Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
14. episode 14


David tersenyum miring, melihat wajah mereka pucat pasi.


"Dav....." Rania memanggil nama David saat mereka bersama.


"Keluar..." Tak menggubris Rania yang menampilkan wajah memelasnya. Rey dengan sigap mengusir mereka bertiga keluar dari ruangan CEO.


"David, kau tak bisa memperlakukan kami seperti ini. Kau juga harus hancur bersama kami. Jangan karna sekarang kau sudah menjadi pemimpin, kau bisa seenaknya saja memperlakukan kami. Tarik berita itu sekarang juga, David..." Teriakan Erick menggema di ruangan nya. Dan menghilang kala Rey menyeret mereka keluar.


David memejamkan matanya, ia sudah ingin berbuat baik pada mereka dengan tidak menyebarkan vidio *** Rania dan Rangga tentunya. Tapi Rania dan keluarganya sudah mengusiknya, apa boleh buat terpaksa David melakukan ini.


Dalam hati kecilnya berkata, jika Zoya melihat video yang tersebar ini bagaimana reaksinya.


Sungguh David merasakan sakit, bukan niatnya untuk menghina Zoya dan merendahkan martabatnya sebagai istri. Tapi David sungguh tak ada cara lain.


Mungkin saja Zoya bertambah membencinya..


*


Mata Zoya basah, melihat video yang pernah ia tonton sebelumnya. Vidio berdurasi sekitar dua puluh menit itulah yang menghantui dirinya. Vidio yang tak sengaja ia lihat saat memeriksa ponsel suaminya.


Dada Zoya terasa sesak, " Siapa yang tega menyebarkan nya di media. Tega sekali orang itu... " Gumamnya lirih.


Tak lama Zoya melihat gambar David Aderson, selaku mantan tunangan Rania. Zoya tersenyum masam kala mendengar jika David lah yang menyebarkan Vidio almarhum suaminya. Zoya mendengar jika David memutuskan pembatalan pernikahan nya dengan Rania karna alasan Vidio itu.


"Apa tak ada cara lain, setidaknya jangan orang yang sudah meninggal..


Apa dia tak puas melampiaskannya padaku...."


Zoya menghapus air mata yang keluar, sungguh Zoya membenci pria arogan itu. Tak puas dengan menghinanya, sekarang dia menyebarkan video almarhum suaminya. Sungguh David pria yang paling Zoya benci,...


"Ya Allah...Semoga mereka tak melihat berita itu." Gumamnya lirih, ia tak ingin paman dan bibi nya tau. Meski wajah suaminya tersamarkan, Zoya yakin paman dan bibinya hapal dengan postur tubuh suaminya.


Zoya mengendarai sepeda motor matic miliknya. Usai mengantarkan pesanan nya pada pelanggannya yang membuat ia tak sengaja melihat acara televisi. Zoya berniat pulang rumah minimalis nya.


Rumah kayu minimalis yang sangat rapi, adalah tempat tinggal Zoya dan keluarga barunya.


Zoya menghembuskan nafasnya perlahan, mudah mudahan paman dan bibinya tak melihat televisi.


Zoya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan paman dan bibinya serta putri semata wayangnya tentunya.


"Selamat ulang tahun Zoya..." Tangis Zoya pecah kala mendengar ucapan selamat ulang tahun dari paman dan bibinya. Selama ini tak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk nya. Baik dari dia di panti maupun almarhum suaminya Rangga.


"Selamat ulang tahun sayang..."Bibi Lili memeluk tubuh ringkih Zoya, wanita yang tak pernah sekalipun mengeluh kepada orang lain. Meski rumah tangganya sedang di guncang badai sekalipun, Zoya tetap dalam pendiriannya. Menutup rapat aib rumah tangganya. Sehingga berdampak pada tubuhnya yang semakin kurus.


Zoya memang kurus, semenjak kehamilannya tujuh bulan. Ia sering melamun memikirkan bagaimana hubungannya dengan sang suami, yang semakin hari semakin jauh. Padahal Zoya sendiri telah berusaha bersikap romantis layaknya pengantin baru.


