KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Part 13 PENEMUAN MAYAT


"Oalah ternyata kalian di sini, kami mencari kalian dari tadi? syukurlah kalian baik-baik saja !"ucap salah satu warga.


"Kenapa kalian ada di sini?"tanya pak RT membuat ku bertambah bingung untuk menjelaskan, apakah mereka akan percaya dengan cerita kami ?.


"Begini pak sebelum kami cerita bisakah ki-"ucapku terjeda.


"Ini bau apa ?"tanya salah satu warga sambil mengendus.


"Seperti bau bangkai ?"jawab yang lain.


"Bukan bau bangkai tapi seperti mayat "ujar yang lain.


"M-mayat"eja yang lain.


"Emang benar bau mayat pak"ujar bejo dengan santainya tanpa dosa tapi raut wajah tengiknya menunjukkan kalo dia akan membuat takut para warga.


"A-APA"pekik para warga terkejut.


"Eh kalo ngomong jangan semporoyo kamu jo"ucap salah satu warga dengan nada marah.


"Tuh "tunjuk bejo ke kakinya dengan santai tapi kakinya gemetar menandatakan takut. Semua warga menyenter ke arah kaki bejo yang mana di dekat tubuhnya tergeletak tubuh jumaisa yang pucat tanpa aliran darah, baju yang kotor di karenakan tanah kuburan dan tubuh yang tertutup rumput dan olakan.


"Oek oek oek"seketika para warga menutup hidung masing-masing.


"Gimana nih pak RT ?"Tanya para warga mencari solusi.


"Sebaiknya ambil keranda dan bawa mayat Almarhum nak jumaisa ke rumahnya "ucap pak Rt akhirnya beberapa warga mengambil keranda yang sudah tersedia di makan.


"Jo! Kenapa celana mu tuh basah, perasaan gak hujan "ledek kak imron untuk mengurangi ketegangan .Bejo membuang wajahnya yang mana membuat gelak tawa para warga, akhirnya kerandapun datang. Para warga membuang rumput dan ilalang yang berada di tubuh jumaisa sebelum menaruh di keranda.Setelah menaruh mayat Jumaisa dan akan bergegas pergi meninggalkan pemakaman, saat ingin berbalik dan mau berjalan seperti ada yang melihat dan memperhatikan ku dari belakang .Hembusan angin lembut meniup tengkukku yang mana membuat bulu kudukku berdiri, aku tak berani menoleh hanya mempercepat langkahku dan tidak mau kejadian sebelumnya menimpa ku lagi!.


*******


Kami sudah sampai di rumah jumaisa yang mana terlihat bahwa ibu jumaisa atau biasa di panggil yu darmi terlihat lebih tenang, aku tak habis pikir kenapa sampai mempertaruhkan anak sendiri demi harta ?.


Keranda di turunkan membuat para wanita mendekat untuk melihat jasad jumaisa begitu juga yu parmi yang di papah oleh bik sitti.


Banyak para wanita bertanya-tanya kenapa jumaisa bisa begini? ketemu di mana? dan banyak deretan pertanyaan lainnya. Sedangkan pak Rt sibuk berbicara di telfon mungkin menelvon polisi karena cuman pak rt yang mempunyai telfon sendiri di kampung ini atau mereka yang tergolong mampu atau lebih kaya yang punya, terlihat pak rt yang mengangguk saat menelfon dan mematikan.


Yu darmi merangkak mendekati mayat jumaisa yang terbaring kaku dan memeluk tubuh jumaisa yang tinggal raganya. Menangis hiteris yang mana suara nya membuat hati ter iris mendengar nya. Seorang ibu yang di tinggalkan anak nya tapi kenyataan nya sungguh ironis. Aku tersadar dari lamunanku saat mendengar lengkingan suara yang ku kenal.


"Cukuuuuuuup hiks hiks hiks kenapa yu darmi harus berpura -pura sedih hiks hiks "ucap bejo dengan aliran air mata dan sekali -kali mengusap ingusnya menggunakan ujung bajunya dengan suara tersedat saat mengucapkan karena menangis. Aku tertegun melihat bejo seperti ini, aku tak menyangka seorang bejo yang slempengan bicara ceplas ceplos semua kelakuan nya yang suka bercanda mempunyai empati yang sangat tinggi .


"Apa maksud mu cong hiks hiks kenapa bicara seperti itu!!"ucap yu darmi dengan nada marah mungkin tak terima di bilang begitu oleh bejo.


"Yu darmi kan yang numbalin jumaisa hik hiks "terik bejo dengan nada suara kecewa, sedih, marah yang sudah bercampur aduk. Ucapan nya membuat para warga terkejut.


"Ya allah gustiiiii kalo bicara jangan sembarangan kamu !!! anak siapa kamu hah"ucap bik sitti dengan nada geram bercampur marah karena tidak tahu kebenarannya.


"Sini kamu !!!"ujar pak songot menarik paksa tangan bejo mungkin dia mengira anaknya bicara ceplos ceplos sedangkan sekarang dalam masa berkabung, wajar orang tua melakukan itu takut anak nya membuat masalah.


"Tunggu !!"ucap pak Rt menahan tangan pak songot untuk tidak membawa bejo pergi.


"Nak siapa ?"tanya pak rt


"Riki "ucap riki yang suara terdengar lemah lebih tepatnya lirih.


"Oh ya nak riki bisa jelaskan kenapa nak riki bicara seperti itu? bukannya nak riki dan teman-temannya yang nemuin anaknya yu darmi?"tanya pak rt pelan, bejo menggangguk lemah.


"Bisa di ceritakan ?"tanya pak rt dan lagi bejo mengganguk. Pak rt menyuruh orang mengambilkan air dan menyuruh bejo meminumnya agar lebih tenang ,terlihat bejo lebih tenang dari sebelumnya yang di lihat tangisnya yang reda.


"Tadi siapa temannya nak bejo! bisa ke sini!"ujar pak rt ,kamipun maju satu persatu dan berkumpul bukan takut gimana ?tapi takut para warga gak percaya dengan cerita kami, sudahlah aku pasrah.


Gimana penasaran ? tunggu kelanjutannya ya:)


maaf lama gak up dunia nyata sangatlah sibuk,mungkin akan hiatus lagi :(


jangan lupa like, komen biar novel ini lebih bagus lagi kedepannya dan hadiahnya ok!