
Maaf ya gays salah nulis Part, oke lanjut aja ya🙏😊.
Aku menatap kepergian bejo dengan rasa yang tidak di percaya, tidak seperti bejo yang ku kenal.Dimas menepuk bahuku.
"Sudahlah di jangan di pikirkan, besok pasti balik ke semula "ujar dimas.
"Oh ya, tadi kamu mau cerita apa?"sambung dimas bertanya.
"Besok ajalah mas"ucapku sudah badmood buat bercerita di tambah memikirkan kalung yang di pakai bejo ,akhirnya kami cuman diam di perjalanan tanpa ada yang bicara sampai masuk ke rumah masing-masing.
"Assalamualaikum "salamku.
"Waalaikumsalam"jawab emak dan bapak kompak, aku mencium punggung tangan mereka.
"Kenapa kamu di? kusut begitu mukanya?"tanya emak. Akupun menceritakan kejadian yang ku dengar saat belanja dan barusan yang terjadi.
"Seriusan di! aku dengar juga sih banyak yang menggunakan jimat, tapi kamu jangan sampai ya gunakan kayak begituan!"nasehat emak.
"Emang kenapa mak?"tanyaku mengerutkan dahi.
"Memakai jimat atau pun barang yang membuat kita ketergantungan bahwa barang tersebut bisa ngelindungin kita itu namanya syirik, artinya kamu sudah menyukutukan allah"jelas bapak padaku.
"Astagfirulloh"kaget ku, bagaimana nasib teman -temanku,ya allah lindungilah mereka dan bukalah jalan hidayahmu do'aku dalam hati.
"Makanya jangan sampai kamu gunakan kayak begituan "ucap emak mewanti-wanti.
………
Di sekolah entah kenapa bejo tidak juga menyapa meski aku menyapa duluan dia malah marah atau ngebentak gak jelas, di tambah subhan dan sumbri yang ikutan seperti bejo tapi aku juga melihat mereka memakai kalung yang sama. Di kelas tidak ada yang mau berteman dengan mereka malah mereka yang menyalahkan aku dan dimas bahwa semua yang terjadi pasti salahku dan anak -anak di hasut oleh kami.
"Kamu kenapa sih di! kenapa ngelarang aku juga mengahajar mereka !! ngreget aku lihatnya "gerutu dimas selama perjalanan pulang yang hanya ku tanggapi dengan perkataan 'sabar'.
"Eh kalian sudah pulang toh "ucap seseorang menyapa kami di perjalanan pulang dengan pakaian serba hitam ,tangan yang memakai batu akik di kiri kanan ,kalung juga topi seperti topi adat khas jawa.
"Enggeh pak le "ucapku sopan.
"Pakle orang baru Tah? " sambungku bertanya penasaran karena tidak pernah melihat orang ini.
"Pakle memang orang baru di sini baru pindah beberapa minggu yang lalu,wajar jika kalian tidak tahu pakle, kenalkan pakle namanya mbah dirjo "ucap orang tersebut membuatku terkejut ternyata yang berada di depanku adalah dukun tapi aku menetralkan keterjutanku biar tidak ketahuan.
"Saya Supriadi panggil aja adi dan ini temanku namanya dimas"ujarku memperkenalkan .
"Oalah! apa kalian pernah melihat arwahnya minah yang jadi kuntilanak?"tanya mbak dirjo tiba-tiba membuat diriku terkejut.
"Mbonten pakle, rumah kami tidak sampai ke sana "ucapku yang cuman mangut-mangut mendengar penjelasanku.
"Pantesan kalian tidak pernah melihat! ini buat kalian! "seru pakle mengeluar 2 kalung berwarna merah darah dan merah kehitaman.
"Buat apa pakle?tapi kenapa warnanya berbeda? "cecarku bertanya mengingat ucapan kedua orang tuaku dan mencengkal tangan dimas yang mau mengambil dengan memberi isyarat mata tapi syukur lah dimas mengerti.
"Buat jaga-jaga agar kalian tidak di ganggu,warna kalung ini berbeda di sesuaikan dengan aura kalian biar fungsi kalungnya lebih maksimal"ujar mbah dirjo menjelaskan.
"Ada allah pakle! allah saja sudah cukup bagi kami "ucapku tegas dengan keyakinan,yang mana membuat mbah dirjo marah yang bisa ku lihat melalui matanya meski tidak berekpresi apapun.
