
",Dav, bisakah kau tunda dulu, liburan masih panjang dan kau mau membawa Almira pergi." Sinta berseru, ia masih belum rela jika David membawa Almira pergi dari rumah.
"Mom, Al harus mendaftar kuliah di sana."
David menjawab seperlunya, ia juga tak ingin melakukan ini. Tapi ia juga tak ingin Aaron datang mencari Almira dan mengambilnya.
Tak ada yang menjawab ucapan David lagi, mereka diam, apalagi putra kembarnya yang memang sepertinya tak rela jika sang kakak jauh darinya.
*
"Buka gerbangnya..."
Satpam yang berjaga bergetar tubuhnya saat melihat sebuah senjata api mengarah padanya. Apalagi melihat wajah seram dengan kacamata hitam yang menempel di matanya.
"I_ya,"
Aaron tersenyum tipis, ia menatap wajah tampan nya di balik kaca spion. Wajah tampan nya sudah kembali seperti semula meski belum terlalu hilang bekas pukulan David padanya.
Dari jauh ia bisa melihat jika keluarga David sedang berkumpul di depan rumah.
"Kau mau membawa istri ku kemana David," Ia menekan pedal gasnya menghampiri mereka semua yang berkumpul di halaman.
Sedangkan David dan semua keluarganya kaget saat melihat mobil silver melaju ke arahnya.
Tangan nya terkepal erat, saat tau mobil Aaron lah yang datang ke rumahnya, saat menculik Almira tempo hari.
Cit...
Mereka semua kaget saat tiba-tiba saja sebuah mobil silver berhenti di depan mereka semua.
Dari dalam mobil, Aaron bisa melihat wajah merah padam David yang menatapnya. Pria yang menjadi ayah mertuanya itu pasti akan membawa Almira pergi.
"Sudah ku bilang David, aku bisa merebut milikku."
Gumamnya sambil membuka pintu mobil dan menurunkan kakinya satu persatu.
"Brengsek.."
David mengumpat dan menatap tajam pada pria yang keluar dari mobil.
Zoya menatap wajah yang keluar dari mobil. Dahi nya mengkerut saat melihat pria tinggi tegap keluar dari mobil. Seperti nya ia pernah melihat pria yang memakai kacamata hitam itu.
Dan Aaron sendiri membuka kaca mata hitam nya dan melemparkan nya pada jok mobil, lalu menutupnya kembali.
"Om..." Almira berseru dan tersenyum lebar melihat wajah yang di kenalnya saat Aaron melepas kacamata hitam nya.
"Almira.." David menatap datar putrinya. Almira menciut dan langsung menunduk takut saat David berseru pada nya.
Tentu saja David tak terima mendengar Almira memanggil Aaron. Dan Aaron sendiri, menampilkan senyum sejuta Watt mendengar istri kecilnya memanggil nya dan mengenalinya. Ia berjalan mendekati wanita paruh baya yang di taunya jika dia adalah ibu David.
"Maaf jika saya datang tiba-tiba nyonya."
Aaron mendekat pada Sinta dan menunduk sedikit. Sinta sendiri masih bingung, siapa pria dewasa yang tiba-tiba saja datang ke rumah mewahnya. Apalagi dia sangat tampan dan berkarisma, dan cucunya mengenali pria di depannya ini. Sejak kapan cucunya kenal dengan orang asing.
"Saya ingin menjemput istriku nyonya,"
"Istri.."
Jawab Sinta, ia bingung siapa yang di maksud istri pria ini. Setaunya, semua pembantunya bukan dia suaminya dan ia tau siapa. Lalu siapa yang di carinya, apa dia salah alamat. David sendiri yang mendengar ucapan Aaron dadanya bergemuruh, emosinya memuncak, Aaron akan menjemput istrinya. Dia tetap tak akan terima jika Almira menikah dengan mantan rivalnya itu.
Aaron mengangguk mengiyakan, dan tersenyum lebar pada semua orang. Mata tajamnya melirik Almira yang berdiri di samping David. Ia tak perduli dengan wajah David yang menatapnya tajam.
"Ya aku menjemput istri ku nyonya,"
Di belakang Sinta, Zoya sudah gelisah merasa tak enak. Tak mungkin benar apa yang ada di dalam pikirannya.
"Almira, istriku." Lanjutnya lagi.
Semua nya shock mendengarnya tapi tidak dengan David. Dia justru mengeraskan rahangnya mendengar keberanian Aaron dengan nya. Apalagi Zoya, matanya langsung terpejam, merasakan kekecewaan yang luar biasa di hatinya.
