
''Kamu terlalu sering menggoda. Lagi pula aku tidak mau berhubungan dengan seseorang yang masa lalunya belum selesai. Lebih baik carikan aku pria lain saja.'' Kata Nadia seraya berlalu menuju rak sepatu. Leon menghela, bagaimana caranya membuat Nadia percaya dengan segala perasaannya. Nadia masih belum yakin dengan perasaan Leon. Nadia hanya tidak ingin di jadikan pelampiasan saja oleh Leon.
Setelah membelikan hadiah untuk baby Rachel, Leon dan Nadia segera menuju rumah Keira. Sesampainya disana, Keira menyambut keduanya dengan sangat hangat.
''Leon, Nona Nadia, kalian seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini.'' Kata Keira.
''Tidak apa-apa Nyonya. Ini hanya hadiah kecil dari saya dan juga Leon.'' Ucap Nadia.
''Iya Kei, tidak apa-apa. Ini untuk baby kamu. Dia sangat cantik sekali. Apa aku boleh menggendongnya?'' sahut Leon.
''Iya boleh.'' Jawab Keira. Keira kemudian memberikan Rachel ke dalam gendongan Leon.
''Kei, dia cantik sekali. Siapa namanya?''
''Namanya Ilona Rachel Sanjaya, panggilannya Rachel.'' Jelas Keira.
''Nama yang sangat cantik Nyonya. Ya ampun baby Rachel juga sangat cantik, dia begitu menggemaskan.'' Kata Rachel sambil membelai lembut wajah Rachel.
''Tamu siapa sayang?'' terdengar suara lantang Kevin keluar dari ruang kerjanya menunu ruang tamu.
''Leon dan Nona Nadia, Mas.'' Sahut Keira.
''Selamat sore Tuan Kevin.'' Sapa Nadia sambil mengulurkan tangannya.
''Selamat sore juga Nona Nadia.''
''Tuan, selamat sore. Selamat ya untuk kelahiran babynya. Dia sangat cantik seperti Ibunya.'' Kata Leon dengan baby Rachel yang masih dalam gendongannya.
''Terima kasih. Kenapa anakku ada dalam gendonganmu?'' tanya Kevin sinis. Mendengar Leon memuji Keira, sungguh membuat Kevin kesal.
''Aku ingin menggendongnya Tuan. Supaya aku segera menikah dan punya anak juga.'' Jawab Leon.
''Memang sudah ada calonnya?'' tanya Kevin penuh selidik.
''Sudah ada hanya saja dia belum memberiku jawaban,'' kata Leon sambil melirik kearah Nadia yang duduk di sampingnya.
''Oh begitu. Aku doakan dia segera menjawabnya dan aku tunggu undangannya.''
''Pasti Tuan Kevin. Anda dan Keira adalah orang pertama yang akan menerima undangan itu. Dan saya harap, anda jangan salah paham lagi kepada saya. Saya tidak akan menganggu Keira lagi. Anggap saja saya seperti Johan dan Laras, sahabatnya Keira. Karena saya benar-benar sudah menemukan seseorang yang mengisi kekosongan hati saya.'' Jelas Leon sambil sesekali melirik kearah Nadia. Tentu saja sikap Leon itu menjadi perhatian bagi Keira.
''Sepertinya Leon sedang menanti jawaban dari Nona Nadia.'' Gumam Keira dalam hati.
''Leon, aku juga mau menggendongnya.'' Kata Nadia.
''Tentu saja. Pelan-pelan ya.'' Kata Leon.
''Iya, kamu tidak perlu khawatir.'' Kata Nadia. Nadia mengayun pelan Rachel dalam gendongannya. Leon melihat aura keibuan Nadia terpancar saat menggendong baby Rachel.
''Bagaimana dengan anda Nona? Anda sudah sangat pas untuk menjadi seorang Ibu,'' sahut Keira.
''Saya masih menunggu pangeran berkuda putih datang, Nyonya,'' celetuk Nadia dengan tawa kecilnya.
''Oh masih menunggu rupanya, semoga pangeran berkuda putih itu segera datang ya Nona.''
''Amin, semoga dia segera datang dan membawa saya ke pelaminan.'' Ucap Nadia.
''Aku pikir kalian berdua serasi,'' timpal Keenan.
''Iya lho, kalian cocok.'' Imbuh Keira. Leon dan Nadia hanya menjawabnya dengan senyuman saja.
Setelah menjenguk baby Rachel, Leon dan Nadia pun pamit. Selama di dalam perjalanan menuju apartemen Nadia, keduanya saling diam. Sampai akhirnya mobil Leon sampai di pelataran apartemen Nadia.
''Nad, aku serius!" ucap Leon tiba-tiba.
''Serius apa maksud kamu Leon?''
''Kenapa kamu tidak mengerti juga, Nad? Kamu pikir aku hanya bercanda. Atau kamu tidak punya perasaan yang sama denganku?''
''Aku hanya tidak ingin terluka, Leon.''
''Terluka apa maksud kamu, Nad? Aku tidak akan melukai kamu.''
''Pastikab bahwa hatimu benar-benar kosong baru datang kembali padaku, Leon.'' Nadia kemudian keluar dari mobil Leon dan segera masuk kedalam gedung apartemennya.
''Nadia, kenapa kamu tidak percaya denganku? Apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya?'' Leon merasa kesal karena Nadia benar-bejar belum mempercayai perasaannya.
''Halo Kei, apa kamu sedang sibuk?''
''Tidak Leon. Aku sedang bersama Rachel, ada apa? Baru juga pamit sudah telepon.''
