Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 217 Launching


DUA HARI KEMUDIAN...


Di dalam kamar, Keira sedang membantu Kevin bersiap untuk launching dua produk terbarunya.


''Kamu tampan sekali Mas hari ini,'' puji Keira sambil merapikan dasi dan jas suaminya.


''Kalau masalah tampan sudah dari dulu sayang. Tapi aku gugup sekali sayang.''


''Pengusaha sekelas kamu masih saja suka gugup, Mas. Memang apa yang membuat kamu gugup?''


''Entahlah, setiap kali launching produk baru aku selalu gugup. Ada saja hal buruk yang tersirat dalam benakku.''


''Itu karena pikiran kamu sendiri, Mas. Kamu harus santai dan yakin kalau semuanya akan berjalan lancar.''


''Iya sih kamu benar. Aku seperti di serang rasa panik yang mendadak. Ngomong-ngomong kamu malam ini juga sangat cantik sekali, sayang.''


''Aku cantik juga sudah dari dulu Mas, hehehe.''


''Kamu ini bisa saja. Oh ya Marvel bagaimana? Apa sudah siap?''


''Sudah, Mbak Rima yang membantunya bersiap.''


''Ya sudah ayo kita berangkat!"


''Ayo Mas! Semangat ya, semoga semuanya lancar.''


''Amin, terima kasih untuk semua dukungan kamu.''


''Sama-sama suamiku.''


Malam itu kehadiran Kevin, Keira dan Marvel menjadi pusat perhatian. Terlebih merekalah sang empunya acara hari itu. Semua kolega menyapa Kevin dengan ramahnya. Kevin dengan bangga memperkenalkan istrinya dan putranya kepada semua koleganya. Bahkan Kevin tak sungkan-sungkan untuk menceritakan bahwa istrinya tengah mengandung. Keira tersipu malu, kala suaminya memujinya setinggi langit di hadapan para koleganya. Setelah cukup lama menyapa dan berbincang, Kevin mengajak Keira dan Marvel untuk duduk di meja yang sudah disediakan.


''Wuih bro sukses!" seru Miko yang selalu heboh. Miko memberika pekukan untuk Kakak sepupunya itu.


''Thanks Mik.''


''Elo memang the best, Kevin.''


''Kak selamat ya, semoga makin sukses.'' Sahut Gina yang juga memberikan pelukan untuk Kevin.


''Terima kasih Gina.''


''Kei, bagaimana kabarmu dan juga baby yang ada di perutmu?'' tanya Gina sambil mengusap perut Keira.


''Aku baik Mbak. Kalau dia ini, biasalah pagi-pagi suka bikin mual, pusing dan muntah.''


''Kamu ngidam-ngidam nggak?'' tanya Gina yang semakin penasaran.


''Hehehe iya Mbak. Dan ngidamku suka bikin Mas Kevin kelabakan.''


''Ya tidak apa-apalah namanya juga Ibu hamil wajib di turutin.''


''Hai Marvel, kamu tampan sekali malam ini.'' Puji Miko.


''Iya lah Om, Marvel.''


''Iya lho Marvel ini semakin tamoan saja. Pasti saat dewasa nanti ketampanannya, mengalahkan Papanya.'' Puji Gina sambil mengusap kepala Marvel.


''Pastinya dong Tante,'' jawab Marvel dengan senyum lebarnya.


Tak lama kemudian, Kenny pun datang bersama istri dan Ayahnya, Pak Ammar.


''Kevin, selamat ya. Semoga semakin sukses.'' Kenny memberi selamat sambil menjabat tangan dan memeluk saudara iparnya itu.


''Terima kasih Kenny.''


''Sebuah kehormatan mendapat undangan dan tawaran kerja sama darimu. Ini bukan karena aku Kakak iparmu kan?'' gurau Kenny dengan tawanya.


Kevin pun tertawa. ''Tentu saja tidak, Kenny. Track record perusahaanmu sangat bagus jadi aku tertarik untuk mengajaknya kerja sama. Tapi kalau kamu tidak ada disana, mungkin aku juga tidak akan mengajak perusahaanmu bekerja sama.''


''Aku bangga dan bahagia sekali padamu Kevin. Bukan karena kamu hebat tapi kamu selalu membuat adikku bahagia. Tapi ingat ya, meskipun kamu hebat dan memiliki segalanya, kalau sampai kamu membuat adikku terluka atau menangis, aku akan mengambilnya dari mu.''


''Tenang saja Ken. Aku pastikan dia akan selalu bahagia.''


''Selamat ya Kevin,'' ucap Cindy sambil menjabat tangannya.


''Terima kasih Cindy.''


''Nak, selamat ya. Kamu memang sangat hebat.'' Ucap Pak Ammar sambil memeluk menantunya itu.


''Terima kasih Ayah. Semua ini berkat doa Ayah juga, aku dan Keira bisa melewati ini semua.''


''Sama-sama Nak.''


