Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode.49


David terkekeh melihat wajah merah Zoya yang memerah. Ia menyembunyikan wajahnya kedalam pelukannya. Tak lupa ia juga melayangkan ciuman bertubi tubi pada pipi istrinya. Dan sepertinya pipi Zoya juga sudah mulai cabi.


Ia tau Zoya berusaha menjadi wanita yang terbaik dan bisa memuaskan suami nya. Pasti dia trauma jika ia akan mengatakan Zoya yang kaku dan monoton saat bercinta. Seperti yang ia dengar, saat Zoya tak sadar mengatakan nya jika Rangga selalu menghinanya dengan mengatakan itu. Apapun yang Zoya lakukan dan bisa, ia bukanlah Rangga yang mempermasalahkan nya. Baginya jika bercinta dengan orang yang di cintai nya mau bentuk dan gaya apapun itu luar biasa.


Apalagi baru saja Zoya menunjukan betapa hebatnya dia di ranjang. Tentu saja David tambah tergila gila pada wanita yang dulu ia hina dan rendah kan.


*


Luna mengepalkan tangannya di bawah selimut. Lagi lagi, ia hanya bisa pasrah dan menerima begitu saja. Setelah bercinta pria yang ia kenal dengan nama Dewa itu akan membawanya ke kota A. Ia mengumpat pria itu, dia di perlakukan seenaknya dan harus menuruti keinginan nya. Luna tau, bukan hanya dirinya yang menghangatkan ranjangnya. Tapi banyak wanita seperti dirinya, yang menjadi budak **** nya. Kadang juga Luna dan wanita lainnya dalam satu malam melayani pria ini, satu ranjang tentunya.


"Jangan berpikiran kau ku perlakukan istimewa. Mereka tak ada yang mau ku bawa ke kota A. Nindi sakit dan Stella tak mau. Hanya kau yang harus mau, aku tak tau lagi siapa nama mereka yang lain. Yang jelas tak ada yang paling hebat memuaskan ku selain dirimu. Jadi kau harus mau..!"


Dewa merayu lagi Luna, agar ia mau kapan saja menjadi penghangat ranjangnya. Dalam hati, Luna mengutuk pria tua di depannya. Ia juga menyesal dulu dengan gilanya ia melemparkan tubuhnya menjadi Sugar Baby. Dan yang paling gila, ia akan membuat sugar Daddy nya terkapar tak berdaya oleh permainan nya. Tentu saja itu adalah cara agar ia mendapatkan uang yang melimpah.


"Tapi akhir akhir ini kau seperti tak bersemangat. Kenapa hmm...?"


Cup...


Dewa melabuhkan ciuman panasnya pada leher Luna. Tangannya meraba raba lagi tubuh yang masih polos dan tertutup selimut.


"Ayo puaskan aku lagi, aku akan membelikan mu tas keluaran terbaru."


Luna bereaksi, tubuhnya menggeliat kegelian ulah tangan keriput Dewa. Dia menoleh dan sedikit menampilkan senyum nya.


"Kau harus berjanji padaku!"


Tanpa menunggu lama, dewa membaringkan tubuhnya sendiri terlentang di atas kasur. Ia akan menikmati permainan dari sugar Baby nya. Hanya ini yang paling ia suka dari Luna. Sugar Baby nya ini sangat pintar membuatnya senang. Dan selain itu Luna juga sangat liar di ranjang.


*


David dan Zoya berpamitan pada paman dan bibinya. Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada mereka. Mereka yang sudah menjadi orang tua angkat istrinya. Ia juga meminta paman dan bibinya ikut, tapi sepertinya mereka berdua tak mau meninggalkan kota ini. Ya David memberikan modal pada paman dan bibinya agar berbisnis. David memberikan toko pecah belah yang tak terlalu besar untuk mereka mencari rejeki.


"Nak David terima kasih sudah memberikan kami rumah yang sangat besar, dan toko untuk paman."


Meski tak terlalu besar rumah yang di berikan oleh David. Bagi Ridwan dan istrinya rumah ini sangat mewah. Rumah minimalis berlantai dua, David berikan secara cuma-cuma untuk nya dan istrinya. Belum lagi toko pecah belah yang David berikan seminggu yang lalu.