''Kei, aku mau meminta bantuanmu.''
''Bantuan apa Leon?''
''Bantu aku meyakinkan perasaan Nadia.''
''Perasaan Nona Nadia? Maksudnya?''
''Jadi Kei, seseorang itu adalah Nadia. Aku mencintai Nadia.''
''Kamu serius, Le?''
''Iya Kei tapi Nadia belum mau menerima ku. Dia masih ragu dan dia masih berpikir kalau aku belum bisa move on dari kamu. Aku bingung apa yang harus aku lakukan.''
''Leon, Nadia ingin kamu memperjuangkan cintanya bukan hanya sekedar ucapan di bibir saja. Luluhkan hatinya dengan semua ketulusan dan pengorbanan kamu. Kalau aku di posisi Nadia, aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku tidak akan mudah menerima kamu begitu saja.''
''Kei, kamu bantu aku jelasin sama Nadia kalau aku sungguh-sungguh mencintainya. Perasaanku padamu kini hanya sebatas teman saja. Aku sudah menemukan cinta dalam diri Nadia.''
''Leon, kalau aku yang bicara pada Nona Nadia, dia pasti berpikir bahwa kamu yang memintaku untuk menjelaskannya. Dan kalau aku melakukan itu, itu bisa membuat Nadia semakin tidak nyaman dan itu membuat dia berpikir yang macam-macam tentang aku. Bukan kapasitasku untuk ikut terlibat Leon. Saat ini yang di butuhkan Nadia adalah pembuktian cinta kamu. Kamu bisa mengajakanya dinner romantis atau mungkin menyiapkan lamaran yang lebih resmi. Kamu tahu kan kalau wanita itu sukanya di kejar dan di perjuangkan. Jadi lakukan itu, Leon. Bawa dia ke rumah dan perkenalkan kepada kedua orang tua kamu, itu adalah jurus yang ampuh untuk meluluhkan hatinya. Aku jamin Nona Nadia akan menerima kamu. Kamu salah, kalau menyuruhku terlibat juga. Itu bisa menyakiti perasaan Nona Nadia. Saat ini aku hanya bisa memberimu semangat dan saran saja, Leon.'' Ungkap Keira panjang lebar.
''Iya juga Kei, apa yang kamu katakan itu benar sekali. Baiklah kalau begitu, terima kasih untuk saran dari kamu ya. Maaf kalau aku mengganggu waktumu.''
''Iya tidak apa-apa Leon, santai saja.'' Kata Keira.
''Baiklah kalau begitu Kei, salam untuk Tuan Kevin ya. Terima kasih untuk waktu dan nasihatmu, bye.''
''Bye Leon.'' Panggilan pun berakhir.
''Kamu sudah dengar kan, Mas? Kalau Leon mencintai Nona Nadia.'' Kata Keira pada suaminya. Rupanya Keira langsung meloudspeaker telepon dari Leon supaya Kevin mendengarnya langsung tanpa ada prasangka buruk.
''Iya-iya, aku mendengarnya. Baguslah akhirnya dia sudah melupakan perasannya padamu, sayang.''
''Jadi apa kamu masih cemburu?''
''Mmmm sepertinya sudah tidak lagi.''
''Makanya kamu itu jangan over thinking. Sekarang Leon adalah sahabatku, sama seperti Johan dan Laras. Jadi kamu jangan cemburu lagi ya, Mas.''
''Iya sayang, aku tidak cemburu. Aku hanya takut kalau kamu akan tergoda dengannya, secara dia lebih muda dariku.''
''Mungkin dia lebih muda tapi kamu lebih mateng dan banyak isinya Mas.'' Ucap Keira terkekeh
''Apanya yang mateng dan banyak isinya, sayang?'' ucap Kevin dengan tatapan menggoda.
''Semuanya Mas, hehe.''
''Dasar kamu. Sayang, udah boleh gituan belum ya?'' tanya Kevin.
''Ya ampun Mas, Rachel saja belum genap satu minggu masa kamu mau minta.''
''Lalu aku harus puasa berapa lama?''
''Sabar ya suamiku sayang, paling tidak tiga bulanan lah. Aku aja masih nifas.''
''Oh tiga bulan? Itu lama sekali sayang, bisa puyeng kepalaku kalau harus nunggu lama.'' Rengek Kevin.
''Sabar Mas tapi awas ya kalau kamu sampai jajan di luar. Aku potong punya kamu.'' Ancam Keira.
''Ya ampun, ya tidaklah. Untuk apa jajan di luar kalau yang di rumah saja rasanya begitu legit dan menggoda. Apalagi kamu melahirkannya caesar, pasti rasanya kayak perawan terus sayang. Habis nifas saja lah sayang, langsung gas.''
''Kita nanti konsultasi ke dokter lagi saja ya, kapan waktu yang pas untuk bercinta. Kamu kau kalau perut aku kenapa-kenapa karena hentakan-hentakan kaku itu?''
''Ya tidaklah sayang. Baiklah, aku akan sabar sayang. Yang penting kamu harus sehat dan pulih total ya. Kapan kita kontrol lagi sayang?''
''Minggu depan Mas, sekalian imunisasi untuk baby Rachel.''
''Oke baiklah sayang.'' Kevin kemudian memberikan kecupan di kening Keira.
Bersambung.... Yukkk tengok karya baru author ya, judulnya "Takdir Cinta Aruna" Jangan lupa juga like, komen dan votenya terus masukin ke list favorit kamu juga, makasih 🙏🙏❤️❤️