Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 225 Berita Bahagia


Malam harinya, Kevin dan Marvel sedang asyik bermain playstation di ruang tengah. Mereka tampak serius dan fokus dengan permainan.


''Aku pasti bisa mengalahkan Papa.''


''Coba saja kalau kamu bisa, Marvel. Buat Papa K.O!" kata Kevin yang tidak mau kalah dengan putranya.


''Papa, Kakak Marvel, ini Mama buatin kalian pisang coklat nih.'' Seru Keira sambil membawa satu piring pisang coklat.


''Hmmmm aromanya harum. Kita istirahat dulu Marvel, Papa mau makan pisang coklat buatan Mama.''


''Bilang saja kalau Papa takut kalah.''


''Memangnya Papa kalah ya Marvel?'' sahut Keira.


''Iya Mah. Papa sudah K.O dua kali tapi masih saja sombong.''


''Papa kan memang sengaja mengalah.''


''Sudah-sudah, mumpung masih hangat jadi kita makan saja dulu.'' Kata Keira.


''Oke Mah, sebelum di habiskan oleh Papa.'' Marvel dan Kevin dengan antusias memakan pisang coklat buatan Keira.


''Bagaimana?''


''MANTAP!" ucap Kevin dan Marvel dengan kompak sambil mengacungkan ibu jarinya.


''Senang sekali bisa quality time bertiga seperti ini, Mas. Meskipun hanya di rumah tapi rasanya bahagia sekali.''


''Iya sayang. Kamu mengajari aku betapa pentingnya meluangkan waktu bersama keluarga.''


''Pah, bagaimana kalau kita berlibur?'' sahut Marvel.


''Ide bagus tapi enaknya kemana ya?''


''Di villa kita saja Pah. Mama kan sedang hamil jadi tidak usah jauh-jauh.''


''Bagaimana, sayang?'' tanya Kevin pada Keira.


''Aku setuju saja, Mas.''


''Baiklah, weekend kita berangkat ya.''


''Hore, asyik! Terima kasih ya, Pah.'' Kata Marvel seraya mengecup pipi Papanya.


''Terima kasih juga Papa.'' Sahut Keira seraya mengecup pipi Kevin juga.


''Bahagianya mendapat kecupan dari kalian. Ayo Marvel, lanjut!"


"Ayo Pah!"


"Semoga nanti dede bayinya Mama ini cewek, biar Mama ada teman mainnya. Kalau cowok lagi, Mama sendirian tidak ada teman mainnya.''


''Kalau cowok semua, kita yang akan jadi bodyguardnya Mama.'' Sahut Marvel sambil meneruskan permainannya.


''Yes betul! Kita jadikan Mama Ratu di rumah.'' Sambung Kevin.


''Oh so sweetnya kalian!" ucap Keira terkekeh.


Tiba-tiba ponsel Kevin yang berada di meja berdering.


''Sayang, tolong lihat siapa.'' Kata Kevin pada Keira yang lebih dekat dengan ponselnya.


''Vidio call dari Kak Miko, Mas.''


''Miko, tumben malam-malam. Ya sudah angkat sayang.''


''Iya.'' Keira lalu menerima panggilan vidio dari Miko.


''Hai Kak Miko! Ada apa nih?'' sapa Keira dengan senyum lebarnya.


''Hai Kei. Mana Kevin.''


''Ini mereka lagi main PS.'' Kata Keira sambil mengarahkan kamera ke arah Marvel dan Kevin yang duduk di bawah beralaskan karpet.


''Kevin-Marvel!"


''Apaan sih, Mik?'' kata Kevin sambil tetap fokus bermain.


''Ada apaan sih, Om? Aku lagi sibuk mengalahkan Papa.'' Kata Marvel yang juga tetap fokus menatap layar televisi.


''Kalian ini ternyata ya menyebalkan sekali. Ada orang ngomong malah di cuekin.'' Gerutu Miko.


''Hai Kei!" sahut Gina.


''Hai Mbak. Mbak Gina baik-baik saja kan? Kok kelihatan pucat.'' Ucap Keira yang melihat Gina duduk bersandar dia tas tempat tidur.


''Aku kecapekan aja kok, Kei.''


''Kei jadi begini, ada kabar baik nih.'' Kata Miko.


''Kabar baik apa Kak?''


Miko lalu mendekatkan kamera kearah perut Gina. ''Ada baby di perutnya Gina.''


