Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 73


Di dalam kamar mandi, David mengumpat Rangga. Pria brengsek itu, kenapa harus di kenang oleh istrinya. Apalagi Zoya, kenapa ia begitu bodoh masih mencintai Rangga.


"Brengsek, jika kau masih hidup. Aku sendiri yang akan melenyapkan mu."


David menyudahi mandinya, sepertinya ia akan pergi ke makam Rangga dan menggali kuburnya. Pria brengsek itu sepertinya harus di bakar, agar istrinya tak lagi mencintai nya.


Zoya tersenyum mendengar suara gemercik air. Rupanya suaminya sudah pulang, Zoya segera mencari setelan baju untuk suaminya.


Clek...


" Mas David kenapa gak panggil Zoya kalau sudah pulang.?"


David tak menjawab nya, ia hanya menatap wajah cantik Zoya. Entah kenapa ia sangat sakit mendengar dengan telinganya sendiri jika Zoya masih mencintai Rangga. Padahal David sudah tau Zoya tak mudah membuang rasa pada Rangga.


"Mas ada apa?"


,


"Tidak ada sayang.." David memakai baju yang Zoya pilihkan.


Zoya tersenyum tipis di tatap David. Ia memasangkan kancing bajunya dan mengecup bibir suaminya.


Cup...


"Kita turun mas, mungkin bunda dan Al sudah menunggu kita.!"


David hanya mengangguk dan menggandeng tangan Zoya. Meski hati masih kecewa dengan Zoya. Tapi ia sangat mencintai istrinya.


Dari tangga David dan Zoya melihat Rania yang bermain dengan Almira. Melihat pemandangan seperti itu, Zoya meremas lengan David. Sementara David sendiri yang menyadari lengannya sakit, hanya melirik ke arah Zoya. Kemudian menipiskan bibirnya....


Ia lalu melepaskan tangan Zoya, dan melangkah mendahului nya. Sementara Zoya sendiri menatap tak percaya pada suaminya. Apa suaminya masih mencintai Rania?.


" Addy.." David langsung mengangkat tubuh mungil Almira, ia mengecup wajah cantik putri sambungnya berkali-kali.


" Al sudah makan...?" Almira menggelengkan kepalanya, dan David membawa Almira ke meja makan.


"Zoya, David tidak menyukai sayur hijau.!"


Tangan Zoya menggantung di udara, benarkah suaminya tak menyukai sayur hijau. Zoya melirik ke arah David, dan David hanya diam saja. Tangan nya justru, mengambil brokoli putih yang jauh.


" Biar aku saja mas,"


David masih tak menjawab, ia hanya diam saja. Sedangkan tangan kirinya terkepal erat. Ingin rasanya ia mengusir wanita ****** ini dari rumah nya. Tapi ia ingin melihat bagaimana istrinya mempertahankan dirinya.


"Maaf nona, tak sopan jika anda yang melayani suami orang. Terkecuali itu sudah menjadi kebiasaan anda."


David dan Sinta shock mendengar Zoya yang mengeluarkan kata kata kasar nya. Selama ini dia tak pernah berkata kasar pada orang lain. Sementara Rania meremas ujung sendoknya di permalukan oleh Zoya.


Setelah menidurkan putrinya, Zoya kembali lagi ke kamar. Ia masih memikirkan saat di meja makan tadi. Jika David tak pernah memakan sayur hijau. Lalu kenapa selama ini ia memakannya saat mereka ada di kota B. Dan lagi David tak pernah mengatakannya jika ia tak suka.


"Jangan sampai wanita ****** itu datang lagi ke mari."


Setelah mengatakan itu David menutup telponnya. Nafasnya masih memburu, mengingat kejadian di kantor dan kedatangan Rania di rumahnya. Benar benar sangat menjijikkan.


"Apa Al sudah tidur sayang?" Zoya menganggukkan kepalanya. Melihat Zoya mengangguk David membalikkan tubuhnya lagi.


David berjengit merasakan tangan kecil Zoya melingkar di pinggangnya. Dan lagi Zoya menyandarkan kepalanya di punggungnya.


"Mas David marah dengan Zoya.?"


David mengusap tangan istrinya, ia masih tak ingin menjawabnya.


