
Tessa kemudian melepaskan pelukan Johan. Keduanya kemudian saling menatap dan semakin dalam. Johan kemudian mengangkat dagu Tessa, perlahan Johan mendekatkan bibirnya pada bibir Tessa. Tanpa rasa sungkan, Tessa langsung membalas ciuman dari Johan. Tessa mengalungkan kedua tangannya pada leher Johan untuk menikmati ciuman yang semakin dalam dan menuntut itu. Kaki keduanya dengan kompak melangkah ke dalam ke dalam kamar tanpa melepaskan pagutannya. Namun Johan kemudian mengakhiri pagutan itu, lalu menutup pintu balkon beserta tirainya. Tak lupa Johan mengunci pintu kamar mereka.
''Jo, kenapa kamu kunci? Kita dirumah juga cuma berdua.''
''Aku tidak ingin ada yang mengganggu kita malam ini, Tessa.'' Ucap Johan dengan tatapan hangatnya. Tessa pun tersipu. Johan lalu mendekat kearah Tessa, perlahan ia menarik tarik handuk kimono milik Tessa.
''Aku boleh melakukannya kan?'' tanya Johan. Tessa pun mengangguk dengan senyumnya. Keduanya lalu kembali berciuman dengan sangat panasnya. Tessa lalu membimbing tangan Johan menuju bukit kembarnya. Johan terkejut namun ia juga tidak menolak. Masih ada rasa sungkan di hati Johan, kala tangannya ingin menuju kesana kemari. Tessa mengerti jika Johan merasa canggung, untuk itu Tessa menuntun tangan Johan menuju karah sana. Untuk pertama kalinya Johan merasakan menyentuh bukit kenyal itu. Perlahan Johan memijatnya dan pijatan yang ia lakukan semakin membuat Tessa merasa bergairah, lidahnya begitu lincah menelusup kesetiap sudut rongga mulut Johan. Membuat Johan sedikit kuwalahan dengan aksi Tessa itu namun Johan semakin menyukainya. Gairah Tessa memburu, karena sudah sangat lama ia tidak merasakan sentuhan yang mampu menghangatkannya.
Mata Johan membulat melihat tubuh Tessa yang telanjang di hadapannya itu. Karena ia berhasil membuka handuk kimono milik Tessa. Sekalipun sudah memiliki seorang anak, tubuh Tessa masih sangat bagus. Sepertinya Tessa rajin untuk merawat dirinya. Tubuh Tessa terlihat sintal, padat dan menggoda. Kini giliran Tessa untuk melucuti pakain Johan. Johan hanya diam mematung saat Tessa melucuti pakaiannya. Tentu saja junior milik Johan yang menjadi fokus utama Tessa.
''Mas Johan, aku akan memberikan pelayanan terbaik untukmu malam ini. Pelayanan yang akan membuatmu bahagia dan membuatmu ingin memintanya lagi dariku.''
''Lakukan saja Tessa. Karena aku sungguh menantikan hal ini.'' Kata Johan. Keduanya lalu kembari berciuman, Tessa lalu menggiring Johan kearah tempat tidur. Tessa mendorong tubuh Johan, sampai Johan terlentang diatas tempat tidur dengan kaki Johan yang masih menggantung. Tangan Tessa kemudian menuju kearah junior Johan yang menegak menjulang itu. Tessa membelainya dan menaik turunkan tangannya, membuat Johan mengerang.
''Ourgghhh... ssshhhhh... argghhhh." De..sah Jogan sambil menatap wajah Tessa yang masih mengelus dan mengkocok juniornya. Tessa kemudian menenggelamkan junior Johan ke dalam rongga mulutnya. Sebuah sensasi hebat yang luar biasa, membuat Johan mende...sah tak karuan. Tessa benar-benar piawai untuk melakukan itu. Mulai dari ujung hingga pangkalnya, tidak luput dari permainan lidah Tessa yang begitu lincah. Tangan Johan justru menekan kepala Tessa untuk jangan berhenti.
''Ourghhh, Tessa sugguh luar biasa,'' gumam Johan dalam hati disela-sela desahannya. Setelah membuat junior Johan basah kuyup, Tessa meminta Johan untuk naik keatas ranjang.
''Mas, naiklah keatas, supaya kakimu tidak menggantung.'' Pinta Tessa.
''I-iya.'' Kata Johan yang menurut saja pada Tessa. Tessa kemudian merangkak naik keatas tubuh Johan. Diganjalnya kepala Johan dengan tumpukan bantal, lalu Tessa mengarahkan dua bukit kenyalnya pada Johan.
''Mas, hisaplah!" pinta Tessa. Tanpa pikir panjang, Johan langsung melahapnya dengan rakus, membuat Tessa mengeluarkan de...sahannya dengan rakus.
