Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 143 Terima Kasih Istriku


Malam pun sudah semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Keira sedari tadi mondar-mandir di ruang tamu sambil sesekali menengok keluar ke arah jendela.


''Mas Kevin kenapa belum pulang juga sih? Aku kan khawatir.'' Gumam Keira. Sembari duduk di sofa menunggu Kevin, Keira berusaha mengingat lagi wajah dalam sketsa yang Kevin tunjukkan tadi siang.


''Kenapa aku sama sekali tidak ingat? Apa benar kalau ingatanky terganggu? Kalau memang ingatanku bisa memberikan petunjuk pada Mas Kevin, aku harus berusaha mengingat kembali kejadian itu. Apa aku perlu mengunjungi klinik hypnoterapi ya?'' ucap Keira pada dirinya sendiri. Yang Keira tunggu akhirnya pun datang. Suara deru mobil Kevin, membuatnya merasa tenang bahkan rasa khawatir seketika sirna.


''Kei, kamu belum tidur?'' ucap Kevin seraya membuka pintu.


''Bagaimana aku bisa tidur kalau kamu belum pulang, Mas.'' Ucap Keira seraya memeluk erat suaminya.


''Mas, aku merindukanmu. Begitu banyak masalah yang kita hadapi selama dua minggu terakhir ini, Mas. Sampai kamu lupa untuk memelukku seperti ini.'' Sambung Keira.


''Maafkan aku ya, sayang. Aku juga merindukan mu tapi masalah ini benar-benar menyita waktuku. Bukan hanya tentang kamu tapi misteri kematian orang tuaku. Aku harap kamu mengerti dan tidak marah ya.''


''Iya aku mengerti. Tapi wajah kamu terlihat lelah sekali. Mas, bagaimana kalau besok kita pergi ke klinik hypnoterapi. Aku bisa di relaksasi untuk mengingat kejadian itu. Kalau memang kamu membutuhkan kesaksian dari ku.''


''Ya sudahlah kita bahas besok saja ya. Kamu juga pasti sangat lelah. Memangnya apa yang kamu rindukan dari aku?'' Ucap Kevin sambil mengajak Keira berjalan menuju kamar.


''Semuanya Mas. Dari ujung kaki sampai ujung kepala. Apa semua masalah ini benar-benar mengganggu gairahmu?''


''Jujur saja iya. Mulai dari kamu di fitnah, Ayah masuk rumah sakit, kecelakaan yang penuh misteri dan yang terakhir proyek kita gagal.''


''Maksud kamu smartwatch kita gagal? Kenapa kamu tidak cerita Mas?'' tanya Keira sambil membantu suaminya untuk melepas jas dan kemeja suaminya.


''Sayang, bagaimana kalau kita cerita sambil berendam air hangat di bathup? Aku ingin kamu memijatku. Aku lelah sekali.''


''Aku juga harus ikut, Mas?''


''Iya sayang. Aku butuh kamu sebagai penenangku.''


''Hmmm baiklah, sepertinya memang ada yang modus.''


''Katanya merindukan semua yang ada pada diriku? Jadi kita lampiaskan rindu kita bersama.'' Ucap Kevin sambil mengecup leher istrinya. Keira hanya mengangguk sambil tersenyum malu.


Kini keduaanya pun sudah berada di dalam bathup. Keira memijat perlahan pundak Kevin.


''Ahhh, pijatan kamu nyaman sekali, Kei. Rasanya rileks sekali.''


''Baiklah Mas, sekarang ceritakan semuanya.''


''Jadi Tuan Steven dan Tuan Michael mencabut kerjasamanya dengan kita. Dan yang lebih mengejutkan mereka sudah memproduki smartwatch rancanganku, lebih tepatnya di sabotase.''


''Apa Mas? Mereka tega melakukan itu pada kita? Padahal aku pikir mereka sangat baik sampai memberikan kita hadiah bulan madu segala. Apa ini karena berita hoax tentang aku ya Mas?''


''Sepertinya bukan hanya itu. Tidak mungkin mereka berubah secepat itu kalau sebelumnya sudah ada rencana untuk melakukan sabotase ini. Aku sudah meminta Krisna untuk menindak lanjuti hal ini. Tentu saja perusahaanku mengalami kerugian besar. Aku sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk proyek ini. Entahlah, aku merasa langkahku sangat berat.''


''Mas, kenapa kamu tidak merubah kerugian itu menjadi keuntungan?''


''Maksud kamu?''


''Aku ada ide, bagaimana kalau kita membuat smart bag aliias tas pintar.''


''Tas pintar?''


