Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 154 Semakin Dekat


Di dalam perjalanan, Keira sibuk menghapus bekas lipstik di wajah Kevin, sementara Kevin tetap fokus menyetir.


''Maaf ya Mas, aku sudah membuatmu seperti ini.''


''Bukan Keira namanya kalau tidak suka mengerjai orang tua, iya kan?''


''Hehehe iya juga sih.''


''Sayang, sekali lagi maafkan ucapan Tante Rosa.''


''Sudahlah Mas, semua ucapan Tante Rosa hanya aku anggap angin lalu. Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri.''


''Aku juga kesal dengan sikap Oma Rosa, Pah. Kenapa ya Oma Rosa seperti itu? Bukan hanya jahat sama Mama tapi juga dengan Tante Gina,'' sahut Marvel yang duduk di bangku belakang.


''Oma Rosa bukannya jahat, Marvel. Mungkin Oma Rosa merasa kecewa karena Om Miko dan Papa tidak menurut pada Oma. Jadi Oma melampiaskan kekesalannya.'' Kata Kevin.


''Tapi tetap saja aku tidak suka.''


''Marvel, kamu harus bersikap sopan pada Oma ya. Walau bagaimanapun, Oma Rosa adalah Oma kamu.'' Ucap Keira.


''Iya Mah.''


''Mas, nanti turunkan aku di ruko dekat mall ya.''


''Lho katanya mau ke cafe tempat kerja Johan.''


''Bukan Mas. Jadi sebenarnya Johan menyewa bangunan di dekat sana. Dia mau membuka cafe sendiri. Jadi setelah lulus, dia langsung kerja di tempatnya sendiri. Jadi aku dan Laras mau membantunya mendesain cafenya.''


''Oh begitu, hebat juga ya dia.''


''Dia memang sudah cita-cita ingin punya usaha sendiri. Kamu juga tadi aku mau pergi dengan Pak Wahyu tidak boleh, malah maksain buat antar aku. Kan kamu mesti putar balik untuk pergi ke kantor, Mas.''


''Tidak apa-apa, sayang. Aku tidak tega saja dan ingin mengantarkan kamu. Biar aku saja nanti yang menjemput Marvel ya. Setelah itu aku jemput kamu.''


''Baiklah Mas kalau begitu.''


Setelah mengantar Marvel, Kevin kemudian mengantar Keira menuju lokasi cafe baru Johan. Sesampainya disana, Kevin segera turun dan membukakan pintu untuk Keira. Kebetulan Johan dan Laras juga baru sampai. Mereka terlihat baru turun dari mobil.


''Laras-Johan!" panggil Keira seraya mendekat ke arah Johan dan Laras.


''Hei Kei!" seru Laras.


''Selamat pagi Tuan,'' sapa Johan.


''Pagi juga.''


''Wah mobil baru nih? Tarktirannya dong,'' goda Keira.


''Mobil bekas, Kei.'' Jawab Johan malu-malu.


''Tidak apa-apa Jo. Ini tetap terlihat baru kok. Salut gue sama elo, Jo.'' Ucap Keira.


''Dia kan lagi kejar setoran buat nikahin Bu Tessa, Kei. Secara by one get one,'' seloroh Laras dengan tawanya.


''Nggak apa-apalah.Gue juga by on get one,'' ucap Keira sambil menatap wajah suaminya.


''Baiklah sayang, kalau begitu aku ke kantor dulu ya.''


''Iya Mas, kamu hati-hati ya.''


''Laras, Johan, tolong jaga Keira ya. Jangan buat dia terlalu capek karena dia masih tahap pemulihan.'' Pesan Kevin pada kedua sahabat Keira.


''Siap Tuan!" jawab Johan dan Laras dengan kompak.


''Aku pergi ya, sayang.'' Ucap Kevin seraya memberikan pelukan dan kecupan mesra di kening Keira. Kevin kemudian pergi dan segera menuju kantor.


''Keira lah yang bikin gue pingin cepet kawin tapi gue sadar kalau gue harus kerja keras dulu.'' Sahut Johan.


''Semangat ya Jo!" kata Laras sambil menepuk bahu Johan.


''Ya udah kalau gitu, kita masuk dan kita desain deh ruangannya.'' Ucap Keira dengan antusias.


''Kei, kalau dananya kurang boleh ngutang nggak? Kan elo banyak duit.'' Celetuk Johan.


''Boleh aja tapi bilang dulu sama Mas Kevin.''


''Ah elo Jo! Beli mobil aja cash masak gini aja ngutang.'' Kata Laras.


''Ya gue khawatir di tengah jalan, tabungan gue habis.''


''Udahlah kita kerjain aja dulu. Kalau masalah kurang, itu urusan belakang.'' Ucap Keira.


-


Sementara itu David sudah berada di ruangan Kevin bersama Krisna. Ia sudah membawa bukti-bukti penyidikannya tentang keluarga Mauren.


''David, tumben pagi sekali.'' Seru Kevin saat melihat David sudah menunggu di ruangannya.


''Iya. Aku harus menyampaikannya kepadamu.'' Kata David.