"Pergi dari sini, atau peluru ku yang akan menembus kepalamu."
Belum hilang shock mereka semua, David sudah menambah jantung mereka tambah shock melihat nya. Aaron sendiri menipiskan bibirnya, ia mengambil selembar kertas putih dan membukanya.
"Maaf ini bukti pernikahan ku dengan Almira, mengenai surat nikahnya akan keluar satu tahun lagi tuan."
Dada David semakin bergemuruh, pantas saja Rey tak bisa membatalkan pernikahan mereka begitu saja. Rupanya Aaron sudah mengantongi berkas nikah sahnya.
Zoya mendekat pada Aaron, ia ingat jika pria ini bernama Aaron Kenan Galaxy. Pria yang dulu pernah menawarkannya kebahagiaan padanya, agar ia meninggalkan David.
Dan sekarang, tiba tiba saja dia mengatakan jika Almira istrinya.
Dan David sendiri masih mengacungkan senjata api nya pada Aaron. Ia masih tak bisa menerima jika pria yang menjadi rival nya itu menjadi menantunya.
"Menantu," Cih....
David berdecih mengingat jika Aaron menantunya, ia tak akan pernah mengakui pria brengsek seperti Aaron menjadi menantunya.
Dan Aaron menatap datar wajah wanita yang pernah di kejarnya. Wanita di depannya ini lah yang dulu ingin ia rebut dari suaminya. Azzoya, wanita yang pernah membuat jantung nya berdebar kencang kini ada di depannya.
"Maaf tuan, bisa kau ulangi lagi perkataan anda barusan."
"Almira, istriku.." Jawabnya lugas. Zoya mendongak menatap wajah Aaron yang menjulang tinggi di hadapan nya. Nafasnya memburu mendengar penuturan pria asing yang mengatakan jika putri nya adalah istrinya. Jadi pria ini yang tidur dengan Almira tempo hari. Pria sama yang menawari sebuah pernikahan dan kebahagiaan padanya.
Plakk..
Almira berjengit kaget begitu pun dengan semua orang, melihat Zoya melayang kan tangannya pada pria yang tempo hari bersamanya.
"Siapa yang mengijinkan mu menikahi putri ku tuan.?" Zoya berteriak keras pada Aaron. Ia masih belum percaya jika Almira menjadi seorang istri. Apalagi menjadi istri Aaron Kenan Galaxy, pria dewasa yang jauh lebih tua dengan putri nya. Apalagi Almira masih kecil, putri kecilnya di nikahi tanpa seizin darinya.
Almira sendiri masih bingung, istri, dia istri pria di depan nya ini, kapan.
Dengan gesit Aaron, menampik tangan David ke atas.
Dor... Arkk...
"****..."
"Jangan bertindak bodoh tuan, bagaimana jika Zoya yang terkena peluru anda."
David menatap istrinya yang pucat pasi, tanpa sadar ia melepaskan pelurunya begitu saja pada Aaron. Ia juga tak mengingat jika bisa saja Zoya lah yang tertembak.
Aaron langsung melangkah pada Almira dan memeluknya. Ia tau jika istri nya takut mendengar suara tembakan David. Dan Almira sendiri menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Aaron.
Zoya menangis menatap nanar putrinya, Almira sudah menjadi seorang istri. Putri kecil nya yang dulu tak di anggap oleh ayahnya sendiri sekarang sudah menikah.
Sementara Asraf dan Arhas mereka menunduk, begitupun dengan Sinta. Tak ada yang menyangka jika Almira sudah menikah, apalagi dengan pria yang jauh lebih tua darinya.
"Maaf..."
Tak ada yang menjawab perkataan Aaron, mereka semua masih shock dengan kejadian hari ini. Apalagi Zoya, masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini. Mungkinkah ini adalah alasan David ingin Almira pergi dari rumah. Menjauhkan Almira dari Aaron.
Zoya menatap wajah suaminya, dan Almira yang berada di dalam pelukan Aaron.
"Kenapa anda tak meminta ijin dari kami tuan?"
David menatap nanar pada istrinya yang merasa kecewa.
"Setidaknya anda meminta restu terlebih dahulu pada kami tuan. Almira masih sangat kecil, dia tak tau apa apa, kenapa anda menikahi putri saya tanpa meminta izin pada kami. Almira masih punya orang tua tuan......
Apa yang kamu lakukan Almira, kamu mengecewakan bunda kali ini."
"Almira tak tau, aku yang menikahinya paksa." Jawab Aaron menatap Zoya.
.
.