
Sesampainya di rumah, Keira memilih masuk ke kamar Marvel dan Kevin mengejarnya. Tak lupa ia meletakkan semua pizza dan ice cream yang ia bawa di meja makan. Begitu sampai di kamar Marvel, Keira langsung mengunci pintunya.
''Kei, sayang, ayolah jangan marah.'' Bujuk Kevin sambil berusaha membuka pintu kamar Marvel.
''Biarin Papa, sekali-kali kita harus marah sama Papa.'' Kata Keira pada Marvel.
''Ide bagus sih, Mah. Masa makan begitu saja marah,'' ucap Marvel sambil tertawa kecil.
''Ya sudah, kamu sekarang ganti baju ya setelah itu cuci kaki dan tangannya.''
''Siap Mah.''
''Kei, buka dong sayang. Itu pizza yang kamu bungkus, mau kamu apakan? sama ice creamnya juga sekalian. Aku janji tidak akan marah atau melarang kamu makan apapun. Tapi jangan marah dan hindarin aku dong. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu.'' Kevin membujuk Keira dengan begitu keras.
''Kamu janji tidak akan marah?'' sahut Keira.
''Iya, aku tidak akan marah lagi dan kamu boleh makan apapun yang kamu suka.''
Keira yang dengan mudahnya setuju dengan kesepakatan Kevin, lalu membuka pintu kamar Marvel. Kevin sangat lega, akhrinya Keira membuka pintu kamarnya.
''Ayo keluar sayang. Itu pizzanya di bawah sama ice creamnya juga.''
''Aku boleh kan memakannya lagi?''
''Iya boleh. Kamu dan Marvel boleh makan kok.''
''Berikan dua box pizzanya untuk Bi Nani dan Mbak Rima, terus satunya lagi berikan pada Pak Wahyu dan satpam baru kita, sama ice creamnya sekalian kamu bagi untuk mereka. Sisanya buat aku semua dan juga Marvel.''
''Iya-iya oke. Ya sudah yuk, istriku sayang, turun yuk kita makan.'' Bujuk Kevin dengan sangat lembut.
''Mah, kita boleh makan pizza dan ice cream lagi?'' sahut Marvel.
''Boleh dong sayang. Papa sudah tidak marah lagi.''
''Yes! asyik.'' Marvel melompat kegirangan.
''Tuh lihat Marvel, Mas. Makan pizza dan ice cream saja dia sangat bahagia, sikapnya seperti tidak pernah makanp pizza saja. Padahal kan Papanya banyak uang.''
''Iya-iya. Sudah jangan ngedumel terus nanti pizzanya keburu dingin.''
''Kamu mau makan apa? biar aku masakin.'' Kata Keira.
Kevin tersenyum. ''Apapun masakan kamu akan aku makan.''
Setelah drama pizza berakhir, Keira memasak untuk Kevin. Tongseng daging sapi sudah tersedia di meja makan lengkap dengan nasinya.
''Ini Mas, selamat makan.'' Kata Keira dengan penuh semangat.
''Baiklah sekarang kita lanjut makan sama-sama ya. Mama dan Marvel makan pizza, Papa makan masakan Mama.''
''Siap Pah!" jawab Marvel dengan semangat. Baru beberapa potong saja, Marvel sudah mulai kenyang. Di tambah ice cream yang masih sisa setengah.
''Marvel sudah kenyang, Mah.'' Ucap Marvel sambil mengelus perutnya.
''Mmmm itu boleh buat Mama kan? sisa ice cream dan pizzanya.''
''Boleh kok, Mah. Mama makan saja.''
Keira begitu bahagia mendapat sisa ice cream dan pizza dari Marvel. Kevin dan Marvel saling melempar pandangan menatap keanehan Keira hari itu. Keira memakan pizza dengan rakusnya bahkan sampai pizza itu tak bersisa beserta ice creamnya. Kevin melihat Keira yang makan ingin sekali rasanya muntah, begitu pula dengan Marvel.
''Mas, nanti malam aku mau tidur sama Marvel.''
''Tumben? biar Marvel saja yang tidur di kamar kita, sayang.''
''Tidak mau, Mas. Aku ingin tidur di kamar Marvel. Kamu tidur sendirian tidak apa-apa ya?''
''Ya udah deh daripada sendirian, nanti aku juga ikut bersama kalian.''
''Tapi tidak cukup kasurnya, Mas.''
''Kan ada kasur lantai jadi aku tidur di bawah saja.''
''Ya sudah terserah kamu saja, Mas.''
Setelah makan siang di rumah, Kevin memutuskan untuk kembali lagi ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang ia tinggalkan.
''Mas, nanti kalau pulang bawain aku gorengan ya.''
''Gorengan? kamu tadi sudah terlaku banyak makan pizza lho. Jangan gorengan ya, buah saja ya.''
''Mas, kamu sudah janji tidak akan melarangku.''
