Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 52


"Ommm...."


Almira meringis merasakan panas, perih dan sakit, saat sesuatu yang asing mencoba masuk ke dalam tubuhnya. Aaron sendiri juga merasa milik nya sakit dan perih, padahal baru ujung jamur nya. Tak lama kemudian Aaron benar benar menyentak nya dalam satu kali hentakan lagi dan lebih keras.


Jlebb...


"Arkkk......"


Jerit Almira keras saat tubuh bagian bawahnya di robek paksa oleh benda tumpul milik suaminya. Kedua tangan nya mencakar lengan besar Aaron.


Hanya dengan menjebol selaput dara Almira, nafas Aaron memburu. Ia mengusap pipi Almira yang banjir dengan air mata, dan juga mengusap dahinya yang berkeringat, berusaha mengoyak milik istrinya yang kecil dan sempit. Beberapa kali percobaan dan akhirnya ia berhasil menjadi kan Almira milik nya seutuhnya.


Apalagi saat ini milik nya berkedut hebat di jepit sempurna oleh milik Almira. Indah yang tak pernah Aaron rasakan selama ini. Baru kali ini milik nya seperti tersedot begitu dalam oleh milik seorang wanita.


"Om.. Sa_kit...Hik....Hik..."


Almira segukan merasakan panas dan sakit luar biasa yang ia rasakan di bawah sana. Tubuhnya seperti terbelah menjadi dua, suaminya menghujam nya sangat keras dalam satu kali hentakan.


"Maaf sayang,"


Cup ....Cup.....


Aaron sangat bangga dengan dirinya yang berhasil memiliki Almira sepenuhnya. Ia berjanji sampai kapanpun hanya Almira. Ia tak akan pernah menyia-nyiakan berlian yang sesungguhnya di tangan nya. Apalagi jika harus menukarnya dengan batu kerikil di luar sana.


Bibirnya ******* kembali bibir Almira penuh kasih sayang. Dengan lembut, ia menyesap agar Almira lupa dan teralihkan oleh rasa sakit di bawah sana.


Tak lama kemudian ia bergerak perlahan, memompa tubuh wanita yang berada dalam kungkungan nya.


"Sttt.... Om...."


Desisan Almira saat tubuh bagian bawahnya yang panas dan perih bergesekan. Perih, panas dan rasa yang entah, baru saja Almira rasakan. Rasa sakit yang di dominasi dengan rasa yang enak menerbangkannya.


Aaron sendiri merasakan sesuatu yang sangat indah menjepit milik nya. Ia benar benar di buat gila oleh istri kecilnya. Bergerak maju mundur dengan ritme yang sedang. Menikmati sensasi yang luar biasa di pusat inti tubuhnya.


Ahh...


Tubuh Aaron semakin terbakar gairah saat mendengar nada Indah yang keluar dari bibir Almira. Ia bergerak semakin cepat dan liar, memompa tubuh Almira yang berada di bawah kungkungan nya.


Tak ada yang bisa Aaron ungkapkan, sensasi yang luar biasa dan baru saja ia dapatkan. Milik Almira benar benar menjepit dan menyedotnya. Nikmat, satu kata itu yang baru saja Aaron rasakan saat ini.


Desah dan tangis Almira sama sekali tak membuat Aaron menghentikan gerakannya. Aaron benar benar sudah tertutup oleh kabut dan gairah yang membakarnya selama delapan tahun lalu. Apalagi dengan wanita yang ia impikan selama ini.


"Omm.... "


Rintihan Almira semakin menjadi saat milik nya terasa kram dan sakit. Tubuhnya benar benar seperti remuk dan tanpa tulang.


"Ya sayang sebentar lagi.."


Aaron sama sekali tak mengindahkan rintihan Almira. Ia bergerak semakin liar mengejar kepuasan dalam dirinya. Padahal wajah Almira semakin pucat, suara ******* nya juga semakin lirih. Aaron benar benar lupa, menghujam tanpa henti sampai tubuhnya sendiri menegang, menggeram tertahan, melepaskan sensasi gelombang panas yang terpendam untuk Almira. Kemudian Aaron mengerang panjang di atas tubuh tak berdaya Almira.


Akkk.......


Sedangkan Almira sendiri, tubuhnya semakin pucat dan putih.


"Om..."


