Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 269 Kejutan Lagi


''SURPRISE !?!?!" seru Marvel, Bi Nani, Bi Surti dan Rima saat mereka membuka pintu menyambut kedatangan Kevin dan Keira. Kevin dan Keira terkejut dan terharu mendapat kejutan saat tiba di rumah.


''Happy Anyversary ke satu tahun Papa-Mama." Ucap Marvel sambil membawa kue ulang tahun. Mereka berempat pun kompak memakai topi ulang tahun dan masing-masing membawa balon bertuliskan ucapan selamat.


''Selamat hari pernikahan ke satu tahun Tuan-Nyonya. Kebahagiaan selalu bersama kalian.'' Ucap Bi Nani, Bi Surti dan Rima dengan kompak.


Mata Keira berkaca-kaca, merasa haru dengan perhatian yang di berikan oleh putra dan juga para ART-nya.


''Kalian membuat ku terharu bahagia,'' ucap Keira.


''Maafkan saya ya Nyonya terpaksa berbohong. Semua ini atas perintah Tuan,'' ucap Bi Nani.


''Jadi apa yang terjadi hari ini skenario kamu, Mas?''


''Iya sayang, maaf ya.'' Ucap Kevin.


''Mah, Pah, ayo tiup dulu lilinnya tapi make a wish dulu ya.'' Ucap Marvel.


''Iya sayang,'' ucap Keira. Kevin dan Keira pun saling berpegangan erat, kemudian mereka memanjatkan doa bersama. Setelah itu mereka dengan kompak meniup lilin. Semuanya memberi tepuk tangan saat lilin sudah di tiup.


''Oh ya Mah, Marvel dan para Bibi menyiapkan sesuatu untuk Papa dan Mama.''


''Apa itu Marvel?'' tanya Kevin penasaran.


''Ayo ikut kami!" ajak Marvel. Kevin dan Keira mengekor di belakang Marvel dan para ART menuju halaman samping rumah. Tepat di tepi kolam renang, mereka menyiapkan makan malam romantis. Di tambah hiasan lampu led yang terangkai indah, deretan lilin yang mengitari kolam renang, kelopak mawar yang tersebar di lantai, semakin menambah kesan romantis.


Dan diatas meja ada beberapa kotak hadiah yang telah di sia?kan untuk Kevin dan Keira.


''TARAAAAA!!!! Ini kejutan dari kami, Mah-Pah.'' Seru Marvel.


''Jadi kamu dan semua Bibi menghias ini, Marvel?''


''Hehehe iya Mah. Jadi skenario Marvel pun berjalan lancar. Saat Papa dan Mama tidak di rumah, Marvel pulang sekolah dengan Bibi menyiapkan ini semua.''


Keira kemudian memeluk putranya. ''Terima kasih ya sayang, kamu memang terbaik.''


''Sama-sama Mama ku, sayang.''


''Terima kasih ya, Nak. Papa bahagia sekali mendapat kejutan ini dari kamu.'' Ucap Kevin yang giliran memeluk putranya itu.


''Sama-sama Papa ku, sayang.''


''Bi Nani, Bi Surti, Rima, terima kasih ya karena kalian sudah memperhatikan kami.'' Kata Kevin.


''Sama-sama Tuan. Karena kebahagiaan Tuan dan Nyonya adalah kebahagiaan kami juga.'' Ucap Bi Nani.


''Saya juga mengucapkan terima kasih untuk Bi Nani, Bi Surti dan Mbak Rima. Saya terharu dan bahagia sekali karena kalian peduli sekali terhadap kami. Kami harap kalian juga semakin betah ya disini.'' Sambung Keira.


''Sama-sama Nyonya. Kami semua pasti betah kok disini. Nyonya dan Tuan tenang saja. Semoga Tuan dan Nyonya bahagia selalu, terus di beri kesehatan dan kelancaran sampai kelahiran nanti ya Nyonya.'' Ucap Rima.


''Amin, terima kasih untuk doanya.'' Ucap Keira.


''Oh ya Nyonya-Tuan, ini ada beberapa hadiah kecil dari kami juga. Kami bingung ingin memberi Tuan dan Nyonya apa karena Tuan-Nyonya sudah memiliki segalanya. Jadi semoga Tuan dan Nyonya suka ya. Sahut Bi Surti.


''Ya ampun kalian menyipkan hadiah juga untuk kami. Seharusnya kalian tidak usah repot-repot.''


''Kami pasti akan menyukainya kok, Bi. Terima kasih ya.'' Sahut Kevin.


''Disini juga ada hadiah dari Marvel lho, Mah-Pah. Tapi di buka nanti saja ya. Sekarang Papa dan Mama nikmati dulu makan malamnya.''


''Iya sayang, terima kasih ya.'' Ucap Keira sambil mengelus kepala putranya.


''Supaya suasana semakin romanti, saya putar dulu musiknya.'' Sahut Rima seraya menyalakan piringan hitam dengan iringan lagu klasik romantis.


''Astaga, kalian ini total sekali ya.'' Ucap Kevin terkekeh.


''Harus dong, Pah.'' Sahut Marvel.


