KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Part 10 Misi menghancurkan Kalung Sukmo Jiwo


Aku masih menggelut dengan pikiranku hingga terasa matahari sudah mulai bersinar dari ufuk timur yang cahayanya masuk melaluli celah-celah kecil di dinding .


"Astagfirulloh, ternyata sudah pagi"gumamku melihat sinar matahari yang mulai masuk ke rumah melalui dinding,bergegas melipat sajadah dan mandi.


"Maaf ya pak, adi tidak bantuin bapak nimbah air"ucapku di sela mandi, mengintip bapak dari dinding kebhen yang terbuat dari bambu dan tidak mempunyai atap sehingga saat hujan dan kita mandi bisa sekaligus mandi air hujan.


"Sudah lah di, bapak gak pa-pa cepetan mandi nanti telat masuk sekolah nya"ujar bapak berlalu pergi terdengar dari suara langkah kakinya yang menjauh.


Selesai mandi dan sarapan.


"Mak! apa dimas belum datang? "tanyaku tidak melihat batang hidungnya.


"Belum, kamu samperin gih ke rumahnya kamukan belum pernah menunggu dimas sekarang gantian "ujar emak emang dimas orang nya selalu di awal dan tepat waktu berbeda denganku yang lebih santai datang terakhir yang penting gak telat.


"Hehehhe iya mak, adi berangkat dulu assalamualaikum "ucapku mencium tangan mak.


"Waalaikumsalam semoga jadi anak yang soleh, berbakti kepada ke orang tua dan menjadi anak yang sukses ya cong "ucap emak mengelus rambut ku lembut saat aku mencium punggung tangan nya.


"Amiiin"ucapku.


Setelah keluar rumah aku melihat bapak yang sedang memandikan ayam kesayangannya di depan rumah .


"Bapak..... adi berangkat dulu ya"ucapku


"iyo sana berangkat gak usah salim ,bapak lagi mandikan si jago "ucap bapak yang sedang memandikan ayam kesayangan bahkan bapak lebih menyanyangi si jago(ayam kesayangan) dari pada aku karena jika si jago sakit tengah malampun bapak pergi ke kandang untuk memeriksa sedangkan jika aku anaknya yang sakit cuman di cek suhu dengan cara menyentuh dahiku dan di tanyakan mau makan apa? gak pernah tuh tengah bangun jagain aku cuman emak yang begitu kadang aku suka iri sama si jago yang anaknya siapa yang di perhatiin siapa? aneh gak sih?.


"Assalamualaikum "salamku.


"Waalaikumsalam"balas bapak tanpa mengalihkan pandangan nya pada si jago dengan tangan yang di penuhi busa sabun .


//////


"Assalamualaikum dimas.....mas.. "teriakku di teras rumahnya,seseorang membukakan pintu yang ternyata adalah ibunya dimas.


"Waalaikumsalam maaf adi, dimas lagi sakit jadi sekarang dia gak sekolah dulu"ucap ibunya dimas .


"Sakit kenapa bik"tanyaku.


"Demam semalam di datengin kuntilanaknya minah ,sekarang dimasnya menggigil kedinginan tapi badannya panas "jelas ibunya dimas yang mana membuat ku terkejut ternyata dimas juga di datengin kuntilanak, aku kira cuman diriku doang dan lebih parahnya membuat dimas sakit. .


"Gimana ceritanya bik? kok sampai sakit begitu?"tanyaku .


"Semalam ada yang selalu mengetok pintu saat tengah malam yang mana membuat dimas tidurnya terganggu tapi anehnya bibik dan pamanmu ini gak denger, dimas mengintip di jendela tapi gak ada orang .Baru beberapa langkah dari pintu ada yang mengetok lagi karena kesal dimas membuka pintu yang ternyata itu kuntilanak yang tertawa, teriaklah dimas membangunkan kami setelah di cari oleh pamanmu ternyata gak ada, dimas sampai pipis di celana pagi-pagi dia menggigil bibik cek ternyata demam tinggi"cerita bibik padaku.'Kasihan sekali dimas'pikirku.


"Nanti agak siangan bibik mau pergi ke mbah dirjo mau minta jimat biar dimas gak di ganggu lagi "sambung bibik.


