
Luna menatap wajah tua yang semalam tidur dengannya. Pria tua itu marah dan melampiaskan padanya. Ia sendiri juga tak tau apa yang membuatnya marah.
Sementara Dewa, yang mendengar jika David akan menggelar pesta pernikahan. Ia mendatangi rumah anaknya, ia ingin tau kenapa mereka mengadakan pesta pernikahan yang sangat mewah, dan ia sendiri tak di beri tau. Benar benar sangat keterlaluan.
Bukan bertemu dengan Sinta maupun David. Ia justru di usir oleh satpam dan tak di biarkan masuk. Tah patah semangat, ia mencari tau di mana David menggelar pesta pernikahan nya. Setelah tau, ia bergegas pergi ke sana. Tapi sayangnya, di sana ia justru di seret paksa oleh beberapa orang. Tentu saja ia tak terima di perlakukan seperti ini. Ia melawan mereka semua, memberitahukan jika ia adalah ayah David Aderson. Mereka hanya mengatakan tak bisa masuk jika tak memiliki undangan langsung. Saat itu juga ia marah, David benar benar tak menghargainya sebagai seorang ayah. Apalagi perusahaan nya di kota X sangat buruk. Sudah sebulan lebih ia mencoba bernegosiasi dengan David agar membantunya. Ternyata anaknya itu sangat tak berguna.
Dewa lalu pergi ke Club malam, entah kebetulan atau apa, ia bertemu lagi dengan Luna. Wanita yang ia usir sebulan yang lalu saat David memergokinya sedang bercumbu dengan nya, ternyata ada di sini. Seperti biasa wanita itu tak hanya sedang berjoget meliukkan tubuhnya. Ia menggandeng seorang pria remaja, tubuh mereka berdua sudah menempel. Bukan hanya tubuh yang menempel bibir mereka juga sudah bertaut.
Cih...
Dewa berdecih melihat Luna, wanita itu sama seperti dirinya yang menggilai ****. Tak lama kemudian ia berdiri dan melepaskan tubuh yang menempel itu, lalu menggeret Luna dari sana. Membawanya ke apartemen miliknya.
Dewa melampiaskan amarahnya pada Luna dengan bercinta lagi. Kecewa pada David dan Sinta yang tak menganggap nya sebagai ayah dan suami. Ia bercinta dengan Luna untuk ke sekian kalinya. Hingga waktu subuh Dewa baru saja mengakhiri pergulatannya dengan Luna.
Luna mendengus saat Dewa membawanya ke mari. Saat ia di usir dari apartemen ini, Dewa tak memberinya uang sepeserpun. Ia benar benar marah dengan Sugar Daddy nya.
"Kenapa nasibku sial, tak seperti Zoya, brengsek,"
Nafasnya memburu menahan emosi yang memuncak. Ia tak bisa mendapatkan David, tapi ia selalu menjadi pelampiasan ayah David. Benar benar sial...
Luna bangkit dari ranjangnya, entah kenapa akhir akhir ini dia sering sekali lapar. Ia sendiri tak tau.
Ark...
"Jangan coba-coba pergi dari sini Luna."
"Aku hanya lapar.."
Dewa melepaskan cengkraman tangannya. Ia membiarkan Luna pergi mencari apa yang ia inginkan.
Di dapur Luna memuntahkan makanan yang di lihatnya. Perutnya mual saat melihat daging mentah di dalam kulkas. Bukankah itu hal wajar.
"Ada apa?"
"Aku tidak tau, tiba tiba saja perut ku mual melihat daging mentah."
Dewa mengeratkan giginya, sebagai pria yang pernah beristri ia tau apa gejala yang Luna tunjukan.
"Brengsek...."
Prang....
Luna berjengit mendengar umpatan Dewa dan suara pecahan gelas. Luna beringsut melihat tatapan tajam padanya.
"Tuan ada apa,?"
Luna bingung apa ia melakukan kesalahan hingga Dewa kembali marah padanya. Dewa tak menjawab, ia justru menarik tangan Luna keluar dari apartemen.
Luna bingung saat menyadari Dewa membawanya ke klinik. Tak lama kemudian Dewa menyeretnya kembali masuk ke dalam klinik.
"Periksa dia..."
"Tuan ada apa?"
"Menurutlah Luna." Luna lagi lagi beringsut, ia mengikuti saran pria yang memakai baju putih. Berbaring di atas bed lalu menyingkap kemeja yang ia kenakan. Tak lama kemudian ia merasakan dingin di perut bagian bawahnya.