''I-iya maaf, aku lupa. Aku hanya berusaha menjaga kamu saja. Soalnya seharian ini kamu kan makan tepung-tepungan sayang.'' Melihat ekspresi wajah Keira yang marah, Kevin kembali meralat ucapannya dengan sangat lembut dan senyum lebarnya. ''Baiklah sayang, aku akan membelikannya. Kamu mau apa?''
''Aku mau siomay goreng, tempe mendoan, bakwan dan tahu bulat. Harus masih hangat, aku tidak mau yang sudah dingin dan lembek.''
''Mmmm sama es permen karet deh.''
''Tapi kan itu......,''
''Mas, kamu sudah janji,'' sela Keira.
''Oke sayang. Kalau begitu aku berangkat ya.''
''Oke. Kamu hati-hati ya sayang.'' Kevin kemudian memeluk Keira namun Keira mendadak mendorongnya pelan.
''Ke-kenapa sayang? masa aku tidak boleh memeluk?'' Kevin merasa heran dengan sikap Keira.
''Maaf ya Mas, bukannya aku tidak mau memeluk tapi aroma parfum kamu bikin eneg. Sebaiknya kamu beli parfum baru ya, jangan yang ini. Selama kamu belum ganti, aku tidak mau memeluk ataupun dekat kamu.''
''Oke baiklah.'' Kevin dengan menahan kesalnya segera berangkat ke kantor. Hari ini ia benar-benar frustasi menghadapi sikap istrinya itu. Bahkan sampai membuatnya berpikir buruk tentang Keira.
-
Malam harinya di ruang tengah, Keira sedang sibuk membantu Marvel mengerjakan PR. Keira tampak telaten mengajari Marvel belajar sekaligus mengerjakan PR.
''Terima kasih ya, Mah. Berkat Mama aku bisa mengerjakan semua tugasku. Mama lihatkan semua ujianku mendapatkan nilai 100.''
''Bukan berkat Mama juga tapi kamu memang hebat dan pintar.''
''Apapun itu yang jelas, aku sayang sekali sama Mama.'' Marvel kemudian memberikan pelukan untuk Ibu sambungnya itu. Keira pun membalasnya dengan penuh kasih sayang. ''Mama juga sayang sekali denganmu Marvel.''
''Gorengan-gorengan! es permen karet!" seru Kevin bak pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya. Mendengar suara suaminya datang, Keira sangat antusias.
''Papa datang, itu pesanan Mama juga datang.'' Ucap Keira pada Marvel.
''Mas, kamu sudah pulang?'' Keira menyambut suaminya dengan senyum yang hangat.
''Sudah dong. Ini permintaan Nyinya Keira, semuanya masih hangat begitu juga es permen karetnya masih dingin tentunya.''
''Terima kasih ya, Mas.'' Keira langsung merebut dua kantong plastik yang di berada di tangan Kevin.
''Ya sudah Mas cepetan ke kamar terus mandi ya. Kamu sudah beli parfum baru kan?''
''Tentu saja sudah.''
''Baguslah. Sekarang kamu mandi ya Mas, setelah itu makan. Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kamu.''
''Terima kasih istriku.'' Ucap Kevin sambil mengecup kening istrinya sekilas. Ia kemudian berlalu menuju kamarnya untuk segera mandi.
''Mah, itu es apa? kenapa warnanya pink?''
''Oh ini es permen karet. Kamu mau?''
''Boleh coba kan, Mah? aku belum pernah minum es seperti itu.''
''Boleh kok. Maaf ya Mama cuma beli satu, Mama khawatir kalau kamu tidak suka dan khawatir juga kalau Papa kamu marah.''
''Iya tidak apa-apa, Mah.'' Marvel lalu mencoba es milik Mamanya.
''Gimana? enak?''
''Mmmm enak Mah, seger. Boleh minta lagi?''
''Boleh dong. Kita minum sama-sama ya. Kamu mau gorengan juga? ini enak semua lho.''
''Boleh deh, Mah. Aku coba satu ya. Selama ini Papa tidak membolehkan aku makan ini karena terlalu banyak minyak.''
''Papa kamu kan memang cerewet dan keras kepala,'' ucap Keira terkekeh.
''Hehehe benar juga sih, Mah. Hanya Mama yang bisa menaklukan Papa.''
''Setelah ini bereskan semua bukunya ya. Lalu gosok gigi dan pergi tidur.''
''Oke Mah. Tapi Mama malam ini janji menemani aku tidur kan?''
''Iya Mama janji.''
''Soalnya nanti, Papa pasti mengajakku negosiasi supaya Mama tidak tidur bersamaku.''
''Sudah, itu urusan Mama. Jurus andalan Mama kan marah sama Papa dan cuekin Papa. Papa kamu itu bucin sama Mama jadi pasti Papa nurut, hehehe.''
''Bucin itu apa Mah?''
''Mmmm bucin itu terlalu cinta gitulah pokoknya. Sudah, cepat makan gorengannya sebelum Papa turun.''
''Iya Mah.''
Bersambung....