Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 220 Unboxing ++


Laras lalu memulai menciumi dada bidang Krisna dengan lembut. Tubuh Krisna bergetar antara menahan geli dan nikmat apalagi saat Laras memainkan pu..ti...ngnya.


''Laras, geli!" kata Krisna.


''Tahan Kak! Rasakan nikmatnya jangan gelinya.''


"Ough!" de...sa...h Krisna sambil mere...mas kedua lengan sofa. Lidah Laras begitu piawai menari di dada bidang Krisna. Lidah itu kemudian turun menuju perut. Suara erangan Krisna semakin panjang dan itu membuat Laras semakin bersemangat. Namun lidah Laras yang menyentuh perutnya, membuatnya tidak bisa menahan geli.


''Laras jangan di perut geli, aku mau pipis."


Laras menghentikan aksinya itu dan menatap kesal Krisna.


''Aku pipis sebentar ya.'' Ucapnya sambil berlalu menuju kamar mandi.


''Astaga, apa-apaan ini. Tadi mules, sekarang pingin pipis. Ya ampun lihat istri telanjang begini bukannya di sikat, malah ada saja alasannya. Padahal aku melihatnya pisangnya sudah tegak, tinggal sedikit saja aku bisa makan pisangnya.'' Gerutu Laras dengan kesal.


"Ayolah Krisna! Jangan membuat Laras kesal. Kamu ini pria sejati. Seharusnya kamu percaya diri mempunyai pusaka di atas standart pria pada umumnya. Tunjukkan keperkasaanmu." Gumam Krisna dalam hati sambil melihat pusakanya itu. Tak lama kemudian Krisna keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di sofa. Wajah Laras tampak cemberut.


''Maaf ya Laras, sekalian aku membersihkan pusaka ku. Sekarang lanjut." Ucapnya tanpa merasa bersalah.


''Kenapa sih Kak, selalu merusak moodku.'' Laras benar-benar kesal dengan sikap Krisna.


''Maafkan aku ya. Ini benar-benar pengalaman pertama untukku Laras. Kamu juga tahu kan sebelumnya apa yang pernah aku alami. Ayo kita mulai lagi." Bujuk Krisna. Krisna lalu menuntun tangan Laras menuju pusaka miliknya yang sudah tegak.


''Ayolah mainkan! Dia sudah menunggu kamu.'' Kata Krisna.


''Awas ya jangan pipis lagi!"


''Kali ini tidak akan. Aku siap!" Jawab Krisna dengan senyumnya. Laras kemudian kembali ke posisi semua, berlutut di hadapan Krisna. Krisna memejamkan matanya, ia pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Laras. Laras tersenyum saat melihat pisang di hadapannya itu big and log. Laras lalu memulai aksinya. Krisna perlahan merasakan sentuhan pada pusaka yang sudah tegak menjulang. Krisna tetap memejamkan matanya sambil mendesis, kala Laras meng...ul...um pusaka miliknya dengan lembut.


"Ough Laras... uhhh...!"


Laras menaikkan kecepatan mengu...lum pusaka milik Krisna, lalu ia mengocoknya dengan pelan. Krisna menggelinjang dan mengerang karena ia sama sekali belum pernah melakukan hal seperti itu. Setelah Laras cukup lama bekerja keras bermain dengan pusaka milik Krisna, Krisna akhirnya bisa menemukan kenikmatan sesungguhnya. Setelah memberikan pemanasan untuk Krisna, Laras lalu naik kepangkuan Krisna.


"Bagaimana Kak? Enak?" tanya Laras. Krisna mengangguk dengan nafas terengahnya.


"Sekarang gantian Kakak." Kata Laras. Krisna lalu mengingat vidio yang sebelumnya pernah ia tonton. Cara merangsang dan memuaskan wanita. Tangan Krisna lalu mengarah pada kedua gunung kembar yang sudah ada di hadapannya.


