Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 310 Kisah Yang Sempurna


Sebelum pergi, Zidni memberikan Chika sebuah kalung dengan liontin berlian berwarna biru.


''Tolong jaga kalung ini ya. Awas, jangan sampai hilang karena harganya sangat mahal.'' Gurau Zidni.


''Aku tidak akan menghilangkannya, lebih baik menjualnya bukan? Karena aku bisa mendapatkan uang.''


''Eh berani ya kamu menjualnya?'' kesal Zidni.


''Iya-iya aku akan menjaga dan memakainya sampai kapanpun. Kamu hati-hati ya, maaf aku tidak bisa memberikanmu apa-apa selain syal yang aku rajut ini. Kamu jangan menghilangkannya dan memastikan selalu memakainya.''


''Yang paling penting, kamu sudah memberikan hatimu untukku dan itu sudah lebih dari segalanya. Aku juga pasti akan selalu memakai syal ini. Dia akan menghangatkanku dan ini aku anggap sebagai ganti pelukan darimu.''


''Kamu hati-hati ya. Jangan lupa bari aku kabar saat aku tiba disana.''


''Pasti Chika.'' Keduanya lalu saling berpelukan dan kali ini cukup lama.


''Berat sekali meninggalkanmu disini, Chika. Aku janji akan kembali dan menyelesaikan kuliahku lebih cepat.''


''Iya Zidni. Fokus saja pada kuliah dan perusahaan dulu. Aku akan menunggumu.'' Ucap Chika yang berusaha menahan air matanya. Zidni lalu memberikan kecupan di kening Chika dan mereka berdua lalu kembali berciuman di tengah padatnya orang berlalu-lalang di bandara. Mereka tak peduli dengan semua itu, yang mereka pedulikan adalah memanfaatkan waktu sebelum perpisahan.


-


Dan Setelah Zidni kembali ke Shanghai, Chika menjalani hari-harinya seperti biasa. Namun semenjak Zidni kembali kuliah di Amerika, Zidni ingin fokus menyelesaikan kuliahnya supaya bisa lulus dengan cepat dan segera kembali untuk Chika. Disanalah akhirnya mereka loss contact. Bahkan Chika pun sadar diri dan mengerti tentang apa yang dialami dan apa yang harus dilakukan Zidni untuk mengurus perusahaan. Apalagi Zidni adalah penerus satu-satunya.


SATU TAHUN KEMUDIAN


Satu tahun berlalu, Chika akhirnya memilih untuk keluar dari rumah Miko dan Gina. Karena bertahan dirumah itu, semakin membuat Chika teringat akan semua kenangannya bersama Zidni. Setidaknya dengan hasil kerja kerasnya, ia bisa membeli rumah meskipun rumah itu tidak terlalu besar. Terhitung hampir dua tahun Chika tinggal disana, sejak pertama kali ia tinggal bersama Miko dan Gina.


''Chika, sebenarnya Tante ingin kamu tetap disini.''


''Chika tidak mau merepotkan tante dan om terus-menerus. Setidaknya sekarang Chika sudah punya tempat tinggal sendiri.''


''Om bangga sama kamu Chika. Tapi ini bukan karena Zidni kan?'' goda Miko.


''Tentu saja tidak, Om. Chika sudah berhasil menabung dan beli rumah sendiri jadi ya sudah seharusnya Chika pindah. Terima kasih ya, Om-Tante, kalian sangat baik sudah mau menampung Chika disini. Maafkan semua kesalahan Chika selama ini ya.''


''Sama-sama Chika. Tapi kamu juga sering-sering main kemari ya?'' kata Miko.


''Iya Om. Chika tidak akan melupakan semua kebaikan kalian.'' Ucap Chika. Gina dan Miko kemudian saling bergantian memeluk Chika.


