Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 65


Masih sakit sayang.."


Tanya Aaron saat miliknya terbenam sempurna, Almira menggeleng kan kepalanya mendengar pertanyaan suaminya. Melihat gelengan kepala istrinya Aaron tersenyum. Ia memang sudah di buat gila oleh Almira. Bagaimana ia tak tergila gila dengan istrinya. Milik Almira membuatnya candu dan ingin selalu terus menghujam nya.


Suara desah Almira membuat tubuh Aaron semakin terbakar gairah. Apalagi saat mendengar jika bukan desisan sakit dan ringisan saat ia melihat wajah istrinya. Yang ada hanya suara ******* dan wajah yang tertutup kabut.


"Oh, Al kau membuatku gila sayang."


Bibir Aaron meracau tak jelas, milik nya benar benar berkedut sempurna oleh cengkraman milik istrinya. Rasa sempit dan sesak yang semakin membuatnya gila dan terbakar gairah. Apalagi mendengar jika istri mencintai nya, ia benar-benar menjadi pria paling beruntung di dunia ini.


Bibirnya sama sekali tak berhenti mengecup bibir dan seluruh wajah Almira, Aaron tak berhenti meracau menyebut nama istri nya.


Almira sendiri mendesah dan menjerit saat Aaron mempercepat gerakannya. Tangan nya mencengkram erat lengan Aaron. Sudah berkali kali Almira sampai puncak nya, tapi Aaron sama sekali belum ingin mengakhirinya.


Apalagi saat Aaron membalikkan tubuh Almira, dan Almira hanya nurut saja. Ia sebelumnya tak tau apa yang akan aaron lakukan. Tapi tak lama ia menjerit keras saat Aaron menghujam nya.


"Om...."


Aaron memang gila, ia menunjukkan pada Almira jika ia adalah pria dewasa dengan bercinta sangat panas. Hingga satu jam lebih Aaron baru mengakhiri percintaan panas mereka saat pusat inti tubuhnya berkedut hebat. Ia bergerak liar dan tak lama kemudian ia mendongak saat puncak pertamanya menghantamnya.


"Ahhh... Al..."


Tubuh Aaron menegang, saat ia menyemburkan bibit unggul nya pada rahim Almira. Tangan nya mencengkram erat pinggang ramping Almira. Seperti nya Aaron memang sudah di buat gila oleh Almira. Tangan nya yang sakit seketika hilang dan tak berdarah.


Sedangkan Almira sendiri menjerit keras, nafasnya memburu mendapatkan hujaman keras dan liar dari suaminya. Apalagi ia baru pertama kali nya Aaron melakukan Nya seperti ini.


Aaron terkesiap saat rasa nikmat yang menghantam nya berangsur pulih. Dan kesadaran nya baru kembali, menatap punggung putih Almira.


"Sayang..."


Aaron kelabakan dan langsung melepaskan penyatuan nya pada Almira. Almira sendiri meringis, saat Aaron melepaskan penyatuan nya. Ia berbalik dan menatap Aaron tajam.


Aaron terbahak melihat mata istrinya yang melotot padanya. Ia mencium seluruh wajah Almira bertubi tubi. Ia pikir Almira akan kembali lagi pingsan seperti sebelumnya. Mengingat jika ia semakin gila menghujam nya. Apalagi mendengar jika Almira mencintai nya. Ia hilang kendali dan tubuhnya semakin bersemangat dan tentu saja berkobar.


"Om perih.."


Aaron masih tak menghentikan tawanya, ia mengusap kepala Almira dan mencium nya lagi.


"Maaf sayang, habis om sangat bahagia mendengar nya."


Almira mencubit pinggang Aaron dan memukulnya.


"Aw sayang sakit,"


Keluh Aaron pura pura sakit, saat tangan nya yang terluka di pukul oleh tangan kecil Almira. Padahal, saat ia bergerak tadi dan tangan Almira juga memukul nya ia tak mengeluh sakit. Almira bangun dan mendelik lagi saat melihat luka Aaron terbuka lagi.


"Om sih,"


Aaron menarik tangan Almira agar tertidur lagi. Ia mengecup wajah Almira. Ia sangat bahagia Almira mencintai nya.