''Keira!" seru Laras sambil berlari kecil memeluk sahabatnya itu.


''Iya dong, spesial untuk babang Krisna.'' Ucap Laras.


''Selamat malam Tuan Kevin. Selamat untuk produk terbarunya, semoga semakin sukses.''


''Terima kasih Laras. Dimana Krisna?''


''Dia langsung menuju back stage.''


''Baguslah kalau begitu. Silahkan duduk!"


''Terima kasih.''


Dan di belakang Laras, menyusulah Johan bersama Tessa dan Anrez.


''Tuan Kevin, selamat ya. Sebuah kehormatan saya yang bukan siapa-siapa mendapat undangan dari anda.'' Kata Johan sambil menjabat tangan Kevin.


''Terima kasih. Hal seperti ini bagus untuk kamu yang ingin terjun dalam dunia bisnis, Johan.''


''Iya Tuan, saya sangat berterima kasih pada anda.''


''Sama-sama, tentu saja istriku yang memintaku untuk mengundangmu.''


''Terima kasih juga ya Kei.''


''Sama-sama Jo, santai saja.'' Ucap Keira dengan senyumnya.


''Baiklah Ayah, Kenny, Cindy dan yang lainnya, silahkan kalian duduk karena acara akan segera di mulai.''


Acara malam itu berjalan dengan sangat lancar tanpa suatu kendala apapun. Keira sangat bangga melihat suaminya berada di atas panggung dengan segala kemampuan yang di milikinya. Marvel juga tidak kalah bangga melihat Papanya yang malam itu penuh dengan pesona sebagai seorang pengusaha yang sukses.


''Mah, aku ingin saat dewasa nanti menjadi seperti Papa.''


''Tentu saja sayang.''


''Tapi aku juga ingin seperti Mama, yang bisa memahami perasaan semua orang.''


''Kamu juga boleh belajar untuk itu, sayang.'' Kata Keira sambil memelai kepala putranya.


Acara launching smart bag dan smart watch pun selesai. Kini para tamu di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


''Mas kamu hebat sekali tadi, aku bangga sekali.''


''Terima kasih sayang. Semua ini berkat dukungan kamu juga. Kamu mau makan apa? Aku akan ambilkan.''


''Aku ingin makan buah yang segar-segar saja, Mas.''


''Marvel, kamu mau apa?'' tanya Kevin pada putranya itu.


''Aku sudah bisa ambil sendiri, Pah. Papa bantu Mama saja.''


''Anak yang pintar. Papa bangga sekali denganmu, Nak. Baiklah kalau begitu, ayo kita mengambil makanan bersama.''


''Oke.'' Jawab Marvel.


Makanan yang pertama kali Marvel ambil adalah ice cream. Namun pandangan Marvel tertuju pada seorang gadis yang ia temui di sekolah. Gadis itu di kelilingi orang-orang dewasa yang sedang asyik berbincang-bincang. Wajah gadis itu tampak murung dan sama sekali tidak menunjukkan wajah ceria sebagai seorang anak. Marvel berinisiatif mengambilkan gadis kecil itu ice cream.


Setelah mengambil dua ice cream, Marvel berjalan mendekat kearah meja gadis itu. Namun belum juga sampai di sana, gadis kecil itu turun dari kursinya. Marvel membuntuti gadis kecil itu.


''Hei!" panggil Marvel. Gadis kecil itu lalu berhenti begitu mendengar panggilan Marvel. Gadis kecil itu berbalik ke arah Marvel.


''Hei, kita bertemu lagi. Apa mereka orang tuamu?'' tanya Marvel. Lagi-lagi gadis itu hanya diam.


''Oh ya ini ice cream untukmu.'' Kata Marvel sambil menyodorkan ice cream kepada gadis kecil itu. Gadis itu juga hanya diam dan sama sekali tidak merespon Marvel. Gadis itu kemudian berbalik dan berjalan menuju toilet.


''Hei, jangan pergi!'' seru Marvel. Namun gadis itu tak menghiraukan panggilan Marvel.


''Dia ini kenapa sih? Kenapa selalu lari saat melihatku?'' gumamnya.


''Marvel, Papa mencarimu. Papa sangat khawatir mendadak kamu menghilang.'' Suara Kevin mengagetkan Marvel.


''Eh Pah, maaf.''


''Itu kamu mengambil dua ice cream, memang untuk siapa?''


''Ummmm untuk Mama. Mama pasti suka, boleh kan?''


''Boleh. Ya sudah ayo kita kembali duduk. Nanti Mama mencarimu.''


''Iya Pah.''


''Dia aneh sekali. Kalau memang tidak bisa bicara, setidaknya dia bisa mengangguk atau menggeleng kan? Tapi dia hanya diam. Atau dia juga tidak bisa mendengar? Astaga kasihan sekali.'' Gumam Marvel dalam hati dengan segala dugaannya.


Bersambung.... Next part besok ya, makasih 🙏❤️