Hingga Zoya tau perselingkuhan suaminya, yang membuat ia menekan rasa sesak dan sakit hatinya, dan berdampak pada tubuhnya yang semakin hari semakin kurus.


Mungkin itu sebabnya putri nya terlahir sangat mungil, mungkin itu juga adalah sedikit dampak yang di timbulkan nya.


"Terima kasih Bibi...."


Bibi mengangguk dan menarik tangan Zoya utuk memotong kue minimalis yang paman bawa.


Zoya tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ini. Tangis bahagia telah berkumpul dengan orang-orang yang mencintai nya dan putrinya.


Zoya tersenyum tipis, sudah dua puluh lima tahun ternyata umurnya. Zoya tersenyum masam, di usia muda ia sudah menjadi single mom' untuk putri nya.


*


Berbanding terbalik dengan Zoya dengan keluarga kecilnya yang bahagia. David pria arogan itu semakin hari semakin tak tersentuh.


Usai perdebatannya dengan orang tua Rania, David semakin menutup dirinya. Meski namanya kembali baik dan lebih bersinar karna menjadi pria yang semakin sukses memimpin perusahaan nya. Tak membuat tersenyum...


Mommy nya bahkan sudah menyerah dengan kelakuan David, anaknya itu semakin hari semakin dingin. Bukan hanya dengan Kartika yang dulu sempat di kenalkan nya. Tapi pada wanita lainpun sama, David tak pernah merespon nya. Meski itu hanya basa basi, David akan langsung menolak wanita yang datang padanya hanya untuk berkenalan saja.


*


Hari berganti bulan, dan bulan berganti tahun. David masih saja tak berubah, semakin dingin dan arogan. Sudah tiga tahun lamanya David memendam perasaan nya.


Rasa yang semakin hari semakin membuatnya tersiksa. Ya David telah menyadari jika dia telah jatuh cinta pada wanita berkerudung syar'i itu.


AZZOYA nama yang terpatri di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Wanita yang mengacaukan hari hari nya, wanita yang sudah mengalihkan dunianya.


Wanita yang dulu ia caci, hina bahkan direndahkannya. Telah mencuri hati dan pikirannya.


"Sampai kapan kau akan menyendiri Dav... Ingatlah kau sudah tua. Tiga puluh tiga tahun, harusnya kau menikah dan sudah punya anak."


Raka, salah satu teman satu satunya yang bertahan dengannya, karna sifat arogannya. Telah menceramahi dirinya...


"Dav, Aku sudah punya anak dan anakku sebentar lagi ulang tahun ke lima, kau belum juga menikah. Apa kau mengharapkan wanita itu. ? Mungkin saja perasaan yang kau punya adalah rasa bersalah mu dengannya." David menggeleng kan kepalanya tak setuju.


"Jika aku hanya merasa bersalah aku tidak akan seperti ini, kau tau aku, Ka..." Raka hanya mengangguk.


"Bagaimana jika wanita itu sudah menikah lagi. Apa yang kau lakukan, bukankah kau tau dia memiliki seorang putri. Mungkin saja putrinya menginginkan sosok ayah. Mau tak mau, bukankah tak mustahil jika dia akan menikah untuk putrinya." David mengeraskan rahangnya, tak mungkin Zoya akan menikah secepat itu.


David meneguk lagi toktail di tangannya. Sungguh ia tak pernah rela Zoya menikah dengan pria lain. David tersenyum kecut, apa hubungannya dirinya dengan Zoya. Mungkin saja Zoya membencinya seumur hidup.


" Setidaknya apa salahnya jika dekat dengan Kartika, aku rasa dia perempuan baik."


David tak menggubris ucapan Raka, ia berdiri dan pergi di ikuti Rey di belakangnya. Raka hanya menggeleng, ia juga penasaran wanita seperti apa yang sudah menaklukan gunung es itu. Dari sekian banyak wanita single, David justru tergila-gila dengan pesona janda muda.


Huh, cinta memang buta....