Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 44


Begitu pintu lift terbuka, David menyambutnya dengan senyum lebarnya.


Deg...


Zoya salah tingkah melihat David tersenyum. Ia tau David bukan tersenyum padanya. Mungkin saja pada Almira yang berada di dalam gendongan nya.


"Kenapa putri Daddy minta gendong, hmm...


Lihat bunda berkeringat gendong Al, makin gendut sih putri Daddy."


David meraih putrinya dari Zoya, lalu tangannya menggandeng tangan Zoya. Sedangkan Lala mengikutinya dari belakang membawa kotak makan pesanan David. Tentu saja Zoya yang memasaknya.


"Al sini sayang duduk sini,!"


Zoya memanggil putri nya, agar tak berlari lari.


Balita berusia empat tahun itu menurut, duduk di samping ibunya.


"Biarkan saja sayang, Jangan terlalu banyak melarang nya. Diusia nya, dia sedang ingin mencari banyak tau, biarkan saja. Itu justru bagus jika dia sangat aktif....."


Lagi lagi Zoya hanya menunduk, David memang sangat menyayangi putrinya. Hanya saja ia yang takut jika Almira akan merusak atau mengganggu pekerjaan David.


Melihat Zoya yang menunduk, David menghembuskan nafasnya perlahan. Ia tau Zoya masih membentengi dirinya. Ia tak mungkin memaksakan Zoya terbuka padanya.


Sudah bersyukur Zoya mau menerimanya sebagai suami. Dan semalam mereka sudah menyatu saja dia masih kelihatan canggung.


"Sayang, besok mommy ingin kita pulang ke kota A. Aku ingin memperkenalkan mu pada mommy ku. Apa kau bersedia, menemui mommy.?"


Zoya meremas gaunnya, ia tak tau harus bilang apa? Bagaimana jika ibu David tak menerimanya sebagai menantu. Apalagi dia adalah janda.


Melihat kegelisahan Zoya, David menyentuh telapak tangan nya.


" Aku_"


"Baiklah jika kau belum siap, aku akan menelpon mommy?"


"Jangan.."


David mengerutkan keningnya, mendengar Zoya berteriak keras padanya. Belum pernah dia mendengar suara Zoya yang keras. Dia hanya akan menjawab lembut dan mengangguk atau menggeleng.


"Maaf..."


"Tak apa, ku pikir tadi itu bukan istri ku. Aku sampai kaget,"


David terkekeh geli melihat wajah Zoya yang takut. Tak lama kemudian ia mendapatkan cubitan di pinggangnya dan itu dari Zoya.


"Aduh iya iya sayang..."


David tertawa lepas meledek Zoya, dan tanpa sadar Zoya ikut tertawa. Tak lama Zoya menghentikan tawanya saat sadar apa yang mereka lakukan.


Cup...


Blus...


"Aku senang jika kau bahagia sayang, tetaplah seperti ini Zoya. Aku mencintaimu."


Ciuman bertubi tubi David berikan pada istrinya. Meski Zoya menolak dan menghindar. Ia tau Zoya malu karna adanya Lala yang sedang bersama Almira.


Tok...Tok...


"Mas... Ada orang,"


David mematung mendengar Zoya memanggilnya mas. Ia tak perduli dengan orang yang mengetuk pintu. Tatapan matanya masih menatap lekat wajah Zoya yang bersemu merah.


"Aku_"


Tanpa menunggu persetujuan David menyambar bibir Zoya. Ia ********** rakus, dan menerobos masuk kedalam. Mengobrak abrik rongga mulutnya. Dan Zoya memukul mukul dada bidang David. Ia gelagapan mendapat serangan tiba-tiba dari David.


Hemm...


Wanita paruh baya shock melihat kelakuan putranya yang dengan brutal mencium seorang wanita. Siapa dia, apa dia menantunya?.


Sedangkan Rey dari tadi berdehem, ia sendiri juga malu melihat tuannya yang mengungkung Zoya. Padahal mereka tak hanya berdua, ada pengasuh putrinya.


Hemm...


"Mom..."


Zoya menegang di tempatnya, itu artinya wanita paruh baya yang memergoki mereka adalah mertuanya. Sedangkan David sama sekali tak menyambut kedatangan ibunya. Ia menggeser tubuhnya ke samping, dan masih menempel pada Zoya.


Ia melirik Zoya, yang menggigit bibir bawahnya. Ia tau Zoya kaget dengan kedatangan ibunya yang tiba tiba. Ia sendiri juga tak menyangka jika ibunya akan datang ke kota B. Bukankah baru saja mommynya menelponnya.


