
"Tuan ada nona Kartika ingin bertemu.."
David mengepalkan tangannya mendengar wanita itu datang kemari. Sepertinya Kartika ingin bermain main dengan nya.
"Dav..."
David dan Rey menatap Kartika yang masuk begitu saja. Padahal David belum mengijinkan Rey untuk membuka pintu.
"Ada apa?"
"Pertunangan kita seminggu lagi, aku ingin mengajakmu mencari cincin pertunangan kita."
David mengeraskan rahangnya mendengar Kartika bicara.
"Sudah ku bilang nona, jangan menjadi murahan."
"Dav..."
"Keluar...."
Kartika tak menggubris ucapan David, ia mendekatkan dirinya pada David. Sementara David menatap tajam kearah Kartika.
"Kau tak bisa seperti ini padaku Dav. Ayah ku sakit, kumohon..."
Kartika berbisik lirih pada David, ia akan menghiba pada David. Ia yakin David tidak akan membiarkan namanya jelek kembali. Apalagi ini juga menyangkut nama ibunya.
Sementara dari depan pintu, Zoya menatap nanar suaminya. Dan David sendiri tak tau jika Zoya datang ke perusahaan. Ya tubuh Kartika memang sangat dekat dengan David. Tapi David menatap tajam pada Kartika. Dan itu tak terlihat oleh Zoya. Sementara Rey sendiri membelakangi pintu. Jadi ia tak tahu nonanya ada di depan pintu.
Ternyata David dan wanita itu sudah semakin dekat sekarang. Zoya menekan dadanya yang sakit, melihat suaminya dengan wanita lainnya. Ya inilah yang harus ia rasakan setiap hari. Jika ia mengijinkan David dengan wanita lain nya.
'Berbagi'
Sepertinya kata itu akan akrab dengan dirinya mulai saat ini. Ia lalu berbalik pergi, meninggalkan ruangan CEO.
Mengingat bagaimana ia masuk kemari. Zoya tersenyum tipis, saat masuk tadi ia tak tau harus bicara apa. Dulu ia menjadi OB di sini, mereka juga masih mengingatnya. Jika terakhir kalinya ia di tuduh mencuri. Dan ia dengan tak tau malu akan mengatakan, jika ia istri David. Mana mungkin mereka akan percaya begitu saja. Mereka sama sekali tak tau jika ia istri David sekarang.
Apalagi yang membuat Zoya minder, David menikahinya secara siri. Ia tak ingin malu lagi, bagaimana jika David tak mengakuinya. Jika ia mengaku sebagai istrinya. Itu sebabnya ia dengan berat hati mengijinkan suaminya bertunangan dengan wanita lain.
Sementara David sendiri tak mengakui pernikahannya di depan publik. Apalagi Kartika yang akan menggelar pesta pertunangan. Lalu apa yang bisa ia lakukan.
Dan akhirnya Zoya hanya mengatakan akan mengambil CV milik nya yang dulu tertinggal. Itu adalah alasan yang masuk akal, agar ia bebas masuk kemari.
Dua bulan ia menikah dengan David, dan baru satu bulan ia dan David layaknya suami-istri. Tapi sepertinya ia harus lebih lagi menguatkan hatinya. Jika dulu almarhum Rangga menyelingkuhi nya. Lain dengan yang ini, dia tau dan dia sendiri yang meminta. Apa dia siap...
Tentu saja tidak....Tak ada wanita yang mau di madu. Siap tak siap ia harus siap kemungkinannya. Bukankah ia sendiri yang mengijinkan. Ya cinta membuat Zoya bodoh harus berbagi. Padahal tak harus berbagi jika dia memang benar-benar mencintai David. Tapi ia tak mau melihat suami dan bundanya malu. Apalagi sampai jatuh terpuruk berimbas di perusahaan mereka. Dan itu karnanya, tentu saja Zoya tak sampai hati. Demi mempertahankan sang suami, dia akan memiskinkan suami dan ibunya. Lebih baik seperti ini.....
Zoya melangkahkan kakinya menuju tempat peristirahatan terakhir suaminya, Rangga. Ia tadi menyuruh mang Ujang pergi tanpa menunggu nya.
"Assalamualaikum mas Rangga... "
Tes.... Zoya mengusap pipinya yang basah. Tangan nya menaburkan bunga yang baru saja ia beli. Tak lama ia berdoa untuk suaminya. Ia lalu mengusap pipinya lagi yang tak berhenti mengalir air matanya.