David hanya mengangguk, ia lalu meraih putrinya dan menggendongnya. David memang tak bisa berbasa basi. Pria kaku itu tak pandai merayu orang tua.


Sedangkan Zoya menatap nanar paman dan bibinya. Kenapa mereka tak mau ikut kembali ke kota A bersamanya.


"Suhtt... Hiduplah bahagia. Paman dan bibi mendoakan mu dan putri mu. Ingat Zoya tanpa paman dan bibi pun kau bisa melewati semua ini. Apalagi sekarang kau ada David. Cintai dia dengan sepenuh hati. Bibi yakin dia akan menjadikan mu ratu di hati dan raganya."


Zoya mengeratkan pelukannya pada bibinya. Wanita ini lah yang menguatkan dirinya saat ia terpuruk. Paman dan bibinya lah yang membuatnya tegar menghadapi semua cobaan bertubi tubi.


"Pergilah...!"


Dengan berat hati Zoya melepaskan pelukannya. Ia juga memeluk paman nya, berpamitan pada orang yang selalu menggendong putri nya. Dan tak lama David menggandeng tangan Zoya. Mengajaknya masuk ke dalam pesawat yang akan membawanya ke kota A.


Tak jauh dari sana, Luna mengepalkan tangannya melihat Zoya dan David bergandengan. Sepertinya mereka akan ke kota A. Ia melirik kearah pria yang bersamanya. Kenapa kebetulan sekali ia melihat Zoya di bandara. Rupanya tak sia sia ia mengikuti sugar Daddy nya ke kota A. Sudah di pastikan mereka berdua akan pulang ke kota A. Tak mungkin berbulan madu, sementara koper yang mereka bawa tak hanya dua.


*


Di kafe..


Wanita cantik yang saat ini ada bersama teman temannya ini hanya berdiam membisu. Ia tak mendengar atau pun meladeni candaan teman temannya. Ia memikirkan tentang pernikahan David dan perempuan lainnya. Kenapa David harus menikah dengan perempuan lain. Tiga tahun lalu ia di perkenalkan oleh ibunda David. Dia sendiri juga bilang jika ia dan David agar berjodoh.


Lalu apa ini, sebulan yang lalu ibu David menyetujui pertunangan mereka. Dan seminggu yang lalu ia mendengar jika pria yang hendak berjodoh dengan nya sudah menikah.


"Kenapa mereka tega mempermainkan aku. Harusnya jika David sudah menikah, Tante tak harus memberikan ku harapan palsu."


Kartika bergumam lirih, ia sangat kecewa terhadap ibu dan juga David sendiri. Tiga tahun ia mengejar dan mendekati pria itu, tapi ia sama sekali tak ada kesempatan untuk bertemu langsung dan bicara berdua walau hanya sekedar minum kopi.


"Tika, ada apa? Melamun aja kamu, udah ga sabar mau nikah."


Tawa teman temannya memenuhi kafe di mana mereka berkumpul. Mereka tak sadar jika saat ini sedang menjadi pusat perhatian.


Dan Kartika hanya tersenyum tipis. Entah apa yang akan ia jelaskan jika mereka semua tau, jika ia tak jadi menikah dengan David. Malu...


Tentu saja ia malu, ia sendiri yang mengatakan pada mereka dua minggu yang lalu. Jika ia akan bertunangan dengan David.


"Gue mau ke toilet dulu yah.."


Temannya mengangguk mengiyakan, mereka hanya memandang Kartika yang menjauh.


"Ko gue rasa ada yang Tika sembunyikan ya. Wajah nya seperti tertekan gitu?"


"Iya.."


"Ah paling juga dia grogi secara mau jadi istri David Aderson."


Mereka berempat tertawa, menertawakan Kartika yang seperti bocah ABG. Takut mau menikah, padahal baru mau bertunangan belum menikah.


.


Coba aja kalau udah di kasih yg panas giliran aq di kasih yg dingin 🤧


Vote dan hadiah gitu😭 Biar aq gak ikutan panas bisa nulis lagi, ga ada yang kasih VOTE dan hadiah 🤣


.


.