
Keira dan Marvel kini sedang dalam perjalanan menuju kantor Kevin. Keira sudah membawa bekal makan siang untuk Kevin.
''Marvel, hari ini kita makan siang bersama dengan papa di kantor ya. Mama sudah membawa makanan untuk kita makan bertiga.''
''Siap Mah! Apa Mama sudah menelepon Papa?''
''Belum sih. Mama sengaja ingin memberi kejutan kecil saja. Memangnya kenapa Marvel?''
''Ya, khawatir saja kalau Papa tidak di kantor.''
''Tidak apa-apa. Kalau Papa sibuk, kita makan berdua saja. Iya kan? Kalau Papa di kantor dan kita mengejutkannya pasti Papa akan senang. Bagaimana sekolahmu? Apa sudah bertambah temanmu selain Anrez?''
''Aku hanya berteman dengan Anrez saja, Mah. Saat ini aku hanya nyaman berteman dengannya.''
''Oh begitu, tidak masalah.'' Kata Keira sambil mengusap kepala putra sambungnya.
Sesampainya di kantor Kevin, Keira dan Marvel bergandengan tangan menuju ruangan Kevin.
CEKLEK! Pintu ruangan Kevin terbuka. Keira melihat Kevin bersama dengan seorang wanita cantik dengan penampilannya yang seksi dan elegan. Berbanding terbalik dengan dirinya, pakaian seksi yang ia kenakan hanya saat menerima klien saja. Padahal dalam keseharian, Keira lebih senang mengenakan pakaian yang sederhana dan membuatnya nyaman. Untuk pertama kalinya Keira melihat Kevin duduk berdekatan dengan seorang wanita seperti itu. Apalagi wanita di sampingnya itu sangatlah cantik, mendadak rasa minder menghantuinya. Dan tiba-tiba ada rasa sedikit sesak di dadanya saat melihat kedekatan Kevin dengan Mauren.
''Ehem, Mas.'' Keira berdehem sambil memanggil Kevin. Kevin lalu menoleh kearah sumber suara.
''Kei, sejak kapan kamu disini?'' tanya Kevin yang segera beranjak dari duduknya.
''Baru saja. Aku membawakan makan siang untukmu.'' Kata Keira yang berusaha memaksa senyumnya. Melihat Keira, Mauren pun ikut berdiri. Di lihatnya Keira dari pucuk kepala sampai ke ujung kaki. ''Nothing spesial,'' batin Mauren.
''Sepertinya kamu sedang sibuk, Mas. Aku dan Marvel menunggu di luar saja.'' Sambung Keira.
''Kemarilah, Kei.'' Pinta Kevin. Sambil menggandeng Marvel, Keira mendekat ke arah Kevin. Kevin kemudian merangkul bahu Keira.
''Mauren, kenalkan ini adalah Keira. Dia adalah istriku.''
''Kamu sudah menikah lagi? Wah, jahat sekali kamu tidak memberiku kabar, Kevin. Aku kan bisa datang dan memberikan hadiah untuk kalian.'' Kata Mauren yang pura-pura tidak tahu, padahal yang membuatnya kembali sebenarnya adalah setelah mendengar kabar pernikahan Kevin.
''Maaf Mauren, aku memang tidak mengundang banyak tamu.'' Kata Kevin.
''Hai, aku Mauren. Aku adalah teman lamanya Kevin,'' kata Mauren sambil mengulurkan tangannya pada Keira.
''Aku Keira, senang sekali bertemu dengan Tante eh maksudnya Mbak Mauren,'' kata Keira sambil menerima uluran tangan Mauren.
''Mmmm aku tidak setua itu jadi panggil aku Nona atau nama saja.'' Kata Mauren menahan kesal.
''Oh maaf. Aku panggil Mbak saja karena usia kita pasti terpaut jauh. Sepertinya itu lebih sopan.'' Kata Keira dengan senyum lebarnya.
''Maaf ya Mauren, istriku ini memang masih muda. Kami terpaut sepuluh tahun. Jadi maaf kalau dia salah memanggilmu.''
''Oh begitu, kamu tidak perlu minta maaf. Marvel, kamu rupanya juga sudah besar ya. Kamu tampan sekali seperti Papa mu.'' Puji Mauran sambil mengusap kepala Marvel.
''Terima kasih, Tante.'' Jawab Marvel dengan ketus.
''Kita makan siang satu jam lagi bagaimana, Kei? Aku masih harus menyelesiakan pekerjaanku bersama Mauren.''
''Tidak apa-apa, Mas. Aku dan Marvel akan menunggu di luar.''
''Tapi Kevin, satu jam lagi kita mau menemui klien yang ingin bergabung dengan proyek baru kamu sekaligus kita makan siang bersama. Kita sudah membuat janji dengan mereka, jangan sampai mereka kecewa dan membatalkannya.'' Sahut Mauren.
''Oh iya, aku hampir saja lupa.'' Kata Kevin yang tampak kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan. Disisi lain Kevin tidak ingin membuat Keira kecewa tapi disisi lain, dia sudah terlanjur membuat janji.
''Ya sudah Mas berangkat saja. Biar aku dan Marvel saja yang makan. Lagipula aku juga salah, seharusnya aku meneleponmu terlebih dahulu.''
''Maaf ya Kei kalau aku membuatmu kecewa kali ini.''