''Maaf ya Om-Tante, Zidni termasuk alasanku pergi dari sini. Rasanya tersiksa sekali, terbayang-bayang semua kenangan bersama Zidni disini. Zidni, semoga kamu benar-benar masih mengingat janjimu padaku untuk kembali. Tapi kalau memamg tidak, mungkin kisah kita hanya sampai disini saja.'' Gumam Chika dalam hati.


Akhirnya Chika pindah ke rumah barunya dan memulai semuanya dari awal. Chika kini juga merasa gamang, apakah ia tetap akan bekerja di perusahaan Kevin atau ia akan pindah kerja juga. Karena sepanjang perjalanan menuju kantor, selalu mengingatkan Chika akan kenangannya bersama Zidni. Dimana mereka setiap pagi mereka berangkat dan pulang bersama. Terlalu banyak kenangan yang di tinggalkan oleh Zidni untuknya.


...****************...


Baby Rachel kini sudah berusia 18 bulan. Keira sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu. Apalagi kini Keira tengah mengandung anak keduanya. Dan usia kandungannya kini sudah memasuki usia 4 bulan. Sementara Marvel kini sudah duduk dibangku kelas 3. Ketampanannya pun semakin terlihat saja.


''Sayang, aku sudah siap. Ayo berangkat! Rachel sudah di bawah sama Kakaknya.'' Ucap Kevin pada Keira yang masih sibuk dandan.


''Sebentar Mas. Ini lipstik aku nih kurang merah.''


''Ya ampun, kamu sudah cantik sayang.''


''Sebentar dong, Mas.''


''Aduh, istriku ini makin cantik saja. Apalagi dengan perutnya ini makin gemes.'' Goda Kevin sambil mengelus perut Keira.


''Kamu sih Mas, tidak sabar nunggu Rachel lepas ASI. Jadinya tekdung deh!"


''Tidak apa-apa dong, sayang. Nanti kalau anak ketiga kita lahir, dia dan Rachel seperti anak kembar. Karena usianya selisih sedikit.''


''Habis ini aku KB ya, Mas. Kamu jangan larang-larang aku KB lagi.''


''Iya sayang, setelah ini kamu boleh KB. Sekarang aku sudah merasa cukup dengan tiga anak. Kalau kamu sudah KB juga makin enak dong, kita semakin rajin itunya dan tidak kepikiran kamu hamil lagi.'' Ucap Kevin sambil menggoda istrinya.


''Semakin rajin apa Mas?'' selidik Keira.


''Semakin rajin olahraga diatas ranjang maksudnya.'' Ucap Kevin terkekeh.


''Dasar kamu ini, Mas. Dari dulu tidak berubah. Dan bodohnya aku, selalu tergoda sama kamu.''


''Tuh kan kamu juga suka.''


''Sudah-sudah, aku sudah siap sekarang! Nanti kalau kita saling menggoda, yang ada kamu malah bawa aku keatas ranjang.'' Ucap Keira. Kevin yang gemas lalu menggendong Keira.


''Mas, turunkan aku!"


''Sayang, kamu sedang hamil muda. Jadi bahaya kalau naik turun tangga.''


''Kamu memang suka modus, Mas.''


''Biarinlah! Toh kamu juga suka di modusin.'' Mereka berdua kemudian keluar kamar, sedangkan dibawah Marvel sudah menunggu dan wajahnya mulai kesal.


''Papa dan Mama lama sekali. Ngapain aja sih, Mah-Pah?'' protes Marvel.


''Maaf sayang, habis Papa kamu menggoda Mama terus.'' Jawab Keira.


''Maaf Kakak!" ucap Kevin sambil menurunkan Keira dari gendongannya.


''Sekarang gantian Papa yang menggendong adik Rachel.'' Kevin lalu mengambil Rachel dari pangkuan Marvel.


''Iya Pah.'' Ucap Marvel. Marvel lalu memberikan tangannya pada Keira.


''Terima kasih Kakak. Maaf ya sudah membuat kamu menjaga Rachel sebentar.''


