
Sesampainya di butik, Kevin lalu mengajak Keira masuk ke dalam.
''Wah, keren banget butiknya. Ini serius butiknya Mbak Gina, Mas?''
''Iya. Ini butiknya Gina. Dia juga punya klinik kecantikan dan juga salon.''
''Mbak Gina memang sangat hebat ya.'' Ucap Keira yang begitu takjub dengan butik mewah itu.
''Wah, calon pengantin udah datang nih!" seru Gina saat melihat Kevin dan Keira tiba disana.
''Hai Mbak. Mbak ini bagus banget. Itu koleksi gaunnya juga cantik banget.'' Kata Keira yang begitu antusias.
''Kamu bebas memilih manapun yang kamu suka Kei. Aku juga sudah mengosongkan studio untuk prewed kalian ini. Tidak apa-apa kan kalau konsepnya di dalam studio?''
''Tidak masalah, Gin. Yang penting jadilah namanya juga pernikahan mendadak.''
''Aku juga sudah mengurus WO untuk pernikahan kalian. Karena aku tahu kalau kalian sendiri tidak akan sempat untuk mengurusnya sendiri.''
''Terima kasih ya untuk bantuanmu. Dimana Miko?''
''Dia sepertinya lembur karena Kak Kevin memberinya proyek baru.''
''Oh pantas saja dia seharian ini tidak terlihat. Bahkan aku hampir lupa dengan itu.''
''Oh ya aku sengaja memakai konsep prewed dari formal ke kasual. Aku sudah memilihkan beberapa baju untuk kalian pakai.''
''Iya Mbak tidak apa-apa. Semua gaun dan bajunya sangat cantik. Aku tidak pernah melihat gaun yang seindah ini.'' Ucap Keira dengan pandangan yang terus mengedar.
''Ya udah, Kei. Sebaiknya aku bantu kamu ganti baju dulu. Biar Kak Kevin menunggu disini.''
''Iya Mbak.''
Gina lalu mengajak Keira untuk berganti pakaian. Tentu saja gaun yang sudah disiapkan oleh Gina. Gina langsung saja membantu Keira memulaskan make up diwajahnya. Setelah make up selesai, Gina memilihkan gaun pertama adalah gaun berwarna biru muda. Dengan gaya rambut yang di sanggul modern braided back bun, semakin membuat Keira terlihat anggun. Apalagi dengan aksesoris bunga yang tersemat di rambutnya. Saat tirai di buka, Kevin terpaku dan mematung melihat Keira yang sangat cantik. Bahkan membuat Kevin sampai tak berkedip.
''Gimana Kak? Keira cantik kan?'' tanya Gina. Namun Kevin tetap mematung. Sementara Keira merasa kurang nyaman karena gaun pengantin itu terbuka bagian bahunya seperti kemben.
''Kak Kevin!" panggil Gina kembali.
''E... i... iya bagus.'' Jawab Kevin tergagap.
''Baiklah sekarang Kak Kevin yang ganti baju terus kita langsung foto aja.'' Imbuh Gina.
''Oke baiklah.''
Dan foto preewed pun di mulai. Jantung Kevin semakin tak beraturan, kala dirinya mulai bersentuhan dengan Keira. Apalagi saat ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Keira.
''Kak Kevin, Keira, jangan kaku dong. Yang romantis gitu ya." Kata Gina yang mencoba memberikan arahan. Sepasang calon pengantin itupun hanya mengangguk. Keira sendiri sangat canggung saat harus beradegan mesra dengan Kevin.
''Pose selanjutnya, seperti kalian sedang ingin berciuman ya.'' Kata Gina saat memberikan instruksi.
''Memangnya mau pose seperti apa Kak? Seperti patung? Sudahlah kalian menurut saja. Ini sangat bagus dan kalian serasi sekali. Kak Kevin, lingkarkan kembali tangan Kakak di pinggang Keira lalu Keira letakkan kedua tangan kamu di pundak Kak Kevin ya. Setelah itu dekatkan wajah kalian dengan posisi kepala saling miring dan dengan hidung yang bersentuhan. Oke!" Instruksi dari Gina benar-benar membuat keduanya semakin kikuk. Dengan ragu-ragu keduanya berusaha mengikuti instruksi Gina. Mata mereka saling bertemu dan lagi-lagi kecupan Keira tadi melintas dalam benak Kevin. Keira menatap Kevin lebih dekat dan ia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya.
''Oke, good! Perfect!" seru Gina.