''Alhamdulillah!" seru Keira. Mendengar kata baby, Kevin dan Marvel kompak menghentikan permainannya lalu melompat ke sofa dan bergabung dengan panggilan vidio Miko.


''Mik, elo serius?''


''Om serius, Om? Kalau Tante Gina mau punya baby.''


''Iya dong, Marvel. Kamu nanti punya teman banyak.'' Ucap Miko.


''Wah, aku mau punya adik banyak nih.''


''Kak Miko-Mbak Gina, selamat ya. Aku bahagia sekali mendengarnya. Akhirnya penantian dan usaha kalian membuahkan hasil.''


''Selamat ya Miko-Gina. Gue seneng banget dengernya. Jaga Gina baik-baik ya Mik.'' Pesan Kevin.


''Pasti lah kalau soal itu Kev.''


''Oh ya Mbak, Mbak ngrasa mual dan pusing kayak aku nggak?'' tanya Keira penasaran.


''Aku bahkan sama sekali tidak tahu kalau aku hamil Kei. Justru yang mengalami hal itu Mas Miko. Tadi siang tiba-tiba perut aku sakit banget sampai aku pingsan, pas periksa kata dokter itu kram dan ternyata aku hamil. Dan kata dokter kandungan aku sudah masuk usia lima minggu.''


''Bisa begitu ya Mbak, enak dong biar Kak Miko saja yang merasakan,'' gurau Keira.


''Iya lah biar Mas Miko saja yang merasakan semua mual dan ngidamnya aku. Aku ingin menikmati kehamilan ku tanpa hambatan.'' Ucap Gina terkekeh.


''Ya, kamu jahat banget sayang. Nanti aku kerjanya gimana kalau sampe kayak gitu? Aku kan sekarang harus semangat kerja untuk kamu dan baby kita.''


''Tidak apa-apalah Mik, sekali-kali.'' Sahut Kevin.


''Ya gue sumpahin deh elo juga ngrasain yang sama,'' kesal Miko.


''Udah ah Kak Miko sama Mas Kevin malam berantem. Mbak sehat-sehat ya sama baby nya.''


''Amin. Doa yang baik untuk kamu juga ya, Kei. Semoga kita semua di beri sehat dan selamat. Kalau gitu selamat istirahat ya.''


''Oke Mbak. Bye!" ucap Keira sambil mengakhiri panggilannya.


''Aku bahagia sekali Mas, akhirnya Mbak Gina hamil juga.''


''Sama sayang, aku juga bahagia. Kamu hamil, Cindy hamil eh sekarang Gina nyusul hamil. Bisa kompakan begini ya? Nanti kalau kalian melahirkan, pasti seperti anak kembar deh.''


''Bisa jadi Mas, apalagi jaraknya juga tidak dekat-dekat.''


''Marvel, sudah jam 9. Sebaiknya kamu tidur ya, besok haris sekolah.''


''Yahh Pah, Marvel masih ingin main.''


''Besok lagi mainnya, sekarang kamu tidur.''


''Pah, satu jam lagi deh. Itu pisang coklatnya juga belum habis.'' Marvel memohon.


''Baiklah satu jam lagi.'' Sahut Keira.


''Yeay makasih, Mah.''


''Sayang, kok kamu ijinin?'' protes Kevin.


''Sudahlah Mas, cuma satu jam saja. Dia terlalu sering belajar dan kamu terlalu memforsirnya sejak dulu. Biarkan dia sesekali menikmati waktu bermainnya, Mas. Kamu saja baru kali ini kan mengajaknya bermain playstation.''


Kevin menghela nafas panjang, lalu kemudian mengangguk. ''Iya baiklah, aku akan menemaninya.''


''Begitu dong, Mas. Jangan terlalu kolot kalau menjadi orang tua nanti anak kita bisa liar kalau di luar. Berikan dia kebebasan namun tetap kebebasan yang bertanggung jawab.''


''Oke-oke Ibu negara!" Kevin kemudian menemani Marvel lagi untuk bermain playstation.


''Aku memang Ayah yang buruk. Bertahun-tahun aku menghukum putraku sebagai penyebab kecelakaan Kania. Aku bahkan tidak mempunyai waktu untuknya. Bukan tidak punya tapi sendiri sengaja menpersempit waktuku untuknya. Dan untuk pertama kalinya aku meluangkan waktuku seperti ini. Ya Tuhan, maafkan aku.'' Gumam Kevin dalam hati sambil menatap tawa lepas putranya.


Bersambung.....