''Its okay, Mah. Tapi Papa dan Mama selalu kebiasaan seperti itu.'' Ucap Marvel. Keira dan Kevin kompak nyengir mendengar ucapan putranya. Mereka berempat kini bersiap menuju rumah lama orang tua Kevin yang sudah di renovasi menjadi sekolah gratis untuk mereka yang tidak mampu. Dan itu adalah mimpi Keira yang telah di wujudkan Kevin diam-diam.


Keira bahkan tidak tahu jika hari ini Kevin sudah menyiapkan kejutan itu. Kevin hanya bilang, ingin mengajak Keira untuk makan bersama di sebuah restoran.


Keira baru sadar, saat mobil menuju rumah lama orang tua Kevin.


''Lho Mas, kok kesini? Katanya mau makan direstoran?''


''Maaf ya sayang, aku berbohong. Sudah, kamu diam saja.'' Ketus Kevin.


''Ihhh kamu ditanya baik-baik kok malah begitu.'' Keira semakin kesal. Namun Kevin tak menghiraukan. Saat mobil masuk ke pelataran halaman, Keira terkejut melihat bangunan itu yang sudah direnovasi. Apalagi ada nama rumah belajar Keira. Mata Keira pun berkaca-kaca.


''Mas, ini...?''


''Iya sayang. Sudah, ayo kita turun dulu.'' Ucap Kevin. Dan saat sudah sampai disana, para sahabat dan keluarga sudah menunggu. Disana ada Laras dan Krisna bersama putri kecil mereka. Disana ada juga Johan dan Tessa bersama kedua putra mereka. Ayah Ammar, Kenny dan Cindy dan putra mereka juga ada disana. Tak lupa juga Miko dan keluarga kecilnya.


''Bagaimana sayang? Apa kamu suka?'' tanya Kevin. Seketika air mata bahagia lolos di pelupuk mata Keira.


''Mas, aku suka. Kamu benar-benar mewujudkan impian ku.''


''Iya sayang. Aku bahkan masih mengingatnya saat kamu menggerutu waktu itu.'' Ucap Kevin yang mengenang saat ia dan Keira masih sering bertengkar.


''Ya ampun, Mas. Aku saja lupa saat itu aku bilang apa tapi kamu diam-diam mengingatnya.''


''Ya sudah, ayo ke dalam sayang. Kita doa dulu, potong tumpeng lalu meresmikannya. Aku juga sudah menyiapkan beberapa guru disini, bahkan sudah ada investor yang masuk untuk mengembangkan sekolah ini.''


''Kamu serius Mas?''


''Iya sayang. Niat mulia kamu, disambut antusias oleh mereka. Salah satunya keluarga dan sahabat-sahabat kamu yang menjadi investornya. Mereka ingin menolong banyak anak yang membutuhkan seperti niat mulia kamu. Mereka juga yang membantu ku menyiapkan semua ini, sayang.'' Jelas Kevin. Keira semakin terharu mendengar apa yang diucapkan Kevin.


''Oh kalian so sweet sekali. Aku bahagia sekali memiliki kalian semua. Sahabat dan keluarga yang begitu kompak dan luar biasa.'' Ucap Keira yang sudah menangis sesenggukan menahan rasa haru dan bahagia.


''Oh Keira sayang, cup-cup. Sampai kapan pun kita best friend forever.'' Ucap Laras seraya memeluk Keira.


''Iya dong, Kei. Kita mau punya anak berapa, mau dimana, kita tetap best friend.'' Johan pun ikut memeluk Keira. Ya, mereka bertiga saling berpelukan.


''Kak Kenny, Ayah, Mbak Cindy, makasih ya Kak.'' Keira lalu menghampiri keluarganya dan memeluknya.


''Sama-sama adikku. Kamu memang yang terbaik.''


''Dan putri Ayah yang tercantik, terbaik dan tersegalanya. Ayah bangga dan bahagia dengan niat baik kamu, Nak.''


