
**Entah bagaimana ya ini kok kebolak-balik, pokoknya kalian ikuti saja keterangan judulnya yaaa, kalaupun ada yang dobel episodenya kalian nikmati saja, hehehe author udah coba otak-atik tetep nggak bisa 😭 😁😁🙏🙏
...*Selamat Membaca***...
"Baiklah sekarang ayo kita makan siang. Aku belum makan siang," ajak Lily sambil bergelayut manja di lengan Ferdi.
''Mau makan dimana?''
''Japanese food.''
''Oke baiklah.'' Kata Ferdi pasrah. Ferdi dan Lily lalu pergi bersama namun pada saat bergendi di lampu merah, Ferdi melihat Keira dengan motornya. Bahkan motor Keira berhenti tepat disisi kemudi Ferdi.
''Keira?'' gumam Ferdi dalam hati. Ferdi terus melirik ke arah Keira bahkan Lily yang sedari tadi memeluk lengannya, di abaikan oleh Ferdi.
''Sayang, aku ingin pernikahan kita di percepat. Aku tidak mau lagi menunda-nunda hubungan kita. Satu minggu setelah acara pertunangan, aku ingin kita langsung menikah. Bagaimana sayang?'' tanya Lily. Namun Ferdi sama sekali tidak mendengar ucapan Lily karena Ferdi hanyut dalam masa lalunya.
''Sayang, kamu kok diam sih? Ferdi,'' ucap Lily sekali lagi. Akhirnya lampu pun hijau, Keira segera melajukan kembali mobilnya begitu pula dengan Ferdi. Dan Ferdi pun baru tersadar dengan panggilan Lily.
''Eh maaf sayang. Tadi kamu ngomong apa?'' Lily dengan kesal melepaskan lengan Ferdi.
''Kamu ini kenapa sih? masa iya nggak denger? lagi mikirin apa? mikirin cewek nggak jelas itu?''
''Nggak kok. Mmm aku lagi mikir aja nanti konsep pernikahan kita seperti apa,'' kata Ferdi dengan gugup.
''Awas ya kalau kamu macam-macam di belakang aku,'' ancam Lily.
''Kamu tenang aja sayang,'' kata Ferdi sambil mengusap kepala Lily.
-
Keesokan harinya sepasang ayah dan anak itu tampak sibuk memilih pakaian. Keduanya kompak memilih setelan jas untuk menghadiri acara pernikahan Kenny. Tentu saja dengan selera style masing-masing. Kevin mendadak mendapat kekuatan sembuh dari sakitnya, demi Marvel ia berusaha bangun dari tempat tidur yang beberapa hari mengungkungnya. Demi Marvel atau demi Keira???
''Papa, bagaimana penampilanku?'' tanya Marvel.
''Tentu saja kamu sangat tampan, Marvel!" puji Kevin sambil merapikan kembali rambut dan dasi Marvel.
''Papa hari ini juga sangat tampan, persis seperti seorang pengantin. Tapi papa yakin kuat untuk pergi?''
''Tenang saja, papa sudah sarapan dan minum obat juga. Demi kamu, papa pasti kuat.''
''Lalu apa papa sudah punya hadiah untuk Om Kenny dan Tante Cindy?''
''Sudah dong. Papa sudah menyiapkan paket honeymoon untuk mereka ke Maldives.''
''Good idea, Pah.''
''Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat.''
''Siap Pah!" Marvel sangat bahagia bisa kembali dekat dengan papanya. Begitu pula dengan Kevin, yang merasa punya lebih banyak waktu bersama Marvel.
-
Akhirnya hari bahagia yang di tunggu oleh Kenny dan Cindy pun tiba. Dekorasi pernikahan yang sederhana namun penuh makna itu membingkai indah hari pernikahan keduanya. Cindy sangat anggun dengan kebaya warna cream, begitu pula dengan Kenny yang tampak gagah dengan balutan beskap senada. Keduanya sedang duduk di hadapan penghulu dan siap melakukan prosesi ijab kabul. Sementara Keira duduk berdampingan dengan Ayahnya. Pak Ammar tidak bisa menutupi rasa bahagianya, menyaksikan hari bahagia putra sulungnya. Keira menggenggam erat tangan ayahnya, saat Kenny mulai membaca ijab kabul. Keira sendiri tidak bisa menahan rasa bahagia dan harunya. Keira tidak bisa menahan air mata bahagianya begitu juga dengan Pak Ammar. Terlebih saat ijab kabul itu mendapat seruan kata SAH.
''Kei lega banget, Yah. Akhirnya Kak Kenny dan Kak Cindy menjadi sepasang suami istri.''