Sinta menatap Zoya tak berkedip. Cantik, pantas saja putranya tergila gila dengannya.


"Apa kalian tidak punya malu,? Bukankah ada kamar pribadi mu Dav. Tidak tau malu, kau mencontohkan perilaku tak baik pada anak kecil."


Sinta tak habis pikir dengan putranya. Sejak kapan putranya itu bersikap agresif pada seorang wanita. Apalagi ini di kantor, David tak pernah bertingkah seperti ini saat di kantor. Dia akan sibuk dengan lembaran kertas putih milik nya. Dan ini, apa yang ia lihat, seperti bukan David putranya.


Matanya tak mengalihkan dari wanita di samping David. Ia menaikkan sebelah alisnya. Ada apa, kenapa tangan nya bergetar. Takut ketahuan berbuat mesum di kantor, atau apa?


"Zoy.."


David tau tubuh Zoya gemetar takut. Ia memandang nanar istrinya yang meremas gaun nya.


"Mom, dia Zoya istri David.."


" Assalamualaikum Bu.."


Zoya berdiri memberanikan diri mengangkat wajahnya dan mengulurkan tangannya. Memandang wajah cantik wanita paruh baya tersebut. Dia adalah ibu suaminya, itu artinya dia adalah mertuanya.


Tanpa Zoya duga, wanita paruh baya tersebut memeluk nya.


" Terima kasih, kau sudah bersedia menjadi istri anak Bunda. Terima dia apa adanya,? Bunda ingin kau mau membimbing David menjadi lebih baik."


Mata Zoya berkaca kaca, ia tak menyangka ibu David akan menerimanya sebagai menantu.


"Ibu menerima saya, saya janda dan punya anak."


Sinta tambah mengeratkan pelukannya pada Zoya. Ia tau siapa Zoya, wanita korban keegoisan almarhum suami dan juga putranya. Ya David tak menceritakan tentang Zoya padanya. Ia mencari tau sendiri, setelah dia mengetahui pernikahan mereka. Ia juga tau jika David, yang membuat wanita cantik ini trauma.


"Maafkan putra Bunda," Zoya terisak di pelukan wanita paruh baya tersebut. Ia tak menyangka dirinya di terima dengan tangan terbuka oleh ibunda David.


"Unda..."


David menoleh pada putrinya, ia berjalan dan meraih Almira. Gadis kecil ini hendak menangis melihat ibunya menangis.


" Ini cucu Oma,?"


David mengangguk mengiyakan ucapan ibunya. Dan Sinta hendak meraih Almira, tapi sepertinya gadis kecil itu masih malu.


"Mommy dengan siapa datang kemari?,"


David bertanya pada ibunya, sambil membuka kotak makan siang yang di bawa Zoya.


"Dari mana kau mengenal nya Dav, dan kau tidak mengancamnya Dav. Ibu tau, siapa kamu Dav. Dan bagaimana dengan Kartika?. Mommy sudah menyetujui pertunangan kalian sebulan yang lalu. Kau tidak memberitahukan pernikahan mu dari awal Dav."


Sinta memang sudah tau Zoya adalah istri dari almarhum Rangga. Dan dia tak menyangka jika putranya akan menikahi Zoya. Ia takut David mempunyai maksud tujuan tertentu. Dia tau putranya, tak akan memaafkan orang yang mengusik hidupnya.


Apalagi mengingat Rania, mantan tunangan David. David sama sekali tak pernah menanyakan kabar wanita itu.


Apalagi David juga menghancurkan perusahaan ayah Rania.


"Jangan permainkan Zoya Dav, bunda tak terima jika kau menikahi dia hanya untuk membalaskan dendammu."


"Aku mencintai nya mom, aku menikahi dia tulus, aku ingin membahagiakan mereka berdua. Dan Kartika, David sama sekali tak mengenal wanita itu.?"


Clek...


Zoya datang bersama dengan Rey, ia pergi membuat kopi untuk ibu mertuanya. Tidak mungkin Zoya akan menyuruh OB yang membuatnya. Sementara Sinta, menutup rapat bibirnya. Ia datang ke mari karna bingung sendiri dengan rencana pertunangan David dan Kartika. Ia tak tau jika David sudah menikah. Sebulan yang lalu ia menyetujui begitu saja permintaan mereka yang akan menjodohkan David dan Kartika. Tanpa pikir panjang ia menyetujui begitu saja. Ia pikir, pasti David akan menerima Kartika. Yang ia tau David itu masih kecewa dengan Rania. Itu sebabnya ia menyetujui begitu saja.


.


.