Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 131 Antara Sedih&Bahagia


Sesampainya di restoran, Laras memesan apapun yang ia suka. Mulai dari spaghetti, pizza dan makanan khas Italia lainnya. Krisna hanya bisa melongo melihat Laras yang memesan banyak makanan.


''Laras, yakin semua yang di meja ini habis?'' tanya Krisna.


''Habis kok, tenang saja.''


''Makanmu banyak sekali ya.''


''Memangnya kenapa? Oh ya aku boleh bungkus 20 box pizza nggak?''


''Pesan saja. Tapi yakin 20 box habis? Kalau mubadzir mending secukupnya kamu saja.''


''Habis kok, Kak. Tapi Kakak bayarin ya? Aku belum gajian. Kebetulan selama magang aku mendapat gaji, ya lumayanlah meskipun nggak banyak.''


''Iya tidak apa-apa.'' Jawab Krisna dengan entengnya.


''Sekali-kali lah gue ngrasain di traktir meskipun maksa sih,'' batin Laras tertawa. Setidaknya ada empat hidangan yang laras santap. Mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama sampai hidangan penutup. Belum lagi minuman yang di pesan oleh Laras. Laras sendiri tampak bingung karena Krisna hanya memesan satu menu makanan dan satu gelas minuman saja. Sementara Krisna sendiri heran karena Laras makan dengan banyak hidangan.


''Kak, apa Kakak kalau makan hanya satu menu saja? Hidangan pembuka atau penutup tidak ada?''


''Iya, memang kenapa? Ini saja sudah kenyang kok. Dalam piring ini semua kebutuhan karbohidrat, serat dan vitamin sudah cukup. Di tambah jus buah ini.''


''Ya bukan apa-apa sih, cuma tanya saja.''


''Aku ini hanya orang biasa, Laras. Aku pernah merasakan hidup susah dan aku sudah biasa makan, makanan yang sederhana. Aku makan sesuai kebutuhan saja, bukan makan sesuai keinginan. Jadi hal itu sudah menjadi kebiasaan ku sejak dulu. Sekalipun sekarang Tuhan memberiku lebih, itu tidak mengubah gaya hidup aku.'' Jelas Krisna. Laras kemudian memberikan applause untuk Krisna.


''Wah, pemikiran Kakak keren banget. Aku salut banget sama Kakak. Kak, ke rumah aku yuk!'' kata Laras dengan begitu antusias.


''Un-untuk apa Laras?''


''Untuk melamar aku. Bawas orang tua Kakak juga,'' celetuk Laras tanpa banyak basa-basi.


''Hahaha kamu ini ada-ada saja.'' Kata Krisna dengan gugup.


''Kak, Kakak itu suami idaman aku banget. Kak, jangan lama-lama buat kasih jawaban ya?'' kata Laras sambil merengek.


''Hmmm habiskan dulu makanan kamu, Ras. Jangan sampai kamu membuang makanan karena di luar sana masih banyak yang membutuhkan.''


''Idaman banget sih,'' kata Laras dengan gemas sambil memeluk pipinya dengan telapak tangannya. Setelah selesai makan dan membawa 20 box pizza, Laras mengajak Krisna turun ke jalanan untuk membagikan pizza itu pada anak jalanan. Krisna tidak menyangka di balik sikap Laras yang cerewet, centil, manja, agresif padanya dan ceplas ceplos ada sisi lain yang membuat Krisna kagum. Setelah semuanya terbagi dengan rata, Krisna lalu mengantar Laras ke tempat butik tempatnya magang.


''Makasih ya Kak, sudah membantuku membagi-bagikan makanan pada mereka.''


''Kamu sering melakukan itu?''


''Setiap satu minggu sekali, Keira yang mengajarkan ku. Aku suka pindah-pindah tempat dan tidak hanya disana saja.''


''Oh begitu, baguslah.''


''Oh ya tadi bil pizzanya berapa Kak? Maaf ya aku cuma bercanda.''


''Tidak usah kamu ganti. Aku ikhlas.''


''Serius nih, Kak?''


''Iya, serius. Ya anggap saja aku bersedekah untuk mereka.''


''Sekali lagi makasih ya, Kak. Aku turun dulu. Kakak hati-hati ya dan maaf karena sudah memalakmu hari ini.''


''Iya tidak apa-apa. Mmmm jam berapa kamu pulang?''


''Biasanya jam 5 sore sih. Memangnya kenapa? Mau jemput ya?'' kata Laras dengan segudang rasa percaya dirinya.


''Tidak. Aku hanya bertanya saja.'' Kata Krisna dengan ekspresi datar yang menyimpan setumpuk kegugupan.