''Ayah juga sama, Kei.'' Kata Pak Ammar dengan menahan tangis harunya.
''Istriku,'' panggil Kenny yang berbisik tepat di telinga Cindy.
''Iya suamiku,'' jawab Cindy malu-malu.
''Cieee udah sah nih,'' goda Keira.
''Selamat ya Kakak-kakaku yang tampan dan cantik. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian dan tentunya cepat kasih aku ponakan ya,'' lanjut Keira sambil memberika pelukan untuk keduanya.
''Amiin. Terima kasih ya Kei telah membantu semuanya. Kamu memang adik yang amat sangat baik,'' ucap Kenny yang memberikan pelukan beberapa saat untuk adiknya.
''Sama-sama Kak. Kakak juga kakak terbaik. Oh ya Mbak, kalau sampai Kak Kenny macam-macam bilang saja padaku. Biar aku yang mengurusnya.''
''Kamu tenang saja, Kei. Aku rela kok kalau kamu nonjok dia,'' seloroh Cindy dengan tawanya.
''Kenny-Cindy, selamat berbahagia ya, nak. Ayah hanya bisa memberikan doa terbaik untuk kalian. Tidak ada yang bisa Ayah berikan selain doa yang selalu ayah panjatkan,'' kata Pak Ammar.
''Ayah, doa dari ayah adalah kekuatan dan hadiah terindah untuk kami. Karena kekuatan doa tidak bisa di nilai dari segi materi. Apalagi di hari pernikahan seperti ini, kehadiran Ayah adalah segalanya untuk Cindy yang sebatang kara ini.'' Ucap Cindy dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. Mertua dan menantu itu pun saling berpelukan dengan penuh haru.
''Kenny, jaga Cindy baik-baik ya. Disini Ayah bukan sebagai Ayah kamu tapi sebagai Ayah Cindy. Awas saja ya kalau kamu sakiti Cindy, kamu akan berurusan dengan Ayah.'' Ancam Pak Ammar dengan suara bergetar karena menahan tangis bahagianya.
''Dan cepat buatkan Ayah cucu ya.''
''Kalau urusan itu, Ayah jangan khawatir. Kenny akan bekerja keras, hehehe.''
''Mama!" panggil Marvel dengan suara lantang, mengalihkan semua perhatian para tamu. Ayah dan anak itu tampak kompak dan menjadi pusat perhatian.
''Marvel, kenapa saat seperti ini memanggil mama?'' gumam Keira dalam hati dengan wajah khawatir. Marvel lalu berlari menyibak deretan kursi yang masih penuh dengan para tamu undangan untuk memeluk Keira.
''Marvel,'' panggil Kevin lirih. Kevin kecolongan karena tidak bisa menjaga Marvel.
''Marvel, tidak seharusnya kamu memanggil mama disaat seperti ini. Ini namanya membuat masalah,'' gumam Kevin sa.mbil mengeratkan giginya.
''Mama, aku datang.'' Kata Marvel dengan polosnya. Seketika Keira menjadi mematung dan tidak tahu harus berbuat apa karena semua menatap Keira dengan penuh tanga.
''Lho itu bukanya tuan Kevin Sanjaya? bagaimana dia bisa disini?'' seru salah satu tamu saat melihat Kevin berjalan menyusul Marvel ke arah kursi pelaminan. Salah satu dari mereka adalah teman kantor Kevin. Karena sebenarnya perusahaan tempat Kenny bekerja, menjalin kerja sama dengan perusahaan Kevin. Kasak kusuk pun terjadi ditambah Marvel yang memanggil Keira dengan sebutan Mama. Para tetangga yang menghadiri acara pernikahan tersebut pun mulai bergunjing.
''Kei, apa ini papanya Marvel?'' bisik Kenny.
''Iya Kak.''
''Dia kan Tuan Kevin Harris Sanjaya, pemiliki Sanjaya Group.''
''Aku tidak tahu, Kak. Yang aku tahu dia papanya Marvel. Kakak tahu darimana?''
''Perusahan Kakak sama Tuan Kevin kan menjalin kerjasama.'' Bisiknya lagi.
''Mama kok diam sih? aku di cuekin,'' sambung Marvel. Keira dengan memaksa senyumnya membalas pelukan Marvel.
''Terima kasih ya sudah hadir bersama papa.''
''Pak Ammar, memang Keira sudah menikah? Apa Keira diam-diam menikah dan punya anak diam-diam? atau memang dia hamil di luar nikah? kenapa bisa punya anak sebesar ini? atau Keira sengaja di paksa menikah ya supaya bisa mendapat suami kaya seperti ini? kalian ini terkenal santun tapi bisa-bisanya menyimpan rahasia besar ini.'' Begitulan berondongan pertanyaan para tetangga yang menghadiri acara tersebut. Keira merasa bingung dan linglung, begitu juga dengan Pak Ammar yang tidak tahu harus berkata apa.
