Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 62


"Apa maksudmu Zoya,?"


Rahang David mengeras mendengarnya. Ia sungguh shock, Zoya meminta cerai darinya. Apakah Zoya benar benar tidak mencintai nya.


"Apa kau masih mencintai Rangga, Zoya..?"


David terkekeh kecil, ia sudah di permainkan oleh istrinya sendiri. Ia kalah oleh orang yang sudah mati.


"Ya aku masih mencintainya," David memejamkan matanya, mendengar kata yang menyakitkan baginya.


"Benarkah Zoya, kau masih mencintai Rangga."


David menyeringai, ia membuka pakaian nya sendiri dan membuangnya asal. Menarik tangan Zoya kasar dan mendudukkan nya di atas meja kerjanya.


Sementara Zoya hanya pasrah, ia tau David marah padanya.


David membungkam bibir Zoya dengan bibir nya. Ia sangat sakit saat mendengar dengan telinga nya sendiri, jika Zoya masih mencintai Rangga. Pria yang sudah meninggal dan pria yang membuat Zoya menderita tentunya. Ia cemburu mendengar Zoya masih menyimpan rasa cintanya pada pria brengsek itu.


Uh...


Lenguhan panjang Zoya lolos dari bibirnya, saat David menyesap leher jenjangnya. Dan turun ke dua aset berharga yang kembar. Zoya meringis merasakan sakit, saat dua gunung kembar itu di sesap David.


Rasa marah dan cemburu yang membuatnya terbakar bercampur emosi. Ia sangat marah, istrinya tak mencintai sedikit pun. Dan masih mencintai Rangga, almarhum suaminya yang brengsek.


David benar benar hilang kendali, ia menjamah tubuh istrinya kasar. Bibir nya bahkan memberikan tanda merah di seluruh tubuh polos Zoya. Ia tak perduli dengan Zoya yang merintih akibat sesapan kasarnya.


Tahan Zoya....


Zoya hanya memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan dan bibir David di seluruh tubuhnya. Meski sentuhan itu banyak yang terasa sakit, akibat David memberi tanda merah yang kasar. Dan tangan itu juga mengoyak di bawah sana. Hingga miliknya benar benar terasa panas.


Ya Zoya ikhlas di perlakukan kasar oleh David. Semoga besok adalah hari baru untuk nya dan David. Ia tak ingin David kecewa padanya. Zoya mencintai David sepenuh hati. Di hatinya ia sudah mengubur perlahan nama Rangga. Dan ingin menggantinya dengan nama David Aderson.


Sungguh Zoya baru merasakan yang namanya bercinta sekasar ini. David tak memberikan jeda dan dia dengan kasar mengoyak tubuh bawah nya.


"Dav..."


David menyeringai lebar melihat dan mendengar Zoya yang mengerang. Dan ia merasa tangan nya basah dan licin di bawah sana. Akhirnya, ia bisa membuat Zoya melupakan sejenak pria brengsek itu dengan keahliannya.


Tak menunggu lama ia memposisikan dirinya pada Zoya. Menyentak wanita yang duduk di meja kerjanya. Dan Zoya memekik kaget, merasakan panas dan sakit yang luar biasa.


Ia mencengkram erat lengan David dan mencakar nya. Ingin rasanya ia menangis mendapatkan perlakuan seperti ini dari David.


Rasa panas menjalar sampai ke pinggang, akibat hujaman keras dan tanpa jeda David.


David tak perduli dengan Zoya, ia tau Zoya sangat kesakitan dengan permainannya. Ia mendengar suara erangan yang keluar dari bibir mungil Zoya. Tapi itu lebih ke suara rintihan. Ya Zoya merintih, mungkin saja sakit.


Tapi ia tak perduli, ia menekan miliknya lebih dalam lagi. Hingga tak lama kemudian ia memuntahkan lahar panas milik nya, memenuhi rahim Zoya.


Sementara Zoya, meringis merasakan panas bercampur sakit di bawah perutnya. Rasa panas itu benar benar tambah menyiksanya.


Matanya mengabur, melihat David yang melepaskan penyatuannya. Ia lalu menurunkan kakinya ke lantai dingin. Tubuh dan tangannya bergetar hebat menahan sakit yang luar biasa.


Sungguh pandangan nya juga semakin gelap.