''Sekarang lanjut pose di kursi ya. Kak Kevin duduk biasa menghadap kedepan, sementara Keira duduk menyamping. Tapi menyampingnya tubuh Keira bersandar di dadanya Kak Kevin. Terus kepala Keira nengok ke samping dikit dan tangan Kak Kevin memeluk lengan Keira seperti ini ya. Terus kepala Kak Kevin juga miring, seolah ingin mencium Keira. Keira kamu lihat pandangan kebawah ya jadi biar terlihat seolah kamu menikmati hembusan nafas Kak Kevin.'' Kata Gina sembari mengarahkan dan menata pose mereka berdua. Keduanya tak bisa berkutik lagi dan hanya bisa menurut dengan apa yang Gina perintahkan. JEPRET!
"Nice! Kalian memang sempurna!" puji Gina.
''Oke selanjutnya kalian berdiri dan Kak Kevin cium punggung tangan Keira. Tapi waktu nyium, pandangan Kak Kevin melihat Keira ya.''
''Mbak, apa masih belum selesai?'' tanya Keira.
''Belum Keira sayang, namanya juga prewed. Kei, nanti pas tangan kamu di cium kamu senyum malu-malu gitu ya.'' Akhirnya Kevin dan Keira melakukan apa yang di perintahkan oleh Gina.
''Kak Kevin, selanjutnya kecup kening Keira.''
''Apa? Kamu tidak salah, Gin? Kenapa harus cium kening segala sih?'' protes Kevin.
''Kak, kita ini foto prewed bukan foto KTP. Jadi please jangan protes.'' Kata Gina dengan sedikir galak.
''Awas ya jangan ambil kesempatan,'' gumam Keira pada Kevin.
''Tenang saja, aku tidak akan terpengaruh,'' ketus Kevin. Sambil menggenggam tangan Keira, Kevin lalu mengecup kening Keira dan Keira memejamkan matanya.
''Oke, bagus! Next gaun malam ya yang glamour.'' Kata Gina yang memerintahkan karyawannya untuk mengganti pakain Keira dan Kevin. Kali ini rambut Keira terurai bergelombang dengan kesan basah. Gaun malam warna silver dengan bahu terbuka. Kevin benar-benar terbius dengan Keira hari itu. Keira terlihat seksi dan terlihat lebih dewasa.
''Kei untuk pose kali ini, kamu yang lebih agresif ya. Sementara Kak Kevin tetap cool.'' Kata Gina sambil membantu mereka mengatur gaya. Selama sesi pemotretan kedua, Kevin di buat takjub dengan pose seksi Keira yang menggoda. Sedangkan di pemotretan kedua ini, Keira terlihat lebih luwes dari sebelumnya. Gina tersenyum puas berhasil membuat mereka sedekat ini. Bahkan Gina ingin sekali tersenyum melihat Kevin yang menatap Keira sangat dalam.
''Sepertinya Kak Kevin sudah mulai jatuh cinta sama Keira. Terlihat dari cara Kak Kevin menatap Keira,'' kata Gina dalam hati. Dan pemotretan terakhir style kasual.
''Untuk pose ketiga, kalian bebas ya. Yang seru tapi romantis, oke.''
''Kenapa dia semakin cantik? Yang pertama dia sangat anggun, yang kedua dia sangat seksi dan yang ketiga dia sangat imut dengan rambut kuncir dua seperti ini. Kevin, jangan bilang kalau kamu mulai menyukainya.'' Gumam Kevin dalam hati selama sesi pemoretan terakhir.
''Tuan, jangan kaku dong! Yang ekspresif!" protes Keira.
''Iya tapi yang seperti apa?''
Keira lalu menggelitiki Kevin dan Kevin pun tertawa.
''Geli Kei!" kata Kevin dengan tertawa. Fotografer Gina pun sangat piawai mengambil candid cute and romance. Keira yang jahil, lalu memencet hidung mancung Kevin dan Kevin pun tak mau kalah untuk memencet hidung Keira. Kevin kemudian menawarkan diri untuk menggendong punggung Keira. Kemudian menggedong depan Keira ala bridal style. Lalu keduanya saling mencubit pipi dengan bibir mengerucut sambil melihat ke arah kamera. Kali ini gerakan itu muncul dari ide mereka berdua bahkan Gina sama sekali tidak mengarahkannya.
''Sepertinya mereka mulai nyaman. Mereka bisa mengeksplore pose mereka sendiri. Lucu dan romantis mereka berdua,'' kata Gina dalam hati sambil tertawa kecil melihat kekonyolan mereka berdua. Tentu saja Keira yang memulainya untuk membuang rasa canggung dan tertekannya dengan arahan Gina. Tapi justru itu yang membuat Kevin merasa nyaman.
Bersambung.... Yukkk siapkan baju kondangan yukkkk, sebentar lagi ada yang mau menikah, hehehehe Jangan lupa gempur, like, komen dan vote ya, terima kasih 🙏🙏😘😘