''Dia mama ku. Memangnya kenapa? apa ada yang salah?'' sahut Marvel dengan nada kesal. Keira buru-buru menutup mulut Marvel.
''Wah Keira, kami tidak menyangka kalau kamu diam-diam melakukan hal itu ya?''
''Eh Kenny, elo bener-bener paksa adik elo nikah sama Tuan Kevin ini karena elo tahu Tuan Kevin ini kaya ya?'' sahut salah satu teman Kenny.
''Eh kalian ini ngomong apa sih? aku saja baru bertemu dengan Tuan Kevin.'' Kata Kenny yang berusaha membela adiknya.
''Tolong ya kalian jangan salah paham,'' kata Pak Ammar yang mencoba meredam cibiran para tamu undangan.
''Ini hanya salah paham saja. Jadi kalian tenang. Tuduhan kalian semua salah,'' kata Keira.
''Marvel, kamu juga yang panggil Mama, bagaimana ini?'' bisik Kevin pada Marvel.
''Hanya papa yang bisa mengendalikan semuanya saat ini,'' bisk Marvel.
''Perhatian semuanya! tolong ya jangan bergosip apapun. Kami hanya menghadiri acara pernikahan ini saja. Putraku ini hanya sekedar memanggil dia Mama.''
''Papa ini bagaimana sih? kenapa bilang seperti itu? mama juga kenapa tidak mengaku?'' kata Marvel. Semua keluarga Keira tampak bingung dengan ucapan Marvel begitu juga dengan Kevin dan Keira.
''Tolong semuanya ya. Mama Keira ini calon mama baru ku. Tuduhan yang kalian ucapkan itu semuanya salah, Mama Keira sangat baik dan dia tidak seperti itu. Justru papa ku sendiri yang mengejarnya karena papa ku sangat mencintainya. Mereka akan menikah setelah Mama Keira lulus kuliah,'' jelas Marvel yang membuat suasana menjadi hening tiba-tiba. Keira menggelengkan kepala keras saat Ayah dan Kakaknya menatapnya tajam.
''Marvel, apa yang kamu katakan? jangan membuat papa malu.'' Bisik Kevin.
''Papa sudahlah mengaku saja kalau papa mencintainya tapi papa malu mengatakannya. Selama papa sakit, mama juga kan yang merawat papa.''
Keira benar-benar tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Marvel, ia merasa semakin tersudut. Wajah panik Keira tidak dapat lagi ia sembunyikan.
''Wah, pasti kamu sengaja ya mendekatinya karena dia duda kaya,'' seloroh warga yang lain.
''Tidak! aku tidak seperti itu!" kata Keira dengan tegas.
''Jangan bicara macam-macam pada mama ku! justru papa ku yang mengejarnya karena Mama Keira keberatan dengan status duda papa. Padahal papa sangat tulus tapi mama yang belum bisa memberikan kepastian. Mama ku sudah meninggal dan papa ku sudah hidup sendiri selama empat tahun lebih. Bahkan tidak pernah merasakan jatuh cinta lagi tetapi kehadiran mama Keira mampu menghapus semua kesedihan papa. Aku hanya ingin papaku bahagia. Kalian pasti tahu kalau Mama Keira dan keluarganya sangat baik. Jadi pilihanku dan papa tentu saja tidak salah kan?'' ucap Marvel dengan suara memelas dengan tatapan penuh rasa iba.
''Kei, kamu beruntung lho. Di cintai duda kaya dan tampan lagi, kenapa kamu menolaknya? apa ada yang salah dengan status duda? duda semakin di depan Kei? aku saja tidak menolak lho, Kei?'' sahut seorang ibu-ibu. Suasana pernikahan Kenny dan Cindy saat itu benar-benae kacau karena ulah Marvel. Ulah yang sebelumnya sudah ia rencanakan bersama Miko.
''Kei, apa yang sebenarnya terjadi?'' tanya Pak Ammar.
''Ayah, ini semua tidak benar.''
''Maaf semuanya ya, biarkan kami menyelesaikan masalah ini bersama. Lebih baik kalian nikmati saja dulu hidangan yang sudah terjadi.'' Kata Kenny. Kenny kemudian mengajak Keira, ayahnya dan juga istrinya masuk ke dalam rumah. Marvel pun iku masuk sambil menggandeng paksa papanya.
Bersambung......