"Mas...."


Bibirnya bergetar memanggil suaminya, tangannya terulur meminta David agar menolongnya.


Sedangkan David, usai melepaskan penyatuan nya. Ia mengambil baju miliknya yang berserakan lalu memakainya. Ia mencoba acuh pada Zoya yang merintih. Apalagi dia tadi melihat wajah Zoya yang pucat, dan keringat sebesar biji jagung bercucuran di dahinya.


Rasa marah dan cemburu, membuat David melampiaskan dengan bercinta kasar.


"Mas..."


Rintihan Zoya terdengar sangat lirih di telinga nya. Ia enggan menoleh pada wanita yang membuatnya kecewa.


Prakk..Brukk....


Prakk...Brukk...


David terkesiap mendengar benda jatuh. Ia menoleh dan matanya terbelalak melihat tubuh Zoya terkulai di lantai dingin. Ia segera meraih tubuh zoya ke dalam pangkuan nya.


"Sayang.... Zoya.."


David berteriak keras memanggil nama istrinya yang terkulai. Tubuh David bergetar saat tak sengaja tangan nya terkena darah. Ia melirik ke arah paha istrinya.


Deg....


Mata David memanas melihat darah segar itu berasal dari sana. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Zoya, maafkan aku sayang, bangun..."


David memeluk kepala Zoya dan mengusap kening serta rambutnya. Ia juga menepuk pipi nya berkali kali.


Matanya juga, melihat darah itu semakin banyak keluar.


Arrkk


"Astaghfirullah haladzim Zoya,"


Sinta masuk begitu saja saat melihat tubuh polos Zoya di pangkuan David. Ia tak sengaja mendengar suara David yang berteriak. Ia bangun ingin mengambil air minum yang habis.


"Gak mungkin, David...!"


Sinta ikut berteriak saat mendekat dan melihat Zoya yang mengeluarkan darah segar dari kedua pahanya.


Ia menangis dan meraung keras meminta David segera membawa Zoya ke rumah sakit.


Dan David dengan sigap membopong tubuh Zoya, lalu Sinta menutupi tubuh Zoya yang polos dengan jubah mandi yang tergeletak di bawah sana.


*


Sinta menangis di depan pintu ruang UGD. Ia sangat menyesal telah membiarkan mereka berdua berselisih paham. Sinta menyesal tak memberitahukan David, jika Zoya melakukan semua ini karna ia tak ingin menjadi benalu. Dan akar jika Kartika mempermalukannya dan dirinya.


Zoya hanya tak ingin ia dan David jatuh dan tercoreng namanya. Lagi pula ia rasa tak hanya itu yang Zoya pikirkan. Pasti ada alasan lainnya juga, tapi ia tak tau itu apa?.


Sementara David, menatap kosong tangan nya yang berlumuran darah. Ia juga terisak yang melihat dengan jelas, bagaimana wajah Zoya yang pucat pasi tadi.


Sinta tak menoleh sama sekali pada putranya. Bibir keriput nya bergetar. Mengingat bagaimana jika kemungkinan terburuk akan di dengarnya. Ya tentu saja ia tau Zoya saat ini pendarahan. Ia wanita jelas tau, apa yang di alami zoya.


*


Sementara Kartika terisak di ranjang besarnya. Ia sama sekali tidak berpikir jauh. Ia mengumpat Reza yang pastinya telah mengambil kesempatan darinya. Tak lama kemudian ponselnya bergetar, dan itu dari ibunya.


"Ya mom.."


"......"


" Ya Tika ada di rumah mom, ..."


Tak lama kemudian Kartika menutup telponnya. Ia lalu melemparkan ponselnya begitu saja.


Brakk...


Kartika semakin kencang menangis meratapi nasibnya sendiri. Berulang kali ia mengumpati dirinya yang bodoh. Terlena dengan mudah oleh rayuan Reza.


Pertunangan nya dan David sebentar lagi. Dan dia justru berbuat ulah dengan Reza.


Kartika sama sekali tak mengindahkan peringatan David. Ia masih kekeh jika David akan datang di pesta pertunangan yang ia gelar. Tak mungkin David tak datang ke sana. Dia pasti akan malu jika tak datang. Rekan bisnisnya pasti akan mencap buruk namanya.


.


.