Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 224 Gina Hamil!


''Miko, kamu apain Gina?'' kata Nyonya Rosa dengan panik saat melihat Gina pingsan dalam gendongan Miko.


''Kita bicara nanti, Mah. Kita harus seger ke rumah sakit.'' Ucap Miko dengan suara bergetar. Nyonya Rosa pun ikut panik dan gugup. Mereka berdua segera pergi ke rumah sakit.


Miko merasa bersalah karena melepaskan amarahnya dan membuat Gina menangis seperti itu. Rasa cemburunya di tambah kekurangannya sebagai seorang pria, membuat Miko merasa minder saat istrinya dekat dengan pria lain. Sesampainya di rumah sakit, Gina segera di periksa di dampingi oleh suami dan Ibu mertuanya. Dan Gina pun perlahan mulai sadar.


''Bagaimana kondisi istri saya, Dokter?''


Dokter tersenyum. ''Hanya kram perut biasa. Kalian ini pasti pengantin baru ya? Jadi belum bisa menahan untuk tidak berhubungan intim dulu.''


Miko tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Dokter, begitu pula Nyonya Rosa yang tampak bingung.


''Maksud Dokter bagaimana? Maaf saya tidak mengerti.''


Sekali lagi Dokter tersenyum. ''Nyonya Gina sedang hamil muda dan usia kandungannya masuk usia 5 Minggu. Jadi saat usia kandungan masih muda, di kurangi dulu ya Tuan-Nyonya intensitas berhubungan intimnya. Nyonya Gina juga sepertinya tampak stres, lelah dan kurang tidur. Karena tekanan darahnya renda.'' Jelas Dokter.


''Apa Dok? Istri saya hamil?''


''Iya Tuan, istri anda ini hamil.''


''Dokter, kami sudah menanti ini selama empat tahun. Jadi apa benar saya hamil, Dok?'' tanya Gina dengan mata berkaca-kaca.


''Iya Nyonya, anda hamil. Kalau begitu selamat ya akhirnya penantian kalian membuahkan hasil.''


Miko pun langsung sujud syukur. ''Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, istriku hamil.'' Ucap Miko dengan suara bergetar. Air mata bahagia lolos membasahi wajah Miko. Nyonya Rosa lalu memeluk Gina yang masih terbaring sambil menangis haru.


''Selamat ya sayang, akhirnya penantian kalian membuahkan hasil.'' Ucap Nyonya Rosa.


''Terima kasih Mah, semua berkat doa Mama juga.''


Miko kemudian bangkit dari sujud syukurnya. Ia kemudian memeluk istrinya. ''Sayang, akhirnya kamu hamil. Perjuangan kita membuahkan hasil.''


''Iya Mas, aku bahagia sekali. Bulan ini aku memang telat tapi aku tidak mau mengeceknya. Aku takut kalau tidak sesuai dengan harapan kita.''


''Terima kasih ya sayang, kamu sudah mau berjuang denganku.''


''Sama-sama Mas.''


Miko lalu mencium kening istrinya dalam-dalam. Miko kemudian menyeka air mata istrinya.


''Kita harus gembira dan tidak boleh menangis sayang.''


''Iya Mas.''


''Oh ya Dokter, tolong sekalian USG kandungan istri saya. Karena memang sejak kemarin kami begitu intens berhubungan. Saya khawatir kalau kandungan istri saya kenapa-kenapa. Saya tidak tahu dokter, rasanya gairah saya memuncak sekali, sedangakn istri saya biasa saja tapi dia juga tidak bisa menolak.'' Kata Miko dengan senyum malu-malunya.


''Tentu saja Tuan.''


Miko bahagia sekali saat melihat buah cinta mereka di dalam layar monitor. Air mata Miko kembali jatuh saat melihat itu. Tangan Miko dan Gina sedari tadi terus berpegangan erat.


''Sekali lagi selamat ya Tuan-Nyonya. Pesan saya, Nyonya Gina harus lebih banyak istirahat karena usia kandungan yang masih muda itu masih sangat rentan. Jadi Nyonya harus happy, tidak boleh terlalu lelah apalagi tekanan darah Nyonya rendah sekali. Tuan Miko, tolong ya gairahnya di tahan dulu sampai kondisi Nyonya Gina stabil. Di jaga ya Tuan istrinya.''


''Iya Dokter.'' Ucap Miko dengan senyum malu-malu. Miko merasa bersalah karena ia menggenjot Gina sampai semalaman, di tambah pagi harinya lagi.


''Oh ya Dok, selama dua hari ini saya mual muntah dan jujur saja gairah saya kemarin ini seperti seorang pengantin baru. Apakah benar kalau istri hamil, suami juga bisa merasakannya?''


''Banyak sekali pasien saya mengalami hal itu. Istrinya yang hamil tapi suaminya yang ngidam. Bahkan istrinya yang melahirkan tapi suami yang merasakan mules luar biasa. Namanya suami istri di tambah ada benih di dalam rahim istri. Jadi kalian bertiga terikat satu sama lain.''


