Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan
BAB 38 Pertengkaran Dramatis


Sesampainya di lantai empat, Marvel memaksa Keira untuk masuk namun Keira menolaknya.


''Ayo mah, kita masuk!" ajak Marvel sambil menarik tangan Keira.


''Mama disini saja ya. Mama menunggu di luar.''


''Ayolah mah, papa pasti senang kalau mama datang.''


''Marvel, aku ini cuma mama sewaan mana mungkin papa akan senang. Yang ada wajah papa kamu akan berubah kusut kalau melihatku.''


''Sudah tidak apa-apa, biar aku yang mengurus papa.''


''Kamu saja yang masuk ya, nanti mama di belakang kamu.''


Sementara di dalam, Kevin sedang berbicara dengan tamunya. Dan dia adalah Ferdi. Tuan Handoko meminta Ferdi untuk mengurus pekerjaannya, sekaligus Ferdi mengirimkan undangan pertunangan untuk Kevin.


''Senang sekali bertemu dengan calon menantu Tuan Handoko.''


''Justru saya yang senang bertemu dengan anda Tuan. Saya harap anda bisa hadir di acara pertunangan kami.''


''Pasti aku akan datang, Ferdi.''


''Papa!" sapa Marvel sambil membuka pintu. Marvel lalu berlari memeluk papanya.


''Ini putra anda?'' tanya Ferdi.


''Iya ini putraku satu-satunya.''


''Dia tampan sekali.'' Puji Ferdi.


''Kamu sama siapa kesini?'' tanya Kevin pada putranya.


''Sama mama lah, Pah.''


''Mama?''


''Iya. Dia di luar.'' Kata Marvel.


''Mah, masuklah! panggil Mavel. Keira dengan ragu-ragu melangkah masuk ke dalam ruangan Kevin. Keira sangat terkejut saat melihat Ferdi ada disana, begitu juga dengan Keira.


''Keira!" seru Ferdi. Kevin dan Marvel kompak menatap ke arah Ferdi dan juga Keira secara bergantian.


''Fer-Ferdi.'' Ucap Keira tergagap. Keira meletakkan makanan yang ia bawa dia atas meja laci begitu saja, lalu Keira pun pergi.


''Keira berhenti!" teriak Ferdi. Ferdi terus mengejar Keira sampai akhirnya Ferdi berhasil menangkap Keira. Ia menarik kuat lengan Keira.


''Lepasing Fer!" berontak Keira.


''Apa maksud ini semua, Kei? kamu yang menghianati ku tapi kamu yang menuduhku menghianatiku. Selama ini kamu sudah menikah dan memiliki anak, iya Kei? jawab aku?'' kata Ferdi sambil mengguncang tubuh Keira.


''Memang apa peduli mu Ferdi? kamu hanya peduli dengan dirimu sendiri. Aku belum menikah dan aku hanya menjadi mama pura-pura untuk dia.''


''Bohong kamu, Kei! kamu menikah dengan pria kaya dan sekarang kamu pura-pura tersakiti? picik sekali pikiran kamu, Kei. Padahal kamu sendiri kan yang tidak bisa menunggu ku apalagi dengan keadaan ku dulu yang miskin. Tangisan kamu palsu! Kecantikan mu hanya di wajah saja, bukan di hati.'' Kata Ferdi yang benar-benar merasa terluka dengan sikap Keira.


''Bohong? aku bohong? empat tahun lalu, saat kamu pergi ke luar negeri, aku selalu mengirim email padamu. Aku menceritakan semua kesedihan ku dan apa saja yang aku alami selama ini. Apa pernah kamu membacanya? bahkan sampai detik ini emailku masih belum terbaca kan? Aku hanya bisa berkeluh kesah lewat email saja, berharap menanti balasanmu tapi tidak ada sama sekali. Kamu tahu, bagaimana beratnya perjuangan kakakku untuk menyekolahkan aku, untuk biaya pendidikannya sendiri, di tambah keadaan Ayah yang sakit dan harus operasi pemasangan ring jantung, kamu pikir aku juga dalam situasi yang menyenangkan? kamu tahu Ayah ku hanya penjual sayur keliling dan harus berhenti begitu saja karena sakit-sakittan. Lalu kakakku di PHK bahkan mobil pun tergadaikan, aku menceritakan semuanya pada mu, Ferdi!'' kata Keira yang begitu emosional sambil menunjuk wajah Ferdi dengan telunjukknya