''Aku juga bahagia mempunyai adik ipar yang baik hati ini. Selamat ya Kei, sayang.'' Ucap Cindy.


''Terima kasih semuanya. Kei, sayang kalian.'' Keira kemudian menghampiri Miko dan Gina. Keira bergantian memeluk keduanya.


''Kak Miko, Mbak Gina, terima kasih untuk semuanya ya. Sejak pertama kita kenal sampai detik ini, terima kasih untuk semuanya.''


''Sama-sama Kei. Kami akan selalu mendukungmu.'' Ucap Miko.


''Benar Kei. Kami akan selalu bersamamu juga.''


''Terima kasih semuanya tanpa terkecuali. I love you full.''


Dan acara pun dimulai dengan doa yang dipimpin oleh seorang ustadz. Setelah itu acara potong tumpeng yang pertama kali Keira berikan pada suaminya.


''Untuk suamiku. Terima kasih ya Mas. Kamu adalah suami dan Ayah yang terbaik untuk keluarga kecil kita. Terima kasih untuk semuanya dan untuk sekolah ini. Kamu membantu mewujudkan cita-citaku. Aku mencintaimu, Mas.''


''Sama-sama sayang. Kamu juga adalah istri dan Ibu yang terbaik dan luar biasa. Aku juga terima kasih karena kamu adalah pelita yang menerangiku dalam kegelapan.'' Kevin lalu memberikan kecupan dikening Keira, keduanya lalu saling berpelukan. Mereka semua bertepuk tangan dan turut bahagia melihat kebersamaan keluarga kecil Keira yang begitu kompak.


''Dan pada akhirnya nasib si Keira gadis sewaan, di kontrak seumur hidup oleh Tuan Kevin Haris Sanjaya. Seorang duda tampan yang kaya namun begitu keras kepala, bawel dan sangat menyebalkan. Bahkan Tuan Kevin tidak akan pernah melepaskan Keira sampai akhir hayatnya. Ya, Keira si gadis sewaan itu benar-benar terjebak cinta si duda tampan. Oh, bukan duda lagi sekarang tapi suami yang tampan, mempesona dan begitu menggoda. Sungguh seksi dan perkasa suamiku ini. Aaarrrrr!!!" gumam Keira dalam hati.


''Dan akhirnya gadis sewaan Keira Nensia Putri telah jatuh kepelukanku. Karena hanya aku yang sanggup mengontraknya seumur hidup dan memberikan apa yang dia inginkan. Mulai dari kebutuhan lahir maupun batin selalu aku penuhi. Dia memberiku warna baru dalam hidupku, dia melengkapi semua kekuranganku dan yang pasti dia benar-benar menjeratku.'' Gumam Kevin dalam hati.


''Mama Keira, yang dulu hanya Mama sewaan tapi akhirnya aku berhasil menjebak Mama untuk menjadi Mama sungguhanku. Aku bahagia sekali memiliki Mama Keira. Mama Keira adalah segalanya untukku, pelita hatiku dan bidadari tak bersayapku. Terima kasih ya Mah, untuk semuanya. Maafkan juga untuk semua kenakalanku dan segala cara yang aku halalkan untuk menjadikan Mama Keira menjadi Mama sungguhan dan menjadikan Mama sebagai istri Papa. Terima kasih untuk Om Miko dan Tante Gina, partner terbaikku untuk menyatukan Papa Kevin dan Mama Keira. Aku mencintai kalian.'' Gumam Marvel dalam hati.


...**THE END...........


Terima kasih untuk semua dukungan kalian yang selalu mendukung karya ku ini. Untuk sekuelnya di tunggu ya... Love you all 🤗🙏😘


**Tapi kok masih nggak rela ya mau tamatin?!?! 😭


Dukung juga karya baruku ya:



Promise Of Love


My Perfect Husband


Istri Bayaran Tuan Sean**