"Ahhh, terus Kak." Rintih Laras. Krisna mempercepat pijatannya sambil mengecup leher Laras.


"Hisap ujungnya Kak." Pinta Laras dengan lirih. Krisna lalu mengikuti perintah Laras dengan menghisap ujung buah dadanya. Laras menekan kepala Krisna, supaya Krisna lebih dalam lagi bermain dengan dadanya. Krisna yang mulai berani dan bersemangat, mere...mas dan menghisapnya dengan rakus bahkan sampai meninggalkan jejak merah di dada Laras.


Krisna lalu menggendong Laras dsn membawanya ke tempat tidur. Di rebahkannya pelan-pelan tubuh Laras. Krisna kemudian menciumi sekujur tubuh Laras tanpa terlewat satu inchi pun. Laras men...de...sa...h nikmat. Krisna melakukan apa yang Laras lakukan padanya.


"Kak, terus, ahhh!" de...sah Laras semakin tak tertahan lagi kala lidah Krisna mencapai liang kenikmatannya. Krisna membuka lebar kaki Laras, supaya ia leluasa menelusupkan lidah kedalam liang senggama.


"Uhhhh.....," lenguh panjang Laras sambil meremas ujung bantal. Krisna semakin hilang kendali karena aroma di bawah sana begitu harum. Krisna menyeruputnya seperti menyeruput kopi. Sllrruupp! Sllrruupp! Sllruupp! Itulah yang terdengar saat pertama kali Krisna melihat daerah yang mampu membuatnya mabuk kepayang. Jeritan kecil dan erangan Laras semakin membuatnya bersemangat.


"Kak, kamu sangat hebat. Ahhh... uhhh..."


"Laras, aku akan memasukkan milikku." Kata Krisna dengan nafas terengahnya.


"Masukkan saja, Kak." Jawab Laras yang sudah tidak sabar merasakan pusaka milik Krisna.


"Kak sakit!" rintih Laras.


"Baru juga ujungnya, masa sudah sakit."


"Itu gede banget lho, Kak. Apa tidak bisa di kecilkan?"


"Kalau bobok dia mengecil. Yang ada kamu tidak merasakan apa-apa. Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan. Kita sama-sama tahan sakit." Mendengar ucapan Krisna, Laras mengangguk pelan. Krisna dengan sangat pelan memasukkan pusakanya itu. Krisna sendiri merasakan sakit karena liang itu sempit sekali.


"Sakit Kak," rintih Laras dengan setengah menangis.


"Aku juga sakit tapi tahanlah!" ucap Krisna dengan perlahan. Laras menjerit hebat sambil mencengkeram lengan Krisna. Krisna pun mengerang begitu begitu hebat, kala pusaka Krisna berhasil menerobos dan tenggelam dalam liang kenikmatan milik Laras. Krisna dengan nafas terengah dan peluh bercucuran ambruk di datas tubuh Laras. Keduanya terengah. Laras menangis merasakan sakit yang hebat.


''Kak, sakit. Sakit banget. Perih juga. Hiks hiks hiks."


''Laras ini baru masuk. Belum juga aku maju mundurkan. Apa berhenti saja?" Kata Krisna dengan nafas terengah.


''Jangan Kak! Kecebongnya belum masuk. Nanti kalau bibitnya belum di tanam, baby nya nggak tumbuh dong.''


Krisna tersenyum. ''Baiklah beri aku waktu lima menit dan kamu jangan menangis lagi.'' Kata Krisna sambil menyeka air mata Laras.


''Iya Kak. Habis perih banget, sakit.''


''Sekarang tahu kan rasanya pusaka milikku, begitu mau menantangku. Baru di masukkan ujungnya saja sudah sakit. Begitu di masukkan eh kamu malah nangis. Sekarang nangis kan kamu?'' ledek Krisna.


''Hehehe iya nangis. Ini mau sampai kapan menancap seperti ini, Kak?"


''Biarin, biar kamu tahu rasanya seperti apa.''


