Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 142 Perlahan Tapi Pasti


Seharian itu, Kevin tidak keluar dari ruangannya. Ia hanya bisa termenung dengan semua ujian yang datang bertubi-tubi.


''Tok tok tok tok! Tuan ini aku, Krisna. Ada yang perlu kita bicarakan.''


''Masuk Kris!" sahut Kevin dari dalam.


''Tuan ini berkas yang anda minta. Beberapa filenya saya kirim ke email pribadi anda. Dan nilai saham perusahaan hari ini turun drastis.''


Mendengar apa yang di sampaikan oleh Krisna, Kevin menghela nafas panjang.


''Tapi saya mencoba cek, nilai saham perusahaan keluarga Mauren berkembang pesat beberapa hari ini.'' Sambung Krisna.


''Apa benar ini semua ada kaitannya dengan Mauren dan keluarganya?'' gumam Kevin dalam hati.


''Tolong berikan aku informasi tentang perusahaan orang tuanya Mauren. Apa ada gerak-gerik yang mencurigakan dari Mauren?''


''Tidak ada Tuan. Dia juga tampak sedih dengan proyek yang di sabotase ini. Tapi saya akan tetap mengawasinya.''


''Pastikan dia tidak tahu rencana kita. Hubungi Pak Henry, minta beliau membuat surat klarifikasi tentang pembebasan istriku ke seluruh media bahwa berita itu hoax.''


''Apa perlu pelakunya kita up juga?''


''Jangan! Aku tidak ingin pelaku di up di media karena aku tahu pelaku yang sebenarnya belum tertangkap.''


''Baik Tuan, saya akan melakukan perintah dari Tuan.''


''Pergilah Kris dan pantau terus Mauren.''


''Siap Tuan.'' Ucap Krisna seraya berlalu dari ruangan Kevin. Kevin yang sedang memeriksa dokumen perusahaan, tiba-tiba ponselnya berdering.


''Ada apa Mik?''


''Gue lagi di rumah sakit Sentral dan gue lihat pria itu. Pria yang memaksa Pak Ridwan untuk mengaku. Pria itu berdiri di depan ruang ICU.''


''Apa? Jadi benar ini semua teror buat gue?''


''Sepertinya begitu. Oh ya apa gue harus menangkapnya?''


''Awasi saja dia! Rekam semua aktivitasnya. Pasti dia adalah seorang kaki tangan yang sengaja di kirim untuk menteror gue. Sorry Mik perusahaan sedang bermasalah, proyek gue di sabotase dan investor cabut saat mendengar berita ini. Dan yang lebih parah, mereka sudah mulai memproduksi smartwatch rancangan gue.''


''Elo harus tunjukkin kalau elo bisa, Kev. Gua yakin mereka cuma pingin jatuhin mental elo aja. Elo pasti punya banyak ide bagus dan hati-hati siapa tahu di perusahaan ada musuh dalam selimut.''


''Iya Mik, thanks ya. Apa David sudah mulai penyidikan?''


''Sudah, dia barusan telepon gue. Yang jelas saksi kuncinya adalah Keira. Gue harap Keira segera ingat supaya misteri itu segera terpecahkan.''


''Oke. Elo hati-hati ya.''


''Elo juga jangan lemes. Semuanya pasti akan segera membaik. Bye.'' Miko pun mengakhiri panggilannya.


Kevin lalu memeriksa ulang berkas kasus kecelakaan orang tuanya. Disana dinyatakan kecelakaan itu karena rem blong.


''Karena rem blong sehingga menabrak sebuah truk kontainer dan di duga supir truk juga mengantuk, sehingga kecelakaan tidak bisa di hindarkan. Akhirnya semua itu di putuskan murni kecelakaan dan supir truk di jatuhi hukuman empat tahun penjara karena kelalaiannya. Kenapa aku dulu sangat bodoh dan tidak mengusut kecelakaan ini? Tapi memang semua sudah di urus oleh pengacara Papa. Aku harus mencari rumah supir truk ini dan aku akan membuka kembali kasus yang menimpa keluargaku ini.'' Gumam Kevin dengan penuh dendam.


''Mas!" suara dan kedatangan Keira cukup mendinginkan suasana hati Kevin.


''Eh Kei, kamu ada apa kesini?''


''Ayah yang memintaku kemari untuk membawakanmu makan siang. Kamu kenapa Mas? Apa ada masalah? Wajahmu terlihat kusut sekali.''


''Oh tidak ada apa-apa. Kamu bawa makan siang apa?'' Ucap Kevin seraya beranjak dari kursi kebesarannya.


''Ini sup daging, Mas. Tapi tadi aku beli Mas, tidak sempat memasak sendiri.''


''Tidak apa-apa, Kei. Mau beli atau masak sendiri, aku akan tetap memakannya. Kamu sudah makan belum?''


''Belum Mas.''


''Ya sudah kita makan sama-sama ya.''


''Iya Mas.''


''Sayang, lihatlah ini. Apa kamu mengingat wajah ini?'' tanya Kevin.


''Siapa dia Mas?''


''Dia adalah pria yang mengaku orang suruhan Papa dan yang membuatku kecelakaan.'' Keira kemudian terdiam sejenak mengingat wajah yang ada pada sketsa tersebut. Keira sekuat tenaga mengingat wajah orang itu. Ia hanya menemukan bayangan hitam saja dan itu membuat kepalanya merasa sakit.


''Auw,'' rintih Keira sambil memegangi kepalanya.


''Kei, sayang, kamu baik-baik saja?'' tanya Kevin panik.


''Kepalaku tiba-tiba sakit sekali, Mas.''


''Ya sudah, jangan kamu paksa ya. Maafkan aku ya.'' Ucap Kevin sambil memeluk Keira.