"Mas David hanya mendengar sebagian saja, apa yang Zoya katakan. Jika mas David dengar kalau Zoya masih mencintai almarhum suami Zoya. Mas David berarti tidak tuli."


Zoya terkekeh kecil merasakan tubuh suaminya yang menegang. Ia tau David pasti marah. Sedangkan David yang mendengar istrinya mengatakan jika ia tak tuli. Langsung berbalik. Menatap tajam wajah Zoya yang kurang ajar terhadapnya.


"Zoya..."


Zoya menubruk David dan mengalungkan tangannya pada leher suaminya.


David menatap wajah cantik Zoya. Sejak kapan Zoya bicara panjang lebar seperti ini. Dan lagi dari mana dia pandai merayu.


Tak mendapat respon dari suaminya, Zoya mencebikkan bibirnya. Wajahnya melengos sambil melepaskan rangkulan tangan nya di lehernya.


Ark...


"Mas David,"


Bug...Aw...


"Dari mana kau belajar merayu, hmm."


Zoya menggigit bibir bawahnya, sementara David yang melihat wajah bingung Zoya, gemas. Ia menggigit dagu istrinya hingga Zoya memekik keras. Tak lama kemudian mereka berdua menautkan bibir.


"Mas..."


David mendengus, ia lupa jika istrinya masih belum boleh melakukannya. Tapi ia bahagia Zoya banyak berubah. Ia mau tertawa lepas padanya. Sungguh tak ada yang David inginkan selain ini. Kebahagiaan Zoya, dan putrinya.


Meski ia sempat kecewa tadi, tapi Zoya kembali menenangkannya. Ya ia juga tak ingin Zoya mencintai pria brengsek seperti Rangga.


Setelah Zoya tertidur, David bangun dan melangkah keluar.


"Mom, apa yang Rania lakukan dengan datang kemari.?"


"Mommy tidak tau, dia hanya datang meminta maaf pada bunda."


"Ku mohon mom, jangan pernah mengijinkan wanita itu datang kemari. Aku tidak ingin Zoya salah paham lagi. Jangan sampai aku meratakan perusahaan ayahnya."


"Lalu apa yang tadi kau lakukan sendiri di meja makan. Membiarkan Rania yang ingin melayani mu di meja makan."


David salah tingkah, sementara Sinta hanya menggelengkan kepalanya. Ia tau David sengaja agar Zoya cemburu.


"Jangan berbuat ulah lagi, jangan sampai Zoya pergi lagi darimu David."


David berlari ke kamarnya, mana mungkin ia akan membiarkan Zoya pergi lagi dari nya.


Sampai di kamarnya ia lalu membaringkan tubuhnya memeluk Zoya erat.


"Maaf sayang, kau yang selalu membuatku cemburu buta."


*


"Brengsek..."


Ark..


"Keluar dari sini Luna, "


Tanpa menunggu lagi, Luna keluar dari apartemen Dewa. Dan hanya berbalut kemeja Dewa. Luna tak sempat memakai pakaiannya yang ada di apartemen Dewa. Melihat pria itu marah seperti ingin membunuhnya. Tentu saja Luna lebih baik pergi.


Ia tak ingin mati sia sia, apalagi berakhir di apartemen Dewa.


Sementara Rania membanting semua alat make-up nya. Ia cacat dan David menikahi wanita yang ia rebut suaminya. Apa apaan semua ini. Apa Zoya yang sengaja menyuruh suaminya untuk menggodanya. Agar ia bisa bersama dengan David.


"Brengsek... Ku balas kau Zoya. Wanita sialan, kau sengaja mengumpankan suami mu padaku. Agar David membenciku dan kau mengambil David dariku."


"Hentikan Rania, apa yang kau lakukan?"


"Istri David, dia ternyata istri Rangga mom. Wanita itu sengaja ingin menghancurkan hubungan ku dengan David."


Ibu Rania shock, mendengar penuturan putrinya. Sedangkan Erick, yang mendengar nya juga mengepalkan tangannya.


"Aku tak bisa menerima ini mom. Aku cacat dan Zoya merebut David dari ku." Rania mengepalkan tangannya erat, mengingat Zoya adalah istri dari Rangga. Itu artinya Zoya sengaja.


Zoya aku akan menghancurkan mu. David milikku dan akan selamanya milik ku.