''Aku menuliskan semua kesedihanku lewat email mu. Bahkan aku terpaksa membuka jasa pacar sewaan bersama Laras dan Johan untuk membantu perekonomian keluarga ku. Aku menanggung semua resiko dari pekerjaanku, bahkan tak jarang aku hampir di perkosa! itupun aku lakukan diam-diam di belakang Ayah. Hanya pekerjaan itu yang bisa aku lakukan karena aku butuh uang banyak untuk biaya pengobatan Ayah. Sekalipun aku menjual jasa pacar sewaan, tidak pernah sekalipun aku tertarik dengan mereka. Karena tujuan ku hanya membantu mereka saja, mereka yang menghargai bantuanku, memberiku upah yang lumayan dan itupun aku bagi dengan Laras dan Johan. Aku juga berkorban untuk mereka, membantu Johan untuk bisa membayar uang kuliah dan uang kontrakan. Begitu juga dengan Laras. Aku tahu bagaimana rasanya berada di posisi susah dan mendesak. Selama empat tahun pula, aku menutup rapat hatiku hanya untuk menunggu kamu pulang dan kembali! Selama dua tahun aku menjalani itu tapi tidak pernah sekalipun aku menjual kesucianku pada mereka. Tidak pernah sekalipun! jadi apa yang aku lakukan hanya membantu seorang anak kecil yang mengharapkan kasih sayang seorang Ibu karena Ayahnya sendiri tidak mau menikah lagi. Hanya sekedar mama sewaan, Fer! itupun hanya satu Minggu saja. Dia juga salah satu murid di sekolah tempat aku magang. Apa salahnya jika aku berbagi kebahagiaan dengan dia? aku sendiri sudah tidak punya ibu, apa aku salah?'' ucap Keira dengan isak tangis yang membuat dadanya sesak. Ferdi hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasan Keira, ia benar-benar merasa bersalah dengan kesalah pahaman itu.


''Maafkan aku, Kei. Maafkan aku,'' kata Ferdi yang berusaha meraih tangan Keira namun Keira buru-buru menepisnya dengan kasar.


''Maaf kamu tidak ada gunanya, Fer! aku bahkan menceritakan pekerjaan yang aku lakukan ini padamu. Bahkan setiap kali aku menjalankan misi ku ini, aku selalu menceritakannya padamu. Buka saja email lama kamu, kalau memang masih ada. Kamu sendiri yang sengaja menghilangkan jejak dari aku untul mendapatkan hidup yang lebih enak dengan orang kaya. Aku harap kamu tidak mempermainkan lagi pasangan kamu yang baru, Fer. Di hianati itu sakit! apalagi menunggu bertahun-tahun hanya demi sebuah kepalsuan! Kamu yang picik, bukan aku! aku sangat bodoh berbicara dengan orang yang tuli dan buta seperti kamu!" kata Keira sambil menekan dada Ferdi dengan jari telunjuknya. Keira terus terisak lalu pergi meninggalkan Ferdi.


''Kei, jangan pergi!" teriak Ferdi. Namun saat Ferdi hendak mengejar, ponselnya berdering. Ada nama Lily di layar ponselnya. Ferdi berusaha menetralkan suasana hatinya sebelum menerima telepon dari Lily.


''Halo sayang, ada apa?'' sapa Ferdi dengan lembut.


''Kamu dimana?''


''Aku masih di kantor Tuan Kevin.''


''Kalau begitu jemput aku ya? aku sebentar lagi selesai treatment di salon. Di salon biasanya.''


''Oke sayang.''


''I love you honey,'' kata Lily dengan suara manjanya.


''I love you too, sayang.'' Ferdi mengakhiri panggilannya dan segera pergi menemui Lily. Rupanya pertengkaran antara Keira dan Ferdi, di saksikan oleh Kevin dan Marvel. Saat melihat Ferdi berlari mengejar Keira, Marvel menarik paksa papanya untuk mengikuti keduanya.


''Kasihan tante Keira, ternyata itu pacarnya yang menghianatinya. Semoga ini bisa membuat hati papa luluh dan biss bersikap baik pada tante Keira,'' gumam Marvel dalam hati.


''Ternyata begitu ceritanya. Ya syukurlah kalau dia gadis baik-baik. Tapi kasihan juga sih dia, eh tapi untuk apa aku peduli?'' ucap Kevin dalam hati saat melihat pertengkaran dramatis di hadapannya itu.


Bersambung.... Yukkk tinggalkan jejak yaa


IG @dydyailee536 🙏🙏