Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 266 Baby Kenny dan Cindy


*Beberapa bulan kemudian....


Kini Keira, Kevin dan Marvel sedang berada di rumah sakit. Mereka baru saja menyambut kehadiran putra pertama dari Kenny dan Cindy. Seorang baby boy yang sangat tampan dan menggemaskan.


''Ya ampun keponakan aku tampan sekali. Selamat ya Kakakku sayang, akhirnya Kak Kenny sekarang menjadi Ayah.'' Ucap Keira seraya memberikan pelukan untuk kakaknya.


''Terima kasih adikku sayang, sebentar lagi kamu nih.''


''Doain aku ya, Kak. Semoga aku bisa melahirkan normal seperti Mbak Cindy.''


''Amin Kei. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.''


''Mbak, selamat ya. Aku bahagia sekali. Sumpah ini lucu dan gemesin banget, aku boleh gendong ya.''


''Iya boleh kok, Kei.'' Kata Cindy.


''Sayang, memangnya kamu bisa. Perut kamu udah gede lho. Nanti dede bayinya kamu jatuhin lagi.'' Sahut Kevin.


''Ya ampun Mas kamu ini, ya tidak mungkin lah. Sudah kamu jangan terlalu khawatir.'' Ucap Keira. Keira kemudian mengambil baby boy Kenny dari gendongan Cindy.


''Tuh, aku bisa gendong kan Mas?''


''Mah, aku mau lihat dong,'' sahut Marvel.


''Oke sayang.'' Keira lalu membungkuk supaya Marvel bisa melihatnya.


''Lucu sekali ya, Mah. Aku jadi tidak sabar untuk melihat adikku segera lahir juga.'' Ucap Marvel.


''Sabar ya sayang, sebentar lagi. Masih kurang 3 bulan, Marvel.'' Kata Keira.


''Sekali lagi selamat ya Kenny, Cindy, aku turut bahagia dengan kelahiran putra pertama kalian. Untuk hadiahnya sudah aku kirim ke rumah langsung ya.'' Sahut Kevin.


''Sama-sama Kevin. Tapi seharusnya tidak usah repot-repot lho.'' Kata Kenny.


''Tidak repot, memang sudah seharusnya begitu, Ken. Bagaiamana menyenangkan bukan menjadi seorang Ayah?''


''Bukan hanya menyenangkan tapi aku sangat bahagia. Semuanya berjalan lancar dan sehat semuanya.'' Kata Kenny.


''Setelah ini tinggal menunggu kelahiranmu, Kei. Ayah tidak sabar tapi juga harap-harap cemas.'' Sahut Pak Ammar.


''Doakan saja ya Ayah. Semoga persalinan Kei nanti lancar dan sehat semuanya.''


''Tentu saja, Nak. Tanpa kamu meminta, Ayah selalu mendoakan kamu.''


''Terima kasih Ayah. Ayah memang terbaik.'' Ucap Keira.


''Oh ya Kak, namanya siapa?'' sambung Keira.


''Namanya Axelle Putra Pratama, Kei. Panggilannya Axelle.'' Ucap Kenny.


''Nama yang bagus, Kak. Jadi kita panggilnya baby Axelle. Sehat-sehat ya anak tampan, cepat besar biar bisa main sama Kakak Marvel.'' Ucap Keira sembari mengecup baby Axelle dalam gendongannya.


...****************...


Selesai manemani Marvel tidur, Keira kembali ke kamarnya. Ia melihat Kevin masih berkutat dengan layar laptopnya. Keira kemudian menggoda suaminya dengan duduk manja di atas pangkuan suaminya. Kevin tersenyum dengan sikap iseng istrinya.


''Kamu mau apa sayang? Sebentar ya aku masih sibuk?''


''Mas, ayo pijitin punggung aku.'' Rengek Keira.


''Iya sebentar lagi. Aku selesaikan dulu pekerjaannya.''


''Ya sudah, aku tungguin.''


''Kalau kamu duduknya di pangkuan aku begini, bagaimana caraku mengetiknya sayang? Ini saja sudah terganjal tubuh kamu.''


''Oh jadi maksudnya aku gendut gitu? Menghalangi pemandangan, iya?''


''Ya ampun bukan begitu. Siapapun kalau mengetik dengan keadaan seperti ini pasti susah sayang. Nanti kasihan dedek bayinya juga ketekan. Kamu turun dulu ya sayang. Kamu duduk di samping aku.'' Bujuk Kevin. Akhirnya dengan sedikit kesal, Keira turun dari pangkuan suaminya dan duduk disamping suaminya.


''Nah gitu dong sayang, biar aku cepat selesai. Deadline kerjanya besok jadi aku harus segera menyelesaikannya. Sabar ya istriku.''


Keira hanya diam sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


''Mas, kira-kira hasil USG anak kita apa ya?''


''Kamu mau USG lagi?''


''Iya Mas, aku penasaran. Habis tiap di USG, dia sembunyi terus.''


''Ya udah deh kalau gitu, Mas. Aku ke kasur dulu deh. Capek nungguin kamu.'' Ketus Keira seraya beranjak dari duduknya menuju tempat tidur. Kevin menghela nafas panjang, melihat istrinya yang tampak kesal. Ia kemudian menutup laptopnya dan menyusul Keira ke tempat tidur.


''Mana sayang, yang mau di pijit?''


''Katanya sibuk.''


''Iya nanti aku lanjutkan lagi. Kasihan nanti kalau kamu terlalu lama menunggu.''


''Seperti biasa Mas, sekarang yang cepet capek kaki, betis dan punggung aku.''