"Selamat tuan, ini janin anda. Dia masih sangat kecil, dan baru _"
Belum selesai dokter bicara, Dewa menyingkirkan nya dan menarik tangan Luna agar bangun dari ranjang bed. Lalu menyeret Luna kembali pergi. Tak lupa, ia meninggalkan sejumlah uang. Sedangkan Luna, ia tersenyum tipis. Menyentuh perutnya sendiri, ia akan masuk ke dalam rumah David. Ia akan mengatakan jika ia mengandung anak ayahnya, itu artinya dia adik David.
*
David berbalik lagi dan pergi meninggalkan rumah mewah nya.
Mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, kembali lagi ke hotel tempat ia menggelar pesta pernikahan.
Ia berlari menuju kamar yang ia tinggalkan. Matanya memerah mengingat di sini, ia menyakiti Zoya.
"Periksa rekaman cctv dan daftar tamu undangan yang masuk."
"Baik tuan?"
Prang.... Brakk...
David menghancurkan kamar hotel mewah yang semalam membuatnya hilang kendali. Tak lama kemudian ia mengikuti Rey, ia ingin melihat sendiri siapa yang ingin menghancurkan nya.
Nafas David memburu, ia ingat semalam sebelum Zoya ke aula. Ia meminum jus yang di berikan mommynya.
Mata David tak berkedip menatap layar monitor. Dimana seorang wanita membubuhkan sesuatu pada gelas tersebut dan tak lama mommynya datang membawa nya.
"Stop Rey, aku tau siapa semalam yang bersamaku."
Tangan nya terkepal erat, ia berdiri di ikuti oleh asisten nya Reymond.
"Kau bermain main denganku nona,?"
David menginjakkan pedal gas nya menuju kediaman Rania. Wanita yang semalam menghabiskan malam bersamanya.
Brakk....
Erick dan juga istrinya berjengit kaget, mendengar suara pintu di dobrak dan terbuka lebar. Tak lama kemudian ia melotot kan matanya, melihat sosok mantan tunangan putrinya David.
"David, apa apaan kau datang ke rumah orang tanpa permisi."
Sett...
"David, apa yang kau lakukan,?"
"Di mana putrimu?" Sementara istri Erick berdiri tak jauh dari mereka dengan gemetar ketakutan.
Tak lama kemudian Rania menggeret koper miliknya. Ia tak tau jika David ada di sini. Ia yakin David akan segera mengetahui ulahnya semalam. Itu sebabnya ia akan pergi dari sini. Ia sudah puas menghancurkan Zoya, dia melemparkan suaminya padanya. Lalu dia mengambil David dari dirinya. Sekarang impas, David sendiri bercinta dengannya di hadapannya langsung.
Dengan kaki yang pincang ia berjalan menuruni anak tangga.
"Kau yakin akan keluar dari sini nona?"
Deg...
Mata Rania melotot melihat David ada di sini. Dan lagi tangan pria itu mencekik leher ayahnya. Rania beringsut mundur, secepat kilat ia berbalik. Tapi sebelum ia sampai di kamarnya, Rey menarik dan menyeretnya lagi.
"Lepaskan aku,!"
Brug...
"David apa yang kau lakukan..?" Ibu Rania berteriak, ia shock melihat putrinya terhempas di lantai begitu saja.
David tersenyum miring, melihat ketakutan di wajah Rania. Ia melepaskan cengkraman tangannya pada leher Erick dan menghempaskan begitu saja.
Uhuk.. Uhuk..
"Kau berharap aku akan melepaskan mu nona."
Krekk....
Arkkkkk.....
"David.."
Erick dan istrinya berteriak keras, mereka shock melihat kaki putrinya di injak oleh David, menggunakan sepatu pantofel nya.
Sedangkan Rania, ia hampir kehilangan kesadarannya. Tanpa belas kasih David menginjak kakinya yang cacat.
"Davv...."
Nafasnya terputus, akibat rasa sakit yang luar biasa menjalar di seluruh tubuhnya.
"Kau salah memilih lawan nona, wanita murahan seperti mu memang pantas mendapatkan nya."
"David hentikan, brengsek..."
Erick menggila di tangan Rey, sementara istrinya sudah pingsan terlebih dahulu. Ia mencoba melepaskan diri dari cekalan tangan Reymond.
"Kau pikir aku akan membiarkan benihku tumbuh di rahim mu nona?"
"Dav, maafkan aku."
"David..."
Erick berteriak kencang saat melihat putrinya hilang kesadaran. Ia berlari ke arah Rania, saat Rey melepaskan cekalan tangannya. Lalu David meninggalkan rumah mewah Erick, diikuti oleh Rey.
"Siapkan operasi nya.."
.