Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 85


Nafas Almira memburu, menikmati sisa sisa percintaan panas nya dengan Aaron. Sepulang dari tempat pesta rekan bisnisnya Aaron bercinta lagi dengan Almira di ranjang milik nya.


Aaron memang tak pernah melepaskan Almira begitu saja. Aaron akan setiap malam bercinta dengan Almira. Untung saja Almira tak seperti dulu, yang akan pingsan saat Aaron menggempur nya untuk pertama kalinya. Mungkin juga hormon ibu hamil, Almira juga menginginkan nya terus.


"Sayang apa lelah, Baby nya tidak nakal.?"


"Yang nakal kamu by,"


Aaron melebarkan bibirnya, mendengarnya. Memang iya dia tak bisa melihat Almira diam dan tak menjamahnya. Wangi tubuh nya yang seperti bayi membuat nya candu dan ingin selalu menyentuhnya.


"Kamu juga sayang yang menggodaku," Almira melirik ke arah Aaron.


"Hubby, siapa tadi rekan bisnis pemilik pesta. Dia terlihat lebih muda, apalagi dia baik padaku tadi, apa dia sudah menikah, istrinya pasti sangat beruntung jika mendapat kan nya."


Senyum lebar Aaron hilang dari bibir tebalnya mendengar pertanyaan istrinya. Ia membaringkan tubuhnya membelakangi Almira. Sebal dengan istrinya, yang menanyakan pria lain dan memuji nya.


"Hubby kenapa, ko belakangi Al?"


Tak ada sahutan dari Aaron, Almira bingung ia menepuk pundak suaminya.


"Hubby apa sudah tidur,?"


Masih tak ada sahutan dari Aaron. Almira mendesah lirih, tak lama ia tersenyum melihat tingkah suaminya. Ia yakin jika saat ini suaminya sedang cemburu karna dia membahas pria lain.


"Sayang sekali padahal Al mau lagi, tapi Hubby sudah tidur. Ya sudah, tidak jadi."


Aaron masih diam, ia memejamkan matanya mendengar rayuan istrinya. Milik nya berkedut lagi mendengar jika Almira menginginkan nya lagi.


"Tahan Aaron, Almira membuat mu marah, jual mahal sedikit."


Gumam Aaron dalam hati. Tapi milik nya semakin berkedut dan mengembang sempurna. Apalagi dia saat ini belum memakai pakaian, begitupun dengan Almira. Jelas saja milik nya bebas berdiri tegak.


"Shhh.. Ahhh...."


Almira meringis saat baby yang berada dalam kandungan nya menendang.


Mata Aaron terbelalak mendengar suara ******* Almira yang terdengar erotis di telinga Aaron. Tubuhnya seketika panas dan menginginkan lebih lagi. Apa yang istrinya lakukan hingga mendesah lagi. Tak lama kemudian Aaron berbalik dan menindih tubuh kecil Almira.


"Hubby.."


Almira kaget saat mendapati Aaron tiba-tiba saja sudah berada di atas tubuh nya.


"Sayang aku ingin lagi,"


Tanpa menunggu jawaban dari Almira, Aaron menyatukan milik mereka lagi yang sudah mengeras dan siap tempur.


Percintaan panas yang kedua kalinya di malam hari ini. Padahal Aaron sedang marah dengan Almira yang memuji pria lain di hadapan nya. Tapi pesona Almira menggoyahkan iman nya yang sedang cemberut dan cemburu. Mana mungkin Aaron menolak kesempatan emas untuk nya. Marahnya bisa nanti lagi kan...


*


Nicholas bergulang guling di ranjang milik nya. Ia masih tak bisa menghilangkan bayang bayang wajah cantik istri Aaron. Ia tak tau siapa namanya, tapi yang jelas gadis itu tak bisa menghilang dari matanya.


