu pasang.


Cup... " Maaf jika sebelumnya tak ada sayang."


Almira tersenyum lebar, ia mengambil cincin satunya lalu memasang kan nya pada jari besar Aaron.


Deg....


Aaron menatap wajah manis Almira yang tersenyum lebar. Ia tak menyangka jika Almira sendiri yang akan memasangkan cincin pernikahan pada jari nya.


Dan Almira sendiri tersenyum saat cincin itu juga sangat pas di jari suaminya. Ia mendongak menatap wajah Aaron dengan senyum lebarnya jika cincin itu juga sudah melingkar di jari Aaron.


Cup...


Aaron menunduk dan menyambar bibir Almira. Rasa bahagia saat Almira sendiri yang memakaikan cincin di jarinya ia tak bisa mengendalikan dirinya. Tak perduli jika banyak nya pasang mata yang melihat ke arah nya.


Dan Nathan yang melihat aksi tuannya melotot pada semua orang.


Ia juga di buat shock oleh tuannya, bagaimana mungkin dia mencium istrinya di kerumunan banyak orang seperti ini.


Lima menit kemudian Aaron melepaskan bibirnya pada bibir Almira, saat tangan kecil Almira memukul dada bidangnya. Ia menatap wajah merah Almira yang malu.


Tak jauh dari sana Queen menatap nanar pada Aaron yang mencium seorang wanita yang jauh lebih pendek dan kecil dari tubuh Aaron.


Meski jauh Queen bisa melihat jika pria itu adalah Aaron. Dia sudah hapal postur tubuh tinggi Aaron di matanya. Apalagi ia juga melihat Nathan, asisten Aaron. Jelas saja ia tak salah menebak jika dia adalah Aaron.


*