
"Sayang, kau cantik sekali Al,"
Aaron mengendus leher Almira yang sudah tertutup
jilbabnya. Malam ini mereka akan pergi ke pesta rekan bisnis Aaron yang baru.
Nicholas, pria yang seminggu lalu mengundang nya langsung saat mereka bertemu.
"Ya kan mau ke pesta Hubby, masa Al harus pakai daster."
Melirik kearah Aaron yang di balas dengan cengiran suaminya.
"Nanti tidak usah senyum dan melihat pria lain di sana. Apalagi mendekati mereka sayang, Om tidak mau dan tak suka. Kalau ada yang ingin berkenalan, bilang aku sudah menikah dan tuan Aaron Kenan Galaxy adalah suami ku, kau mengerti sayang?"
"Iya.."
Sudah beberapa kali Aaron mengingatkan nya, ini dan itu. Aaron memang aneh, mana mungkin ada yang berani mendekati nya, bukankah perutnya juga buncit, mereka juga pasti tau jika dia sudah bersuami.
*
Sampai di lobi hotel, Aaron melingkarkan tangannya pada Almira. Nathan sendiri sudah datang dari tadi menunggu tuannya yang datang bersama Mic. Ia tersenyum tipis melihat tuannya yang sangat posesif terhadap nyonya nya. Mungkin dia takut jika nyonya Almira akan di rebut oleh orang lain, apalagi malam ini nyonya nya terlihat sangat cantik.
"Tidak usah menatap istriku,"
Nathan berjengit mendengar suara Aaron padanya. Ia melirik ke arah Mic yang menertawainya.
"Ku pikir kau sudah kebal dengan nya kan. Tuan memang aneh, di mobil juga bibir nya tak diam sama sekali. Mengoceh terus agar nyonya tak melirik pada pria lainnya. Kurasa tuan minder berdampingan dengan nyonya yang masih muda mungkin. Sampai kupingku panas mendengar nya."
"Dia memang takut nyonya di ambil orang. Wajar saja dia tua dan nyonya masih kecil."
Lanjut Mic menatap ke arah Nathan.
"Tuan memang menyebalkan belakangan ini." Jawab Nathan.
Di dalam Aaron sama sekali tak melepaskan tangannya dari pinggang Almira. Mata tajam nya, akan mendelik jika seseorang menatap ke arah istrinya.
"Apa mereka ingin aku mencongkel mata nya."
Almira menoleh mendengar gumaman Aaron. Tak lama ia menggelengkan kepalanya saat melihat wajah Aaron yang di tekuk.
"Hubby, jangan di tekuk wajahnya, bukankah Hubby sendiri yang tadi ngajak Al datang."
Aaron mendengus, ia menyesal telah mengajak Almira kemari.
"Tuan Aaron,"
Aaron menoleh pada Helena, begitupun dengan Almira.
Helena menatap wajah cantik di samping Aaron. Wajah yang sangat mencolok dengan mata bundar dan bulu mata lentik nya. Tak lama kemudian Nicholas datang dan menyapa rekan bisnisnya.
"Suatu kehormatan besar anda datang ke pesta kecil ini tuan."
Nicholas tersenyum lebar menyapa Aaron. Ia pikir pria seperti Aaron Galaxy tak akan datang ke pesta. Mereka tau jika Aaron tak suka dengan pesta, apalagi Aaron sendiri mengatakan jika dia sudah menikah.
"Ya, sama sama, perkenalkan ini istri ku."
Ucap nya bangga mengenalkan Almira pada rekan bisnisnya yang baru. Sedangkan Helena kaget, ia tak menyangka jika gadis belia ini adalah istri Aaron.
Deg....
Jantung Nicholas berdetak lebih kencang melihat wajah cantik di samping Aaron. Gadis belia yang memakai penutup kepala nya itu sangat cantik. Di tambah lagi dengan mata bundar nya yang sangat mencolok. Kenapa ia baru menyadari wanita di samping Aaron.
Almira tersenyum lebar pada Nicholas dan membuat Nicholas semakin tak bisa menetralkan jantung nya. Benarkah gadis cantik ini istri Aaron.?