"Kalau begitu kami pamit dulu pak le, takutnya orang tua kami mencari"ucapku sopan.
"Ya sudah pulanglah, hati-hati di jalan semoga pilihan kalian tidak membuat kalian menyesal "ucap mbah dirjo,'aneh'dengan ucapan Mbah dirjo di akhir kalimat. "Assalamualaikum "salamku yang tidak di balas olehnya buru-buru kami pergi dengan sesekali melihat ke belakang,setelah jauh dari mbah dirjo.
"Kamu kenapa sih di? di beri yang gratis malah ngelunjak "protes dimas.
"Bukan begitu mas, tapi dengan kita menyakiti suatu barang bahwa bisa melindungi kita dari bahaya sama halnya kita menyukutan Allah yang mana itu akan di benci oleh istilahnya syirik "ucapku menjelaskan.
"Ooh begitu ya di! untung aku belum menerima "ucap dimas.
*****
Setelah mandi dan makan, aku selonjoran di lenchak.
"Adi bisa belikan emak gula 1 kg, mau buat kopi bapakmu tapi gulanya sudah habis"ucap emak memberikan uang.
"Beli di tokonya yu darmi yah di "sambung emak.
"Kapan di rumahnya jumaisa (anaknya yu darmi) buka toko mak? "tanyaku .
"Baru beberapa hari yang lalu dan tokonya laris manis "ucap emak.
"Ya sudah adi berangkat ya mak, assalamualaikum "ucapku
"Waalaikumsalam" balas emak
****
Di perjalanan menuju toko bik darmi, semua toko yang ku lalui tutup , kenapa mereka kompak begini Ya? pikirku sampai tidak terasa bergelut dengan pikiran membuat perjalan yang lumayan jauh seperti dekat.
Sesampainya di toko yang di beri nama toko yu darmi di atas toko dengan spanduk , betul kata emak tokonya ramai.
"Eh adi! mau beli apa?"tanya yu darmi.
"Mau beli gula sekilo"ucapku.
"Tunggu sebentar ya "ucap yu darmi.
"Di mana jumaisa bik? apa dia sakit ?tadi aku tak melihatnya di sekolah? "cecarku bertanya di sela bik darmi mengambil gula,mengingat tidak ada suara cempreng nya membuat kelas menjadi sepi.
"Ini di gulanya, maaf bibik mau melayani pembeli yang Lain"ucap bik darmi memberikan gula dan bertukar uang dengarku tapi kenapa bik darmi seperti menghindar, apa cuman perasaan ku saja di karenakan memang banyak pembeli yang datang .
Baru beberapa langkah berjalan dari toko .
"Eh bu sulis mau belanja juga ya? "tanya salah satu ibu.
"Iya bu "ucap orang itu yang di sebut bu sulis.
"Bu sulis orang baru ya? "tanya yang lain.
"Iniloh bu, istrinya mbah dirjo "ucap ibu lain menjawab. Aku menoleh melihat seorang ibu dengan kerudung sampai menutupi dada dan pakaian longgar terlihat orangnya yang murah senyum, apakah ini istrinya mbah dirjo tapi kenapa berbeda dengan suaminya yang berprofesi sebagai dukun?Astagfirulloh kenapa diriku seudzon begini .
Aku berjalan meninggalkan toko dan pulang ke rumah.
"Assalamualaikum ini mak gulanya "ucapku memberikan gula pesanan emak.
"Waalaikumsalam "balas emak.
"Emak ternyata tokonya bik darmi rame ya!"ucapku bercerita.
"Memang rame adi di bandingkan toko yang lain, mulai dari buka sudah rame meski tokonya lumayan jauh tapi banyak pembelinya "ucap emak .
"Tapi kenapa emak beli yang jauh sedangkan yang dekat ada, apa harganya berbeda? "tanyaku.
"Kalo harga sih agak mahal sedikit, tapi setiap mak mau beli ke toko yang lain tutup entah kenapa kaki ini ingin pergi ke tokonya yu darmi "ucap emak menjelaskan.
"Memang tutup sih mak toko yang lain tapi saat pulang mereka buka, aneh kenapa tidak buka seperti biasanya saat pagi karena emak nyuruhnya beli ke toko bik darmi ya adi pergi ke sana "ucapku bercerita seperti ada yang janggal.
"Sudah emak mau ke dapur dulu"ucap emak berlalu pergi.
Jangan lupa like, komen dan votenya sebagai penyemangat buat author 😊🙏.