
Luna memandang benci pada wanita yang sudah membuat kakak nya meninggal dunia. Ia akan membalaskan dendam kematian kakaknya.
"Ya pria itu, aku harus bisa menjebak David agar dia tidur dengan ku. Apapun caranya, David harus menghabiskan malam berdua dengan ku.?"
Ia tau Zoya trauma dengan penghianatan dalam pernikahan. Itu sebabnya ia akan merayu David. Pada dasarnya kakak nya Rangga memang berselingkuh. Karna ia baru sadar jika masih banyak lagi perempuan yang lebih cantik dan baik tentunya dari Zoya.
Sementara David dan Zoya makan dengan tenang. David sesekali melirik ke arah wanita yang sangat di cintai nya. Dia sama sekali tak pernah sekalipun memandang wajah nya. Zoya selalu menunduk jika sedang bersamanya.
Ia sadar terlalu dalam ia menyakiti hati Zoya. Sehingga wanita itu, tak pernah menunjukan senyum padanya.
"Zoya, apa kau ingin berbulan madu,?"
Mendengar David bicara, seketika Zoya tersedak makanan yang masuk kedalam mulutnya. David langsung menyodorkan minum pada Zoya, yang melihat reaksi istrinya. Apa ia salah menanyakan bulan madu?, Bukankah biasanya akan sangat senang jika suami mengajaknya berbulan madu.
" Tidak apa jika kau belum siap.?"
"Maaf.."
Kembali hening, hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar. Hingga makan siang pun selesai begitu saja. Tak ada obrolan dan canda seperti pasangan pada umumnya. David dan Zoya seperti orang asing yang kebetulan bertemu dan makan bersama. Dan memang pada dasarnya Zoya tak mengenal David.
*
Zoya melangkah berbaring di atas ranjang. Sudah dua hari ia menjadi istri seorang David Aderson. Setelah Almira tertidur pulas ia kembali ke kamar nya. Sebenarnya ia tak biasa tidur berjauhan dengan putrinya. Tapi bagaimana lagi, ada Lala yang menjaganya. Lagi pula David pasti tak akan mengijinkan nya tidur bersama putrinya.
Selama menjadi istri David, ia merasa sama sekali tak merasa kan jatuh cinta pada suaminya sendiri. Berbeda dengan almarhum Rangga. Ia begitu mencintai Rangga. Hingga ia mengorbankan perasaan nya dan harga dirinya untuk memenangkan hati Rangga.
Itu sebabnya hati dan harapannya ikut terkubur bersama dengan Rangga. Trauma yang ia dapatkan dari Rangga, sungguh menutup pintu hati nya untuk pria lain.
" Ya Allah, hilang kan rasa sakit hati hamba."
"Apa cintamu pada almarhum suami mu begitu besar Zoy.?"
Zoya tersentak dan menegang mendengar penuturan David. Apa David mendengarnya barusan.?
Sedangkan David yang melihat Zoya hanya diam, ia mendesah kecewa.
"Apa tak ada celah sedikit saja di hatimu untuk ku, Zoy?. Beri aku kesempatan untuk membahagiakan mu dan Almira. Dan aku akan menunggu hatimu terbuka untuk ku."
Masih tak menyahut, Zoya hanya diam. Ia juga tidak tau kenapa ia tidak bisa menghilangkan cinta nya pada Rangga. Penghianatan Rangga dan hinaan yang kerap kali di lontarkan nya. Tak membuat hati Zoya berpaling. Rangga adalah pria yang Zoya cintai. Saat memutuskan untuk menikah dengan nya. Ia tak pernah sekalipun ingin memberikan kesempatan pada pria lain dekat dengan nya. Tapi kenyataannya pria itu menorehkan luka yang cukup dalam di hatinya.
" Maaf tuan"
David tersenyum masam, Zoya masih memanggil namanya tuan. Tak lama ia kemudian merangkak naik ke atas ranjang. Rupanya Zoya masih menyimpan cinta nya pada almarhum suaminya Rangga. Meski tau jika suami nya telah menghianati nya dengan berselingkuh dengan wanita lain. Rupanya tak membuat Zoya membenci almarhum suaminya. Cinta nya tertanam hingga ke dasar. Apa ia bisa menggeser nama Rangga di hati Zoya.? Padahal pria itu sudah tak ada lagi di dunia ini.
