Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 88 Mabuk


Selepas resepsi, kini keduanya telah berada di dalam sebuah kamar hotel. Kamar hotel itupun sudah di hias sedemikian rupa untuk menyambut pengantin baru. Dengan hiasan kelopak mawar berbentuk hati diatasnya, membuat suasana semakin romantis. Kevin dan Keira mendadak menjadi canggung. Mereka kompak duduk tepi ranjang namun saling berjauhan.


Hening


Hening


Hening


Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan setelah ini.


''Aku mau mandi dulu,'' ucap keduanya dengan bersamaan.


''Kamu saja,'' ucap mereka lagi dengan kompak.


''Mas saja duluan saja. Aku akan melepas gaun ini dulu.''


''Baiklah.'' Ucap Kevin sambil beranjak dari duduknya.


''Mmmm tapi, bisa bantu aku untuk melepaskan resleting gaunku?'' pinta Keira dengan gugup.


''Oke.'' Jawab Kevin dengan berusaha tetap santai. Keira lalu berdiri membelakangi Kevin. Punggung mulus Keira terpampang nyata di hadapan Kevin. Lagi-lagi jantungnya berdegup begitu cepat.


''Mas, ayo cepat lepaskan! Awas ya jangan mesum!'' kata Keira dengan ketus.


''Si... siapa yang mesum? Pikiranmu saja yang jorok.'' Kevin lalu menurunkan resleting gaun Keira perlahan. Kevin tidak menyangka kalau resleting itu akan sampai bawah tepat di atas tulang ekor. Punggung Keira tersekspos lebih luas lagi. Keira sendiri tiak menyadari kalau resleting itu sampai bawah. Tangan Kevin terhenti saat resleting itu sampai bawah, bahkan untuk sesaat dia tertegun. Melihat pemandangan yang sudah lama sekali tidak ia lihat yaitu lekuk tubuh seorang wanita.


''Mas Kevin, sudah belum?'' tanya Keira sambil memegang erat gaunnya.


''Eh iya, sudah. Ak-aku ke kamar mandi dulu.'' Kevin pun buru-buru melangkahkan kakinya karena ia benar-benar merasa gugup dengan apa yang ia lihat tadi. Keira pun mencari baju gantinya namun ia lupa kalau dirinya tidak membawa baju ganti sama sekali.


''Aduh kenapa aku bisa bodoh dan tidak membawa baju ganti. Tadi juga sudah kotor dan sudah pasti di bawa Bibi pulang. Aduh, bagaimana ini?'' Keira pun tampak panik. Apalagi gaun yang berat itu semakin melorot. Keira lalu memilih mengambil selmut lalu ia lilitkan pada tubuhnya.


Sepuluh menit kemudian Kevin keluar hanya dengang menggunakan handuk yang terlikir di pinggangnya. Rambutnya basah dan itu membuat Kevin semakin terlihat tampah, apalagi dengan perut sixpack serta tubuh yang berotot. Kevin merasa heran melihat Keira melilit tubuhnya dengan selimut, sementara gaunnya tergeletak begitu saja di lantai.


''Mas sudah selesai? Apa disini tidak ada baju ganti?''


''Memangnya kamu tidak bawa?''


''Aku lupa bahkan tidak terpikirkan sama sekali!"


''Kenapa bodoh sekali sih?''


''Ya maaf. Aku kan tidak tahu. Aku pikir setelah ini kita akan pulang tapi tidak tahunya harus disini dulu. Mas juga tidak bilang apa-apa padaku.''


''Baiklah pakai bajuku saja. Aku tadi membawa beberapa pakaian di.....,''


''Dimana tasku? Tadi aku meminta pelayan Krisna untuk meletakkannya disini.'' Sambung Kevin yang begitu panik saat tasnya tidak ada di sofa.


''Astaga, bagaimana mungkin tas ku tidak ada. Disitu ada ponsel ku juga. Mana ponsel mu?''


''Aku juga tidak bawa. Pasti Bibi sudah membawa pulang tas ku juga. Terus kita disini untuk apa Mas? Masa iya kita disini cuma pakai selimut saja. Apa tidak ada handuk kimono?''


''Tidak ada. Hanya ada handuk seperti ini dan khusus untuk kepala juga wajah.''


Kevin lalu menelpon pelayan lewat sambungan telepon di kamar hotel.


''Tolong sediakan pakaian pria dan wanita ke kamarku, Kevin Harris di kamar 1203.'' Ucapnya yang menutup telepon begitu saja.