"Tidak apa sayang, lukanya langsung sembuh mendengar istri kecil Om mencintai Aaron Kenan Galaxy."


Cup..


Belum puas, Aaron kembali lagi mengecup bibir Istrinya. Tapi hanya sebentar, ia tak mau lagi kembali menggagahinya. Almira masih terlalu kecil untuk mendapatkan serangan nya yang tak pernah hilang.


Aaron memeluk tubuh kecil Almira, membawanya ke dalam pelukan nya. Almira sendiri bisa mendengar suara detak jantung Aaron di telinga nya. Ia tersenyum tipis, jika Aaron bisa membuatnya bahagia, ia tak akan meminta lebih. Ia hanya ingin keluarga yang harmonis seperti bunda dan daddy nya.


Aaron sama sekali tak memejamkan matanya, ia terlalu bahagia mendengar jika Almira mencintai nya. Rasa cintanya terhadap wanita yang berada dalam pelukan nya ini sangat dalam. Ia sudah berjanji akan menjadikan Almira ratu di hati dan mension mewah nya.


Queen....


Ia akan menemui wanita itu, untuk terakhir kalinya. Queen tak boleh mengganggu rumah tangga nya. Ia tau jika Queen tak bisa menerima keputusan nya. Tapi ia memang tak bisa mencintai wanita itu, hubungan keduanya hanya sebagai simbiosis tak lebih.


Ya ia memang brengsek telah memanfaatkan Queen, tapi ia memperlakukan sama dengan wanita yang menjadi teman ranjang nya. Apalagi Queen sendiri yang selalu datang padanya terlebih dahulu dan melemparkan tubuhnya pada nya.


*


"Pagi sayang..."


Cup.. Cup...


Aaron mencium wajah istrinya bertubi-tubi saat melihat mata istrinya terbuka. Almira sendiri menguap berkali kali dan mengucek matanya. Tubuhnya seperti mau rontok dan sakit semua nya. Ia beralih menatap suaminya yang sudah terlihat segar dan memakai baju formal nya.


"Tubuh Al sakit semua,"


Keluhnya pada suaminya, Aaron menyimpan gelas susu di tangan nya dan tangan nya beralih memijit tubuh kecil Almira.


"Sayang minum susu nya dulu Ok,"


Aaron membangun kan tubuh Almira perlahan, bibir nya tak berhenti mengecup wajah istrinya. Ia tau jika Almira sangat lelah akibat ulahnya semalam. Tangan beralih mengambil gelas susu dan memberikan pada istrinya


"Om mau ke perusahaan, Al belum mandi,?"


Ya setelah solat subuh tadi Almira tidur kembali hingga matahari sedikit meninggi.


"Al yakin bisa berjalan, kalau ikut.?"


Goda Aaron pada Almira, Almira sendiri mencebik mendengar jika apa yang di katakan Aaron memang benar. Ia pasti tak akan bisa berjalan, apalagi ini masih sangat perih.


Aaron tertawa terbahak melihat wajah istrinya dan bibir yang mencebik. Ia menyambar dan **********.


"Ishh.."


"Al di rumah saja ya sayang, nanti siang Om pulang kalau jam makan siang, Ok."


Almira mengangguk mengiyakan ucapan suaminya, lagi pula tubuhnya sangat lelah dan sakit semua.


"Pintar istri Om, ayo Om suapi dulu makan nya sayang."


"Om gak kesiangan jika suapi Al dulu."


Tanya nya pada suami nya dan membuka mulutnya, menerima sendok yang di sodorkan padanya.


"Om akan pergi ke perusahaan jika Al sudah makan. Jangan terlalu di pikirkan sayang, bukankah perusahaan itu milik Om, jadi Om bebas pergi kapan pun."


Aaron terkekeh saat mendapatkan cubitan lagi. Tangan nya tak berhenti menyuapi Almira, ia yakin istrinya kelaparan akibat semalam ia menggempur nya. Beruntung nya ia mendapatkan Almira, ia sama sekali tak merasa keberatan saat merawat Almira seperti ini. Ini adalah keinginan nya dan ia sangat senang merawat dan memanjakan Almira.


Baginya, Almira berlian yang sangat berharga.


*