"Terima kasih kau sudah memberikan malaikat kecil untuk ku mas. Terima kasih atas semua kasih sayang mu dulu padaku. Maaf jika aku berpaling darimu. Aku mencintai nya, aku tak bisa kehilangan nya. Kau adalah pria yang pertama kali membuat aku jatuh cinta. Tapi David adalah pria pertama yang tak ingin aku jadikan dia sandaran untuk ku, hingga maut memisahkan. Aku mencintai nya, mas.."
Sementara dari belakang Luna berjalan cepat ke arah Zoya. Emosi nya memuncak mendengar kata kata Zoya. Berbarengan dengan Zoya yang berdiri dan berbalik.
Plakk...
Zoya mengusap pipinya yang terasa panas. Ia menoleh, siapa orang yang menamparnya tiba tiba.
"Luna..."
"Mau apa kau datang kemari, heh...? Wanita sialan seperti mu, sama sekali tak pantas datang lagi kemari. Kenapa, harus kau yang menikah dengan David. Kau sudah membiarkan kakak ku menderita dan sekarang kau dengan tak tau malu datang kemari. Dengar Zoya, aku membencimu yang menduakan kakakku. Sementara dulu kakakku meminta cerai dari mu, kau sama sekali tak mengijinkannya. Setelah kakakku pergi kau bebas menikah lagi dan menjerat pria yang lebih kaya lagi."
Luna mengungkapkan kebencian terhadap Zoya. Ia meluapkan amarahnya yang selalu berakhir menyedihkan. Tak seperti Zoya yang bernasib baik. Ia sama sekali tak membiarkan Zoya membela diri.
"Luna,...."
Plakk....
Untuk kedua kalinya, Luna menampar wajah Zoya lebih keras lagi. Sedangkan Zoya terhuyung dan jatuh tersungkur di makam Rangga. Ia meneteskan lagi air matanya. Ia sungguh tak tau, jika Rangga dulu ingin minta bercerai darinya.
"Ingat Zoya, aku membencimu. Dan mungkin saja kakakku juga membencimu."
Luna meninggalkan Zoya, ia berbalik dan pergi dari sana. Sudah puas untuk hari ini ia menekan Zoya dan meluapkan kekesalannya. Ia membenci Zoya yang selalu bernasib baik.
Zoya menangis di makam suaminya. Ia tak menyangka akhirnya akan seperti ini. Bukankah dulu Rangga sangat mencintai nya. Dan Rangga juga yang mengajak nya menikah. Dia sendiri yang berjanji akan membahagiakan nya.
Tapi setelah setengah tahun menikah Rangga berubah saat dia sudah bekerja. Bekerja menjadi asisten di perusahaan elektronik. Dia menyelingkuhi nya dengan wanita lain. Dan Zoya bahkan sampai merendahkan harga dirinya, agar Rangga meninggalkan wanita itu. Ia mempertahankan Rangga demi putrinya. Jadi dimana salah nya....
Luna tersenyum miring, Zoya pasti akan merasa bersalah. Saat ia keluar dari sana, ia tak sengaja melihat Zoya. Dan kebetulan wanita yang ia benci berjalan sendirian. Dan ia mengikuti nya. Benar saja Zoya mengatakan jika dia mencintai David. Itu sebabnya ia tak terima Zoya mencintai pria lainnya. Apalagi kakak nya dulu meminta cerai, dan Zoya tak mau. Dan sekarang kakak nya sudah meninggal. Dia dengan entengnya menikah lagi dan mengatakan mencintai David.
Sepuluh hari lamanya Luna di kurung di dalam apartemen Dewa. Dia menjadi pelampiasan nafsu pria itu. Ia akan dipakai kapan saja pria itu menginginkan nya. Itu sebabnya ia sangat membenci Zoya yang bernasib jauh lebih baik dari nya.
Di rumah Sinta menggelengkan kepalanya. Memikirkan Zoya yang belum pulang sampai hari sore. Untung saja Almira sudah pintar, jadi dia tak bertanya lebih jauh jika di tinggal kan ibunya. Dia tau jika mungkin saja ibunya bekerja. Padahal Zoya sudah dari tadi pulang dari perusahaan David.
.
Bisakah tinggalkan VOTE dan hadiah 🤧
Biar semangat berkarya akunya 😭🤣😁
.