
Malam harinya, Keira sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Tiba-tiba Kevin datang memeluknya dari belakang.
''Kamu sedang apa Kei?''
''Sedang memasak. Memangnya aku sedang mencangkul apa?''
''Judes amat sih. Letakkan pisaumu dan bersiaplah. Aku ingin mengajakmu makan malam di luar.''
''Tapi aku hari ini lelah sekali, Mas. Aku malas keluar. Kamu seharian mengurungku di kamar.''
''Makanya kita makan di luar saja. Kamu tidak perlu capek-capek. Atau aku harus mengganti bajumu di sini?''
''Mas, sudahlah jangan modus. Yang ada bukanya ganti baju tapi kamu malah menyantapku. Tulangku terasa ngilu sekali, Mas.''
Kevin lalu meletakkan pisau yang Keira pegang. Ia kemudian menggendong Keira dan membawanya masuk ke dalam mobil.
''Mas, kita mau kemana?''
''Mau makan.'' Kata Kevin sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Keira. Ia kemudian melajukan kembali mobilnya.
''Mas tapi aku kan belum ganti pakaian?''
''Kamu tetap cantik mau berpakaian seperti apapun, Kei.''
Ternyata Kevin sudah menyiapkan sebuah makan malam romantis di sebuah restoran bintang lima.
''Mas, serius kita makan disini? Kamu tidak lihat apa yang aku kenakan? Aku hanya memakai sandal selop dan piyama seperti ini.'' Kata Keira saat Kevin menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran.
''Kamu selalu cantik dimataku, Kei. Meskipun kami harus memakai piyama bergambar animasi anjing favoritmu,'' ucapnya sambil melirik kearah piyama Keira.
''Hei, kamu jangan menghina yang menjadi kesukaanku ya, Mas. Kamu saja menyita miniatur yang Leon berikan padaku.''
''Jangan sebut nama itu lagi. Aku akan menggantinya. Atau kita pergi ke hollywood? Apa kamu mau? Kita naik kapal pesiar?''
''Anjing itukan hanya tokoh fiksi, bukan kenyataan. Ah sudahlah, aku lapar. Aku harus banyak makan karena kamu seharian mengurungku.''
''Benar sekali. Kamu harus makan yang banyak karena nanti malam kamu harus melayaniku lagi.''
''Apa Mas? Kamu masih mau minta lagi?'' ucap Keira terkejut.
''Iya. Memangnya kenapa? Kamu membuatku candu, Kei.'' Kata Kevin seraya mengecup bibir istrinya sekilas.
''Candu sih candu, apa dia nggak mikir apa kalau punyaku rasanya panas dan perih. Habis punya Kevin gede banget,'' batin Keira dengan kesal.
Sesampainya di dalam restoran, mata Keira berbinar dengan kejutan yang disiapkan oleh Kevin. Candle light dinner yang sangat romantis, yang di hiasi oleh lilin dan kelopak bunga mawar yang indah.
''Mas, jadi ini alasanmu memaksaku?''
''Iya. Memang menurutmu untuk apa?'' Kevin lalu memeluk Keira dari belakang.
''Kei, aku ingin kita selalu seperti ini. Apa kamu bahagia?''
''Bahagia. Tapi bagaimana dengan Marvel? Aku seharian tidak mendengar kabarnya? Aku merindukannya Mas? Aku ingin menghabiskan waktuku dengannya.''
''Hmmm singkirkan sejenak Marvel dalam pikiranmu. Selalu aja Marvel yang kamu pikirkan, apa kamu sama sekali tidak pernah memikirkanku?''
''Tidak pernah!" jawab Keira.
''Kamu jahat sekali, Kei. Bisa-bisanya menjawab seperti itu,'' kata Kevin yang membuatnya melepaskan pelukannya pada Keira.
''Aku tidak jahat, Mas. Aku menjawab apa adanya. Aku berada di posisi sekarang adalah karena Marvel. Marvel lah pertama kali memperjuangkan aku dan membuatku jatuh cinta. Jadi wajar kalau aku memikirkannya karena dia nomor satu untukku.''
''Aku bahagia sekali karena Marvel membawa kamu dalam kehidupan kami. Dan ternyata kamu adalah malaikat kecil yang pernah menyelamatkanku dan yang selama ini aku cari.''
Kevin lalu memeluk pinggang Keira, meletakkan tangan kiri Keira di pundaknya dan menggenggam tangan kanan Keira. Saat Kevin menjetikkan jemarinya, terdengarlah alunan musik yang sangat romantis. Kevin kemudian mengajak Keira untuk berdansa.
''Seumur hidup, aku tidak pernah mendapat perlakuan seromantis ini. Tapi dia selalu membuatku terbang seperti di atas awan,'' batin Keira sembari menatap paras tampan suaminya itu.
''Oh Tuhan, mimpi apa aku mendapatkan suami seperti dia. Dia yang keras kepala bisa melunak seperti ini. Sisi lain diri Mas Kevin yang sangat hangat. Aku bahkan tidak pernah berpikir akan menikah dengannya bahkan impianku untuk menikah pun masih sangat jauh. Tapi takdir membawaku bersamanya. Aku sendiri tidak ingat apakah aku pernah menyelmatkan hidupnya. Yang jelas, saat ini aku mulai membuka hatiku untuknya.'' Batin Keira.
''Kei, ternyata keperawananmu benar-benar seharga 2 Milyar ya?'' kata Kevin terkekeh.
''Maksudmu, Mas?'' tanya Keira sambil menaikkan alisnya.
''Dulu ada yang sempat menolak tapi sekarang kok mau?'' godanya.