"Kenapa harus pergi ke mbah dirjo? lebih baik pergi ke kyai rahman minta air do'a lalu bawa ke puskesmas"usulku.


"Tapi kata orang yang sudah minta jimat ke mbah dirjo,mereka tidak pernah di ganggu lagi"cetus bibi


"Mungkin tidak di ganggu lagi bik, tapi itu namanya siryk menyukutukan allah"jelasku sopan agar tidak tersinggung .


"Oh begitu ya di, syukurlah kamu sudah mengingatkan ke bibik jika tidak bibik pasti melakukan kesyirikan naudzumindzalik"ucap bibik,aku bernafas lega ternyata bibik mendengar nasihat ku.


"Waalaikumsalam hati-hati ya di"nasihat bibik .


***


Selama berjalan aku memikirkan segala yang terjadi dari kalung sampai perkataan mbah dirjo hingga semalam di datengi kuntilanak itu? apa semuanya punya keter-ikatan memikirkannya membuat kepala terasa mau pecah, teror ini harus segera di selesaikan jika tidak akan berdampak semakin buruk, sepertinya aku harus pergi ke kyai rahman pulang sekolah dan menceritakan segalanya siapa tahu kyai rahman punya ide ?ya itu ide yang bagus pikirku mengangguk kepala sendiri.


"Dooor "ucap fadil di sebelah ku yang sedang naik sepeda.


"Astagfirulloh, kamu apaan sih dil bikin kaget aja?"gerutu ku kepada fadil yang ku tahu sejak kapan sudah berada di sampingku dengan sepeda ontelnya.


"Habisnya kamu sih dari tadi di panggil gak nyaut, ngelamun apaan sih?"tanya fadil.


"gak ada,kenapa kamu sendirian ?"tanyaku mengalihkan pertanyaannya .


"Tadi aku bagun kesiangan jadi di tinggal deh"cengirnya .


"oh ya, mana dimas?"sambung fadil.


"Dia lagi sakit"ucapku.


"Yuk naik, biar aku juga ada teman gobrolnya"ajak fadil .


Akupun mengiyakan dan naik di belakang sepeda nya di karenakan ini sepeda cowok dan gak ada tempak duduknya seperti sepeda cewek, sehingga mengharuskan aku berdiri di belakang tubuh fadil dengan berpegang pada bahu fadil .


"Dimas sakit apa di?"tanya fadil sambil mengaduh sepedanya.


"Demam katanya"ucapku mana mungkin aku bercerita bahwa dimas di datengi kuntilanak yang ada 1 sekolahan bisa tahu nanti. Aku menarik nafas dalam-dalam menghirup udara perdesaan yang murni belum tersentuh polusi dan menghembuskan karbondioksida yang menyesakkan dada .


"Di... adi... "panggil fadil.


"Eh iya, ada apa?"jawabku gelagapan terlalu mengahayati keadaan sekitar sehingga tidak konsen .


"Melamun mulu kamu di"ucap fadil .


"Bukan melamun tapi terlalu menikmati pemandangan, ternyata kampung kita sangat indah ya dil"ucapku.


"Iya seperti surganya dunia seandainya kampung kita ini di jadikan tempat pariwisata enak kali ya "ucap fadil.


"Husst kamu gak boleh tafakkur atas nikmat allah dil "nasehatku.


"Astagfirulloh"ucap fadil.


Tak terasa perjalanan ini seperti sangat cepat di tambah naik sepeda ontel sehingga membuat waktu menjadi setengah dari biasanya kami berjalan,mengingat itu membuatku rindu dengan ke empat temanku yang selalu ada saatku bersedih dan senang hingga kadang mereka melakukan kekocakan dan ucapan yang nyeleneh untuk menghibur ku saat aku bersedih. Mengingat itu membuat hatiku sedih, bagaimana tidak sedih mereka teman kala senang dan sedihku saat aku tak baru menginjak kampung ini untuk pertama kalinya mereka lah yang ku kenal dan mengenal kan kampung ini kepadaku.


Maaf ya para reader's jika author jarang update kesibukan di dunia nyata dan gak punya kuota 😂.


Tapi tenang insyaallah author usahin meski gak apdate tiap hari.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar authornya semangat 😉