"Tuan Nicho, seperti nya anda terlalu fokus melihat istri ku sampai anda tak mendengar ku tuan."
Gigi Aaron gemerutuk melihat mata Nicholas yang menatap Almira tak berkedip.
Sedangkan Nicholas sendiri salah tingkah, saat mendengar suara berat Aaron padanya.
Jawabnya menunduk, Nicholas tau siapa Aaron. Pria kejam dan tak kenal siapa lawan dan kawan. Apalagi dirinya yang baru saja menjalin hubungan kerjasama dengan nya. Akan sangat mudah di hancurkan oleh Aaron.
"Hubby aku haus,"
"Ya sayang,"
"Pelayan," Nicholas memanggil pelayan saat mendengar jika wanita cantik di depannya ini haus.
" Nona anda ingin minum apa.?"
Aaron menatap tak suka pada Nicholas yang dengan sigap memanggil pelayan dan bertanya pada Almira.
"Air putih,"
"Ambilkan air putih untuk nya."
Aaron mengepalkan tangannya melihat Nicholas begitu perhatian nya pada istrinya. Ia lalu menoleh ke arah istrinya. Seketika dadanya bergemuruh hebat dan cemburu menguasainya, melihat Almira tersenyum lebar pada rekan bisnisnya ini.
Sedangkan Helena yang dari tadi berdiri di samping mereka semua, hanya mematung. Melihat bagaimana Aaron sangat perhatian dengan wanita cantik dan masih belia ini. Apalagi tangan nya dari tadi tak melepaskan diri pinggang nya.
Helena menatap istri Aaron, mendesah kasar jika wanita cantik ini memang sedang hamil. Terlihat perut nya yang sedikit menonjol.
"Hubby, Al capek."
"Nona silahkan anda duduk di sini."
Nicholas lagi lagi membuat Aaron semakin terbakar cemburu.
"Tidak usah terima kasih, kami akan pulang, istri ku tak bisa terlalu lelah dan dia harus banyak beristirahat, permisi."
Aaron membawa Almira pergi dari hadapan Nicholas. Ia mengumpat pria tak tau diri itu yang menatap istrinya tak berkedip.
"Tuan air nya."
Nicholas tak menjawab, ia pergi ke arah lain saat melihat punggung Aaron menjauh bersama wanita cantik yang bersamanya.
Sedangkan Helena mematung melihat semua ini. Aaron terlihat sangat mencintai gadis belia itu. Dia sama sekali tak melepaskan tangannya pada pinggang istrinya. Padahal saat menjadi kekasihnya Aaron dia tak pernah memegang pinggang nya. Mereka hanya bergandengan tangan saja saat akan ke mana mana. Dan apa yang di lihat nya sekarang.
"Bahkan kau terlihat sangat posesif dengan gadis belia itu, Aaron."
Sedangkan di luar Aaron mengumpat Nicholas dalam hati. Nathan yang baru akan masuk menyusul tuannya mengurungkan niatnya, saat melihat tuannya kembali lagi bersama dengan nyonya Almira.
"Tuan apa pestanya sudah selesai.?"
"Kau saja yang masuk ke sana, aku mau pulang bersama istri ku."
Mic tertawa melihat Nathan yang lagi lagi terkena semburan pedas dari mulut Aaron.
"Apa ada yang salah,"
Nathan bergumam dalam hati, matanya melirik ke dalam.
"Seperti nya pestanya memang belum di mulai, tapi kenapa tuan pulang terlebih dahulu.?"
Sampai di mension wajah Aaron benar benar masam. Masih cemburu dengan rekan bisnisnya yang baru. Apalagi saat melihat Almira tersenyum lebar padanya, benar benar membuat dada nya panas dan terbakar. Almira sendiri yang berada dalam gendongan Aaron mendesah lirih, ia tau jika suami nya cemburu saat ini.
Cup....
Aaron menoleh pada Almira, saat merasakan bibir Almira di pipinya. Almira sendiri berbisik di telinga Aaron.
"Jangan marah, Al tetap milikmu Hubby."
.
.