''Aku akan meminta tambah lagi 2 Milyar. Karena kamu sudah menodaiku dan merampas kesucianku.''
''Jangankan 2 Milyar, semua yang aku miliki bisa menjadi milikmu. Aku sangat bahagia karena aku orang pertama yang berhasil mendapatkannya.''
''Kamu dulu yang berpikiran buruk tentang ku, sekarang semuanya terbukti kan? Kalau aku masih ori, bahkan semuanya.''
''Yakin? Apa mantan kekasihmu sama sekali tidak pernah menyentuhmu?'' selidik Kevin.
''Bagaian mana yang pernah di sentuh oleh pria brengsek itu?'' tanya Kevin dengan rasa khawatir.
''Kenapa bahas itu sih, Mas? Kita kan sedang berdua.''
''Ya, aku penasaran saja.''
''Di cium kening dan pipi sama gandengan tangan.''
''Dasar masih SMA sudah cium-ciuman sama gandengan tangan.'' Kata Kevin sambil menyentil kening Keira.
''Ih, sakit tau! Namanya pacaran. Lagian dia tidak se-mesum dirimu, Mas.''
''Apa? Kamu menggapku mesum?''
''Iya. Dia bahkan tidak pernah menyentuh bibirku.''
''Beda dong! Aku kan suamimu. Aku mau mesum dengan istriku sendiri tidak jadi masalah.'' Bantahnya.
''Sudahlah, Mas. Jangan membahas masa lalu lagi. Toh kamu juga berhasil memperkosa aku. Jadi tidak ada gunanya kita membahas itu lagi.''
''Tapi kamu suka kan? Siapa yang merintih dan bilang, enak Mas, ayo Mas, lagi Mas,'' kata Kevin yang menirukan ******* Keira. Pipi Keira pun memerah. Ia yang kesal menginjak kaki Kevin.
''Sakit Kei!"
''Emang enak? Siapa suruh meledek?''
''Siapa yang meledek sih? Kalau kamu mendesah dan bilang seperti itu, aku justru semakin semangat. ******* kamu itu membuat aku bergairah.''
''Ssssttttttt! Mas jaga ucapanmu. Kenapa bahas hal seperti ini sih?''
''Kamu semakin menggemaskan kalau sedang marah seperti ini.'' Kevin lalu mengecup kening Keira dalam-dalam. Ia lalu mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya. Sebuah kalung yang sangat cantik.
''Sejak kita menikah, aku belum memberimu hadiah, Kei. Ini hadiah pertama dari ku dan nanti hadiah yang lain menyusul.''
''Terima kasih, Mas. Seharusnya kamu tidak perlu berlebihan. Uang mas kawin pun belum pernah aku gunakan.''
''Habiskan saja. Kenapa tidak kamu gunakan?''
''Ya karena belum ada sesuatu yang aku butuhkan.''
''Oke sebentar, aku pasangkan dulu kalung ini. Jaga kalung ini dan jangan sampai hilang ya.''
''Iya Mas. Kamu kan banyak uang, jadi kalau hilang tinggal beli lagi. Iya kan?'' kata Keira dengan senyum lebarnya.
''Dasar anak kecil!" ucap Kevin sambil menyentil kening Keira.
''Sakit!" ucapnya sambil mengusap keningnya. Kevin lalu mengecup kembali kening Keira.
''Sekarang berikan aku ciuman untuk hadiah yang aku berikan.''
''Sudah ku duga, pasti ada timbal baliknya.''
''Harus dong! Di dunia ini tidak ada yang gratis.'' Kata Kevin dengan senyum kecilnya. Sambil berjinjit, Keira mengecup kening Kevin. Kemudian ciuman itu turun di pipi dan terakhir bibir.
''Sudah kan?'' kata Keira.
''Aku padahal cuma minta satu ciuman saja tapi kamu memberiku banyak. Ah, pikiranmu terlalu mesum!"
''Ya sudah, kalau begitu aku nanti tidak mau melayanimu. Daripada aku kamu mengataiku mesum.''
''Aku akan memaksamu! Nanti ujung-ujungnya kamu akan bilang, enak Mas, ayo Mas, lagi, Mas, terus Mas,'' ledek Kevin dengan tawanya.
''Mas, kamu nyebelin banget!" kata Keira yang mencubit dada Kevin.
''Sudah, ayo kita makan! Setelah itu kita pulang dan berbuat lagi sampai pagi.''
''Dasar ya kamu, Mas! Nggak capek apa?''
''Sedikit sih! Sebaiknya kita pergi ke gym bersama, supaya stamina kita di atas ranjang semakin kuat.'' Kata Kevin sambil melahap makanan yang ada di hadapannya.
''Untung saja ya, Mas. Punyaku itu di buat oleh Tuhan, coba buatan tangan manusia, mungkin udah robek,'' celetuk Keira yang di sambut tawa Kevin.
''Makanlah! Kita terlalu banyak bicara.''
''Bapak-bapak kan emang suka gitu.''
''Sssstttttt, makan!" kata Kevin sambil menutup bibir Keira dengan punggung sendok.
Bersambung.... **Sebenarnya epsd sebelumnya lebih hot, karena harus masuk revisi sampai 3x 🤣 dan akhirnya judulnya aku ganti. Yg tadinya malam pertama jadi kamu milikku 😁 sepertinya NT sekarang lebih ketat, padahal bastone yg dulu selalu lolos riview...
Yukkk gabung di GC atau Ig langsung @dydyailee536 supaya kalian nggak ketinggalan info kalau ada bab yg belum muncul 😉😉**