''Iya Nyonya jadi tidak apa-apalah ya, Tuan kalau Tuan juga ikut berbagi sakit dengan istri.''


''Tentu saja saya siap, Dokter.'' Jawab Miko dengan penuh keyakinan.


-


Sesampainya di rumah, Miko segera membawa Gina ke kamar dan merebahkan tubuh Gina di atas tempat tidur.


''Gina, mau makan apa Nak?'' tanya Nyonya Rosa.


''Gina mau makan apa saja, Mah.''


''Ya sudah, Mama siapkan ya.''


''Mama tidak usah repot-repot kan ada Bibi.''


''Sudahlah tidak apa-apa. Mama sedang bersemangat. Mama akan menelepon Papa. Papa pasti akan sangat bahagia mendengar kabar ini.''


''Iya Mah.''


''Miko, jaga istrimu. Awas ya kalau sampai Gina kenapa-kenapa.''


''Iya Mah, tenang saja.'' Kata Miko. Nyonya Rosa segera berlalu menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk menantunya.


''Sayang, maafkan aku ya. Aku sudah membuatmu seperti ini. Habisnya aku tidak tahan melihat kamu, bawaannya pingin nerkam melulu.''


''Iya Mas tidak apa-apa. Kalau aku menolak mu, yang ada kamu akan berpikir buruk tentangku. Untung saja babynya kuat ya di genjot Papanya semalaman full.'' Ucap Gina sambil mengelus perutnya.


''Untung saja kita tidak jadi bayi tabung lagi. Bayi tabung kita pertama pun sudah gagal. Sepertinya ramuan dari Ibu manjur sekali.''


''Namanya berobat itu kan jodoh-jodohan, Mas.''


''Aku masih tidak percaya kalau aku bisa menghamili kamu sayang. Tapi ini benar anak ku kan sayang?''


''Mas, kamu jangan pikiran aneh-aneh ya. Sejak aku tahu kamu ada masalah kesuburan, aku selalu memberi kamu obat tanpa kamu ketahui. Aku masak semua sayuran yang bagus untuk kesuburan. Terus sampai akhirnya kamu tahu masalah kesuburan kamu, kita menemui profesor, sejak saat itu kita makin intens untuk melakukan hubungan suami istri. Belum lagi jamu tradisonal yang Ibu berikan dan rutin kamu minum. Empat tahun kita berjuang untuk ini semua Mas, masa iya tidak membuahkan hasil. Kamu kan bisa periksa ke Dokter untuk melihat kesuburan kamu. Aku tahu arah pikiran kamu kemana.'' Cerocos Gina dengan kesalnya.


''Kita sebelum menikah ini adalah sahabat. Kamu tahu aku ini seperti apa terhadap laki-laki. Apa pernah aku ganjen? Justru kamu yang ganjen suka tebar pesona.'' Sambung Gina dengan nada ketusnya.


''Lho-lho kok marah. Jangan marah dong sayang. Maaf-maaf.''


''Habis kamu nyebelin, Mas. Memang ini anak siapa lagi? Yang nerobos keperwanan aku juga kamu. Masa iya kamu lupa membuatku berdarah-darah saat malam pertama kita.''


Miko lalu memeluk dan menenangkan istrinya. ''Maaf sayang, maaf. Masalah tadi masih menggangu pikiranku.''


''Iya dan kamu berfikir kalau ini anaknya William kan? Iya? Dia menyentuhku saja aku langsung menendangnya. Untung saja anak kita kuat. Mamanya sedang dalam masalah, dia tenang dan tidak rewel. Jadi jangan berpikiran gila, Mas. Aku sengaja tidak mau cek karena aku takut kamu akan sedih dan kecewa. Yang ada di pikiran aku, aku harus bahagai, kamu bahagia dan terus berjuang. Padahal aku sendiri sudah siap untuk mengadopsi seorang anak. Sekarang ini kita harus bersyukur dan menjaga baik-baik anak kita. Jangan berpikir negatif tentangku, Mas.''


''Iya sayang maafkan aku ya. Aku percaya kok kalau ini anak aku. Aku cuma bercanda.'' Goda Miko sambil terus merapatkan pelukannya pada istrinya.


''Iya tapi bercanda kamu itu tidak lucu.'' Ketus Gina.


''Iya maaf. Sudah jangan marah lagi ya, aku salah. Kamu pokoknya harus kurangi waktu kerjanya ya. Kerjaan butik, salon, klinik dan semuanya kamu pantau dari rumah saja ya. Kamu tidak boleh kecapekan.'' Ucap Miko seraya mengecup kening istrinya. Gina hanya mengangguk karena ia masih kesal dengan prasangka Miko.


Bersambung.... Gimana? Udah hilang ya deg-degannya 😁😁😁