''Iya Mas. Jadi kita alihkan teknologi itu ke tas ransel. Kamu pernah membayangkan ada tas pintar dan multifungsi? Yang mempunyai sensor kamera, USB, ada mantel otomatisnya dan yang jelas tas ini anti maling. Hanya bisa di buka dengan sidik jari pemiliknya. Apalagi ada sensor anti malingnya, saat ada orang yang berniat jahat, otomatis alarm akan berbunyi seperti mobil. Gunakan imajinasimu untuk berkreasi dan inovasi, supaya kamu mendapatkan ide yang lebih gila lagi, Mas. Biarkan saja mereka menyabotase ide dan karyamu tapi kamu harus lebih pintar dari mereka.''


''Ide bagus juga. Apalagi masih jarang sekali kan ada tas pintar seperti itu. Sayang, kamu memang memberikan solusi yang sangat handal. Semangat ku terpacu kembali.''


''Memangnya siapa yang kamu curigai atas semua ini, Mas?''


''Mauren. Yang membawa Tuan Steven dan Tuan Michael kan Mauren, siapa lagi kalau bukan dia.''


''Kenapa kamu curiga padanya, Mas? Bukankah dia temanmu?''


''Sebenarnya bukti yang aku dapat mengarah pada Mauren dan juga orang tuanya. Jadi aku harap kamu hati-hati dengannya ya. Dan untuk sementara aku akan menjalan proyek baru ini tanpa melibatkannya.''


''Aku tidak menyangka masalah ini akan serumit ini. Pokoknya kamu harus semangat dan pantang menyerah, Mas. Ubah kerugian menjadi keuntungan dan gunakan imajinasimu setinggi mungkin untuk membuat inovasi baru.''


''Iya sayang. Terima kasih ya. Aku benar-benar seperti mendapat semangat baru. Aku tadinya sudah putus asa tapi sekarang aku kembali semangat dan itu karena kamu. Selalu memberikan solusi di saat aku sedang buntu.''


''Sama-sama Mas. Itulah gunanya pasangan Mas. Harus saling membantu dan saling berbagi suka dan duka.''


Kevin kemudian memutar tubuhnya menghadap Keira. Di tatapnya lekat wanita berada di hadapannya itu.


''Kei, aku mencintaimu dan semakin mencintaimu.''


''Aku juga mencintaimu dan semakin mencintaimu, Mas.''


Kevin lalu mendaratkan bibirnya pada bibir Keira. Keduanya saling berciuman dengan lembut dan saling berpagut. Hangatnya air dalam bathup, semakin membuat mereka nyaman dan membuat gairah bercinta mereka semakin tinggi.


Tangan Kevin menyentuh bukit kembar itu dengan lembut. Sentuhan yang Keira rindukan selama dua Minggu terakhir, begitu pula dengan Kevin. Segudang masalah begitu menghantui pikiran dan hatinya, membuat gairah seksualnyaa tenggelam sesaat. Namun semangat dari Keira, membuat Kevin bangkir kembali. Gairah itu kini semakin menggebu dan membara di dalam rendaman hangatnya air pada bathup.


Kevin meluapkan semua gairahnya malam itu, begitu pula Keira yang sudah haus akan belaian lembut dari suaminya. Kevin lalu menggendong Keira dan membawanya ke atas tempat tidur dengan tubuh keduanya yang masih basah. Gairah itu membelunggu keduanya, tak peduli tubuh mereka basah atau tidak. Yang terpenting bagi mereka adalah, hasrat mereka tersalurkan.


Suara kecapan bibir yang saling menghisap, mengikis keheningan malam di dalam kamar. Bibir Kevin yang mengecup lembut leher Keira, membuat Keira menggeliat sambil memeluk erat punggung atletis itu. Kevin mengerti bahwa istrinya sedang haus akan belaiannya, malam itupun Kevin menuntaskan tugasnya untuk memuaskan hasrat istrinya. Entah berapa kali Keira mencapi titik kenikmatan, sampai tuubuhnya bergetar dan menggelinjang hebat karena sentuhan erotis tangan dan bibir suaminya. Keira sendiri juga tak mau kalah, ia juga memberikan pelayanan terbaik untuk menghilangkan jenuh dan stress pada suaminya.


Hisapannya yang semakin hebat saat menyantap lolipop, membuat Kevin mengerang hebat, membuatnya melupakan semua masalahnya. Terlebih saat Keira mengusai dirinya dan memegang kendali atas tubuhnya. Sungguh sebuah kerja sama untuk saling memuaskan yang sangat hebat. Hingga permainan itupun berlanjut sampai pagi, rasa lelah dan nikmat kini membelenggu menjadi satu. Membuat mereka tertidur di balik selimut dengan saling berpelukan. Sisa tisu bekas cairan percintaan yang berserakan pun tak mereka hiraukan, sekalipun cairan itu masih menempel pada sprei tempat mereka tidur. Karena gairah mengalahkan segalanya.


Bersambung....