Tak lama kemudian terdengar bunyi bel pintu kamar Kevin. Kevin segera membuka dab mengambil pesanannya. Sebuah box warna hitam Kevin terima. Ia kemudian duduk mendekat kearah Keira untuk membuka box tersebut.


''Ah syukurlah akhirnya aku bisa pakai baju,'' kata Keira. Mata Kevin dan Keira membulat saat isi di dalam box itu adalah sebuah lingerie dan ****** ***** pria.


''Apa-apaan ini? Aku pemilik hotel ini tapi mereka mempermainkanku?'' suara Kevin semakin meninggi.


''Mas, itu ada amplop di dalamnya.'' Kata Keira. Kevin lalu membuka amplop itu dan membacanya.


Keira-Kevin, selamat menikmati malam pertama kalian ya. Aku pastikan malam ini kalian bisa menikmati malam sampai ratusan ronde. Tidak ada lagi pakaian yang menghalangi kalian dan juga suara dering telepon yang mengganggu. Dan kalian juga tenang saja karena Marvel aman bersama kami. Besok atau lusa aku akan mengirimkan pakaian untuk kalian, selamat bersenang-senang.


Salam manis


Miko dan Gina ❤️


''Ternyata ini ulah mereka rupanya. Memang benar-benar ya mereka ini sangat keterlaluan.'' Kevin sangat geram dan meremas kertas itu.


''Mau marah juga tidak ada gunanya kan, Mas. Ya sudah kita tunggu saja sampai besok.''


''Tapi mereka ini sangat keterlaluan sekali. Malam ini biar aku tidur di sofa saja dan kamu bisa tidur di atas tempat tidur ini.''


''Oke.'' Keira tiba-tiba merasa haus dan ia mengambil air mineral yang sudah tersedia di nakas samping tempat tidur.


''Mas mau minum?''


''Tidak, kamu saja.''


Keira lalu menenggak sampai habis minuman dalam botol itu.


''Kenapa minuman ini aneh sekali rasanya?'' gumam Keira.


''Maksudmu?'' tanya Kevin.


''Ya aneh saja. Seperti ada aromanya.'' Keira lalu memegangi kepalanya. Kepalanya tiba-tiba merasa pusing.


''Kenapa kepalaku pusing ya?'' sambung Keira. Kevin yang melihat Keira semakin aneh, mengambil botol kosong di genggaman Keira. Ia lalu mencium botol itu dan baunya sangat menyengat. Kevin pun sampai mengernyitkan dahinya.


''Vodka? Pasti ini juga ulah Miko. Memang ya mereka keterlaluan. Mereka pasti sengaja melakukan ini untuk menjebakku dan Keira.'' Kata Kevin dalam hati.


''Sebaiknya kamu tidur saja, Kei. Aku akan membuatkan kopi untuk menteralkan rasa pusingmu.''


''Memangnya tadi itu apa?'' tanya Keira dengan suaranya yang mulai seperti orang yang sedang mabuk.


''Ini minuman beralkohol.''


''Apa? Mas sengaja ingin menjebakku ya? Pasti kamu berencana merenggut kesucian ku kan? Tapi tidak semudah itu kamu mendapatkannya. Ini bukan pernikahan yang aku inginkan, jadi awas saja kalau sampai kamu macam-macam. Aku akan melaporkanmu pada polisi.'' Keira pun mulai meracau tidak karuan namun Kevin berusaha untuk mengerti. Ia lalu membantu Keira untuk berbaring.


''Jangan sentuh aku! Aku bisa sendiri. Kamu sengaja membuatku seperti ini kan? Dasar pria mesum tidak berakhlak,'' racaunya lagi semakin menjadi. Kevin tidak menghiraukan ocehan Keira dan tetap membantu Keira berbaring.


''Awas ya kalau kamu macam-macam, aku akan mem....,'' belum selesai bicara, Keira pun sudah pingsan. Kevin tersenyum kecil karena Keira sangat lucu saat mabuk seperti itu. Kevin kemudian memilih mengenakan kemeja putih yang ia pakai saat acara tadi daripada ia harus bertelanjang dada seperti itu.


Ia lalu membiarkan Keira untuk tertidur malam itu karena sudah pasti Keira akan sadar esok hari. Apalagi minuman itu bukan air mineral tapi justru vodka. Kevin duduk disamping Keira, menatap wajah cantik itu yang tampak pulas.


Bersambung....