''Tidak apa-apa, Mas. Aku akan berusaha mengingat lagi.''


''Kalau itu membuat kamu merasakan sakit, jangan kamu paksakan. Aku tidak mau kenapa-kenapa. Sebaiknya aku antar kamu pulang ya?''


''Tidak usah. Aku datang kesini bersama Pak Wahyu kok.''


''Oh begitu. Baiklah sebaiknya kamu istirahat di rumah saja ya.''


''Iya-iya, kamu tenang saja Mas. Aku baik-baik saja kok, kamu tidak usah terlalu khawatir.''


-


Waktu pun terus berlalu, Pak Ammar akhirnya bisa pulang kerumah setelah hampir dua Minggu di rawat di rumah sakit. Sementara Kevin disibukkan dengan penyelidikkan kasus yang menimpa keluarganya. Sekalipun sulit dan membutuhkan waktu yang lama, namun perlahan kebenaran itu sedikit demi sedikit terbuka. Semua itu berawal dengan kunjungannya ke rumah supir truk kontainer yang terlibat dalam kecelakaan itu. Kevin pergi kesana dengan di temani oleh David.


''Jadi anda adalah putra dari keluarga Sanjaya?'' tanya pria bernama Pak Tono, berusia 60 tahun.


''Iya Pak. Saya ingin tahu kejadian yang sebenarnya bagaimana. Karena saat itu saya juga mengalami kecalakaan dan sempat tidak sadarkan diri selama satu Minggu.''


''Saya ingat betul, waktu itu saya tiba-tiba merasa sangat mengantuk saat membeli minuman pada pedagang asongan. Dan dari arah berlawanan ada mobil yang cukup kencang. Saya pun tidak sempat menghindar karena saya benar-benar mengantuk sekali. Bersyukur saya masih di beri selamat meskipun setelah sembuh, saya harus di penjara. Saya turut berduka cita ya Tuan, kalau orang tua anda meninggal saat itu juga. Saya juga meminta maaf atas kelalaian yang saya lakukan. Saya sendiri heran, kenapa bisa mendadak mengantuk. Padahal saya sebelum meminum air mineral itu baik-baik saja. Tapi saya baru meminum setengahnya mendadak merasa ngantuk yang sangat berat. Saya bekerja menjadi supir selama 20 tahun, baru saat itu juga saya mengalami kejadian yang mengerikan seperti itu. Karena saat mengantuk ataupun lelah, saya memilih untuk istirahat terlebih dahulu daripada nanti akan membahayakan nyawa saya ataupun orang lain. Yang jelas kejadian itu sangat cepat, saya seperti terbius.'' Cerita Pak Tono panjang lebar.


''Apa saat kejadian tidak ada kamera CCTV, Dav?''


''Saat kecelakaan itu, daerah itu tidak terjangkau CCTV, Kev.'' Kata David.


''Baiklah Pak, terima kasih atas informasi yang anda berikan.'' Kata Kevin.


''Kalaupun Tuan membutuhkan bantuan, saya siap membantu.'' Ucap Pak Tono.


''Iya Pak, pasti. Kalau begitu kami permisi.'' Kata Kevin.


''Iya Tuan.''


-


Kevin dan David lalu melanjutkan perjalanan menuju lokasi kecelakaan.


''Dav, bagaimana dengan rekaman dasboard mobil dan truk?''


''Sama Kevin. Pak Tono itu tampak mengantuk dan mobil yang di tumpangi oleh orang tuamu mengalami rem blong. Kalau memang ini pembunuhan berencana yang di lakukan oleh Tuan Sandi, tentu saja ini adalah modus pembunuhan yang sangat jenius. Dia bisa membuat semuanya seolah seperti murni kecelakaan. Gila!"


''Mereka memang gembong mafia jadi tentu sangat sulit menangkap mereka. Kita harus mendapatkan bukti yang akurat untuk menangkap mereka. Mereka sudah pasti sangat cerdik dengan mencuci tangan begitu saja tanpa meninggalkan jejak.''


''Saran ku, bersikaplah baik pada Mauren. Dia adalah musuh dalam selimut, ikuti drama yang sedang dia buat. Siapa tahu kita akan mendapatkan petunjuk. Ini adalah kasus yang rumit, Kev. Kita tidak bisa menangkap Tuan Sandi habya dengan bukti dari agenda yang Papa kamu miliki. Itu belum cukup kuat untuk menangkap mereka karena aku tahu para mafia itu licik dan cerdik. Jadi kita harus menggunakan cara seperti itu juga untuk menangkap mereka. Sekalipun aku sekarang sudah menjadi kepala kepolisian, tetap saja aku harus punya bukti kuat untuk menangkap para gembong mafia itu.''


''Iya aku mengerti ini semua, Dav. Huft tapi ini benar-benar menguras waktu dan energi ku. Perusahaan ku terguncang dan aku kalang kabut, belum lagi proyekku gagal dan di sabotase.''


''Sabar ya, Kevin. Kalau memang ini semua berkaitan dengan penolakan perjodohan dan binis, tentu saja orang ini sedang mengalami gangguan jiwa. Yakinlah, mereka tidak akan tenang. Aku tahu mereka ingin membuatmu bertekuk lutut di hadapan mereka, lalu membuatmu menikahi Mauren.''


''Aku tidak menyangka ada manhsia busuk seperti itu. Seperti tidak ada pria lain saja.''


''Makanya aku bilang apa, mereka semua sakit jiwa. Sudahlah kita perlahan saja, yang jelas ikuti saranku tadi.''


''Ya baiklah.'' Jawab Kevin pasrah.


Bersambung.... Maaf ya up nya dikit, lagi meriang2 nih, hehehe Jangan lupa dukungannya untuk like, komen dan votenya terima kasih 🙏❤️