''Arrghhh, terus Mas. Hisap lebih dalam.'' Pinta Tessa dengan rintihan nikmatnya. Johan memperdalam hisapannya, sementara kedua tangannya memijit bo...kong Tessa. De..sahan Tessa semakin membuat Johan bersemangat. Pemanasan yang dilakukan Tessa padanya, membuat gairah Johan meningkat daj kini ia yang berkuasa. Johan mengguling tubuh Tessa, membuat Tessa berada di bawahnya. Johan mengunci kedua tangan Tessa dan mengangkatnya keatas. Ia melu...mat bibir Tessa dengan panasnya. Lalu ciuman itu turun ke leher dan kembali pada kedua bukit kenyal itu. Tessa menggeliat nikmat merasakan sensasi yang Johan berikan.
Ciuman Johan semakin turun dan kini lidah itu siap menelusup masuk ke liang senggama milik Tessa. Johan membuka lebar kedua kaki Tessa. Terdapat bulu yang tak terlalu lebat disana, bentuknya membuat Johan penasaran. Lidah Johan menjalar dengan lembut dari atas ke bawah. Tessa benar-benar merasakan basah sebasah-basahnya di bawah sana. Johan menelungkupkan tubuhnya, meletakkan kedua kaki Tessa diatas pundaknya, supaya Johan dengan bebas berselancar di liang senggama itu. Sementara kedua tangan Johan mere...mas bukit kenyal milik Tessa.
''Mas, enak. Arrgghhhh.... terus.'' De...sahan Tessa menyeruak ke seisi ruangan, membuat Johan semakin bersemangat. Setelah puas membuat liang senggama itu basah, Johan kini bersiap untuk menancapkan junironya ke dalam sarangnya.
Johan membuka lebar kaki Tessa lalu menahannya dengan kedua tangannya. Johan kemduian mengarahkan juniornya ke dalam liang senggama milik Tessa. Sedikit terasa sempit bagi Johan tentu saja karena Tessa sudah lama tidak melakukan hubungan seksual. Johan mengerang panjang, saat juniornya berusaha menerobos masuk ke liang senggama milik Tessa.
''Semakin cepat, Mas.'' Pinta Tessa. Johan mempercepat pergerakannya, membuat suara decapan khas bercinta itu menyeruak ke seisi ruangan. Johan pun menghentakannya berkali-kali.
''Oh sungguh nikmat,'' batin Johan sambil terus memompa Tessa. Tessa kemudian mendorong Johan, meminta Johan untuk di bawahnya. Johan menurut saja dengan perintah Tessa. Tessa merangkak naik dan kini gilirannya untuk memompa Johan.
Tessa mengoyak junior Johan yang sudah tenggelam ke dalam sangkarnya. Johan tidak menyia-nyiakan bukit kembar yang menggantung itu. Ia mere...mas bahkan menghisapnya berkali-kali dan itu semakin membuat Tessa bersemangat untuk menggoyang pinggulnya.
''Oh sungguh goyangan pinggul Tessa mantap sekali,'' batin Johan. Tessa begitu lincah menaik turunkan pinggulnya, membuat Johan benar-benar merasakaj di titik kenikmatan tiada tara.
Johan membalik kembali tubuh Tessa untuk berada dibawahnya. Permainan keduanya cukup imbang, Johan tidak menyangka bahwa Tessa sangat kuat bermain diatas ranjang. Dan permainan keduanya justru membuat keduanya merasa puas, bisa menikmati setiap gerakan yang mereka lakukan.
''Tessa, kamu sungguh kuat sekali.'' Ucap Johan disela-sela de..sahannya.
''Jangan remehkan aku, Mas. Kamu minta berapa ronde pun, akan aku layani. Aku akan memuaskanmu.'' Ucap Tessa.
''Sungguh? Sampai pagi?''
''Sampai pagi? Kamu puas, aku tidak akan lemas.'' Ucap Tessa terkekeh. Johan semakin bersemangat menggenjot Tessa, sampai akhirnya keduanya sampai di titik puncak kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Johan merasakan sebuah kehangatan didalam liang senggama milik Tessa. Merasakan otot-otot rahim Tessa menjepit juniornya. Tessa pun bisa merasakan junior milik Johan berdenyut dan menyembur di dalam sana. Sudah sangat lama Tessa tidak merasakan denyutan itu.
''Oh, sungguh memuaskan dan nikmat.'' Batin Johan dengan nafas terengahnya.
''Tessa, apa kamu puas?''
''Puas sekali, Mas. Sangat puas!''
Keduanya kemudian saling berpelukan. Malam yang panjang mereka lewatkan dengan bercinta dan bercumbu mesra.
Bersambung.... Udah puas ya unboxingnya??? hehehe