''Bukan salah kamu kok, Mas. Ya sudah aku pergi dulu ya, Mas.''
''Kalian hati-hati ya. Nanti akan aku usahakan kita makan malam bersama di rumah.''
''Aku akan membuat Kevin sibuk dengan pekerjannya dan juga dengan ku. Kenapa juga Kevin bisa menikah dengan wanita seperti itu? Dulu Kania, sekarang si Keira itu. Menyebalkan sekali,'' gerutu Mauren dalam hati.
-
''Mah, bagaimana kalau kita habiskan makanan ini di taman.'' Kata Marvel yang berusaha menghibur Mamanya.
''Oke. Mama setuju daripada mubazir kan?''
''Iya Mah. Sekali-kali kita piknik kecil-kecilan berdua kan asyik, Mah. Apalagi beberapa hari ini aku sudah mengalah dengan membiarkan Papa bersama Mama. Jadi sekarang Mama harus bersamaku.''
''Baiklah pacar kecil, Mama. Ide yang bagus juga.''
''Kenapa perasaanku seperti ini? Kei, jangan bilang kamu cemburu. Kalau kamu cemburu itu artinya perasaan kamu sudah semakin dalam,'' kata Keira dalam hati yang sedang berdialog dengan dirinya sendiri.
Akhirnya Keira dan Marvel pun sampai di taman. Marvel menggandeng tangan Keira mengajaknya untuk duduk di ayunan dua kursi yang saling berhadapan.
''Mah, perutku lapar sekali. Aku tidak sabar ingin memakan masakan Mama. Mah, tapi suapi aku ya.''
''Siap!"
Keira lalu menyuapi Marvel namun pikirannya justru melayang entah kemana. Ia membayangkan kalau Kevin bukannya vekerja tapi justru bermesraan dengan Kevin.
''Wanita itu sangat cantik. Mengaku teman lama, yakin dimasa lalu Mas Kevin tidak terlibat hubungan asmara dengan dia? Apa Mas Kevin akan tergoda dengan dia? STOP KEI! Berhenti berpikiran buruk pada suamimu. Yakinlah kalau Mas Kevin itu setia. Dia saja betah menduda selama empat tahun hanya untuk istrinya jadi sudah pasti dia suami yang setia. Kenapa kamu jadi over thinking seperti ini?'' batin Keira terus bergejolak.
''Mah, Mama!" seru Marvel sambil bertepuk tangan di depan wajah Mamanya.
''Eh... iya, kenapa?'' kata Keira yang tersadar dari lamunannya.
''Mah, mulutku sudah kosong. Kenapa Mama diam? Mama melamun? Mama sakit? Kenapa tidak makan juga?'' tanya Marvel beruntun.
''Mama tidak apa-apa. Mama hanya memikirkan magang dan skripsi Mama saja, maaf ya.'' Kata Keira sambil membelai wajah Marvel.
''Aku tahu, Mama pasti sedih karena melihat Papa bersama Tante penyihir tadi. Dia dulu menganggu Mama Kania dan sekarang dia ingin menganggu Mama Keira, tidak akan aku biarkan.'' Ucap Marvel dalam hati. Marvel kemudian mengambil sendok di tangan Keira.
''Sekarang, aku yang gantian menyuapi Mama.'' Kata Marvel. Keira pun tersenyum dan menerima suapan dari Marvel.
''Keira! Marvel!" suara seseorang membuat keduanya menoleh.
''Leon!" gumam Keira. Leon yang tidak sengaja melintasi taman, berhenti saat melihat Marvel dan Keira.
''Kalian kenapa disini?'' tanya Leon.
''Kami sedang makan siang bersama disini, Leon. Kamu sendiri?''
''Sejujurnya aku juga lapar dan ingin mencari siomay di jalanan taman ini tapi ternyata tidak ada.'' Kata Leon.
''Kenapa kebetulan sekali, kamu bergabung saja bersama kita disini. Kebetulan tadi aku membuat siomay cukup banyak. Tadinya mau makan siang bersama Mas Kevin tapi Mas Kevin ada pekerjaan mendadak. Jadi aku dan Marvel memutuskan untuk makan siang disini saja.''
''Oh begitu. Marvel, apa Om boleh bergabung?''
Mendengar pertanyaan Leon, Marvel hanya mengangguk saja. Leon kemudian bergabung di bangku ayunan itu. Leon yang ingin duduk bersama Keira namun justru Marvel mengambil alih tempat itu. Leon tersenyum ia lupa kalau Keira sudah menjadi milik orang lain. Meskipun tidak bisa berdampingan, setidaknya ia bisa duduk berhadapan dengan Keira.
''Mmmm ini enak banget siomaynya. Apallagi saus kacangnya. Ini buatanmu sendiri, Kei?''
''Iya Le. Itu siomay udang.''
''Ini enak banget sih. Siomay terenak yang pernah aku makan.'' Puji Leon yang begitu lahap saat makan.
''Terima kasih ya Marvel, sudah mau berbagi makanan denganku,'' kata Leon sambil mengusap pucuk kepala Marvel.
''Hmmm situasi macam apa ini? Seharusnya Papa yang ada disini bukan Om Leon. Papa juga sih, lebih memilih pekerjaan dibandingkan aku dan Mama,'' kata Marvel dalam hati.
Bersambung....