''Karena Tuan sudah datang, saya permisi dulu.'' Kata Krisna.


''Kamu tetap disini Kris dan kunci pintunya.'' Perintah Kevin.


''Baik Tuan.''


''Jadi akar semua masalah keluargamu adalah benar keluarga Mauren. Bahkan peristiwa ledakan dan berita hoax yang menimpa istrimu, dalangnya adalah Mauren sendiri. Anak buahku yang menyamar sebagai OB sudah merekam dan memata-matai gerak-gerik Mauren. Bahkan sabotase proyekmu adalah Mauren sendiri. Jadi kedua orang itu adalah orang suruhan Mauren. Mereka berdiri di bawah bendera perusahaan orang tuanya Mauren.''


''Apa? Aku harus memberinya pelajaran. Karena ulahnya, aku juga kehilangan anakku.'' Ucap Kevin sambil mengepalkan tangannya.


''Jangan gegabah Kevin. Tim ku sedang mengumpulkan bukti dan akan secepatnya di limpahkan kejaksaan. Dan untuk orang yang bersamamu saat kecelakaan itu, kami belum menemukannya. Jadi tetaplah bersikap baik pada Mauren. Jangan sampai ada pergerakan yang mencurigakan. Karena musuhmu ini sangat berkuasa. Jadi berhati-hatilah.'' David lalu menunjukkan vidio rekaman yang ia dapatkan dari anak buahnya. Bahkan oborlan Mauren dengan anak buahnya terdengar sangat jelas. Kevin benar-benar geram dengan apa yang di lakukan oleh keluarganya Mauren. Ia tidak habis pikir kenapa ada manusia yang seperti iblis.


''Mereka ternyata menggunakan barang terlarang itu ke dalam produksi makanan dan minuman yang mereka buat?'' tanya Kevin.


''Iya. Maka dari itu produk buatannya sangat laris di pasaran karena membuat semua orang merasa kecanduan. Kami masih meneliti jenis narkotika seperti apa yang mereka pakai. Memang efeknya tidak sedahsyat saat mengonsumsi langsung tapi ini efeknya bertahap. Dan sekarang pabrik mereka sudah kami sita dan semua produknya sudah di tarik di pasaran. Ini baru langkah awal kita menjebloskannya ke penjara karena ini sangat meresahkan. Aku yakin kamu pasti menang Kevin. Aku akan melimpahkan kasusmu, saat kebusukan mereka terungkap dan membuat mereka masuk jeruji besi. Dengan limpahan kasusmu, aku jamin mereka akan membusuk di penjara.''


''Lalu bagaimana dengan jaksa dan hakim yang dulu menangani kasus kecelakaan orang tuaku?''


''Bisa di simpulkan kalau mereka sudah di bayar untuk menutup kasus ini. Dan kita butuh penyelidikan ulang, apakah mereka benar-benar terlibat atau tidak. Aku harap kamu tetap tenang dan fokus pada tujuanmu.'' Jelas David.


''Tuan, apa yang di katakan oleh Tuan David itu benar. Karena musuh sedang menyelinap masuk dalam perusahaan kita. Untuk mengetahui kelemahan musuh, kita harus berteman dengannya.'' Sahut Krisna.


''Benar sekali kamu, Kris. Dengan berteman dengan musuh, kita bisa tahu kelemahannya dan mengorek semua informasi dengannya. Untuk itu disinilah peran utama kamu, Kevin.''


''Aku harus baik dengan musuhku? Musuh yang sudah membunuh anakku dan keluargaku?'' ucap Kevin dengan suara meninggi.


''Mau tidak mau, Kevin. Hanya berteman saja dan bersikap baik padanya. Jangan menunjukkan kelemahanmu. Yang jelas ceritakan semua ini pada istrimu, supaya dia juga berhati-hati.''


''Huft, semuanya kenapa rumit sekali? Tidak bisakah aku langsung menjebloskan mereka ke penjara?''


''Tidak semudah itu Kevin. Sebelum memasukkan mereka ke penjara, kita harus punya bukti kuat untuk menangkapnya. Sedangkan mereka juga berhak memakai pengacara untuk membela diri. Mereka itu mafia dan mereka sangat licik. Saat ini kamu bisa memasukkannya ke penjara dan bisa jadi keesokan harinya, kamu yang berada di balik penjara. Ingat Kevin, mereka bisa mencuci tangan dengan mudah. Contoh saja kasus kecelakaan yang menimpa orang tuamu, dengan mudahnya mereka lolos dari jerat hukum.''Jelas David panjang lebar.


''Iya baiklah aku mengerti, Dav. Sekali lagi terima kasih ya untuk semua bantuanmu ini. Setidaknya titik terang itu semakin dekat.''


''Sama-sama Kevin. Yang jelas kamu harus sabar dan tenang.'' Ucap David sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


Bersambung... Insya Allah author akan up 2 Bab perhari ya, semoga bisa membagi waktu dan idenya selalu mengalir. Jangan lupa untuk like, vote dan komennya ya, makasih 🙏❤️😘