Lirih nya pada Aaron, tak lama kemudian matanya terpejam. Sakit yang ia rasakan benar benar menyiksanya saat ini, hingga ia tak mengingat apapun.


Aaron membuka matanya saat tak merasakan pergerakan sang istri di bawah kungkungan nya.


"Al..."


Aaron shock melihat wajah Almira yang pucat pasi. Ia melepaskan penyatuan nya dan mengambil pakaian nya yang berserakan di lantai kemudian memakai nya.


"Al..Al... Sayang..."


"Telpon dokter brengsek,"


Penjaga dan pelayan kalang kabut menelpon dokter pribadi tuannya, melihat wajah tuannya yang terlihat ketakutan dan menyeramkan.


Sedangkan Aaron sendiri masuk kembali ke dalam kamar nya.


"Al sayang, bangun lah, jangan seperti ini, maafkan Om sayang."


Aaron mencium wajah Almira dan menepuk pipi nya berkali kali. Tak lama kemudian ia bangkit, mengambil pakaian milik Almira dan memakaikannya perlahan.


Tak terasa matanya juga berkaca kaca melihat wajah Almira yang pucat dan semakin dingin. Ia memeluk tubuh istrinya. Memangkunya lalu mengelus pipinya dan matanya yang masih basah.


"Al...." Aaron segukan, telah menyakiti istrinya. Ia benar benar sudah menyakiti Almira. Pasti Almira sangat kesakitan karena milik nya yang merobek paksa.


Tak lama kemudian dokter mengetuk pintu dan Aaron sendiri langsung menyambar jilbab Almira dan memasangkan nya asal.


Dokter memeriksa Almira yang berada di dalam pelukan Aaron. Tak lama kemudian dokter memasang infus di tangan kecil Almira. Aaron sendiri masih tak bergeming, ia shock melihat istrinya yang terkulai pingsan.


"Apa istri ku baik baik saja,?"


Dokter melirik, ke arah tuannya. Ia sendiri juga shock saat melihat seorang gadis belia pucat dan hampir putih terkulai begitu saja. Bingung menjelaskannya pada pria temperamen seperti Kenan Galaxy. Ia tau apa yang baru saja terjadi. Dan tak lama kemudian ia juga menatap Aaron penuh tanda tanya saat sadar jika Aaron mengatakan, istri.


Matanya melirik kearah wajah yang berangsur pulih. Gadis belia ini istri Kenan Galaxy, sejak kapan.


"Singkirkan pandangan mu sialan,"


Gigi Aaron gemerutuk melihat mata dokter pribadi nya yang menatap ke arah istrinya.


"Maaf tuan, nyonya......" Bingung bagaimana menjelaskan nya, ini sangat sensitif.


"Anda tak boleh menyentuh nyonya dulu sebelum nyonya sembuh, itu sangat berbahaya, dia bisa infeksi. Dan ini obat untuk nyonya dan berikan salep juga pada lukanya tuan." Lanjutnya kemudian.


Aaron sama sekali tak menatap wajah dokter di depannya. Tangan nya mengusap pipi Almira yang masih terpejam.


"Keluar..."


Dokter langsung membereskan peralatan milik nya. Sebelum pergi ia menatap wajah cantik Almira yang terbaring. Dari mana tuan Aaron mendapatkan gadis belia seperti ini, dan menjadi istri nya.


"Apa kau ingin aku memecahkan kepala mu, keluar dari sini."


Dokter berjalan tanpa menoleh ke belakang lagi. Takut dengan ancaman tuannya padanya. Apalagi saat melihat mata tajam nya.


Setelah kepergian dokter pribadi nya, Aaron beralih pada istrinya. Wajah nya tak sepucat tadi, ia melepaskan jilbab istrinya kembali dan menyimpan nya di atas meja.


"Al, maafkan Om sayang, ayo bangun...."


Bibir Aaron tak berhenti mengecup tubuh yang berangsur pulih. Ia membaringkan tubuhnya di samping Almira, memeluk tubuh kecil nya dalam dekapan nya. Ia mengutuk dirinya yang tak bisa mengontrol perasaannya dan hasrat birahinya pada wanita yang ia tunggu selama delapan tahun lalu. Ia buta karna Almira memberikan rasa kepuasan yang luar biasa.


"Al... Bangun sayang.."


.


.


Boleh deh ikuti profil emak di sini


kan mau belajar bareng buka kadonya 🥺🤣


.


.