Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 62 Masalah Di Kantor


Sesampainya di kantor, Kevin merasa heran karena semua karyawan menatapnya dengan aneh namun ia sama sekali tidak peduli dan tetap berjalan dengan gaya coolnya seperti biasa. Baru beberapa menit ia masuk ke dalam ruangan, Krisna datang menuju ruangannya.


''Tuan Kevin, ada berita yang menggemparkan.'' Kata Siska yang masuk secara tiba-tiba bahkan tanpa permisi.


''Ada apa Sis? kamu selalu kebiasaan masuk tanpa permisi,'' ketus Kevin.


''Ma...maaf Tuan. Tapi ini benar-benar daruray dan emergency.'' Ucap Siska tergopoh.


''Iya ada apa? to the point saja,'' kata Kevin dengan suara meninggi. Siska lalu memberikan tabletnya pada Kevin.


''Ini Tuan, silahkan anda lihat vidionya,'' kata Siska dengan gugup karena melihat ekspresi Kevin yang selalu saja masam. Melihat vidio itu, Kevin mengernyitkan dahinya. Wajahnya mulai panik dan ia menggigit bibir bawahnya merasa cemas. Rupanya kekacauan di acara pernikahan Kenny, menjadi hot news pagi ini. Dengan tag line berita 'Pengakuan Putra Sanjaya Group Tentang Identitas Baru Ibu Tirinya. Diam-Diam Tuan Kevin Harris Sanjaya Menikah Dengan Seorang Gadis Muda Yang Masih Berstatus Mahasiswa'. Kevin tersenyum kecut melihat isi berita itu.


''Sudah biarkan saja. Kenapa mereka sekarang tertarik dengan urusan pribadiku daripada prestasi perusahaanku? lagi pula ini semua ulah Marvel.''


''Tapi berita tentang anda sangat viral, Tuan. Ada yang berkomentar buruk, bahkan ada juga yang berkomentar negatif. Para klien juga menelepon untuk menanyakan kebenaran ini. Tapi komentar yang paling tidak masuk akal adalah mereka menuduh anda itu seorang gay karena anda yang sudah lama hidup sendiri bahkan tak kunjung menikah kembali sejak kepergian Nyonya Kania. Bahkan ada foto anda bersama Krisna juga disana.Sejak pagi tadi kami di sibukkan untuk mengurus berita ini.'' Jelas Siska panjang lebar.


''Apa? gay? Siapa juga yang menyebarkan berita buruk ini? kurang kerjaan sekali. Sudahlah abaikan saja,'' kata Kevin.


''Ta... tapi wartawan sudah menunggu di luar. Krisna dan security hampir kuwalahan.''


''Apa? ada wartawan?'' ucap Kevin dengan mata membulat.


''I... iya Tuan.''


''Bisa-bisanya mereka menuduhku seorang gay?'' ucapnya sambil mengepalkan tangannya. Kevin lalu membaca komentar dari vidio itu.


-Berita ini pasti pengalihan isu. Dia pasti seorang gay, pernikahannya yang dulu juga pasti untuk menutupi orientasi seksualnya yang menyimpang.


-Astaga gadis itu cantik sekali tapi sayang gadis itu menolak, pasti dia tahu kalau Tuan Kevin gay. Kasihan sekali putranya.


-Aku tidak percaya Tuan Kevin gay, itu kan cuma foto saja. Lagi pula foto Tuan Kevin dengan pria itu biasa saja, meskipun mereka tampak mesra. Pasti gadis itu yang merayu Tuan Kevin dan ingin memanfaatkan Tuan Kevin saja. Ah entahlah, aku pusing!


-Sebenarnya sah-sah saja Tuan Kevin ingin memilih siapa pendamping hidupnya tapi seharusnya bisa memilih yang setara dan bukan gadis itu. Tapi ini pertama kalinya dia bersama wanita sejak kepergian istrinya. Tapi disini terlihat kalau putranya dekat sekali dengan gadis itu.


-Aku yakin mereka sudah menikah diam-duam dan beru terpublikasi.


-Kalau sampai dia gay, sungguh aku kecewa sekali. Dia adalah pengusaha sukses yang menginspirasiku.


"Komentar murahan macam apa ini? dan siapa juga yang memotretku dengan Krisna? aku hanya membantu membetulkan dasinya saja."


"Tapi Krisna juga berpikir anda seperti itu Tuan," celetuk Siska yang keceplosan.