''Ish, nyebelin banget. Ya udah BYE." Kata Laras sambil turun begitu saja dari mobil Krisna. Selepas Laras keluar dari mobilnya, senyum Krisna mengembang melihat tingkah Laras yang lucu itu.


-


''Mas-Ayah, aku ada kabar gembira untuk kalian semua. Dan kabar untuk Marvel juga.'' Kata Cindy yang membuka obrolan itu.


''Kabar apa sih, sayang? Kayaknya happy banget.''


''Ayah juga penasaran.''


''Aku juga penasaran, Tante.'' Sahut Marvel.


Dengan senyum penuh kebahagiaan, Cindy mengambil sesuatu dari saku dasternya.


''Taraaaa, aku positif Mas.'' Kata Cindy sambil menunjukkan hasil tespeknya.


''Alhamdulillah, Ya Allah.'' Kompak Pak Ammar dan Kenny bersamaan.


''Hore, aku mau punya adik!" seru Marvel sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


''Sayang, terima kasih ya. Alhamdulilh, kita di beri secepat ini.'' Kata Kenny seraya memeluk istrinya.


''Aku juga tidak menyangka akan secepat ini, Mas.''


''Besok kita periksa kandungan kamu ya.''


''Iya Mas.''


''Aku bahagia sekali. Terima kasih Ya Allah.'' Kata Kenny dengan mata berkaca-kaca penuh harus.


''Tante, selamat ya. Aku juga bahagia karena aku mau punya adik. Meskipun dari Tante Cindy dan Om Kenny dulu.''


''Ini juga adik kamu, Marvel.'' Kata Cindy sambil mengelus kepala Marvel.


''Semoga setelah Papa dan Mama pulang dari bulan madu, aku secepatnya juga punya adik.''


''Amiin,'' kata Cindy, Kenny dan Pak Ammar dengan kompak.


''Ayah tidak bisa membayangkan kalau punya dua cucu sekaligus dalam waktu bersamaan. Ayah akan menjadi Ayah sekaligus Kakek yang paling bahagia di dunia ini.''


''Aku juga tidak sabar punya adik secara bersamaan, Kek,'' sahut Marvel dengan senyum bahagianya. Mereka semua sangat bahagia dengan kabar kehamilan Cindy. Berharap setelah ini, Keira dan Kevin akan segera menyusulnya.


-


Sementara itu Gina dan Miko juga sedang makan malam berdua. Dengan ragu-ragu, Gina menunjukkan hasil tespeknya pada Miko.


''Sayang, maaf ya aku belum bisa memberimu anak.'' Kata Gina lirih. Miko yang melihat hasil tespek serta raut wajah sedih Gina, merasa terpukul.


''Tidak apa-apa, sayang.'' Jawab Miko sambil mengelus kepala Gina.


''Itu artinya bayi tabung kita gagal.'' Air mata Gina pun akhirnya terjatuh membasahi pipinya.


''Gina, aku tidak apa-apa. Kamu tidak perlu menangis. Kondisi kita kan sama-sama sehat jadi tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Ini hanya masalah waktu saja.''


''Tapi aku merasa gagal menjadi seorang wanita, Miko.'' Akhirnya Gina pun menangis, hiks hiks hiks. Miko mendekat lalu memeluk Gina.


''Kita kan masih bisa mencobanya lagi, Gin.''


''Tapi Mama kamu cuma memberiku kesempatan kali ini saja. Bahkan Mama kamu meminta kamu untuk menikah lagi kan?''


''Sayang, dengarkan aku. Aku tidak akan melakukan itu. Masa iya aku dengan mudahnya menikah lagi hanya karena kita belum di kasih anak. Kamu tidak usah mendengarkan ucapan Mama ya. Kita coba proses bayi tabung lagi atau coba kita beralih ke herbal.''


''Aku tidak mau kita berpisah dan aku tidak mau di madu juga.'' Isak tangis Gina dalam pelukan Miko.


''Kita tidak akan berpisah dan tidak akan mencari madu baru. Mungkin belum waktunya, sekarang kan Tuhan sedang memberi kita nikmat dan rezeki yang lain. Bisnis kita semakin berkembang dan ommeset kita terus naik, itu juga rezeki dan nikmat. Jadi kamu jangan terlalu stres, lagi pula kita menikah baru 3 tahun. Kita nikmati saja ya, sayang. Aku yang akan mengahadapi Mama nanti.'' Kata Miko yang berusaha menenangkan Gina, meskipun tak di pungkiri kalau Miko juga sangat sedih.


Bersambung.... Yukkk like, komen dan votenye ya, makasih 🙏🙏😘