''Baiklah Tuan, selamat menikmati candle light dinner kalau kata orang Inggris,'' celetuk Bi Nani.


''Jangan lupa ajak Mama dansa ya Pah, biar semakin romantis kayak di film-film gitu.''


''Kalau adegan seperti ini, pasti Mbak Rima nih yang nularin,'' sahut Keira terkekeh.


''Hehehe ya begitulah Nyonya.''


''Korban sinetron kamu ini, Rim.'' Sahut Kevin dengan tawa kecilnya.


''Baiklah Tuan-Nyonya selamat menikmati.'' Ucap mereka semua dengan kompak. Mereka kemudian meninggalkan Kevin dan Keira berdua.


''Sayang, kita pesta lagi?''


''Bagaimana kalau kita dansa dulu?''


''Tentu saja.'' Jawab Keira seraya menerima uluran tangan suaminya.


''Bahagia sekali hari ini, Mas. Aku mendapatkan kejutan dua kali.''


''Aku juga tidak menyangka mereka akan memberikan kita kejutan juga.''


''Mas, aku belum memberimu hadiah. Kamu mau apa Mas?''


''Sudah aku bilang tidak usah sayang. Baby di perut kamu hadiah terindah untuk hari jadi pernikahan kita ini.''


''Iya tahu, Mas. Kamu sudah memberiku kejutan dan perhiasan, masa aku tidak memberimu apa-apa.''


''Ya sudah, terserah kamu saja sayang. Namanya hadiah jadi terserah yang memberi saja. Apapun pemberian kamu, aku pasti akan menyukainya.''


''Oke baiklah kalau begitu. Besok aku akan menyiapkan hadiah untukmu.''


''Iya sayang.''


Keira kemudian menyandarkan kepalanya pada dada suaminya. ''Mas, aku ingin kita seperti ini terus.''


''Aku juga sama, sayang. Kita menua bersama, menghabiskan sisa waktu kita berdua. Selalu saling mencintai, saling menyayangi dan selalu mesra seperti ini.''


''Amin. Kamu sehat-sehat ya, Mas. Jangan terlalu memforsir diri untuk bekerja.''


''Iya sayang tapi kalau aku tidak bekerja, kita mau makan apa?''


''Makan cinta saja,'' seloroh Keira.


''Memangnya kenyang?''


''Hehehe kenyang lah. Kalau lapar jilatin kamu aja.''


''Dasar kamu ini. Baiklah ayo kita makan sayang. Setelah itu kita istirahat ya, kamu jangan tidur malam-malam.''


''Iya Mas.''


Setelah puas berdansa, mereka lalu segera menghabiskan makan malam yang telah disiapkan. Mereka tampak saling menyuapi dengan sangat mesra. Senyum dan tawa bahagia tersungging dari bibir keduanya. Selesai makan, Kevin dan Keira kembali ke kamar.


''Mas, aku mau buka kado dari mereka ya? Boleh kan?''


''Oke. Kita buka sama-sama ya. Aku penasaran juga.'' Ucap Kevin yang ikut duduk diatas tempat tidur.


''Ini dari Bi Nani, Mas. Isinya syal Mas, couple lagi. Ya ampun gemes banget ini. Ada beanie alias kupluk yang sepasang juga lho, Mas. Kalau kita keluar negeri bisa di pakai nih.''


''Iya sayang, lucu dan bagus. Ada-ada aja di Bibi idenya.''


''Terus ini dari Bi Surti. Ini selimut baby, Mas.''


''Kok warna pink ya, sayang. Kita aja belum tahu.''


''Mungkin Bi Surti udah feeling kalau baby kita cewek. Bagus banget ya lucu, imut, gemesin selimutnya. Nah ini dari Mbak Rima, isinya baju baby juga. Eh kita belum belanja baju baby lho, Mas.''


''Iya nanti sayang, setelah pas genap 7 bulan ya. Katanya pamali kalau beli-beli sebelum melewati 7 bulan.''


''Iya Mas, aku akan sabar kok.''


''Oh ya kado dari Marvel apa, sayang?'' tanya Kevin.


''Iya nih, aku juga penasaran Mas. Kita buka ya.'' Setelah membuka kado dari Marvel, Keira dan Kevin pun kompak tertawa.


''Apaan sih Marvel ini hadiahnya masa robot sama barbie,'' ucap Kevin dengan gelak tawanya.


''Eh ini ada kartu ucapannya lho Mas. Aku baca ya.''


Mama, Papa, selamat hari jadi pernikahan. Maaf ya Pah-Mah, aku tidak tahu harus membeli apa. Yang ada di pikiranku hanya robot dan boneka itu. Kalau adik aku cowok, Mama kasih robot itu ya dan kalau cewek, berikan boneka itu untuknya, hehehehe. Bahagia selalu Papa-Mama. I love you.


-Kakak Marvel-


"Ya ampun sweet banget sih Marvel ini."


"Dia ini ada aja kadonya. Adiknya belum lahir sudah di kasih hadiah," timpal Kevin dengan tawanya.


"Dia kan Kakak yang perhatian, Mas," ucap Keira yang juga ikut tertawa.


Bersambung....