"Apa? Krisna juga berpikir aku seperti itu? gila dia! panggilkan Krisna sekarang!" bentak Kevin.


"Ba-baik Tuan." Siska buru-buru keluar untuk memanggil Krisna.


Kevin benar-benar kesal dengan pemberitaan yang keterlaluan ini. Ia tidak habis pikir kenapa berita sampah seperti ini harus muncul ke permukaan. Tak lama kemudian, Krisna pun datang.


"Permisi Tuan!" sapa Krisna tanpa berani menatap wajah Tuannya.


"Bagaimana para wartawan? apa mereka sudah pergi?"


"Su... sudah Tuan. Kami baru saja membereskannya."


"Maaf Tuan tapi saya tidak tahu. Bahkan saya tidak tahu kalau foto itu beredar di media. Dan maafkan saya yang berburuk sangka pada nada. Karena memang saya merasa anda aneh."


"Astaga Krisna, kamu sudah bekerja dengan ku bertahun-tahun kenapa pikiranmu sangat picik sekali?"


"Maaf kan saya Tuan. Saya hanya merasa aneh dengan sikap ramah anda beberapa waktu lalu."


"Aku ramah salah! aku tegas dan galak pun salah, apa mau kalian sebenarnya? kamu bekerja denganku sudah sangat lama, jadi wajar saja kalau aku bertanya tentang kehidupan pribadimu dan pertanyaan itupun di luar kantor. Kamu mau di pecat?" bentak Kevin.


"Jangan Tuan! Jangan pecat saya. Saya minta maaf, Tuan."


"Pergi sana! dan selesaikan semuanya. Jangan sampai berita ini berpengaruh pada perusahaan."


"Iya Tuan, saya permisi." Krisna kemudian pergi meninggalkan ruangan Kevin. Kevin benar-benar merasa gusar dengan pemberitaan aneh tentang dirinya. Kevin lebih senang jika dirinya di kenal akan prestasinya daripada berita murahan seperti ini.


''Kevin, elo udah lihat beritanya?'' kata Miko yang masuk begitu saja di ruangan Kevin.


''Iya gue udah lihat,'' jawabnya dengan wajah putus asa.


''Terus sekarang elo ngapain? masa iya elo di fitnah gay?''


''Gue juga heran mereka dapat isu itu darimana.''


''Sebaikanya elo cepat nikah deh, supaya berita itu tidak simpang siur.''


''Penyelesaian seperti apa itu, Mik? elo pikir nikah itu mainan apa?''


''Ya daripada berita ini semakin melebar dan berdampak sama perusahaan elo, Kevin. Mending elo nikahin Keira aja deh.''


''Apa? Nikahin Keira? Elo gila ya?''


''Bukan gila tapi ini untuk perusahaan. Udahlah mending elo nikah aja. Yang penting status elo nikah. Kasihan juga kan kalau Keira dan keluarganya kena hujatan karena ini semua.''


''Ini juga karena Marvel yang asal bicara.''


''Jangan salahkan Marvel, dia hanya ingin Keira menjadi Mamanya. Tumbuh menjadi Marvel tanpa seorang ibu sangat menyakitkan untuk Marvel, Kevin.''


''Kalau Keira tidak mau bagaimana? Nanti kalau Ayah Ammar melihat berita ini bagaimana?'' gumamnya.


''Ayah Ammar? siapa itu?'' selidik Miko.


''E... Ayahnya Keira.''


''Oh jadi sudah mengenal mertua nih. Bagus lah kalau begitu. Lagian elo juga kemarin ngapain kesana?''


''Gue kesana karena Marvel. Dia minta gue datang ke pernikahan Kakaknya Keira sekaligus memberikan hadiah pernikahan. Ya gue juga mau bilang makasih soalnya mereka udah jaga Marvel dengan baik. Dan asal elo tahu, kejadian kemarin membuat Marvel tidak mau pulang dan menginap lagi di sana.''


''Nah tuh, pasti tetangga pada ngomongin yang nggak-nggak sama Keira. Kasihan dia kan. Mending elo nikahin dia aja deh, urusan cinta itu belakangan. Yang penting nama elo bersih dan nama Keira juga bersih. Jadi nggak ada prasangka buruk lagi,'' bujuk Miko dengan segala ocehannya. Kevin terdiam namun ia berpikir, haruskah ia menikahi Keira demi menyelamatkan reputasi? atau membiarkan berita ini berlalu begitu saja?


Bersambung..... Yukkkk gempuran like, komen dan votenya yaaaa 🙏🙏❤️❤️