Anak Kembar CEO Amnesia

Anak Kembar CEO Amnesia
Jangan coba-coba mengulanginya lagi


"Bima, tolong aku!" tiba-tiba tanpa sadar Ayunda memanggil nama yang sudah berusaha dilupakannya.


Brakkkk


Tiba-tiba pintu ditendang keras dari luar dan muncul beberapa pria berbadan besar.


Tentu saja kejadian itu membuat semua yang berada di ruangan itu, tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah pintu.


"Lepaskan gadis itu!" teriak salah satu pria berambut pirang dan memiliki mata biru.


"Brengsek! beraninya kalian menggangu kesenanganku! Kalian tidak tahu siapa saya, hah!" bentak Harold, berang.


"Kami tahu siapa kamu. Tapi kami tidak akan takut, karena kamu tidak terlalu berpengaruh. Justru harusnya kamu yang takut, karena kami bisa saja menyebarkan kelakuanmu, yang pastinya akan membuat malu keluargamu. Apa kamu mau itu terjadi?" pria yang sama, menyahut ucapan Harold dengan nada yang sangat dingin.


Wajah Harold sontak berubah pucat, tapi itu hanya sementara. Setelah itu, tawanya kembali pecah dan diikuti oleh rekan-rekannya. Padahal mereka tidak tahu apa yang ditertawakan oleh Harold.


"Kalian tidak tahu ya peraturan di mana keluarga bangsawan itu diberi kekebalan berdaulat yang membuatnya bebas dari hukum Inggris dan tidak bisa dituntut pidana atau perdata? Jadi kalian lebih baik pergi dari sini sebelum aku murka," Harold mencoba menakuti.


Pria besar berambut pirang itu tidak terlihat gentar. Justru pria itu sekarang tersenyum smirk dan melangkah mendekat.


"Aku asli warga negara di negara ini, dan aku tahu kalau peraturan itu hanya berlaku untuk kelurga kerajaan. Kamu bukan warga kerajaan, itu berarti kamu tidak punya hak privilage, lolos dari jeratan hukum. Lagian, boleh saja kamu bebas dari hukum,tapi harga diri keluargamu sudah kamu hancurkan dengan tindakan bejatmu,"


Harold seketika terdiam seribu bahasa. Dia sekarang benar-benar mati kutu. Namun, walaupun seperti itu,pria itu tetap tidak bisa terima kalau dia harus menyerah dan pergi. Baginya, kalau dia pergi, wibawanya di depan teman-temananya tidak akan ada lagi.


"Kamu terlalu banyak bicara! Rasakan ini!" Harold tiba-tiba mengangkat kakinya dan dengan cepat melayangkan tendangan ke arah pria yang sudah berani mengancamnya itu. Namun, pria yang sudah siap siaga sejak awal, dengan mudah menangkap kaki Harold dan menghempaskannya dengan keras.


Hal itu tentu saja membuat Harold semakin murka. Pria itu kemudian menoleh ke arah ke lima temannya.


"Kalian tunggu apa lagi? Kenapa masih diam? ayo seranng dia?" titah Harold dengan suara menggelegar.


Ke lima rekan Harold itu pun mulai bergerak maju. Demikian juga dengan rekan-rekan pria berambut pirang.


Karena pria berambut pirang itu adalah orang yang terlatih demikian juga dengan anak-anak buahnya, membuat mereka dengan mudah melumpuhkan Harold dengan ke lima temannya.


"Bawa, Nona Ayunda dari sini! Dan ingat pesanku tadi!" titah pria berambut pirang yang ternyata adalah pimpinan di timnya.


"Baik, Tuan Alex!" sahut salah seorang, anak buah pria itu yang sepertinya berasal dari Asia.


"Ayo, Nona Ayunda! kita pergi dari sini! Biarkan tuan Alex yang mengatasi mereka!"


"Nona,anda jangan takut! percayalah kami bukan orang jahat,"


Ayunda melihat ke arah mata pria yang mengulurkan tangan ke arahnya, untuk melihat apakah pria itu jujur atau bohong.