"Bukankah dia masih belia, dari mana Aaron bertemu dengan bidadari secantik dia. Aaron benar benar sangat beruntung memiliki nya, di juga sedang hamil. Pantas saja Aaron memuji wanita nya ternyata dia sangat cantik dan matanya benar benar menggemaskan. Ah sialan... Kenapa aku tak bisa menghilangkan wajah nya dari kepala ku."


Nicholas benar benar sudah terjerat dengan pesona Almira. Dia sama sekali tak menyangka jika Aaron, pria dewasa' yang menginjak usia tiga puluh sembilan tahun itu menikah dengan gadis belia. Apalagi wanita itu juga seperti nya mencintai Aaron, terlihat dari senyum lebarnya saat Aaron mengenalkan nya pada nya.


Nicholas tau jika Helena ingin mengejar Aaron kembali. Helena yang meminta Nicholas menjadikan nya sebagai sekertaris nya. Hanya karna alasan ingin mendekati Aaron dan ingin Aaron tau jika dia sudah kembali lagi ke Venesia dan single tentunya.


Menikah hampir lima belas tahun lamanya, Helena belum di berikan kepercayaan seorang anak dalam rahim nya. Hingga saat Helena tau jika Aaron menjadi pebisnis terkaya di kota Venesia Helena menggugat suaminya.


Selama ini Helena memang tak tau Aaron yang kaya. Yang ia tau jika Aaron pria biasa. Itu sebabnya ia menikah dan tinggal di Australia bersama dengan sang suami.


*


Aaron tersenyum lebar bersama dengan Almira di samping nya. Ia bergelayut manja di tangan Almira.


"Hubby awas bangun, ishh malu."


Aaron tak menggubris ucapan Almira, ia masih bergelayut di tangan Almira.


Nathan sendiri yang duduk di kursi kemudi hanya melirik sekilas. Menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aaron pada istrinya.


"Sayang apa Baby nya tak sakit karna semalam?"


Buk..


Almira mendelik tajam pada suaminya, ia melirik ke arah Nathan yang duduk di kursi kemudi. Sedangkan Nathan sendiri menghentikan mobilnya saat memasuki basmen gedung perusahaan terbesar milik Aaron.


"Sayang,?"


Tanya nya lagi pada Almira saat tak mendapatkan jawaban dari bibir istri nya.


Sedangkan Almira sendiri tak menggubris suaminya. Ia turun dari mobil dan berjalan meninggalkan Aaron. Suaminya itu benar benar sangat menyebalkan. Apa dia tak malu menanyakan nya saat ada Nathan.


Aaron sendiri menoleh, saat mendapati dirinya sudah berada di basmen gedung milik nya.


"****, kenapa kau tak bilang jika kita sudah sampai. Kau memang bodoh atau apa Nat, lihatlah istri ku sudah turun, bodoh."


"Tuan tidak bertanya."


"Kau,"


Aaron mendelik dan turun dari mobilnya mengejar langkah kecil Almira.


Sedangkan Almira sendiri menatap wajah pria yang semalam bertemu dengan nya, pria pemilik pesta di hotel Luxury.


Dan Nicholas sendiri menatap wajah Almira tak berkedip. Jantung nya berdetak kencang melihat wajah cantik yang semalam tak bisa membuat nya tidur. Entah kenapa pagi pagi ia ingin datang ke perusahaan milik Aaron, ternyata ia bertemu dengan wanita cantik dengan mata bundarnya.


"Nona,"


Almira tersenyum, mendengar sapaan pria di depannya ini.


"Perkenalkan saya Nicholas rekan bisnis tuan Aaron yang baru."


Nicholas mengulurkan tangannya pada Almira. Matanya tak berkedip melihat wajah cantik Almira.


Sedangkan Aaron mengeraskan rahangnya melihat wanita nya bersama dengan rekan bisnisnya. Ia berjalan lebar mendekati istrinya dan merangkul pinggang nya.


"Tuan Nicho, bukankah semalam anda sudah berkenalan dengan istri saya.?"