Seketika David merasa benci dengan dirinya sendiri. Kenapa ia harus menyakiti Zoya?
Sedangkan Zoya ia sama sekali tak pernah bermimpi menikah dengan David. Pria yang ingin ia hindari, sekarang justru menyandang status suaminya.
Zoya menegang di tempat nya, saat David melingkarkan tangannya pada perut rampingnya. Seketika bayang bayang Rangga yang mengatakan bahwa perutnya yang mengendur membuat keringat dingin mulai bercucuran.
Menyadari bahwa tubuh Zoya yang menegang, tak membuat David melepaskan lingkaran tangannya. Ia harus melepaskan Zoya dari trauma masa lalunya. Biar bagaimanapun juga ia ikut andil.
Cup...
"Tuan, bisakah anda jangan terlalu dekat. Saya_"
David justru membalikkan tubuh Zoya, ia sama sekali tak mengindahkan kata kata Zoya barusan. Wajah nya menunduk, dan ia mendaratkan bibirnya pada bibir Zoya yang bergetar.
Zoya yang mendapatkan serangan David tiba tiba saja tangan nya mendorong tubuh David. Ia sama sekali tak membiarkan David menciumnya lebih dalam lagi.
"Maaf, aku_"
"Aku tau, tidur lah."
Zoya beringsut ke pinggir, ia mengusap keningnya yang berkeringat dingin. Sampai kapan ia akan membuang takut dan jijik secara bersamaan yang selalu menghantuinya.
"Dokter Rasya akan datang ke mari besok. Kau harus sembuh, aku ingin menjadikan kau istriku yang sesungguhnya. Aku tak ingin kau terus terbayang, almarhum suami mu. Saat ini yang berhak atas dirimu adalah aku. Dan aku tak mau kau terus terbayang dan mengingat almarhum suami mu."
Setelah mengatakan itu David berdiri dan berjalan meninggalkan kamarnya. Ia masih kecewa pada Zoya, yang belum menerima bahwa dia adalah suaminya. Begitu besar cinta Zoya pada almarhum suaminya, Rangga. Hingga rasa sakit yang Rangga torehkan, membuat Zoya terpuruk dalam kesendirian nya.
Clek...
David melangkah masuk mendekati ranjang. Ia sangat menyayangi putri sambung nya. Semoga saja Zoya juga bisa menerima dirinya sebagai suami nya. Ia yakin dalam hati Zoya, masih menginginkan sendiri, dia masih trauma dengan hubungan pernikahan.
Cup...
"Sampai kapanpun aku akan menganggap kau adalah putri ku sendiri. Maafkan aku yang selalu membuatmu menderita bersama ibumu. Aku akan mengganti dengan kebahagiaan kalian."
Sementara di dalam kamar. Zoya masih melamun dengan apa yang David katakan. Sesekali ia mengelap keringat di dahinya. Benar, David adalah suaminya. Ia harus bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan. Ia harus melepaskan cinta yang menyakitkan. Hingga tak terasa kantuk menyerangnya.
Lewat tengah malam, seperti biasa Zoya akan gelisah dan bangun. Lalu memuntahkan isi perutnya.
"Astaghfirullah haladzim, ya Allah."
Lama ia di kamar mandi, dan keluar. Ia bingung tak mendapati David di kamarnya. Saat ia bangun ia tak menoleh ke arah samping. Apakah suaminya ada apa tidak di sampingnya?.
Ia lalu menggelar sajadah nya dan menunaikan ibadah shalat malam.
Usai melipat mukenanya, ia melangkah ke kamar putrinya. Sudah dua malam ia melepas Almira tidur sendiri. Meski ada pengasuh yang menemaninya. Ia belum terbiasa. Dari putri nya bayi sampai sebelum ia menikah dengan David. putri nya tidur berdua dengannya. Rupanya Almira senang tidur sendiri, karna David yang mendesain kamar nya dengan tokoh kartun kesukaan nya. Itu sebabnya ia mau dan tidur sendiri.
Zoya mematung melihat David tidur bersama dengan putrinya. Sejak kapan pria itu datang kemari. Apa semalam pria itu memang tak kembali lagi ke kamar, dan tidur di sini.
.
.
Biasakan tinggalkan jejak
Beri dukungan VOTE dan hadiah juga
my CEO love udah tamat ya Bun selamat membaca.
.