''Oke baiklah sayang, siap laksanakan.'' Jawab Kevin dengan penuh semangat. Kevin kemudian membalurkan baby oil pada telapak kaki dan betis Keira, kemudian ia memijatnya perlahan.


''Mas, pijitan kamu emang bikin nagih deh. Setiap malam rasanya aku tidak bisa tidur tanpa di pijit seperti ini. Apalagi sejak usia kandungan aku semakin besar, rasanya engap dan sesak gitu, Mas.''


''Sabar ya sayang, namanya juga hamil besar. Kamu mau minta pijat sampai pagi pun aku ladenin. Mengandung 9 bulan itu bukan hal yang mudah dan tentu juga sangat melelahkan jadi kita berbagi lelah ini ya sayang. Jadi aku rela lembur tiap malam untuk jadi tukang pijit kamu. Apalagi sekarang sikap manja kamu semakin menjadi saja.''


''Hehehe maaf ya, Mas. Terima kasih juga selalu sabar menghadapi aku yang kadang suka labil ini.''


''Ya tidak-tidak apa-apa sayang. Aku rasanya juga sudah kebal dengan semua itu.''


''Apa kamu bosan denganku, Mas? Apalagi aku semakin menggendut seperti ini? Pasti mata kamu jelalatan ya lihat cewek seksi.''


''Tuh kan sekarang overthinkingnya mulai. Kamu gendut juga karena aku juga kan, sayang? Lagian kenapa sih kalau gendut? Kamu tetap cantik kok. Nanti setelah lahiran, kamu kan bisa diet lagi.''


''Oh jadi begitu aku lahiran, kamu langsung minta aku diet ya?''


''Ya ampun bukan begitu sayang. Kalaupun kamu tidak diet, aku juga tidak masalah kok. Bagi aku kamu tetap cantik mau gendut ataupun kurus, yang penting kamu sehat-sehat.''


''Halah semua pria seperti itu ucapannya tapi begitu lihat cewek seksi, tetap aja di pelototin.''


''Tuh kan aku salah lagi jawabnya, jadi pusing sendiri deh. Sudah kamu jangan marah-marah ya. Nih, pijatan aku sudah sampai punggung sekarang.''


''Awas ya Mas kamu kalau sampai macam-macam di luar sana. Mentang-mentang aku hamil tua, badan makin berisi, eh kamu main mata sama wanita lain.''


''Iya-iya sayang, kamu mau ngapai aku aja terserah. Kamu aja tiap kita ke mall atau jalan kemanapun, lihat cowok tampan dan muda selalu heboh.''


''Ya itukan bawaannya baby, Mas. Sebelum hamil mana pernah aku seperti itu.''


''Ya tapi kamu sampai ngajak kenalan dan kecentilan sampai mengajak foto. Memang ada ya bawaan bayi seperti itu?''


''Siapa tahu anak kita perempuan, Mas. Makanya aku jadi seperti itu. Nanti kalau anak kita perempuan, dia nanti pasti akan sangat cantik, Mas. Pasti banyak sekali laki-laki yang mengejarnya.'' Ucap Keira dengan tawa kecilnya.


''Kalau sampai anak kita perempuan, aku akan menjadi garda terdepan untuk menjaga dia. Mau deketin anak kita, hadapi dulu Papanya. Pokoknya aku akan lebih posesif kalau anak kita perempuan.''


''Jangan galak-galak Mas, nanti dia tidak punya teman.''


''Pergaulan jaman sekarang sangat mengerikan sayang. Jadi kalau punya anak perempuan perasaan lebih ketar-ketir.''


''Aku juga tidak akan membiarkan anak kita lemah, Mas. Dia akan aku daftarkan di kursus taekwondo nanti. Biar dia jago beranten dan kalau ada laki-laki yang macam-macam, langsung deh di hajar habis-habisan. Setuju nggak mas?''


''Setuju sih tapi bukan jadi preman juga sayang.''


''Hahaha ya nggak lah, Mas. Kamu ini lucu, Mas. Kita aja jenis kelaminnya apa belum tahu tapi sudah kita sudah berkhayal.''


Setelah memijat punggung selesai, Keira lalu berbaring. Kini giliran perut Keira yang mendapat sentuhan dari tangan suaminya.


''Anak Papa sayang, dengerin Mama kamu, mama kamu pingin kamu jago berantem tuh. Boleh sih jago berantem tapi untuk kebaikan saja ya berantemnya, untuk membela yang lemah bukan untuk sebuah hal buruk.'' Ucap Kevin yang berusaha berbicara dengan si jabang bayi. Saat Kevin mengelus, Kevin merasakan tendangan cukup keras di dalam perut Keira.


''Tuh Mas, dia nendang. Itu artinya dia setuju sama Mamanya, hehehe.''


''Ini cuma kebetulan saja sayang dia nendangnya. Apapun itu yang terpenting kamu sehat-sehat ya nak di dalam sana.''


''Amin.''


Kevin kemudian mengecup dalam perut istrinya yang semakin membuncit itu.


''Tidur ya sayang, ini sudah malam.''


''Iya Mas, ini juga ngantuk. Pijitan kamu memang sangat manjur. Kamu juga jangan capek-capek ya,'' ucap Keira sembari menguap.


''Iya sayang, selamat tidur Mama dan dedek bayi.''


''Iya Papa, terima kasih ya untuk pijitan tiap malamnya. Aku dan Mama boboknya jadi nyenyak deh.'' Kata Keira dengan suara manjanya.


''Sama-sama duo kesayangan Papa.'' Kevin kemudian memakaikan selimut di tubuh Keira. Tak lupa Kevin mendaratkan kecupan di kening dan juga bibir Keira.


Bersambung....