Keduanya lalu tersenyum dan kembali saling berciuman. Krisna melepaskan ciumannya lalu memeluk Laras, begitu pula dengan Laras yang memeluk kuat tubuh Krisna saat Krisna menarik pelan pusakanya itu. Keduanya pun melenguh panjang. Krisna melihat bercak darah pada pusakanya.


''Laras, apa ini benar menyakitimu? Sampai kamu berdarah seperti ini?'' tanya Krisna dengan polosnya.


''Iya Kak.''


''Apa kita sudahi saja ya.''


''Jangan Kak. Kita sama-sama belum sampai di puncak.''


''Aku tidak masalah asalkan kamu tidak sakit dan menangis lagi.''


''Sakit-sakit enak Kak, hehehe. Ayo lagi!" rengek Laras.


''Dasar kamu! Baiklah bersiaplah menerima seranganku, Laras.'' Krisna kemudian memasukkan kembali pusakanya ke dalam liang senggama milik Laras. Lagi-lagi teriakan lolos dari bibir Laras. Krisna kemudian mengangkat kedua kaki Laras dan meletakkannya di atas pundak Krisna. Krisna kemudian mengganjal pantat Laras dengan bantal. Krisna kemudian memaju mundurkan pusakanya itu.


"Uhhhh...!" de..sa..h Krisna.


"Semakin cepat, Kak! Ahhh..." Pinta Laras. Sesuai perintah Laras, Krisna mempercepat gerakan pinggulnya. Terdengarlah suara decapan khas bercinta yang begitu jelas, memenuhi seisi ruangan. Krisna menghentakkan pinggulnya sampai ia merasa pusakanya sudah mentok. Sambil terus menggoyang pinggulnya, kedua tangan Krisna aktif me...re...mas gunung kembar milik Laras. Sesekali ia menghisap dan mengigitnya sesuai permintaan Laras. Krisna terus memompa pinggulnya hingga ia merasa sudah ingin mencapai puncaknya.


"Laras, aku sudah mau keluar." Ucap Krisna dengan nafas terengah-engah.


"Kita keluar sama-sama Kak." Krisna semakin mempercepat hentakkannya. De...sa...han keduanya saling bersahutan.


"Aaaarrrgggghhhhhhh.....!!!!!" lenguh panjang keduanya. Laras bisa merasakan pusaka milik Krisna menyembur di dalam sana, denyutannya bahkan sangat terasa. Krisna juga merasakan otot-otot **** * milik Laras menjepitnya dengan sangat kuat. Peluh keduannya bercucuran dan nafas keduanya masih membutu tak karuan. Krisna ambruk di atas tubuh Laras, Laras kemudian memeluk Krisna dengan sangat erat.


"Kakak sangat hebat! Aku menyukai pisangmu, Kak. Rasanya mmmm enak sekali." Bisik Laras.


"Sepertinya aku juga sudah mulai merasa ketagihan dengan milikmu. Rasanya jepitannya begitu menggigit. Terima kasih ya sudah memberikannya semua untukku."


"Sama-sama suami ku sayang."


"Aku mencintaimu istriku sayang."


"Aku juga suamiku. Aku mau minta tambah lagi boleh?"


"Boleh saja. Tapi berikan aku waktu lima menit untuk istirahat."


"Baiklah tapi kali ini aku mau di atas."


"Kamu bebas melakukannya, istriku."


"Enak kan Kak? Aku jamin setelah ini Kakak akan menjadi ketagihan."


"Dan kamu yang membuatku ketagihan. Lihat saja dadamu sudah ada setempel SHM." Kata Krisna sambil menciumi pipi Laras.


"Mau di setempel semuanya juga boleh kok, Kak." Keduanya lalu saling menatap dan tersenyum. Malam itu keduanya menghabiskan waktu untuk bercinta. Setelah banyak drama yang di lakukan oleh Krisna, akhirnya Laras berhasil melewati malam pertamanya dengan menggila.


Bersambung....