"Ka-kalian siapa? Kenapa kalian menolongku? Bagaimana aku bisa percaya kalau kalian ini murni mau menolongku, sedangkan aku sama sekali tidak mengenal kalian?" walaupun Ayunda melihat tidak ada kebohongan di mata pria itu, entah kenapa dia tetap saja ragu.


Mendengar pertanyaan Ayunda, Alex selaku pimpinan tim itu, mengayunkan kaki, melangkah menghampiri Ayunda.


"Nona, tolong bisa bekerja sama! Tolong ikut dengan anak buahku! Kami datang ke sini karena diminta oleh seseorang untuk menyelamatkanmu, karena sebelumnya dia sudah tahu kalau pria bernama Harold beserta teman-temannya, hendak menjebakmu malam ini. Bagaimana Tuan kami itu bisa tahu, karena dia selalu mengawasi Anda. Kalau anda ingin tahu siapa orang itu, nanti Nona tanya sendiri pada anak buahku. Mereka pasti akan memberitahukanmu. Sekarang yang penting, Nona Ayunda pergi dulu dari tempat ini,"


Mendengar ucapan pria bernama Alex yang tegas dan penuh wibawa, bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, Ayunda langsung berdiri dan bersedia pergi dengan anak buah Alex.


Sementara itu, Harold yang merasa perhatiann Alex sudah tidak fokus padanya, demikian juga dengan anak-anak buah pria itu, Harold dengan langkah pelan mencoba untuk kabur.


Bughh


Tiba-tiba Alex berlari dan memberikan tendangan keras di punggung Harold, hingga membuat pria itu jatuh terjerembab.


"Jangan kira aku sudah lengah. Aku sudah terbiasa menghadapi dua situasi sekaligus, tapi fokusku tidak akan terganggu," ucap Alex.


Sambil menahan sakit, Harold terlihat berusaha untuk berdiri kembali.


"Kamu sudah berani denganku. Lihat saja, kamu akan mendapatkan akibatnya. Jangan anggap sepele kekuasaan papaku walaupun kami bukan anggota kerajaan Inggris. Tapi, kami tetap akan selalu mendapat dukungan dari kerajaan," ancam Harold, dengan mata yang berapi-api.


Alex kembali tersenyum smirk, seakan sedang meremehkan ancaman Harold.


"Silakan, Tuan Harold! Tapi aku percaya kalau orang tuamu dan pihak kerajaan adalah orang yang bijaksana. Anda jangan mengira kalau aku tidak tahu, tentang anda yang selalu tidak dipedulikan oleh keluarga anda sendiri, karena kelakuan anda yang selalu membuat mereka malu," Tenggorokan Harold seketika seperti tercekat mendengar ucapan Alex yang benar adanya.


"Aku yakin, kalau mereka tidak akan percaya denganmu lagi. Sekarang, aku justru tidak bisa membayangkan, bagaimana reaksi orang tuamu kalau tahu perbuatan bejatmu ini. Karena sejujurnya kami punya bukti kuat,bagaimana kamu mengajak teman-temanmu itu untuk menjebak seorang gadis. Bagaimana, apa kamu tetap akan mengadukan peristiwa ini pada orangtuamu?" Alex mencondongkan tubuhnya, menatap Harold dengan tatapan mengejek.


Harold tidak menjawab sama sekali, karena semua yang dikatakan oleh pria di depannya itu,benar adanya.


"Sekarang aku minta kamu pergi dari sini! Dan aku sarankan jangan pernah usik Nona Ayunda. Karena bagaimanapun rencanamu,akan tetap ketahuan oleh Tuan kami. Dan begitu ketahuan,kamu siap-siap saja dikeluarkan dari silsilah keluargamu, paham kamu!" suara Alex benar-benar terdengar dingin. Aura yang ditunjukkan oleh pria itu benar-benara sangat mengerikan bagi Harold.


"Ti-tidak akan! Aku bisa pastikan tidak akan mencoba untuk mengusik Ayunda lagi. Ta-tapi, tolong jangan melaporkan ini semua ke orang tuaku!" mohon Harold dengan wajah memelas. Wajah yang tadinya berusaha untuk diganas-ganasin seperti singa kini terlihat seperti kucing yang memelas minta makan.


Tbc